
Celin sedang duduk santai di dalam mobilnya sembari menunggu kedatangan Zhio, dan tak lama datang sebuah mobil yang berhenti tepat di depan mobil nya.
" Itu kan.. itu kan mobil Kevin " ucap Celin, Celin pun langsung turun dari mobilnya bersamaan dengan Kevin yang juga turun dari mobil.
" Kamu ngapain di sini vin? "
" Kata nya mobil kamu mogok, coba kita lihat " Kevin tidak menghiraukan ucapan Celin, ia pun segera mengecek kondisi mobil Celin dan melihat apakah ada mesin yang rusak.
" Kevin, kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu kenapa bisa di sini, kan aku minta tolong nya sama Zhio, kenapa kamu yang datang? " cecar Celin.
" gak ada yang rusak, Hmm.. kenapa bisa mogok ya? " batin Kevin.
" Vin, jawab dong.. Zhio nya mana? "
" Zhio lagi ada operasi, jadi aku yang datang " jawab Kevin.
" Bohong, bukan nya Zhio sendiri yang bilang kalau dia bakalan ke sini "
" Aku gak bohong, ada atau gak ada nya Zhio kan sama aja " ucap Kevin lalu masuk kedalam mobil Celin, beberapa kali Kevin mencoba menyalakan mobil Celin namun mobil nya tidak mau menyala.
" Astaga... bensin nya kosong " ucap Kevin, Kevin pun keluar dari mobil lalu menghampiri Celin.
" Celin, mobil kamu itu minyak nya kosong. Pantas aja gak mau nyala, kenapa kamu bisa gak tau? "
" Oh.. itu.. itu.. aku baru tau juga tadi " ucap Celin terbata - bata, sebenarnya saat mobil Celin mogok dan tiba - tiba mati, Celin sudah tau penyebab nya apa. Hal itu juga karena kebodohan Celin, ia mengabaikan dan lupa mengisi bensin mobil nya. Dan hal ini justru dijadikan kesempatan untuk Celin, ia berusaha mengubungi Zhio dan berharap Zhio datang membantu nya dan ia pun bisa bertemu dengan Zhio. Kalaupun nanti Zhio marah karena tau mobil nya mogok hanya karena kehabisan bensin, itu tak jadi masalah, yang penting bisa bertemu dengan Zhio.
" Maka nya jadi orang jangan suka lalai " ucap Kevin lalu mencubit hidung Celin.
__ADS_1
" Aduh.. aduh.. Kevin, sakit tau "
" Lain kali itu jangan tau nya make doang, di perhatikan juga dong mobil nya Cel "
" Iya.. iya.. bawel.. ya udah kamu pergi aja sana " ucap Celin mengusir Kevin.
" Lo.. kok aku di suruh pulang, terus mobil kamu gimana? biar aku beliin bensin dulu ya " ucap Kevin.
" Gak perlu vin, aku udah suruh orang rumah untuk ke sini. Paling bentar lagi datang " hal yang seharusnya sudah Celin lakukan sejak awal, namun tidak ia lakukan karena ingin sekali bertemu dengan Zhio.
" Kalau gitu aku temenin kamu sampai mereka datang, yuk masuk ke dalam aja, di luar dingin " Kevin menarik Celin untuk masuk kedalam mobil, karena mood nya yang sudah gak baik Celin hanya pasrah dan mengikuti kemauan Kevin. Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil milik Celin.
" Kenapa cemberut? " tanya Kevin.
" Gak kenapa - kenapa " ucap Celin ketus.
" Apaan sih vin, gak lucu tau " ucap Celin.
" Kamu tadi dari mana? nih kenapa lagi baju, gak ada baju lagi ya, kayak kekurangan baju aja, gak bisa apa pakai baju yang panjangan dikit Cel " Kevin merasa risih dan tidak senang dengan pakaian yang di pakai oleh Celin karena Celin memakai dress yang panjang nya di atas lutut sehingga dengan jelas memperlihatkan paha mulus nan putih itu.
" Aku habis ke acara ulang tahun nya Bunga, kamu mending pulang aja sana vin, hiks.. hiks.. hiks.. " ucap Celin lalu ia menangis sembari menutup wajah nya dengan kedua tangan.
" Kamu kok nangis, kenapa? apa tadi ada yang ganggu kamu? Cel, ayo katakan.. jangan nangis begini "
" Kamu tau gak vin, aku sakit hati banget tau. Kenapa sih vin, Zhio lebih memilih wanita itu. Apa kurang nya aku vin? " Celin terus saja menangis, ia mengingat percakapan antara Zee dan Amira tadi siang dimana Zee mengatakan kalau Zhio meminta nya untuk menikah, belum lagi sudah beberapa hari ini Celin tidak bertemu dengan Zhio, ya sepertinya Zhio memang menghindar dari nya.
Kevin menghela nafas panjang, sudah Kevin duga pasti ujung - ujung nya Zhio. " kapan sih hati kamu kebuka Cel, kamu gak tau kalau ada seseorang yang sangat tulus mencintai kamu dan sekarang ada di depan kamu "
__ADS_1
Kevin membawa Celin kedalam pelukan nya, lalu setelah itu Kevin menangkup wajah Celin dan menghapus air mata yang mengalir membasahi wajah Celin. " Sudah jangan menangis lagi, ikhlaskan ya Cel, aku sudah pernah bilang kan kalau Zee itu belahan hati Zhio, sampai kapanpun Zhio akan terus mencintai Zee. Lebih baik kamu menerima semua nya, coba buka hati kamu untuk orang lain dan tidak terus menerus menyakiti diri kamu sendiri seperti ini "
Celin menatap dalam kedua mata Kevin, lalu kemudian ia kembali menangis.
" Aku gak rela vin, kita tu udah sahabatan dari lama dan aku sangat mencintai Zhio, kenapa dia gak sadar - sadar sih vin, lagipula Zee itu bukan wanita yang baik "
" Shuttt... tau dari mana kamu kalau Zee bukan wanita yang baik, dia itu bahkan sangat baik Cel, kamu hanya belum mengenal nya saja " ucap Kevin lalu kembali menghapus air mata yang terus mengalir di wajah Celin.
" terus, maksud kamu aku harus kenal sama dia lebih dekat gitu. Gak vin, aku gak suka sama wanita itu dan aku gak rela kalau Zhio sama dia " ucap Celin lalu melepas tangan Kevin yang menangkup wajah nya, Kevin hanya bisa menghela nafas panjang melihat betapa keras kepala nya Celin.
" Ya udah, kalau gitu gimana kalau kita keluar aja cari minum atau makan gitu "
" Gak, aku udah kenyang "
" Minum aja deh kalau gitu "
" gak vin, aku mau apa - apa " rengek Celin.
" Makan aja ya Cel, temenin aku, aku lapar nih Cel dari rumah sakit aku langsung kesini, aku belum ada makan. Kamu gak kasian sama aku, aku udah bela - belain buru - buru kesini cuma mau bantuin kamu " bujuk Kevin.
" Kan gak ada juga yang nyuruh kamu ke sini, aku tu mau nya Zhio yang ke sini "
" Ya udah kalau gitu, aku pergi sendiri aja. Kamu hati - hati di sini " ucap Kevin lalu keluar dari mobil Celin, Celin bisa melihat kekecewaan di wajah Kevin.
Merasa kasihan, Celin pun ikut keluar dari mobilnya dan menyusul Kevin. " Ayo kita makan " ucap Celin lalu masuk kedalam mobil Kevin. Kevin tersenyum melihat Celin yang sudah duduk dengan tenang di dalam mobil nya, Kevin pun ikut masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju tempat makan yang biasa ia dan Celin datangi.
" Aku akan sabar menunggu Cel, aku yakin suatu saat hati kamu akan terbuka dan menyadari kalau aku selalu ada untuk kamu dan sangat mencintai kamu "
__ADS_1