
" Assalamualaikum kak Zee " sapa Tasya, seperti biasa Tasya akan menjemput Zhea dan juga Bulan. Sehabis dari kamar Zhea, Tasya keluar untuk menemui Zee yang sedang ada di dapur.
" Waalaikumsalam, Tasya udah sarapan belum? kalau belum ayo sarapan dulu "
Tasya tidak menyianyiakan tawaran Zee, di rumah tadi Tasya sengaja sarapan hanya sedikit saja. Karena ia akan sarapan lagi di rumah Zee. Masakan Zee sangat enak menurut Tasya, nomor kedua masakan terenak setelah ibu nya.
" Tuan rumah aja belum sarapan Sya, kamu udah nyerobot duluan " Zhea dan Bulan sudah terlihat rapi dengan seragam sekolah mereka, mereka ke dapur untuk sarapan bersama.
" Biarin, kan aku kan anggota keluarga juga di rumah ini. Aku kan adiknya kak Zee juga " ucap Tasya.
" Ya deh terserah kamu Sya, oh ya kamu kok keliatan beda hari ini? " tanya Zhea.
" Apa nya yang beda? "
" Hmm..keliatan bahagia banget hari ini "
" Zhea benar Sya, dari tadi kakak perhatikan kamu senyum - senyum terus " ucap Zee.
" Hahaha..keliatan sekali ya kak, aku lagi bahagia banget kak. Abang aku udah ketemu sama jodohnya kak, dan aku sih berharap mereka segera menikah " jelas Tasya, entah mengapa ada yang mengganjal di hati Zee saat ini. " Abang Tasya kan bang Zhio, mungkin kemarin sikap nya dingin karena dia sudah punya kekasih? tapi, walaupun begitu kan tidak seharusnya di bersikap seperti itu kepadaku " Zee melamun, Tasya menyenggol lengan Zhea.Tasya memberi isyarat kepada Zhea untuk melihat kakak nya. Setelah melihat Zee, Tasya dan Zhea saling pandang dan tersenyum. Mereka yakin saat ini Zee pasti sedang memikirkan Zhio.
" Bun, Bulan ikut kak Tasya aja ya. Rumah sakit sama sekolah Bulan kan beda arah Bun, kasian Bunda kalau harus ngantarin Bulan " Bulan memecah lamunan Zee.
" Eh, iya Bulan. Kakak titip Bulan ya Sya " ucap Zee dan Tasya mengangguk. Zee kembali memakan sarapan nya, Zee tidak tau kalau yang di maksud oleh Tasya adalah dirinya. Tasya dan Zhea senyum - senyum sendiri dari tadi.
Selesai sarapan, mereka semua keluar dari rumah. Zee siap berangkat ke rumah sakit. Tasya, Zhea dan Bulan juga sudah siap ke sekolah. Dari rumah mereka berkendara beriringan dan sampai di gang depan barulah mereka berpisah.
" Semangat!! " Zee menyemangati dirinya sendiri sebelum ia melangkah kan kakinya menuju UGD rumah sakit.
Sampai di sana suasana cukup ramai, Zee mempercepat gerakan nya. Ia masuk ke ruang petugas, meletakkan tasnya di loker, menggulung rapi rambutnya ke atas, memakai jas putih nya, dan tak lupa kacamata nya juga tak ketinggalan.
" Selamat pagi Dokter Syam? " Zee menghampiri Dokter Syam yang sedang memeriksa seorang pasien. Dokter Syam membalas hangat sapaan Zee.
" Sudah lama tidak bertemu " ucap Dokter Syam, jadwal shift yang berbeda membuat kedua nya tidak saling bertemu. Sudah seminggu ini Dokter Syam jaga malam, dan hari ini bertemu dengan Zee karena kebetulan shift kerja mereka sama. Dokter Syam sangat senang bisa bertemu Zee, ia merasa merindukan Zee.
" Benar Dok, saya senang hari ini bisa bertemu dengan Dokter Syam. Kalau begitu saya permisi Dok,saya akan membantu memeriksa pasien yang baru datang " Dokter syam hanya menganggukkan kepala nya seraya tersenyum, ia terus melihat ke arah Zee. Hingga tidak sadar kalau perawat yang mendampingi sejak tadi terus menanggil nama nya,mencoba membangunkan Dokter syam. Setelah tersadar, Dokter syam mengalihkan pandangan nya lalu kembali memeriksa pasien.
*****
Zhio baru saja keluar dari kamar operasi bersama Kevin, mereka membasuh kedua tangan mereka. Mereka baru selesai melakukan operasi bersama, operasi itu berlangsung sekitar tiga jam lebih. Selesai membersihkan tangan dan diri, Zhio dan Kevin memilih untuk masuk kedalam ruangan Zhio , mereka duduk bersama di sofa sembari meregangkan tangan,kaki dan kepala mereka yang terasa kaku karena sejak tadi berdiri terus.
" Zhio, sudah tau berita terheboh seminggu ini? "
" Berita apa?"
__ADS_1
" Dari yang kudengar, UGD menjadi pusat perhatian sekarang "
" Bukankah itu hal biasa " ucap Zhio, Zhio bahkan memejamkan kedua matanya. Ia lelah sekali, rasanya malas untuk mendengar cerita yang tidak bermanfaat dari Kevin.
" Tidak biasa Zhio, ada seorang Dokter magang yang menjadi pusat perhatian di sana "
" Dokter magang? " Zhio membuka kedua mata nya lalu menoleh ke arah Kevin. Ia jadi teringat akan Zee, Tasya mengatakan kalau Zee sedang magang di rumah sakit tempat nya bekerja.
" Dari cerita yang ku dengar, dia sangat pandai dan cekatan. Dia sangat piawai menilai kondisi pasien, dan dengan cepat bisa tau penyakit apa yang di derita oleh pasien itu. Dokter senior saja di buat terperangah oleh nya, tapi hal itu tidak membuat mereka membenci nya.Bahkan mereka sangat menyukai anak itu, walaupun sangat piawai, dia tidak sombong. Dia juga sangat ramah kepada semua pasien nya, dan yang membuat dia semakin di kenal karena dia seorang wanita. Mereka juga mengatakan kalau dia itu cantik " jelas Kevin panjang lebar.
" Apa itu Zee? " Zhio bertanya dalam hati nya.
" Woii..malah bengong " Kevin menepuk pelan lengan Zhio.
" Aku mau ke sana Zhio, aku jadi penasaran seperti apa orang nya. Kamu mau ikut tidak? "
" Tidak,kamu saja "
Kevin pun beranjak, ia pergi meninggalkan Zhio. Zhio kembali melamun, ia kembali memikirkan Zee.
****
Bukan hanya Kevin yang penasaran dengan Zee, Celin pun begitu. Mendengar berita yang heboh itu membuat Celin kesal, apalagi mendengar kalau wanita itu sangat cantik. Celin tidak terima , menurutnya hanya dia lah yang paling cantik di rumah sakit itu. Karena penasaran juga, Celin bergegas ke UGD.
" Aku seperti mengenal nya? " batin Celin, begitu sampai di UGD, dari kejauhan ia melihat seorang wanita yang menurutnya tidak asing. Celin mengepalkan kedua tangan nya, wajahnya terlihat memerah memendam amarah. " Kenapa wanita penggoda itu ada di sini? apa dia mau menggoda para lelaki disini? kalau Zhio melihat nya lagi bagaimana? ". Celin sangat kesal, Celin menghampiri Zee yang sedang berbincang dengan salah satu perawat di sana.
Zee hanya diam, wajah nya masih tertutup masker. Celin membuka paksa masker yang di pakai Zee, dan menampakkan wajahnya. " Ternyata aku benar, apa yang kamu lakukan disini? sebaiknya kamu pergi " usir Celin.
" Ada apa ini Dokter Celin,Dokter Zee?" setelah memeriksa pasien nya, Dokter Syam menghampiri Zee dan Celin.
" Apa ?? Dokter Zee!!" ucap Celin.
Celin terkejut, dia memandangi Zee dari atas hingga ujung kaki. Karena terlalu emosi, Celin tidak sadar kalau Zee saat ini memakai Jas putih yang sama seperti yang ia pakai. Menandakan kalau Zee itu juga seorang dokter, Celin juga bisa melihat dengan jelas nama yang tertera di nametag yang tersemat di jas milik Zee. " Dokter muda, Zee Anastasia Putri " .
Bagai di sambar petir, Celin hanya bisa terpaku saat ini. Beberapa minggu lalu ia melihat Zee di sebuah restoran, Celin bahkan memandang rendah Zee saat itu. Tapi kini siapa sangka kalau ternyata Zee adalah seorang Dokter,sama seperti dirinya.
" Kenapa kalian berkumpul di sini? " Kevin datang dan langsung bertanya.
" Nah..Zee..kamu Zee kan?" tanya Kevin begitu melihat Zee, walaupun sudah lama tidak bertemu, Kevin masing ingat dengan Zee.
" Bang Kevin, iya ini Zee " Zee semringah , ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Kevin juga di sini.
" Anda mengenal Dokter Zee? "tanya Dokter Syam.
__ADS_1
" Saya kenal, dia adik kelas saya sewaktu kami duduk di bangku SMP. Wah..tidak menyangka kita bertemu di sini, kamu magang di sini?"
" Iya bang, eh..Dokter Kevin " Zee jadi lupa, tidak sopan jika dia harus memanggil Kevin dengan sebutan abang,apalagi masih di jam kerja seperti ini. Dan Zee juga tidak hanya berdua dengan kevin, ada banyak orang di sana.
" Tidak masalah Dokter Zee, kalau Dokter Celin sedang apa di sini?"
" Saya..saya hanya ingin mengecek keadaan UGD " bohong Celin.
Dokter Syam pamit untuk memeriksa pasien lain , meninggalkan Celin , Kevin dan juga Zee.
" Kalau begitu, saya permisi juga ya Dokter Kevin. Saya juga ingin memeriksa pasien lain "
" Baiklah Dokter Zee, nanti kalau ada waktu luang kita berbincang kembali " ucap Kevin lalu di balas anggukan dan senyuman dari Zee. Kevin senang bisa bertemu Zee, dan ia yakin kalau Dokter wanita yang membuat Kevin penasaran itu adalah Zee.
" Cepat ikut aku!! " Celin menarik lengan Kevin dan membawa mereka menjauh dari UGD.
" Ada apa Celin?" Kevin menatap Celin dalam.
" Apa benar wanita itu adik kelas mu saat SMP, kamu satu SMP sama Zhio kan? berarti dia adik kelas Zhio juga?" selidik Celin.
" Ya, benar sekali "
" Cihh..pantas saja, Zhio memang mengenal wanita itu sejak lama " batin Celin.
" Apa Zhio tau dia ada di sini?"
" Hmm..sepertinya tidak? memangnya ada apa? "
" Jangan beritahu Zhio kalau ada wanita itu di sini "
" Memangnya kenapa Celin? "
" Kamu kan tau aku suka sama Zhio, dan aku rasa Zhio menyukai wanita itu. Aku tidak mau Zhio sampai bertemu dengan nya "
" Walaupun aku tidak memberitahu Zhio , nanti nya Zhio pasti akan tau dari orang lain. Mereka juga akan bertemu, kita bekerja di tempat yang sama Celin "
" Sudah, ikuti saja apa kataku Vin. Please " Celin memohon kepada Kevin.
" Baiklah " ucap Kevin, membuat Celin semringah.
Setelah berterima kasih kepada Kevin, Celin pamit pergi. Celin membenarkan ucapan Kevin , mereka bekerja di tempat yang sama . Tidak mungkin kalau Zhio dan Zee tidak bertemu. Tapi Celin tidak menyerah, setelah ini ia akan menyusun rencana bagaimana cara nya agar Zhio tidak bertemu dengan Zee, kalaupun harus mengeluarkan Zee dari rumah sakit ini pun tak masalah. Toh pemimpin perusahaan ini kan juga ayah nya, tidak sulit untuk Celin menyingkirkan Zee.
" Berhentilah berharap kepada Zhio. Zhio itu sangat mencintai Zee, dan itulah mengapa dia tidak menyukai mu. Tidak bisa kah kau melihat ku dan menyukai ku saja? " batin Kevin , Kevin menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan. Ia terus menatap Celin dari kejauhan, sebelum akhirnya Celin berbelok ke arah kanan dan menghilang di balik tembok pembatas.
__ADS_1
Cinta yang terpendem Kevin yang tidak bisa ia ungkapkan selama ini kepada Celin.
Tetap stay tune 🤗 , jangan lupa like, vote, dan kiritik saran nya juga 😘