Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 212 : Bertemu Ray


__ADS_3

Beberapa hari aku sama sekali tidak keluar kamar, aku terus mengunci pintu dan hanya meminum wine jika aku merasa lapar yang membuat tubuhku terlihat sangat kurus. Di luar kamar setiap harinya aku mendengar suara anak-anak kecil yang sedang bermain dan juga suara lainnya. Walaupun Fadil terus membujukku agar aku bisa keluar kamar tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya.


"Raelyn!!" Teriak Raelan kencang sambil mengetuk pintu kamarku, aku yang sedari tadi meminum wine di sofa hanya terdiam dan tidak memperdulikannya.


"Raelyn kamu tidak makan?"


"Tidak, aku sudah kenyang..." gumamku pelan.


"Astaga kamu sudah hampir seminggu tidak keluar kamar, bagaimana kamu bisa kenyang?" Tanya Raelan serius dan aku hanya terdiam meneguk minumanku lagi.


"Oh ya ini Ray datang."


"Ray?" Ucapku terkejut.


Ray adalah seorang pria yang sangat tampan yang pernah bertemu denganku di kehidupan kedua saat aku masih kecil. Karena kehebatannya membuatku mengajaknya bergabung menjadi wakil mafiaku selain Fadil, tepat sebelum aku bertemu dengan Han aku memberikan dia tugas khusus karena saat itu aku memutuskan untuk berhenti menjadi mafia tapi karena Han juga aku kembali menjadi mafia yang bodoh.


"Sani! Aku ingin berbicara denganmu!" Suara Ray yang terdengar jelas di telingaku, aku membuka pintu kamar dan menarik tangan Ray masuk ke dalam dan kembali mengunci pintu.


"Terimakasih ayah, ayah istirahat saja!" Ucapku pelan.


"Setelah selesai segera turun dan makan Raelyn!" Ucap Raelan kencang dan aku menghela nafas pelan menatap pria tinggi dan tampan di depanku.


"Astaga Sani kenapa kau bisa seperti ini!" Ucap Ray menekan pipiku dengan kedua tangannya.


"Haish kau masih saja seperti itu!" Gerutuku menepis tangan Ray dan duduk di sofa.


"Aku hanya mencoba menghiburmu, Fadil menjelaskan semuanya padaku dari kehidupan kedua sampai kau seperti ini. Tidak aku sangka kau jadi gila ya padahal kau berjanji padaku untuk tidak melakukan hal gila dan memikirkan mafia."


"Yaaah entahlah aku merasa tidak berguna, sudah ku minta dari dulu untuk membunuhku kan? Tapi kamu tetap bersikeras menolak."


"Untuk apa aku melakukannya, jika kamu tidak merasakannya pasti kamu tidak tahu rasanya bagaimana kejamnya dunia apalagi kamu masih termasuk anak yang beruntung Sani."


"Tapi masih beruntung kamu, hidupku benar-benar kacau..." gumamku pelan.


"Hmmm kau belum selesai dengan tugas khususmu dari tetua pusat di wilayah pusat, lalu kau biarkan aku sendiri yang menghadapinya? Apa kau gila?" Ucap Ray dingin dan aku menundukkan kepalaku.


"Entahlah, kehidupan ini ataupun sebelumnya tetap saja menyakitkan apalagi saat ini tetua Asia bekerja sama dengan Valentino penguasa Eropa!" Ucapku pelan Ray duduk di sampingku dan mengangkat daguku.


"Kau harus ingat kau siapa, kau tidak pantas berada di bawah. Tunjukkan kalau kamu bisa menguasai dunia mafia lagi..." gumam Ray menatapku dingin.


"Apa aku mampu Ray? Aku wanita yang lemah dan kotor tidak mungkin aku bisa melakukannya lagi."


"Aku wakil mafiamu jadi aku akan membantumu, mengerti?" Ucap Ray dingin dan aku hanya menganggukkan kepalaku pelan, Ray mengusap pipiku dan menciumku lembut.


"Kenapa kamu tetap menarik Sani?"


"Apanya yang menarik? Aku tidak..."


"Bibirmu tetap saja menarik hatiku. Walaupun aku wakilmu tapi aku tetap mencintaimu."

__ADS_1


"Mencintaiku? Kenapa kamu masih tetap mencintaiku?" Gumamku pelan.


"Entahlah tapi aku sangat mencintaimu..." gumam Ray kembali menciumku.


"Oh ya ini tugas yang kamu berikan padaku..." gumam Ray memberikan sebuah kertas padaku, aku membaca kertas itu dan tertulis pesan kalau tetua pusat ingin menemuiku.


"Haaah untuk apa menemuiku lagi..."


"Kau sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan tetua agung, semua tugasmu sebagai mafia pusat aku yang melakukannya setelah kamu memutuskan untuk berhenti secara sepihak padahal tetua agung melarangmu melakukannya!"


"Yaah aku hanya lelah saja, aku ingin hidup seperti wanita pada umumnya tapi sekarang... Aku merasa jijik dengan diriku sendiri Ray, jadi kalau kamu mau ambil saja mafiaku." Aku memberikan tanda pengenal mafiaku kepada Ray tapi Ray langsung membuangnya dan mendorongku sambil menatapku dingin.


"Sani dengar ya, kau adalah ketua mafia sedangkan aku hanya wakil dan akan tetap seperti itu walaupun aku ingin menjadi kekasihmu tapi kau selalu menolak dan mungkin aku berpikir menjadi wakil mafiamu saja sudah cukup untukku bisa bersama denganmu setiap waktu. Jadi jangan kau minta aku menjadi ketua mafia, mengerti!" Ucap Ray serius sedangkan aku menatapnya sedih.


"Kenapa kau tetap ingin menjadi kekasihku? Aku sudah kotor tahu dan aku memiliki anak dengan laki-laki berbeda yang...."


"Lalu apa peduliku?" ucap Ray dingin dan aku hanya menghela nafas panjang.


"Banyak wanita diluaran sana lebih baik kau cari istri yang lain saja dari pada aku."


"Sani dengar kau sudah pernah menyelamatkanku saat aku diujung kematian bersama Fadil kala itu, aku masih ingat bagaimana kau menggendongku keluar dari tumpukan salju yang tebal kau kira aku akan melupakan hal itu Sani? Tidak akan!"


"Yaaah aku hanya tidak tega denganmu saja."


"Tega atau tidak tapi aku sangat berterimakasih padamu, kau benar-benar menyelamatkanku dan memberikanku kesempatan hidup lagi, terimakasih Raelyn..." gumam Ray pelan yang membuatku tertawa.


"Kenapa kamu tertawa?"


"Itu nama aslimu bukan? Raelan menceritakannya padaku kalau namamu Kim Raelyn Valentina Shin..." gumam Ray pelan dan aku hanya menghela nafas panjang.


"Yahh begitulah lagi pula jika di pikir ketika aku mengetahui semua tentangku malah membuatku semakin terlihat bodoh."


"Tidak itu malah bagus kamu memiliki banyak kelebihan dan pengalaman di dirimu jadi..."


"Itu bukan pengalaman! Itu..."


"Itu pengalaman dan kamu harus memilikinya agar kau tahu kalau tidak ada yang boleh merendahkanmu nantinya, apa kamu mengerti?" Ucap Ray menatapku dingin.


"Hmmm ya aku mengerti Ray, tolong bantu aku ya..."


"Aku akan membantumu menjadi dirimu yang dulu Raelyn..." gumam Ray pelan dan mengusap pipiku lembut.


"Benarkah? Apa kamu bersedia?"


"Tentu saja, kamu ketuaku dan kamu wanitaku Raelyn..."


"Haish kamu tetap saja menganggapku wanitamu."


"Tentu saja, tapi apa kamu tetap menolakku lagi?"

__ADS_1


"Aku sudah menikah dengan Valentino Ray dan..."


"Valentino bermain dengan kembaranmu di depanmu tanpa memberitahukanmu apa kamu masih menganggapnya suami?"


"Aku juga bersalah melakukannya dengan Han dan Fadil malah Cakra juga, aku pikir itu adil."


"Haish otak kau ternyata sangat bermasalah ya Raelyn."


"Memangnya kenapa? Apa itu..."


"Itu salah, kau tahu... Seorang ketua mafia bermain dengan wakil atau pria yang terikat kontrak dengannya adalah hal yang wajar tapi kalau ia bermain dengan wanita lain yang tidak memiliki kaitan dalam dunia mafia ataupun kawin kontrak maka hal itu tidak dibenarkan!"


"Begitu itu tetap salah!"


"Memang tapi dalam hukum mafia tidak salah kecuali kalau dia melakukannya apabila belum menikah itu wajar. Dalam peraturan mafia juga telah di jelaskan, jangan bilang kau lupa tentang peraturan mafia!"


"Aku tidak ingat, kalau seperti itu berarti..."


"Jika kau bermain denganku itu tidak melanggar hukum mafia."


"Haish kamu jangan mengada-ada ahh!!" gerutuku mencoba mendorong Ray tapi Ray menekan tanganku dan menatapku dingin.


"Aku mengatakan yang sebenarnya, banyak ketua mafia yang memiliki kekasih lebih dari satu entah karena tugas atau hanya sekedar bermain-main."


"Tapi Ray, aku memiliki suami dan aku terikat kawin kontrak dengan Han dan..."


"Apa kau tidak ingat kalau kau terikat kontrak denganku?" Ucap Ray dingin.


"Terikat... Kawin kontrak? Denganmu?" Tanyaku terkejut, Ray menghindariku, mengambil suatu kertas dan memberikanku sebuah surat kontrak yang tertulis nama asliku Raelyn di surat itu.


"Tunggu, dengan nama asliku??" Tanyaku menatap Ray serius.


"Ya, aku tahu nama aslimu sejak dulu hanya aku tidak mengatakannya padamu karena kau memberikanku tugas berat itu jadi aku tidak sempat memberitahukanmu."


"Jadi begitu ya..." desahku.


"Kau mau terikat kawin kontrak dengan banyak pria tidak masalah tapi... Kau tetap milikku Raelyn, kawin kontrak kita lebih lama dari pada pernikahanmu dengan Valentino ataupun kontrakmu dengan Han apalagi Han mencantumkan nama samaranmu bukan nama aslimu..." gumam Ray pelan dan aku menghela nafas pelan.


"Jadi apa maumu?"


"Mauku ya... Kau menjadi wanitaku dan juga ketua mafiaku sampai kapanpun!" Ucap Ray dingin dan aku mengambil bolpoin di saku Ray lalu menandatangani surat kontrak itu.


"Baiklah aku setuju."


"Apa kamu serius?" Tanya Ray terkejut.


"Ya, jadi kau harus bantu aku mengembalikan jati diriku dan mengalahkan musuh-musuhku!" Ucapku dingin dan Ray menggigit leherku kuat.


"Uuugghhh..." rintihku pelan.

__ADS_1


"Baiklah aku berjanji padamu, apapun yang kau inginkan maka aku akan memenuhinya wanitaku..." bisik Ray memelukku erat dan terus menggigitku.


Entahlah aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih tapi aku benar-benar percaya dengan Ray apalagi Fadil dan Ray adalah orang yang sangat aku percaya sampai saat ini.


__ADS_2