Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Meminta penjelasan


__ADS_3

Zee sudah keluar dari kamar mandi, ia terlihat lebih segar dan pastinya ia merasa tubuhnya sudah fit kembali. " Aku bisa pulang hari ini kan bang? " Zee bertanya kepada Zhio.


Zhio mengambil kursi lalu duduk di samping Zee, ia terus menatap Zee dan mengabaikan pertanyaan yang sudah Zee tanyakan kepada nya. Zee jadi malu di lihati seperti itu oleh Zhio, ia jadi salah tingkah sendiri. Zee pun membuang pandangan nya ke sembarang arah.


" Zee "


" i.. i.. ya bang " Zee kembali terbata - bata, perasaan gugup kembali datang. Zee berusaha menenangkan dirinya, dan juga detak jantungnya yang berdetak tak menentu. Zee tidak tau kalau Zhio juga sebenarnya juga sama sepertinya, Zhio juga sedang berusaha melawan rasa gugup dan juga mencoba mengatur detak jantung nya.


" Tiga tahun lalu, sebelum aku kembali ke kota. Kamu pernah menitipkan surat untuk ku kan? " menurut Zhio saat inilah yang tetap untuk meminta penjelasan kepada Zee.


Zee mengerenyitkan dahinya , " kenapa abang Zhio bertanya seperti itu " batin Zee.


" Ya benar bang , abang sudah terima kan? waktu itu aku ada urusan bang, jadi gak bisa ketemu abang dan mengucapkan salam perpisahan " detak jantung Zee mulai normal, ia sudah bisa berbicara dengan santai dan tidak terbata - bata lagi.


" Aku juga menitipkan sapu tangan bang Zhio, abang sudah terima juga kan? " padahal Zhio ingin bertanya lagi, tapi Zee berbicara kembali. Dan ucapan nya sangat membuat Zhio terkejut. Pasalnya, saat Celin memberikan surat itu kepada nya. Celin tidak memberikan sapu tangan kepada Zhio.


" Iya ada, kamu menitipkan surat itu kepada Ce.. "


Tok.. tok.. tok...


" Zee......!!! " Zhio dan Zee melihat ke sumber suara, ternyata Amira datang , ia datang tidak seorang diri. Ia bersama Syam, Syam berdiri di belakang Amira. Percakapan Zhio dan Zee jadi terhenti, Zhio bahkan belum sempat menyelesaikan pertanyaan nya.


Amira berlari lalu menghambur memeluk Zee, " Kenapa gak kasih kabar kalau kamu masuk Rumah sakit, aku baru saja tau dan itu pun Dokter Syam yang memberitahu ku. Kamu baik - baik saja kan? " terlihat Amira khawatir dengan kondisi sahabat nya itu.

__ADS_1


" Maafkan aku ya Ra, ponsel ku ketinggalan di Rumah. Aku udah baikan Ra, Terima kasih udah jenguk aku. Terima kasih Dokter Syam " Zee menatap Amira dan Syam secara bergantian sembari tersenyum, Syam hanya menganggukan kepala nya dan juga membalas senyuman Zee. Zhio yang melihat itu jadi kesal, lagi - lagi ada Syam, tidak bisakah dia tidak datang kesini. Itulah yang ada di benak Zhio sekarang.


" Oh ya Ra, kenalin ini abang Zhio. Eh... maksudnya Dokter Zhio, dia juga bekerja di sini Ra " Zee mencoba memperkenalkan Zhio kepada Amira, Amira menatap Zhio dan memberi salam kepada nya. Serta memperkenalkan dirinya juga, akhirnya Amira bisa bertemu dengan Zhio. Abang Zhio yang waktu itu pernah di ceritakan oleh Zee, dan apa yang dia lakukan di sini bersama Zee. Itu akan Amira tanyakan kepada Zee nanti, Amira akan menginterogasi Zee nanti nya.


*****


Tinggal beberapa langkah lagi, Celin dan Kevin sampai di ruang rawat Zee. Tapi langkah mereka terhenti ketika Celin mendapat telpon dari UGD kalau mereka sedang membutuhkan nya. Celin pun bergegas turun, ia melupakan ambisi nya sejenak. Padahal hatinya sudah sangat menggebu - gebu untuk bertemu Zhio, tapi ia urungkan karena pasien pasti membutuhkan pertolongan nya sekarang.


" Zhio, kamu mau kemana? " tanya Kevin begitu melihat Zhio yang baru saja keluar dari ruang rawat Zee.


" Hei vin, aku ingin ke ruang kerja ku " ucap Zhio, tapi bukan nya ke ruang kerja nya, Zhio malah duduk di kursi tunggu. Dan Kevin juga ikut duduk di samping Zhio.


" Bagaimana keadaan Zee? benar kamu menemani nya semalam? apa yang terjadi? apa yang kalian lakukan semalam? " Zhio menepuk tangan Kevin, sahabat nya ini memang sedikit soplak. Bisa - bisa nya bertanya seperti itu. Ya itulah sisi lain dari Kevin.


" Jangan gila vin, jangan berpikir yang aneh - aneh " ucap Zhio, Kevin hanya terkekeh melihat Zhio, ia tidak serius dengan pertanyaan nya. Ia hanya ingin menggoda Zhio.


" Kenapa dia harus marah vin, dia tidak berhak untuk marah dan melarang ku dekat dengan siapa pun "


" Kamu kan tau Zhi, dia sangat mencintimu dari dulu. Makanya dia seperti itu "


" Ya aku tau, dan aku juga tau betapa kamu sangat mencintai nya juga dari dulu " ucap Zhio lalu melihat Kevin.


Kevin menghela nafas panjang, Zhio tau kalau Kevin sebenarnya sangat mencintai Celin. Hanya saja Kevin selama ini tidak mengungkapkan perasaan nya kepada Celin karena Kevin tau kalau Celin tidak menyukai nya, tapi malah menyukai Zhio. Dan Kevin tau sekali bagaimana perjuangan Celin selama ini untuk mendapatkan cinta Zhio.

__ADS_1


Walaupun begitu, persahabatan antara ia dan Zhio tidak ada yang berubah. Tidak ada kesenjangan atau perkelahian, bahkan mereka selalu terbuka satu sama lain, jangan hanya karena wanita dan cinta persahabatan mereka jadi korban nya. Tidak.. jangan sampai itu terjadi, kalaupun seandainya Zhio juga mencintai Celin itu tidak menjadi masalah buat Kevin. Ya lebih baik ia mengalah, karena buat apa juga memaksa kalau wanita yang kita cintai ternyata tidak mencintai kita.


Tapi Kevin bersyukur sekali karena Zhio tidak mencintai Celin, saat ini Kevin hanya berusaha untuk selalu berada di samping Celin, selalu bersikap lembut kepada nya,memanjakan nya, dan berharap Celin bisa membuka mata dan hatinya, sadar bahwa selama ini Kevin sangat mencintai nya.


Kevin kembali berbincang dengan Zhio, dan tak lama Kevin pergi meninggalkan Zhio karena ia harus melakukan visite kepada beberapa pasien nya.


*****


Cukup lama berbincang dengan Zee, Amira dan Syam kembali ke UGD. Zhio kembali masuk kedalam ruangan setelah ia melihat Amira dan Syam pergi. Zhio masuk bersama seorang perawat wanita.


" Hari ini kamu sudah bisa pulang, aku akan melepaskan infusan mu " ucap Zhio, Zhio duduk di samping Zee lalu perlahan dan hati - hati melepaskan jarum infus yang menancap di tangan Zee. Zee tidak merasakan sakit sama sekali, ya mungkin karena Zhio juga melakukan nya dengan sangat perlahan dan juga mungkin karena Zee sangat senang bisa pulang hari ini.


Selesai melepas jarum infus di tangan Zee, Zhio memberikan alat infusan itu kepada perawat dan meminta untuk menyiapkan beberapa vitamin untuk Zee.


Setelah semua siap, Zee dan Zhio keluar dari ruang rawat. Mereka berjalan berdampingan, Zhio memperlambat sedikit langkah nya dan ia mengikuti alur langkah Zee. Ia tidak mau meninggalkan Zee begitu saja. Melihat Zhio dan Zee membuat semua orang heboh, mereka semua heboh menceritakan Zhio dan Zee. Mereka penasaran mengenai hubungan Zhio dan Zee.


Apa Dokter Zee kekasih Dokter Zhio? tapi bukan nya Dokter Zhio punya hubungan spesial dengan Dokter Celin? tapi.. mereka terlihat serasi sekali, Dokter magang itu bahkan lebih cantik dari Dokter Celin, Dokter Zhio juga terlihat perhatian sekali kepadanya. Itulah desas desus dia antara semua petugas, banyak pertanyaan yang timbul di benak mereka.


Yang mereka tau selama ini Zhio memiliki hubungan spesial dengan Celin, karena mereka sering melihat Celin berdua dengan Zhio. Ya lebih tepatnya Celin lah yang selalu membuntuti Zhio, dan ingin selalu dekat dengan Zhio. Melihat Zhio yang begitu perhatian dengan Zee membuat mereka jadi bertanya - tanya, karena selama ini walaupun Zhio dekat dengan Celin, mereka tidak pernah melihat Zhio memperhatikan Celin seperti ia memperhatikan Zee.


Kabar itu pun sampai di telinga Celin, ia sempat mendengar percakapan beberapa perawat yang bercerita mengenai kebersamaan Zhio dan juga Zee. Celin menggeram kesal, ia mengepalkan kedua tangan nya. Ia tidak suka mendengar kisah itu, apalagi mendengar mereka yang berani membandingkan - bandingkan kecantikan nya dengan Zee.


**Bersambung..

__ADS_1


Tetap stay tune ya.. ☺


kritik dan saran nya juga jangan lupa.. 😘**


__ADS_2