Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Meminta maaf


__ADS_3

Karena Zee tidak kunjung turun, Zhio pun menyusul Zee ke kamar mereka.


" Sayang.. kamu sudah siap... ?? " tanya Zhio, dan takjub saat melihat Zee yang tampak berbeda dengan balutan kerudung yang menutup kepalanya.


" Iya bang, maaf lama ya nungguinnya " ucap Zee lalu beranjak dari meja rias.


" Maa syaa Allah, ini beneran istri Abang ? " tanya Zhio dengan senyum bahagianya.


" iya bang, ini istri Abang. Gimana bang ? aku cantik gak ? kerudung aku udah cocok belum bang ? dari tadi tuhh aku lama gara2 gonta-ganti kerudung yang cocok buat baju aku juga bang " tanya Zee dengan kembali melihat dirinya di kaca.


" Kamu cantik yang, apapun yang kamu pakai akan terlihat cantik. Apalagi dengan hijab yang kamu pakai, bidadari surga Abang " ucap Zhio, menarik Zee lalu membawa Zee kedalam pelukannya.


" Makasih ya bang, kata Abang tugas aku harus jadi istri yang taat kan. Jadi mulai sekarang aku harus menjaga diri dan aurat ku dengan baik, agar terhindar dari pandangan yang tidak baik untuk lelaki di luar sana, dan tentunya untuk menjauhkan suami ku dari dosa "


" Aamiin.. makasih sayang, Abang cinta sama kamu " ucap Zhio , lalu mengecup lembut pucuk kepala Zee.


" Iya aku juga bang " ucap Zee.


" Iya apa yang ? " tanya Zhio, menggoda Zee.


" Ya..itu bang " ucap Zee.


" Itu apa ?? " tanya Zhio kembali, berusaha menggoda Zee, ingin mendengar langsung kata cinta itu dari mulut Zee.

__ADS_1


" Ya...cinta sama Abang... " ucap Zee singkat.


" apa yang ? ulangi sekali lagi ? " Zee mempererat pelukannya dan menciumi leher Zee.


" Ihh..Abang..geli.."ucap Zee berusaha menghindar dari ciuman Zhio.


" Ulangi yang, Abang pengen dengar sekali lagi "


" Abang sudah... !! iya , aku cinta, sangat cinta kepada suami aku ini " ucap Zee dengan kedua tangan berada di kedua pipi Zee.


Zee dan Zhio saling menebar senyum. Lalu Zhio mengambil kesempatan untuk mencium bibir manis sang istri.


" Terima kasih sayang, Abang juga cinta sama kamu. Kita sama - sama saling memperbaiki diri ya yang, ingatkan Abang jika Abang mulai salah, begitu juga sebaliknya " ucap Zhio dan di balas anggukan dan senyuman oleh Zee.


****


Dan yang di tunggu-tunggu pun tiba, Celin tersenyum saat melihat Zee yang datang bersama Amira dari kejauhan.


Zee dan Amira yang awalnya bersendau gurau pun terdiam saat melihat Celin.


" Zee ", sapa Celin.


Zee dan Amira menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


" Ada apa Dokter Celin ? ", tanya Zee.


" Hmm..bisa kita bicara sebentar ?" tanya Celin.


Raut wajah Amira sedikit cemas dan menaruh curiga kepada Celin.


" Silahkan Dokter Celin, bicaralah " pinta Zee.


" Bisakah kita berbicara hanya berdua saja " pinta Celin.


Zee dan Amira pun saling berpandangan.


" Baiklah " ucap Zee akhirnya.


" Kamu duluan aja ya Ra ", pinta Zee dan di balas anggukan oleh Amira.


" Kita cari tempat duduk ya Zee, kamu gak buru-buru kan ? " tanya Celin, mereka berdua mencari tempat untuk duduk.


" Masih ada waktu sekitar setengah jam lagi , apa yang ingin Dokter Celin bicarakan ? " tanya Zee.


Kedua mata Celin terlihat berkaca-kaca, ia lalu menarik kedua tangan Zee dan menggenggamnya erat.


" Aku ingin minta maaf Zee, Maafkan Aku " ucap Celin dengan penuh ketulusan.

__ADS_1


Sebenarnya Zee sedikit terkejut dengan ucapan maaf dari Celin, pasalnya Zee sangat tau betapa Celin sangat tidak menyukainya. Dan sekarang, kenapa tiba-tiba meminta maaf ? apakah ini permintaan maaf yang tulus, atau akal bulus Celin ?


Bersambung...


__ADS_2