Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Membujuk Zee


__ADS_3

Selesai melakukan observasi, baby tampan Zhio dan Zee di bawa oleh sang nenek untuk menemui ibu nya.


Dengan penuh kegembiraan, Bunda Hesty, Ayah Xander , dan Bulan begitu antusias mendorong kereta yang di tempati oleh si baby, bahkan sekali mereka saling berebut untuk mendorong kereta. Walaupun sudah tua, Ayah Xander dan juga Bunda Hesty juga tak mau kalah dengan Bulan.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


" Shutt...jangan keras - keras ya Bun, Zee lagi tidur "


" Maa syaa Allah, Abang "


Bunda Hesty terharu begitu melihat Zhio yang kini sudah bisa berjalan dengan normal.


" Bunda "


Zhio mengulurkan tangannya untuk menyalami Bunda Hesty, dan setelahnya memeluk Bunda Hesty. Hal yang sama Zhio lakukan kepada Ayah Xander.


" Abi sudah bisa jalan " ucap Bulan yang juga begitu terharu dan senang melihat Zhio.


" Iya Bulan, Abi kangen banget sama Bulan "


" Bulan juga Bi "


Ayah Xander dan Bunda Hesty saling pandang dan senang melihat Zhio yang sedang berpelukan dengan Bulan.


Owekk...owekk..owekkk...


" Cucu Oma...Husstt..Husstt..jangan menangis sayang Oma "


Bunda Hesty bergerak cepat untuk menenangkan cucunya.


" Lihat Zhio, wajahnya mirip banget sama kamu "


" Iya bunda "


Zhio mengelus - elus pipi gembul baby nya yang masih saja menangis.


Owekk..owekk..owekk..


" Kayaknya adek haus deh bi " ucap Bulan.


" Iya Zhio, nangisnya gak berhenti "


Zhio melirik Zee yang masih tertidur pulas.


" Zee nya masih tidur Bun, gimana ? "


" Iya ya nak, kasian Zee "


Bunda Hesty pun terus berusaha menenangkan si baby yang masih menangis.


Owekk..owekk..owekk..


Suara tangisan baby semakin keras.


" Bangunin aja Zee nya ya bang, kayaknya haus berat nih, tapi ASI Zee juga sudah keluar belum bang ? "


" Zhio juga belum tahu Bun, bentar biar Zhio bangunin Zee dulu "

__ADS_1


" Hussttt..Husstt..cucu Opa,, jangan nangis ya "


" Iya dedek , jangan nangis "


Ayah Xander dan Bulan pun tak mau kalah , mereka saling membantu untuk menenangkan baby Zhio dan Zee.


" Sayang..."


Dengan lemah lembut Zhio membangunkan Zee.


Zee perlahan terbangun dan setelah mendengar suara tangisan anaknya, Zee langsung membulatkan kedua matanya.


" Ya Allah bang, anak kita nangis "


" Ehh..sayang..jangan duduk dulu, ingat kamu habis operasi "


" Astaghfirullah, iya bang "


Zee lupa akan dirinya yang baru selesai melakukan operasi Caesar.


" Bun, bawa sini Bun " pinta Zee kepada Bunda Hesty.


" Iya sayang, sepertinya dia lapar Zee, ASI kamu udah keluar nak ? " tanya Bunda Hesty.


" Sudah Bun "


" Ya udah kalau gitu Bunda sama Ayah keluar aja ya, kami tunggu di luar "


" Bulan juga ikut Oma, Bulan mau cari cemilan dulu, Bulan laper "


" Kasian nya cucu Oma yang gede ini, ya udah kalau gitu kita cari makan aja sekalian di luar ya Yah, nanti bunda bawain buat kamu ya Zhio "


Bunda Hesty, Ayah Xander dan Bulan keluar dari ruangan rawat Zee. Zee pun dengan segera memberikan ASI kepada anaknya. Suara tangisan anak mereka pun mereda setelah Zee memberikan ASI, baby tampan nan gemoy itu dengan semangat menyusu kepada ibunya. Untung saja ASI Zee sudah keluar dan banyak, bahkan sesekali baby tampan nan gemoy itu tersedak karena ASI Zee yang terlalu banyak keluar.


" Maa syaa Allah, pelan - pelan sayang " ucap Zhio sembari mengelus pipi gembul sang anak.


" Anak kita laper berat bang " ucap Zee.


" Iya sayang " Zhio berdiri lalu mengecup pucuk kepala Zee.


" Ehhh..Abang..."


Melihat Zhio yang berdiri tegak , tentu membuat Zee terkejut. Sejak di kamar operasi tadi Zee memang tidak sadar kalau suaminya sudah tidak memakai kursi roda.


" Kenapa sayang ? "


" Abang udah bisa jalan ? "


Kedua mata Zee berkaca - kaca, ia sangat bersyukur dan bahagia sekali melihat sang suami yang sudah bisa berjalan dengan normal.


Zhio lalu duduk dan menatap Zee, " Iya sayang, Abang sudah bisa jalan "


" Alhamdulillah ya Allah , aku senang banget bang, jadi Abang, gimana Abang bisa berjalan lagi ? jangan - jangan..."


" Iya sayang, maafkan Abang ya, sebenarnya Abang keluar negeri bukan untuk urusan bisnis , Abang pergi untuk melakukan operasi "


Seketika wajah Zee berubah, ia marah kepada Zhio karena tidak jujur kepadanya.


" Abang jahat "

__ADS_1


Zhio pun tampak panik melihat istrinya yang marah kepadanya.


" Sayang, kenapa cemberut, kamu gak marah kan ? "


Air mata Zee mengalir, Zee justru menangis setelahnya.


Hiks..hiks..hiks..


" Gimana aku gak marah, Abang gak jujur sama aku, kenapa gak bilang aja kalau Abang ke sana buat operasi, kan aku bisa ikut sama Abang, temenin Abang di sana, di sana Abang sendiri, kalau ada aku, aku bisa rawat Abang setelah Abang operasi, kalau terjadi sesuatu sama Abang gimana ? "


Hiks..hiks..hiks..


Zhio menyeka air mata yang membasahi wajah istrinya.


" Maafin Abang ya sayang, justru itu Abang gak mau kamu repot karena Abang. Apalagi kamu lagi hamil, Abang lakuin ini semua agar nantinya setelah kamu melahirkan, Abang gak ngerepotin kamu sayang, pasti akan sulit bagi kamu menjaga anak kita, Abang juga akan sulit untuk leluasa melakukan sesuatu kalau Abang belum bisa berjalan, dengan begini kita bisa urus anak kita sama-sama "


" Tapi tetap aja bang, kalau misal terjadi sesuatu sama Abang gimana ? Abang gak tau kalau tu mikirin Abang setiap hari,.mikirin gimana kondisi Abang, makan Abang di sana "


Owekk...owekkk..owekk..


Seperti mengerti akan sang ibu yang sedang marah dan bersedih, baby Zhio dan Zee kembali menangis. Zee pun akhirnya berhenti mengomel dan menenangkan anak mereka.


" Tu kan sayang anak kita nangis, dia pasti sedih liat kamu nangis juga, sudah ya sayang. Maafin Abang, yang penting sekarang Abang sudah di sini, dan Abang baik - baik aja "


Zhio berusaha membujuk Zee agar tidak marah kepadanya .


Zee diam namun masih menampakan wajah yang cemberut sembari melirik tajam kepada Zhio.


Zhio berdiri lalu menangkup wajah Zee. Zhio tersenyum melihat bibir Zee yang tampak terlihat monyong.


CUP...


" Jangan marah ya, kamu ngegemesin kalau kayak gini "


Zhio mengecup lembut bibir sang istri.


" Tapi Abang tu..."


CUP


Zhio kembali mengecup bibir Zee , tidak memberi luang untuk Zee berbicara.


" Iya , aku gak marah lagi " ucap Zee mengalah.


CUP


Zhio kembali mengecup bibir Zee , dan setelahnya kembali duduk.


" Janji ya bang, jangan kayak gini lagi " ucap Zee.


" Iya sayang , Abang janji "


Zhio menarik tangan Zee lalu jemari mereka saling bersatu, Zhio menciumi tangan Zee. Zhio begitu merindukan Zee.


" Lihat sayang, anak kita tertidur " ucap Zhio.


" Iya bang, lucu banget ya bang , gemes banget "


" Kayak kamu sayang, ngegemesin "

__ADS_1


Setelah kenyang, baby tampan nan gemoy itu tertidur pulas. Bahkan saat Zhio kembali menaruhnya di dalam kereta, baby tampan itu tak bergeming.


__ADS_2