Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Hampir saja


__ADS_3

Celin dan teman - teman nya beramai - ramai menertawakan Zee yang jatuh dan tersungkur di lantai. Beberapa orang dan karyawan yang ada di resto tidak bertindak apapun, mereka hanya melihat kearah Celin dan lainnya namun kemudian kembali sibuk dengan aktivitas mereka.


" Lihat Cel, dia cengeng sekali. Baru jatuh gitu aja udah nangis..Hahaha..makanya kalau jalan itu pakai mata " ucap salah satu teman Celin.


" Perutku !! aww...!! " Zee kembali meringis sembari memegangi perutnya. Ia berusaha mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan menghubungi Zhio.


Sakit yang di rasakan oleh Zee semakin kuat, membuat Zee semakin menjerit kesakitan. Melihat hal itu membuat Celin dan teman - teman nya terdiam, mereka melihat sesuatu yang mengalir dari kaki Zee dan membasahi lantai.


" Apa itu..DARAH !! " ucap salah satu teman Celin.


Mendengar kata darah, Zee melihat ke lantai dan betapa terkejutnya Zee saat melihat darah yang membasahi lantai. Zee semakin menangis , ia tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungan nya.


" Cel..aku pamit ya, pengen buru - buru pulang "


" Iya , aku juga Cel, aduh perut aku juga sakit. Aku balik duluan Cel "


" a..a..ku..aku juga sama Cel, duluan ya "


" Heii...kalian..kalian mau kemana ? " teriak Celin kepada ketiga teman nya yang pergi begitu saja karena ketakutan melihat darah segar mengalir dari kedua kaki Zee.


" Sial " umpat Celin, Celin hanya diam mematung sembari melihat Zee yang meringis kesakitan.


Melihat Zee yang kesakitan, salah seorang pelayan resto menghampiri Zee dan berniat membantunya.


" Astagfirullahaladzhim..ibu,ibu tidak apa kan ? "


" tolong, aww...!! " Zee kembali meringis kesakitan saat pelayan resto membantunya untuk berdiri.


Karena takut dan panik melihat Zee, pelayan resto yang membantu Zee berteriak dan meminta teman - teman nya yang lain untuk membantunya dan membawa Zee ke rumah sakit terdekat.


Di bantu dengan pelayan dan beberapa pengunjung resto, Zee di bawa ke rumah sakit terdekat. Dan Celin hanya diam mematung sejak tadi. " Ya tuhan, apa yang terjadi ? kenapa Zee bisa mengeluarkan darah seperti itu ? apa jangan - jangan dia hamil ? ti..ti..dak..itu tidak mungkin "

__ADS_1


*****


Sekitar 15 menit, Zee tiba di rumah sakit yang tidak jauh dari Resto. Sesampai di sana Zee segera di tangani dan di bawa ke ruang UGD. Sebelumnya pelayan resto yang menemani Zee sudah menghubungi Zhio atas perintah Zee sendiri. Dan saat ini Zhio sedang dalam perjalanan ke rumah sakit , tentunya dengan perasaan yang penuh kekhawatiran.


Celin diam - diam mengikuti Zee hingga ke rumah sakit, dan saat ini ia sedang memperhatikan Zee dari kejauhan.


Tak selang lama Zhio datang dengan nafas yang tersengal - sengal. Bagaimana tidak, saat mendengar kabar bahwa Zee masuk ke rumah sakit karena mengalami pendarahan membuat dada Zhio terasa sesak. Padahal saat itu Zhio sedang melakukan pertemuan penting dengan klien nya, namun Zhio segera mengakhiri pertemuan nya itu untuk segera menemui istrinya.


" Dimana istri saya ? " tanya Zhio saat melihat pelayan resto yang masih setia berdiri di ruang periksa menunggu Zee.


" anda suami nya pak ? saya Nuri yang tadi berbicara dengan bapak di telepon, istri bapak sedang di periksa di dalam pak " jelas Nuri pelayan resto yang menemani Zee dan membawa Zee ke rumah sakit.


" Apa yang terjadi ? " tanya Zhio.


" Saya juga tidak tau pasti seperti apa pak, saya hanya melihat istri anda di lantai sedang duduk sembari memegangi perut nya, dan darah mengalir dari kedua sela kaki nya. Apa istri bapak sedang mengandung ? " tanya Nuri.


" Mengandung ? apa benar Zee hamil, tapi dia tidak memberi tahu apapun kepadaku ? " batin Zhio.


" Benar Pak, karena bapak sudah di sini. Saya permisi ya Pak, saya ingin kembali bekerja " ucap Nuri.


Zhio merogoh dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang untuk Nuri, tanda terima kasih Zhio karena sudah menolong Zee.


" Ya Allah, semoga istri ku baik - baik saja " batin Zee.


Zhio tampak khawatir sekali dengan keadaan Zee, ia sedang mondar - mandir di depan pintu dengan perasaan gelisah menunggu dokter keluar dan memberi nya kabar.


Dari kejauhan Celin terus mengamati , Celin bisa melihat bagaimana Zhio yang terlihat sangat mencemaskan Zee. " Bagaimana jika Zee benar - benar hamil dan terjadi sesuatu dengan janin nya ? ya tuhan, aku tidak tau jika harus begini jadi nya. Kalau saja terjadi sesuatu dengan janin nya, Zhio akan marah besar kepadaku "


Pintu ruangan terbuka dan Dokter yang menangani Zee keluar dari sana. Zhio segera menghampiri dan bertanya keadaan Zee.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok ? " tanya Zhio.

__ADS_1


" Anda tenang saja, istri anda dan kandungan nya baik- baik saja "


" Istri saya hamil ? " tanya Zhio.


" Ya pak, istri anda sedang mengandung sekarang. Usia kandungannya masih sangat muda, sepertinya istri anda tadi terjatuh dan mengalami sedikit pendarahan. Tapi Alhamdulillah semua sudah teratasi, lain kali saya minta anda untuk menjaga istri anda baik - baik ya pak "


" Baik Dok, bisa saya melihat istri saya ? "


" Tentu, silahkan. Tadi saya memberi nya obat tidur, mungkin satu sampai dua jam lagi istri anda baru bangun dari tidurnya "


" Baik Dok, terima kasih "


Dokter meninggalkan Zhio, dan Zhio segera masuk kedalam ruangan untuk melihat keadaan Zee. Dan Celin, Celin bernafas lega mendengar jika Zee dan calon anaknya selamat.


Zhio masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depan Zee, Zhio tidak bisa menahan air mata nya melihat Zee yang saat ini sedang terbaring tak berdaya dengan wajah yang pucat pasi. Ada rasa sedih dan senang yang melanda Zhio saat ini, Zhio begitu bersyukur dan bahagia mendengar kehamilan istrinya. Dan juga sedih melihat keadaan Zee sekarang.


Zhio mengambil kursi dan duduk di samping Zee, Zhio meraih tangan Zee lalu menciumi nya. " Pantas saja sikap mu sangat manja beberapa Minggu ini, ternyata buah hati kita sedang tumbuh di dalam perut mu sekarang. Cepat bangun ya sayang, maafkan Abang..Abang lalai dan tidak menjagamu dengan baik " Zhio terus menciumi tangan Zee dan sesekali mengelus - elus lembut pucuk rambut Zee.


" Assalamu'alaikum, Abang " Bunda Hesty dan Oma Diana datang menyusul , Zhio segera menyeka air mata nya.


" Bunda, Oma "


" Bagaimana keadaan Zee , dia baik - baik saja kan nak ? "


" Iya Zhio, bagaimana keadaan Zee. Kenapa bisa terjadi seperti ini ? jelaskan pada Oma ? "


Terlihat sekali Oma dan Bunda sangat mengkhawatirkan keadaan Zee.


" Zee baik - baik saja Bun, Oma, tadi dokter sudah kasih obat tidur untuk Zee. Mungkin beberapa jam lagi baru bangun. Oh ya Bun, Oma, Zee sekarang sedang hamil "


" Hamil ? Alhamdulillah..ya Allah, bunda senang sekali mendengarnya. Selamat ya Abang, sebentar lagi Abang jadi ayah " Bunda Hesty memeluk Zhio dengan hangat, ia tak kuasa menahan air mata nya mendengar kabar bahagia ini.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2