
Pagi-pagi sekali Zhea pamit keluar rumah untuk berolahraga , seperti yang sering ia lakukan setiap hari libur. Namun yang berbeda kali ini Zhea tidak bersama Tasya. Zhea sengaja tidak mengajak Tasya karena bukan tujuan Zhea bukan hanya untuk melakukan jogging pagi, melainkan juga bertemu dengan Iqbal.
Iqbal menunggu Zhea di taman dekat dengan tempat tinggal Zhea, terlihat dari kejauhan Iqbal sudah menunggu Zhea , dan saat melihat Zhea, Iqbal beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Zhea.
" Zhea "
Iqbal menatap Zhea dengan tatapan kerinduan, pasalnya sudah hampir satu bulan Zhea dan Iqbal tak bertemu. Terakhir mereka bertemu ketika Iqbal mengatakan bahwa ia ingin di jodohkan oleh kedua orangtuanya. Semenjak itu Zhea dan Iqbal tak pernah bertemu lagi.
Dan hari ini , Zhea terpaksa memenuhi keinginan Iqbal untuk menemuinya karena Iqbal sangat memaksa, dan Zhea merasa ia juga harus bertemu kembali untuk yang terakhir dan mengakhiri hubungan mereka.
" Zhea, aku kangen sama kamu "
Iqbal meraih kedua tangan Zhea, namun Zhea dengan cepat melepas pegangan tangan Iqbal.
" Maaf kak, aku gak bisa lama. Kenapa kak Iqbal pengen ketemu sama aku "
" Kamu tau Zhe, aku sangat mencintaimu kamu ",
Kedua mata Zhea berkaca-kaca mendengar ucapan Iqbal.
" Cukup Kak, kak Iqbal sebentar lagi akan menikah. Bukannya kita sudah membahas ini kak, hubungan kita sudah berakhir kak Iqbal "
Zhea terpaksa mengatakan kata menyakitkan itu kepada Iqbal, kata-kata yang sebenarnya bukan hanya Iqbal yang tersakiti namun juga Zhea.
" Aku gak bisa Zhe, aku gak bisa akhiri hubungan kita. Kita udah kenal dan pacaran lama, aku gak bisa menikah dengan wanita yang gak aku cintai "
__ADS_1
" Terus kak Iqbal maunya seperti apa ? ngelawan kedua orangtua kakak gitu ? aku gak mau hubungan kak Iqbal dengan kedua orangtua kakak jadi gak baik hanya karena aku , aku gak mau kak Iqbal jadi anak durhaka karena aku, ini sudah jadi jalan terbaik dari Allah untuk kita kak. Aku ikhlas kak, jadi kak Iqbal juga harus menerima semuanya dengan ikhlas "
Iqbal merasa sangat di lema, apalagi semua yang di ucapkan oleh Zhea benar. Iqbal tidak ingin melawan kedua orangtuanya, tapi ia juga tidak ingin menikah dengan wanita yang tidak ia cintai.
" Sudah cukup ya kak, aku harus pergi , gak ada yang harus kita bicarakan lagi kak. Aku yakin kak Iqbal pasti bahagia dengan pilihan kedua orangtua kakak "
Zee berbalik dan meninggalkan Iqbal.
" Zhea.. " teriak Iqbal.
Melihat Iqbal yang mengejarnya , Zhea pun berlari agar jaraknya semakin jauh dengan Iqbal. Namun Iqbal tidak menyerah, dia juga ikut berlari mengejar Zhea.
Zhea pun berlari kearah lapangan dimana banyaknya orang yang sedang melakukan senam pagi bersama. Iqbal pun sedikit kesusahan mencari Zhea.
Zhea pun bersembunyi di balik kerumunan orang , berusaha menghindari Iqbal, namun dari kejauhan Iqbal bisa melihat Zhea.
Teriakan Iqbal membuat Zhea terkejut, dan secepat mungkin Zhea berlari menghindar. Dan saat menyeberang jalan, Zhea tidak melihat kotak ada sebuah mobil yang melintas. Bahkan Zhea hampir saja tertabrak.
Titttt .....Titttt ...Titttt....
Zhea tertunduk dan reflek menutup kedua wajahnya, Zhea mengira ia sudah tertabrak. Dan ternyata tidak, untung saja pengemudi mobil dapat mengerem mendadak dan tidak menabrak Zhea.
Pengemudi mobil terlihat marah dan kesal kepada Zhea karena Zhea menyebarang jalan tanpa melihat-melihat lagi, sehingga hampir saja pengemudi mobil itu menabrak Zhea.
" Siap sih nyebarang jalan gak kiat-kiat " omel pengemudi mobil, ia menurunkan kaca jendela mobil dan mengeluarkan sedikit kepalanya untuk meneriaki Zhea.
__ADS_1
" Gak punya mata ya, nyebrang gak lihat-lihat. Udah bosen hidup ? "
Zhea melihat ke belakangnya, Zhea melihat Iqbal kembali mengejarnya dan memanggil namanya.
" Wanita itu... "
Tanpa berpikir panjang, Zhea masuk kedalam mobil yang tadi hampir menabraknya.
" Tolong aku.. cepat jalan.. "
Kevin hanya diam menatap Zhea , ia tidak menyangka ia kembali bertemu dengan wanita yang dulu juga hampir ia tabrak.
" Cepat jalan..please bantu aku " mohon Zhea.
Kevin tersadar dan segera melajukan mobilnya, Zhea terus memperhatikan Iqbal yang masih mengejar mereka. Namun karena laju mobil lebih cepat dari Iqbal, Iqbal tak bisa mengejar Zhea.
Zhea mengelus dadanya dan sedikit merasa tenang karena sudah pergi dari iqbal.
" Ehh..maaf, tolong berhenti di sini saja "
Kevin mengikuti perintah Zhea dan memberhentikan mobil mereka di pinggir jalan.
" Maaf sudah merepotkan, terima kasih ya "
Zhea turun dari mobil begitu saja, dan Kevin kembali diam. Kevin seperti terhipnotis saat melihat Zhea. Dan setelah Zhea pergi cukup jauh , barulah Kevin sadar dan segera turun dari mobilnya untuk mencari Zhea.
__ADS_1
" Sudah gak ada.. cepat sekali perginya " ucap Kevin lalu kembali melanjutkan perjalanannya.
Bersambung...