
Selesai menemui Bu Dewi, Zee bergegas menemui Bu Sri di bagian administrasi.
" assalamualaikum Bu Sri " salam Zee.
" Waalaikumussalam , ada apa dek ? " tanya Bu Sri.
" Hmm...Bu, boleh tanya gak ? " tanya Zee.
" Tanya apa dek ? "
" Bu, tadi ada Amira kan ke sini. Amira lagi bayar uang semester ya Bu ? " tanya Zee.
" Oh..bukan Zee, katanya Minggu depan baru dia bayar " ucap Bu Sri.
Merasa belum puas dengan jawaban Bu Sri, Zee pun memutar otak , memikirkan pertanyaan yang tepat untuk bertanya mengenai biaya semester Amira.
" Kamu ngapain bengong di sini, bukannya uang semester sudah kamu lunasi kan, bahkan lebih " ucap Bu Sri, Zee memang sudah membayar uang semester kuliahnya, bahkan uang semester yang biasa di bayar per tiga bulan, sudah Zee lunasi untuk setahun ini. Semua atas permintaan sang suami Zhio.
" Iya Bu, oh ya Bu emangnya uang semester Amira berapa Bu ? " tanya Zee , Zee bingung harus bertanya seperti apa, akhirnya Zee langsung ke pointnya saja.
" Amira itu teman dekat kamu kan ? " tanya Bu Sri.
" Nah..benar Bu " ucap Zee.
" Amira itu sudah gak bayar semester selama 6 bulan ini, jadi kamu bisa hitung kan selama 6 bulan itu berapa " jelas Bu Sri.
Zee benar-benar terkejut, uang semester selama 6 bulan itu uangnya tidak sedikit. Pantas saja jika Amira tadi menangis, Zee ikut sedih mendengarnya.
" Baik Bu Sri, terima kasih informasinya ya "
" Iya sama-sama "
Zee merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi Amira.
", Assalamualaikum , Amira "
__ADS_1
" Waalaikumussalam " jawab Amira.
" Amira, kamu dimana ? "
" Aku lagi di jalan pulang Zee, maaf ya Zee gak ngabarin kamu, gimana udah ketemu Bu Dewi ? "
" Sudah Amira "
" Syukurlah, soalnya tadi tu Bu Dewi cuma nungguin kamu aja Zee, anak-anak yang lain udah pada balik juga "
" Iya Amira, Alhamdulillah sempat ketemu Bu Dewi "
" Iya Zee, ya udah aku lagi di jalan ni Zee. Sampai ketemu besok Zee "
" Iya Ra, hati-hati di jalan "
" Iya kamu juga Zee "
Sambungan telepon mereka terputus. Kedua mata Zee mulai berkaca-kaca, Amira masih terlihat biasa padahal Zee tau Amira sedang tidak baik-baik saja.
****
" Masuk " ucap Zhio.
Kevin pun masuk ke ruang kerja Zhio.
" Assalamualaikum Bro "
" Waalaikumussalam, Kevin "
Zhio beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Kevin, mereka berdua saling berpelukan. Kevin baru saja pulang dari luar negeri, Beberapa Minggu ini Kevin mengambil cuti dan berlibur di sana.
" Kamu terlihat semakin tampan Vin " ucap Zhio.
" Dari dulu aku memang tampan Zhio " ucap Kevin sembari terkekeh.
__ADS_1
" Ayo duduk, kamu mau minum apa Vin ? aku akan meminta Pak Niko untuk menyiapkannya "
" Gak perlu repot-repot Zhio. Oh ya apa benar kamu berhenti dari Rumah Sakit ? kenapa tidak memberi tahuku "
Zhio tersenyum, " Benar Vin, aku hanya tidak ingin mengganggu liburan mu "
" Kamu terlalu berlebihan Zhio , kenapa kamu berhenti Zhio ? "
Zhio pun mulai menceritakan semuanya kepada Kevin.
" Kalau aku jadi kamu, aku juga akan berhenti dari sana . Itu sudah keputusan yang bagus Zhi " jelas Kevin.
" Ya benar, setidaknya sekarang aku bisa lebih fokus dengan satu pekerjaan dan keluargaku . Mengenai hal ini , aku tidak bercerita kepada Zee. Tolong jangan ceritakan kepada nya Vin, dia sedang mengandung , dan aku tidak ingin ia merasa terbebani dan terus menerus memikirkan hal ini "
" Tenang saja Zhio, aku tidak akan bercerita kepada Zee "
" Oh ya gimana liburanmu, apa kau sudah dapat pengganti Celin di sana " ucap Zhio sembari terkekeh.
Kevin hanya tersenyum tipis, " Sudahlah , jangan membahas Celin ", ucap Kevin.
" Hahaha...oke...aku harap kau sudah mendapatkan pengganti Celin "
" Apa kamu akan selamanya melepas gelar mu menjadi Dokter Zhi ? " tanya Kevin.
" Tidak Vin, kau tenang saja. Menjadi seorang Dokter adalah cita-cita ku sejak dulu, aku tidak mungkin melepaskan semuanya begitu saja "
" Lalu ? apa yang akan kau lakukan ? "
" Aku sedang menyiapkan sesuatu, ya sudah hampir rampung, semoga aja Allah permudah usaha ku ini , dan in syaa Allah semua akan selesai tahun depan "
" Wah..apa kau..sedang membangun rumah sakit Zhio ? Dimana ? apa rumah sakitnya besar ? " tanya Kevin antusias.
" Aku akan memberitahumu nanti Vin "
" Akhh..kau ini Zhi " ucap Kevin.
__ADS_1
**Bersambung..
Terima kasih ya readers selalu setia menunggu ceritaku, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 😘**