Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Calon Ayah Baru


__ADS_3

Selesai sholat dan makan bersama, Zhio bersiap untuk kembali ke Rumah sakit. Sebelum berangkat Zhio kembali mencoba menghubungi Zee, dan setelah di coba ternyata hasil nya tetaplah sama. Zhio pun memilih untuk mengirim pesan lalu berangkat menuju Rumah sakit.


" Abang Zhio mau kemana...? " teriak Tasya sembari berlari mengejar Zhio.


" Abang mau ke Rumah sakit dek, kenapa? "


" Mau ke Rumah sakit ya? pulang nya jam berapa? "


" gak tau juga jam berapa, emangnya kenapa? "


" gak apa sih bang, tanya aja.. Hahahaa.. "


PLETAAkk.. Zhio menjitak dahi Tasya pelan.


" Aduh.. abang sakit " ucap Tasya sembari mengelus - elus dahi nya.


" Kamu tu buang waktu abang aja, ya udah abang berangkat ya dek. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumussalam "


" Daah.. abang.. " setelah Zhio pergi, Tasya kembali kedalam rumah sembari cekikikan. Tasya suka sekali mengerjai abang nya itu.


Sesampai di rumah sakit, Zhio bertemu dengan Kevin yang baru selesai melakukan visite kepada para pasien nya. Kevin tersenyum lebar begitu melihat kedatangan Zhio dari kejauhan.


" Operasi lagi? " tanya Kevin.


" Iya, kamu sendiri udah mau pulang? "


" Iya nih mau pulang "


Dritt.. Dritt.. ponsel Zhio berbunyi, Zhio merasa senang sekali karena ia mengira Zee yang menelpon dan segera merogoh ponsel nya yang ia taruh di dalam saku celana miliknya.


" Celin " perasaan senang seketika menghilang begitu melihat nama Celin yang tertera di layar kaca ponsel Zhio.

__ADS_1


" Zhio....!!! " teriak Celin, membuat Zhio harus menjauhkan ponsel dari telinga nya karena mendengar teriakan Celin.


" Ada apa? " tanya Zhio dingin.


" Dingin banget jawabnya, tapi gak apalah yang penting Zhio masih mau angkat telpon aku " batin Celin.


" Tolongin aku dong Zhio, aku lagi di jalan pulang tapi tiba - tiba mobil aku mogok. Aku gak tau juga kenapa bisa mogok? mana jalanan lagi sepi ni Zhio, gak ada orang yang lewat, kalaupun ada yang lewat tapi gak ada yang mau bantuin aku " jelas Celin.


Zhio menarik nafas dalam, ia tidak yakin dengan yang di katakan oleh Celin. Semenjak kejadian surat itu, Zhio sudah tidak lagi mempercayai Celin, dan kalaupun benar mobil Celin tiba - tiba mogok di jalan. Kenapa dia tidak menghubungi orang bengkel saja agar bisa membantu nya, atau menghubungi orang - orang yang ada di rumah nya untuk membantu.


" Kamu dimana sekarang? " tanya Zhio sembari melihat kevin yang ada di depan nya, seketika ide muncul di otak Zhio.


" Nanti aku kirim alamat nya ya Zhio, kamu ke sini sekarang. Aku takut sendirian " ucap Celin.


" Baiklah " ucap Zhio, Celin pun tersenyum senang mendengar hal itu dan dengan segera mengirim alamat dimana dirinya berada.


" Siapa yang telpon? " tanya Kevin penasaran.


" Celin, kata nya mobil nya mogok dan butuh bantuan. sekarang kamu kesana bantuin dia " ucap Zhio.


Zhio hanya tersenyum melihat Kevin lalu berjalan menuju ruang kerjanya dan setelah itu bersiap untuk tindakan operasi nya.


Operasi yang akan di mulai 20 menit lagi di manfaatkan oleh Zhio untuk membaca kembali catatan klinis pasien yang akan ia operasi. Apakah Zhio bisa berkonsentrasi? jawaban nya tidak, tiba - tiba saja bayangan Zee terlintas di pikiran nya. Apalagi mengingat ucapan Syam sore tadi yang ingin mengajak Zee jalan - jalan. Zhio pun langsung merogoh ponsel nya dan menghubungi ponsel Zee, dan kembali lagi Zee masih saja tidak bisa di hubungi.


Merasa khawatir, Zhio pun beralih mengubungi Bulan. Dan tidak butuh waktu lama, terdengar suara Bulan yang memberi salam kepada Zhio.


" Assalamu'alaikum om Zhio "


" Waalaikumsalam, Bulan lagi apa? " tanya Zhio.


" Lagi di kamar aja Om, lagi main HP. Hehehee.. ada apa Om telpon? nah... Bulan tau ni, pasti cariin bunda kan? "


" Kamu kenapa bisa tau? wah.. Bulan hebat, bisa tau isi hati Om. Hahaaa " tawa Zhio.

__ADS_1


" Iya dong tau, karena isi hati om itu cuma Bunda kan? eaaa... benar kan Om.. hahaha "


Zhio kembali terkekeh mendengar ocehan Bulan, Bulan memang tidak pernah malu ataupun sungkan berbicara dengan Zhio. Dan Zhio sebenarnya sangat senang akan hal itu, ya setidaknya Bulan tidak menjadi penghalang untuk nya berhubungan dengan Zee, bahkan Bulan sudah memberikan lampu hijau untuk Zhio. Zhio sangat bersyukur akan hal itu, karena biasanya tidak jarang ada saja anak yang tidak suka jika ibu nya dekat dengan lelaki lain atau bahkan ada saja yang melarang untuk ibu nya menikah lagi. Dan hal itu tidak terdapat pada diri Bulan.


" Bulan suka nya bercanda terus " ucap Zhio.


" Kata onty kalau suka bercanda itu bikin awet muda Om, hahaha.. oh ya Om, tunggu sebentar " Bulan beranjak dari duduknya lalu keluar kamar menuju kamar Bunda nya. Dan ternyata Zee sedang tertidur pulas. Bulan mengambil foto Zee yang sedang tertidur lalu mengirimkan nya kepada Zhio. Setelah itu Bulan mengubah panggilan nya menjadi panggilan video.


" Bunda lagi tidur Om, tu om liat kan? " ucap Bulan mengarahkan kamera nya ke arah Zee yang sedang tertidur pulas.


Zhio tersenyum melihat Zee yang sedang tertidur di atas ranjang dengan mukena yang masih terpasang di badan nya dan tasbih kecil yang masih di genggam oleh Zee. Karena kelelahan, setelah sholat magrib Zee memilih untuk berbaring sembari berzikir. Dan ternyata Zee malah hanyut dan ketiduran.


" Kayaknya Bunda capek banget deh om, tu liat tidurnya pulas banget " Bulan semakin mendekatkan ponselnya ke arah Zee, bahkan Zhio bisa melihat dengan jelas wajah cantik Zee. Zhio kembali tersenyum melihat Zee yang tertidur dengan sedikit membuka mulutnya, Zee terlihat sangat menggemaskan di mata Zhio.


" Ya udah Bulan, biar aja Bunda kamu istirahat dulu " ucap Zhio.


" Iya Om, Om tadi gak bisa hubungi Bunda ya. Tu Hp Bunda lagi di carger Om, HP Bunda juga lagi mati mungkin di sengaja sama Bunda " Bulan mengarahkan kamera ponselnya ke atas meja dimana Ponsel Zee berada.


" Pantas saja dia tidak bisa di hubungi " batin Zhio.


Bulan keluar dari kamar Zee dan kembali ke kamar nya.


" Om lagi dimana? di rumah sakit ya? " tanya Bulan.


" Iya Bulan, oh ya Onty kamu kemana? " tanya Zhio.


" Oh onty, biasa Om malam mingguan lagi pacaran "


" Jadi Zhea udah punya pacar? kalau Bulan, gak ikut malam mingguan sama pacar? " goda Zhio.


" Om apaan sih, aku tu gak boleh pacar - pacaran masih kecil, kalau pacaran juga nanti Bunda bisa ngamuk. Hahaha "


" Hahaha.. ia Bulan, kamu harus fokus dengan sekolah kamu dulu ya. Belajar yang rajin " ucap Zhio.

__ADS_1


" Siap, calon ayahnya baru Bulan " ucap Bulan.


Zhio hanya bisa tersenyum sembari menggeleng - geleng kan kepalanya melihat tingkah Bulan. Zhio kembali asyik mengobrol dengan Bulan, dan saat jam operasi Zhio yang sebentar lagi di mulai barulah Zhio mengakhiri sambungan telepon nya.


__ADS_2