
Zee
𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶..
𝓢𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓪𝓴𝓾 𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲𝓴𝓪𝓷 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓐𝓫𝓪𝓷𝓰,𝓱𝓪𝓻𝓲 𝓲𝓷𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓮𝓻𝓲𝓴𝓪𝓷 𝓳𝓪𝔀𝓪𝓫𝓪𝓷 𝓷𝔂𝓪. 𝓐𝓴𝓾 𝓽𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾 𝓐𝓱𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓲 𝓭𝓪𝓷𝓪𝓾 𝓳𝓪𝓶 𝓵𝓲𝓶𝓪 𝓼𝓸𝓻𝓮.
Zhio tersenyum bahagia saat membaca pesan yang dikirim oleh Zee. Setelah itu ia bergegas keluar dari kamar dan berangkat ke kantor. Zhio sengaja tidak sarapan di Rumah dan memilih untuk sarapan di kantor nya saja karena ia buru - buru ingin segera sampai di kantor dan menyelesaikan segala pekerjaan nya. Agar nanti nya ia tidak terlambat menemui Zee.
Di parkiran tidak sengaja Zee berpaspasan dengan Celin, Celin menatap Zee sinis namun di dalam hatinya tersirat kebahagiaan. kenapa bahagia karena sudah seminggu ini Celin memperhatikan Zee tidak pernah lagi berangkat atau pun pulang bersama Zhio. Celin mengira jika Zhio sudah tidak lagi ingin bertemu atau berhubungan dengan Zee setelah mengetahui masa lalu Zee yang memalukan.
Flashback on
Sepulang bekerja, Celin menyempatkan diri untuk singgah di kediaman Zhio. Dan setelah sampai di sana, Celin tidak bertemu Zhio melainkan Bunda Hesty.
" Bagaimana kabarmu nak Celin? " tanya Bunda Hesty.
" Baik Bunda, Bunda sendiri bagaimana? "
" Alhamdulillah Bunda sekeluarga baik, Celin ke sini ada perlu apa? "
" Hmm..sebenarnya Celin ingin bertemu dengan Zhio, soalnya sudah beberapa hari ini Celin gak ketemu. Zhio sekarang udah mulai mengelola perusahaan om Xander ya Bun, waktu itu Kevin pernah cerita sama Celin "
" Iya benar nak Celin, baru dua hari ini "
Celin tersenyum mendengar jawaban Bunda Hesty, rasa cinta Celin kepada Zhio semakin bertambah saat tau jika Zhio sudah mulai mengelola perusahaan Ayah Xander. " Kamu memang pantas untuk di perjuangkan Zhio, rasanya aku udah gak sabar pengen jadi anggota keluarga Xander " Celin senyum - senyum sendiri sembari melamun membayangkan jika ia nantinya akan menjadi istri Zhio.
" Di minum teh nya Celin "
" Oh iya Bun, makasih "
__ADS_1
" Celin kenal tidak sama teman Zhio yang nama nya Zee? atau Celin juga berteman dengan nya? "
Uhuk..uhuk..uhuk...
Pertanyaan Bunda Hesty membuat Celin tersedak, bagaimana bisa Bunda Hesty bertanya mengenai Zee, orang yang sangat tidak ia sukai karena menjadi penghalang hubungan nya dengan Zhio.
" Kenal Bun, Bunda Hesty mengenal wanita itu? "
" Bunda belum pernah bertemu Cel, maka nya Bunda tanya sama Celin "
" Oh, dia bukan teman Celin Bun. Dia juga bukan teman Zhio, dia itu wanita yang sering menggoda Zhio Bun "
Bunda Hesty mengerutkan keningnya begitu mendengar ucapan Celin.
" Bunda gak ngerti maksud Celin? "
" Zee itu cuma anak magang Bun, Zee itu seperti nya menyukai Zhio maka nya dia sering ngegoda Zhio Bun. Zee itu anak nya nakal Bun , bukan cuma Zhio yang sering di godain, banyak dokter - dokter cowok yang lain di goda sama dia Bun. Dia juga bukan wanita yang baik bun, Bunda tau kenapa? karena Celin waktu itu gak sengaja dengar kalau dulu dia itu hamil di luar nikah. Dan sekarang dia juga janda Bun, mungkin saja dia bercerai karena suami nya gak tahan dengan kelakuan nya yang suka ngegodain lelaki lain " jelas Celin panjang lebar, menurut nya ini adalah kesempatan terbaik untuk memberi tahu Bunda Hesty mengenai Zee. Ya walaupun sebenarnya lebih banyak kebohongan yang Celin ceritakan kepada Bunda Hesty.
Mendengar hal itu membuat Bunda Hesty jadi tau sifat asli seorang Celin, hal inilah yang pastinya membuat anaknya tidak menyukai Celin.
Setelah puas bercerita, akhirnya Celin memutuskan untuk pulang. Ia tidak bisa lama menunggu kedatangan Zhio karena malam nanti akan ada acara keluarga di rumah nya.
Flashback off
Celin hanya memandang Zee dengan sinis dan setelah itu melangkahkan kaki nya menuju Rumah sakit. Zee hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat sikap Celin, Zee tidak mau ambil pusing akan hal itu.
Di perusahaan Alexander group..
Pukul tiga sore, akhirnya pekerjaan Zhio selesai. Sebenarnya ia masih ada rapat penting dengan beberapa klien nya hari ini, hanya saja Zhio sengaja meminta Pak Niko untuk membatalkan semua nya karena Zhio jngin pulang lebih awal dan hanya perlu menyelesaikan beberapa pekerjaan saja.
__ADS_1
Masih ada waktu dua jam untuk bertemu Zee,namun Zhio lebih awal keluar dari kantor karena ia ingin mampir terlebih dahulu ke sebuah toko bunga dan membelikan bunga untuk Zee.
Sekitar pukul 16.30 menit, Zhio sampai di tempat tujuan. Danau terlihat ramai sekali, karena memang semakin sore danau itu semakin banyak pengunjungnya. Zhio memilih untuk duduk di bangku panjang yang ada di sana, tempat dimana biasa para pengunjung duduk dan bersantai.
Zhio melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya, Zhio datang lebih cepat setengah jam dari yang Zee janjikan. Tidak masalah untuk Zhio karena ia akan sabar menunggu Zee datang.
Sudah pukul 5 sore Zee juga belum datang, Zhio masih terlihat santai dsn terus menunggu. Hingga akhirnya sudah pukul 6 sore Zee juga belum terlihat dan Zhio mulai resah.
Zhio mencoba menghubungi Zee namun ponsel Zee tidak aktif. " Kamu dimana Zee? " ucap Zhio sembari terus mencoba menghubungi Zee.
Hari mulai gelap, hembusan angin juga terasa sangat kencang. Menandakan sebentar lagi akan turun hujan, dan benar saja tak lama setetes demi setetes air mulai turun. Zhio pun segera masuk kedalam mobil nya dan menunggu di sana. Setetes demi setetes air hujan tadi semakin lama semakin cepat dan sekarang hujan pun turun dengan lebat nya.
Zhio menyandarkan tubuhnya dan mengadahkan kepalanya ke atas sembari menutup kedua mata nya. " Kamu dimana Zee? apa aku ke rumah kamu saja sekarang? aku tidak tau harus bertanya kepada siapa? bertanya kepada Bulan dan Zhea juga tidak mungkin, mereka kan sedang di kampung. Sedangkan Amira, aku bodoh sekali karena tidak mempunyai nomor ponsel nya. Bagaimana juga aku bisa menghubungi nya sekarang dan bertanya kamu dimana? "
Dritt..Dritt...Dritt.. dering ponsel Zhio berbunyi dan terlihat nama Kevin yang ada di layar kaca ponsel nya.
" Assalamu'alaikum, ada apa vin?"
" Waalaikumsalam, kamu dimana Zhio? " Zhio yang semula terlihat lesu saat mengangkat telepon dari Kevin seketika tampak serius saat mendengar suara Kevin yang terdengar sangat panik.
" Ada apa vin? "
" Begini Zhio, ada kecelakaan beruntun terjadi baru ini dan.. Zee juga menjadi korban kecelakaan itu Zhi "
" APAAA !!! " Zhio benar - benar terkejut, pantas saja perasaan nya tidak tenang sejak tadi dan pantas saja jika Zee tidak juga kunjung datang menemui nya.
" Te..te..rus bagaimana keadaan Zee? apa dia baik - baik saja. Aku segera kesana vin "
" Aku belum tau keadaan nya bagaimana vin, semua korban masih dalam perjalanan ke rumah sakit "
__ADS_1
" Baiklah cukup, aku ke sana sekarang " ucap Zhio lalu mengakhiri sambungan telepon nya dengan Kevin dan bergegas menuju rumah sakit.
Bersambung..