Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Berjanji


__ADS_3

" Abang Zhio "


Saat sadar dan melihat Zhio di depan nya , Zee langsung saja memeluk Zhio dan menangis di dalam pelukan Zhio. Ternyata benar, Zhio datang dan menyelamatkan nya.


" Hiks...hiks...hiks..hiks... Terima kasih bang, abang sudah datang, aku gak tau bang gimana jadi nya kalau abang tadi gak kembali " Terdengar suara Zee yang terbata - bata dengan raut wajah ketakutan.


" Maafkan abang Zee, seharusnya abang memang gak ninggalin kamu " Zhio merasa bersalah karena tadi ia meninggalkan Zee sendiri, seandainya saja Zhio tetap tinggal pasti semua ini tidak terjadi.


" Sekarang, Mas Satria nya dimana bang? "


" Dia kabur Zee, abang sudah berusaha kejar. Tapi abang ingat kalau kamu masih pingsan. Jadinya abang biarkan dia dan kembali menemui kamu. Lebih baik sekarang kita ke kantor polisi Zee, lelaki brengsek itu harus mendapat hukuman dan di masukkan ke dalam penjara " Saat mengatakan nya, kedua mata Zhio memerah menahan amarah.


" Baik bang, kita kesana sekarang " kali ini Zee tidak akan mengampuni Satria lagi, mungkin dulu Zee masih bisa diam saja.Tapi ini sudah keterlaluan, bahkan Satria telah melakukan kekerasan kepadanya dan hampir memper kosanya.


Sesampai di kantor polisi, Zee mulai membuat laporan nya. Zee juga menceritakan semua nya kepada polisi, dan betapa terkejutnya Zhio saat mendengar Zee bercerita jika semenjak bercerai hingga sekarang Satria terus saja menghubungi nya. Mengirimi nya pesan - pesan cinta, dan terus menerus menelepon nya. Zee sudah mencoba untuk menghindar dengan mengganti kartu baru, namun tetap saja Satria bisa menghubungi nya. Entah Satria bisa dapat nomor ponsel baru Zee dimana? tidak mungkin dari Bulan, karena Zee sudah meminta Bulan untuk tidak memberi tahu nomor ponsel Zee kepada Satria.


Selama tinggal di kota, sejak awal pindah Zee sudah meminta kepada Bulan, Zhea dan juga bapak ibu nya untuk tidak memberi tahu kepada siapapun alamat dimana mereka tinggal. Bahkan keluarga Zee yang lain pun tak tau, Zee sengaja melakukan itu agar Satria tidak terus mengganggu nya.


Awalnya Bulan menolak dan terus bertanya alasan kenapa tidak boleh ayahnya tau tentang nomor ponsel bunda nya atau alamat rumah mereka. Zee pun terpaksa berbohong kepada Bulan karena tidak mungkin Zee mengatakan yang sebenarnya karena jika Bulan tau, Bulan pasti akan sedih sekali.


Bukan hanya bercerita mengenai Satria yang terus menghubungi nya, Zee juga mengatakan kalau Bulan lalu Satria juga pernah datang ke rumah nya. Ingat kan waktu itu Zee pernah pingsan di rumah dan keadaan rumah gelap gulita. Sebenarnya waktu itu Satria datang ke rumah dan mengetuk pintu dengan baik sama halnya seperti seorang tamu. Tapi untung saja waktu itu Zee mengintip sedikit di balik jendela dan melihat bahwa ternyata Satria lah yang bertamu.

__ADS_1


Zee pun tidak membuka kan pintu, ia hanya diam dan berpura - pura seperti tidak ada orang di rumah. Hal yang dilakukan oleh Zee ternyata tidak membuat Satria pergi, Satria bahkan dengan sengaja memadamkan listrik rumah mereka. Satria tau jika Zee sebenarnya ada didalam dan sengaja memadamkan lampu agar Zee keluar rumah karena Satria tau kalau Zee sangat takut akan gelap.


Karena tidak kuat menahan gelap itulah Zee jatuh pingsan.


Setelah membuat laporan, polisi berjanji akan mencari Satria dan menangkap nya. Polisi percaya karena terlihat jelas kekerasan yang di buat Satria kepada Zee seperti saat ini dimana terdapat luka di sudut bibir Zee akibat tamparan yang di berikan Satria. Dan yang menjadi saksi atas perbuatan Satria tentu saja Zhio, bukti - bukti pesan senonoh yang Satria kirim kepada Zee juga masih Zee simpan dan juga sebagai tambahan bukti.


" Diminum dulu Zee " Zhio memberikan botol minuman kepada Zee, dan Zee menerima lalu meminum minuman itu.


" Terima kasih bang " ucap Zee lalu tersenyum kepada Zhio. Zee dan Zhio masih di kantor polisi, Zhio meminta Zee untuk duduk dan menenangkan perasaan nya dulu sebelum mereka pulang ke rumah.


" Aku yakin keputusan ku ini sudah benar, aku akan cari waktu untuk berbicara baik - baik dan menceritakan ini semua kepada Bulan. Ya Allah, tapi bagaimana nanti nya reaksi Bulan setelah tau semua nya " Zee kembali menangis, rasanya ia tidak sanggup jika harus menceritakan semua ini kepada Bulan. Sudah cukup rasanya Bulan bersedih karen perceraian nya dengan Satria, bagaimana Bulan nantinya kalau tau kelakuan Satria yang begitu be jat.


" Kak Zee..." belum sempat Zhio berucap, Zhea datang seorang diri dan langsung memeluk Zee. Air mata Zee pun semakin tumpah, bahkan Zhea pun juga begitu.


" Kakak gak kenapa - kenapa kan? kak Satria gak ngapa - ngapain kakak kan? maafin Zhea kak, Zhea janji lain kali Zhea gak akan ninggalin kakak sendirian di rumah "


" Kakak baik - baik aja Zhe, Bulan dimana? Kamu tinggalkan Bulan sendirian? " tanya Zee saat melihat Zhea yang datang seorang diri.


" Bulan ada di rumah kak, tapi kakak tenang aja. Ada Tasya yang temani Bulan di rumah. Ya ampun kak, ini semua pasti ulah kak Satria kan? " ucap Zhea saat melihat luka di sudut bibir Zee dan pipi Zee yang masih memerah akibat tamparan Satria.


" Sekarang Kak Satria nya mana kak? dimana dia? aku harus ketemu sama kak Satria, dia itu benar - benar kurang ajar " Zhea kesal, dan ia sama hal dengan Zhio yang saat ini benar - benar menaruh dendam kepada Satria.

__ADS_1


" Lelaki itu kabur Zhea, tapi polisi akan segera mencari dan menangkap nya " ucap Zhio.


" Semoga saja Kak Satria cepat di temukan, dan sekarang bagaimana kak? apa kita pulang? kakak sudah beritahu bapak dan ibu? bapak dan ibu harus tau akan hal ini kak? kakak gak bisa berdiam diri terus " ucap Zhea.


" Kakak masih belum tau dek, bagaimana cara nya ngomong sama bapak dan juga ibu. Terutama dengan Bulan, hiks..hiks..hiks.. kakak harus apa dek? kenapa semua nya harus terjadi seperti ini? hiks..hiks..hiks.." Zee kembali menangis, Zhea dengan kembali menenangkan Zee dan ia juga ikut menangis. Sedih sekali melihat kakak nya seperti ini, sang kakak baru saja menikmati meraih kebahagiaan dengan kesendirian nya dan berhasil meraih cita - cita, namun harus kembali tersakiti dan di ganggu oleh pria yang sama. Pria be jat dan gila seperti Satria.


Bukan hanya hati Zhea yang sedih dan teriris melihat keadaan Zee, tapi juga Zhio. Dan tiba - tiba saja Zhio berlutut di depan Zee dan meraih kedua tangan Zee. Zee dan Zhea pun menatap Zhio yang ada di depan mereka.


" Aku tau ini mungkin bukan waktu yang tepat Zee, dan hal ini juga bukan maksud aku untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. Ijinkan aku untuk kedua kali nya Zee, aku ingin kamu menikah dengan ku. Hati ku benar - benar sakit melihat mu seperti ini Zee, aku tidak ingin kamu terluka lagi. Aku mohon Zee " sebuah penuturan yang membuat Zee dan Zhea terkejut, tidak perduli dengan jawaban yang belum terucap dari Zee. Zhio benar - benar ingin memiliki Zee seutuhnya, dan dengan begitu Zhio dapat selalu menjaga dan melindungi Zee.


Zee hanya diam saja lalu melihat Zhea, Zhea tersenyum lalu memberi isyarat kepada Zee untuk menerima Zhio. Dan Zee kembali menatap Zhio.


" Aku..apa abang tidak lihat, bagaimana Mas Satria tadi kepada ku bang. Walaupun dia tidak sempat melakukan nya, tapi dia.. aku merasa terhina bang, aku tau maksud abang baik, dan justru karena abang begitu baik. Aku gak pantas buat abang, aku.. "


" Cukup Zee, jangan di teruskan.. jangan hanya kejadian tadi kamu berpikir bahwa aku akan jijik melihat mu karena di sentuh oleh nya , tidak Zee. Justru aku ingin memiliki kamu seutuhnya agar aku lebih leluasa untuk menjaga dan melindungi mu. Aku sudah katakan kan, aku mencintaimu Zee. Aku mencintamu tulus "


Zee terdiam dan berpikir sejenak, lalu kembali menatap Zhea yang kembali memberi isyarat untuk Zee menerima Zhio.


" Bismillah " batin Zee, Zee menutup kedua mata nya lalu mengangguk kan kepala nya setuju. Dengan air mata yang juga ikut turun membasahi pipi Zee.


Zhio pun tersenyum lalu memeluk Zee, akhirnya Zee mau menerima nya.

__ADS_1


" Terima kasih Zee, terima kasih. Aku tidak bisa berjanji untuk menghapus kenangan pahit yang kau alami, tapi aku berjanji untuk tidak pernah menjadi alasan kerutan di wajahmu selama nya. Dan berjanji akan selalu menjaga mu "


Bersambung..


__ADS_2