
Canda tawa Zhio dan Zee terhenti saat dering telepon berbunyi. Zhio segera mengambil ponselnya. Ternyata yang menghubungi Zhio pihak Rumah sakit.
" Baiklah,saya segera ke sana " ucap Zhio dan segera mengakhiri sambungan teleponnya.
" Siapa bang ? " tanya Zee.
" Ada pasien darurat sayang, Abang harus kesana sekarang. Kamu Abang antar dulu ya "
" Aku ikut aja ya bang "
" ikut ?? Abang kemungkinan lama sayang, nanti kamu kelamaan nungguin Abang "
" Gak apa bang, nanti aku istirahat di ruang kerja Abang aja "
Sedikit bimbang dengan keputusan sang istri, akhirnya Zhio mengiyakan dan mereka berdua segera ke rumah sakit. Bukan karena Zhio tidak ingin Zee menemaninya, hanya saja jika sang istri di rumah pastinya akan ada tempat ternyaman untuk Zee berisitirahat, tentu Zhio sangat memperhatikan kenyamanan dan kesehatan sang istri.
Sesampai di rumah sakit, Zhio dan Zee kembali menjadi pusat perhatian. Karena Zhio tidak melepas sedikit pun genggaman tangannya dari Zee, hal itu tentu saja membuat para petugas dan beberapa rekan dokter terkejut dan pastinya menjawab rasa penasaran mereka mengenai hubungan Zhio dan Zee. Kalian pasti ingat kan kalau Zhio dan Zee belum melakukan resepsi pernikahan hingga sekarang, hanya Amira, Kevin dan Celine yang mengetahui jika mereka suami istri.
Sedangkan teman-teman rekan kerja mereka belum ada yang mengetahui, ya mereka hanya bisa menebak-nebak saja.
Sesampai di rumah sakit, Zhio dan Zee segera menuju ruang kerja Zhio.
" Sayang, kalau kamu mau istirahat. Tidur di sofa ini ya " ucap Zhio sembari mengambil selimut yang ada di lemari kecilnya, yang sengaja ia simpan.
" Ini selimut , kalau kamu kedinginan. AC nya biar Abang kecilin dulu. Jangan terlalu dingin " ucap Zhio lalu mengecilkan volume AC, Zee tersenyum melihat betapa di saat genting begini sang suami masih saja memperhatikannya.
" Hmm...kalau kamu mau makan, nanti pesan online aja ya sayang "
Zee tersenyum
" Kenapa senyum ? " tanya Zhio.
" Gak apa bang, makasih udah perhatian sama aku. Abang tenang aja ya, sekarang Abang harus fokus sama operasi Abang. Cepat kesana bang, Abang pasti sudah di tunggu "
" Iya sayang, kamu baik-baik di sini ya. Abang pasti lama , nanti kalau kamu bosen atau kamu mau pulang, minta jemput sama Pak Ujang ya "
" Iya Abang "
Cup
__ADS_1
Zhio memeluk lalu mencium kening sang istri, lalu ia segera melangkahkan kakinya menuju ruang operasi.
Karena lelah, Zee pun merebahkan dirinya di sofa.
*****
Setelah membaca sejenak rekam medis pasien yang akan ia operasi , Zhio pun memulai operasinya. Operasi yang Zhio lakukan sedikit sulit karena pasien sudah mengalami komplikasi berat. Namun di Zhio berusaha untuk bisa menyelesaikan operasinya dengan baik dan berharap pasiennya bisa membaik.
Zee yang sedang asyik bermain ponselnya terkejut saat mendengar suara pintu di ketuk . Zee pun segera bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu.
" Taraaaa....." teriak Amira dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
" Amira... " teriak Zee lalu memeluk Amira.
" Kamu kok tau aku di sini ? " tanya Zee.
" Tau dong, kebetulan aku udah selesai dinas. Jadi aku langsung ke sini deh "
" Ayo masuk Amira "
Zee mempersilahkan Amira masuk kedalam dan membawa Amira untuk duduk di sofa.
Zee hanya tersenyum melihat Amira.
" Semoga aja nanti kita bisa punya ruang kerja sendiri kayak gini ya Zee "
" Aamiin..." jawab Zee dan Amira bersamaan, lalu setelah itu mereka saling melempar senyum .
" Ehh ni aku bawa pangsit , ayo makan Zee " ucap Amira lalu membuka kantong plastik yang ia bawa. Amira juga membawa beberapa kotak susu kecil dan air mineral untuk Zee.
" Banyak banget kamu belanjanya Amira "
" Ahh...ini gak seberapa Zee, ayo dimakan. Ponakaan onty pasti laper ni , ya kan ?? " ucap Amira sembari mengelus-,ngelus perut Zee.
" Maa syaa Allah Zee, perut kamu udah mulai membuncit ? " ucap Amira semringah.
" Iya Amira, oh ya kamu kok bisa tau aku di sini ? " tanya Zee.
" Hmm..ya taulah, kan kalian berdua jadi bahan gosip serumah sakit, maka nya aku tau kalau kamu di sini "
__ADS_1
" Hah !! bahan gosip ? maksud kamu apa Amira ? "
" Serumah sakit pada gosipin kamu sama Dokter Zee, mereka lagi menebak-nebak hubungan kalian berdua. Kamu lupa Zee, yang tau kamu menikah kan cuma aku "
Zee menarik nafas panjang, " Ia aku ingat Amira, kira-kira mereka gosipin aku yang baik atau buruk ya "
" Udah gak usah dipikirin, aku udah bilang ke mereka kok kalau kamu udah nikah "
" Hah !! jadi kamu cerita sama mereka, terus teman-teman di sana bilang apa ??"
" Ya ada yang percaya, ada yang gak Zee. Mereka juga kepo tu kenapa kalian bisa menikah, sejak kapan kalian saling kenal, pokoknya banyak deh Zee. Pusing deh aku kayak di kejar-kejar wartawan . Hahaha "
" tapi kamu gak apa kan Amira, maaf ya Ra jadi kamu harus pusing gara-gara aku "
' Ahh..biasa aja Zee, udah biarin aja mereka ya gak usah di pikiran . Ayo makan dulu pangsitnya, sini aku siapin " ucap Amira sembari menyodorkan satu buah pangsit ke mulut Zee. Zee hanya bisa terkekeh melihat tingkah Amira yang selalu bisa membuatnya tersenyum .
" Oh ya Zee, ngomong-ngomong Dokter Syam katanya mau kembali ke sini Zee "
" Dokter Syam ?? "
" Iya , kamu lupa Zee ?? "
" Gak Ra, aku ingat kok. Kapan Dokter Syam kembali ? "
" Kurang tau sih kapan, aku cuma dengarnya gitu. Oh ya Zee kabar Bulan gimana ? gimana apa dia udah ketemu sama ayahnya ?? "
" Kabar Bulan baik Ra, sampai sekarang ayahnya belum mau ketemu sama Bulan. Aku juga gak ngerti kenapa Ra "
" Mungkin dia malu kali Zee, ingat sama kelakuannya jadi malu deh ketemu sama anak "
" Mungkin sih Ra, tapi aku kasian sama Bulan. Dia pengen banget liat ayahnya Ra. Tapi ya aku coba kasih pengertian terus sama dia, walaupun Bulan tu selalu bilang ke aku gak apa , gak masalah, selalu terlihat baik-baik saja. Tapi aku tau kalau dia itu sebenarnya lagi gak baik - baik aja Ra, aku kenal banget sama anakku. Dia selalu tampak kuat di depan aku Ra, padahal aku tau kalau dia tu lagi sedih "
" Sama seperti Bundanya, Bulan persis banget kayak kamu Zee. Selalu tampak kuat padahal aku tau kalau kamu itu rapuh banget " ucap Amira.
" So sweet banget sih kamu Amira " ucap Zee karena terharu.
" Ya dong..tapi sekarang real aku udah liat kebahagiaan besar di diri kamu " ucap Amira.
" Sini peluk, makasih Ra , sahabat terbaik aku "
__ADS_1
Zee dan Amira saling berpelukan.