Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Menggoda Kevin


__ADS_3

Ibunya Kevin masih terlihat tenang , walaupun kawannya tadi telah menyinggung nya mengenai seorang cucu. Berbeda dengan Zhea yang lebih banyak diam karena sedih setelah pembahasan mengenai cucu oleh salah seorang teman mertuanya itu.


" Zhe, liat deh, bagus ya nak kalungnya ? " tanya ibunya Kevin.


" iya Ma, bagus "


" cocok gak buat Mama , Zhe "


" cocok Ma, cocok banget "


" kayaknya buat kamu juga deh Zhe , cocok ini , mba tolong ambilkan yang ini ya "


" baik buk "


pelayan toko memberikan kalung yang di inginkan oleh ibunya Kevin, lalu ibunya Kevin memasang kalung itu di leher Zhea.


" nah kan, kamu cantik banget pake ini Zhe "


Zhea memperhatikan kalung yang ada di leher nya di depan sebuah cermin.


" Iya Ma, Mama juga cocok dan pasti bagus banget pake ini "


Zhea melepas kalung yang ada di lehernya lalu mengalungkan kalung itu di leher ibu mertuanya.


" Bagus kan Ma "


" Iya bener Zhe, anaknya temen Mama pasti seneng nih kalau di hadiahin ini buat pernikahan nya "


" Iya Ma "


" Ya udah saya ambil 2 ya mbak, yang sama juga kayak gini "


" Oh, baik buk "


" Mama beli dua ya Zhe, mama juga pengen beli kalungnya, kalungnya cantik Zhe "


Zhea hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Setelah menemani ibu mertuanya berbelanja, Zhea dan ibu mertuanya langsung kembali ke rumah karena Kevin sudah menunggu mereka.


Sepanjang jalan Zhea lebih banyak diam, Ibunya Kevin diam-diam memperhatikan sikap Zhea.


" Ma, Zhea langsung masuk ke kamar ya "


" Iya sayang, makasih udah nemenin Mama ya "


" iya sama-sama Ma "


Zhea masuk ke dalam kamar mereka, melihat Kevin tidak ada di kamar, Zhea pun langsung menangis sesenggukan. Zhea sudah menahan tangisannya sejak di mall, ia mencoba untuk tidak menangis di depan ibu mertuanya.

__ADS_1


Zhea sedih karena saat ini ia masih belum bisa memberikan anak untuk Kevin dan cucu untuk mertuanya. Pasalnya Zhea harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, sebenarnya Zhea tidak masalah jika harus kuliah di Indonesia saja agar bisa selalu bersama Kevin dan setidaknya jika Zhea hamil akan lebih mudah , namun Kevin bersikeras, dan sebenarnya juga mereka berdua sudah sering membahas masalah ini, dan Kevin sudah menjelaskan bahwa tidak menjadi masalah Kevin, dan mereka berdua sepakat untuk menunda kehamilan.


Dan sebenarnya kedua mertuanya terlebih ibu mertuanya juga tidak mempermasalahkan hal ini, namun tetap saja Zhea merasa sedih dan merasa tidak enak hati kepada kedua mertuanya. Terlebih tadi saat salah satu teman mertuanya membahas dan mempertanyakan mengenai kehadiran seorang cucu.


Ceklek...


pintu kamar terbuka, Zhea segera menyeka air matanya, ia tahu bahwa suaminya lah yang datang dan suaminya tidak boleh melihatnya menangis.


" Kamu kenapa sayang? " tanya Kevin saat melihat kedua mata dan hidung Zhea memerah. Tentu saja Zhea tidak bisa menutupi bahwa ia baru saja menangis.


" Gak kenapa-kenapa kok bang, aku cuma sakit perut aja " bohong Zhea.


" Sakit perut ? berarti sakit banget ya , sampai kamu nangis gini , tunggu Abang ambilkan obat dulu "


" gak usah bang "


Zhea menarik tangan Kevin saat Kevin ingin beranjak mengambilkan obat untuk dirinya.


" Gak usah ya bang, ini rasa sakitnya udah mulai berkurang kok, aku cuma perlu istirahat sebentar "


" kamu yakin Zhe, kamu baik-baik aja kan ? " Kevin terlihat begitu mengkhawatirkan istrinya.


" Iya bang, aku gak apa kok "


" Ya udah, kamu istirahat dulu "


Kevin membantu Zhea berbaring lalu menyelimuti Zhea.


" iya sayang "


Kevin ikut naik ke tempat tidur dan ikut berbaring di samping Zhea, Kevin melingkarkan tangannya di perut Zhea dan memeluk Zhea, posisi Zhea saat ini membelakangi Kevin.


" Di sini yang sakit Zhe ? " tanya Kevin sembari mengelus - elus perut Zhea.


Zhea memejamkan kedua matanya merasakan elusan lembut Kevin di perutnya.


" Acara kita ke hotel, kita batalkan aja ya Zhe "


" Kenapa di batalkan bang ? "


" Kamu kan lagi sakit sayang, besok malam kamu juga udah harus siap-siap berangkat, Abang gak mau nanti kamu tambah sakit "


" Gak bang, aku gak kenapa kenapa kok, sakit perut aku juga udah mulai hilang , biar aku tidur sebentar ya bang "


Zhea menyentuh tangan Kevin yang berada di perutnya, lalu menggenggam tangan Kevin dengan erat. Setelahnya Zhea kembali memejamkan mata kemudian tertidur. Kevin pun juga ikut tertidur bersama Zhea.


*****

__ADS_1


Setelah bangun tidur, Zhea merasa suasana hatinya sedikit membaik, ia dan Kevin pun langsung menuju hotel dimana suaminya sudah mempersiapkan semuanya.


" Bang..ini hotelnya Mewah banget bang ? "


Zhea tercengang melihat hotel yang mereka datangi, pasalnya terlihat sangat mewah bagi Zhea.


" Kita cari hotel lain aja ya bang, biaya hotelnya pasti mahal bang "


Kevin tersenyum melihat kekhawatiran istirnya.


" Tenang aja Zhe, abang lagi dapat bonus dari rumah sakit, jadi ini di luar gajih Abang kok "


Mengenai Kevin yang kini sudah bekerja kembali tentulah Zhea sudah mengetahui, termasuk mengenai rumah sakit yang akan Zhio berikan kepada Zee. Zhea sudah mengetahui semuanya karena Kevin tak ingin menyembunyikan apapun dari istrinya Zhea. Namun Zhea juga kini harus merahasiakan sementara mengenai rumah sakit itu kepada kakaknya Zee.


" Beneran bang ? "


" Iya sayang, ayo masuk "


Zhea tersenyum dan merasa tenang mendengar penjelasan Kevin. Mereka berdua berjalan sembari bergandengan tangan, Kevin tak sedikit pun melepaskan genggaman tangannya dari Zhea sejak di dalam mobil.


Ceklek...


" Silahkan masuk tuan putri "


" Baik Tuan Raja "


Zhea melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar hotel mereka, dan kembali lagi Zhea terkejut melihat betapa bagusnya kamar hotel mereka, belum lagi pemandangan luar kamar hotel yang begitu menakjubkan. Dari ketinggian, Zhea bisa melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan juga lampu malam yang berkelapan yang membuat suasana kota menjadi lebih indah.


Seluruh kota dapat terlihat dari balik jendela kamar hotel mereka, belum lagi bulan dan juga banyaknya bintang yang bertaburan di langit malam yang membuatnya semakin indah.


" Kamu suka sayang ? "


Kevin memeluk Zhea dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Zhea.


Zhea membalik badannya menghadap Kevin.


" Makasih ya bang "


" Sama-sama sayang, Abang bakalan kerja keras terus biar nanti Abang bisa ajak kamu jalan-jalan lagi, ngajak kamu keluar kota dan menginap di hotel mewah lagi seperti ini "


" Oh ya Zhe, kamu gak sakit perut lagi kan ? Abang udah janji mau ajak kamu jalan-jalan, kamu mau ? "


" Gimana kalau kita di sini aja bang, aku udah capek buat jalan - jalan lagi, aku pengen habisin waktu semalam ini di sini aja sama Abang "


" kamu yakin sayang ? kita ngapain dong kalau cuma di sini aja " Kevin mulai menggoda istrinya.


" Hmm..maunya Abang gimana ? " kini Zhea sudah berani menggoda Kevin kembali.

__ADS_1


Kevin lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Zhea dan menyatukan kening mereka.


" Kamu sudah berani ya menggoda Abang ? "


__ADS_2