Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Berjodoh


__ADS_3

Tasya mengantar kepulangan Zee,Zhea dan juga Bulan hanya sampai di gerbang depan rumahnya. Setelah itu Tasya masuk ke dalam rumah.Sampai di dalam rumah, bukan kamarnya yang menjadi tujuan, melainkan kamar Zhio. Seperti biasa tanpa mengetuk pintu,Tasya langsung membuka pintu kamar. Pintu kamar Zhio memang tidak pernah di kunci dari dalam.


" abang..." Tasya duduk di samping Zhio, Zhio sedang duduk di atas tempat tidurnya.Tubuhnya ia sandarkan di sandaran tempat tidur.


" Kenapa dek? kalau mau masuk kamar biasakan ketuk pintu dulu "


" Kenapa abang tinggalan kak Zee sendirian di ruang keluarga " Tasya tidak menghiraukan ucapan abang nya, ia langsung ke inti pembicaraan.


" abang ngantuk " alasan yang menurut Tasya asal.


" kalau ngantuk kenapa gak tidur,oh ya bang. Abang sama kak Zee udah kenal lama ya?"


Zhio mengerenyitkan keningnya. " Kenapa tanya begitu ? "


" jawab aja kenapa sih bang ,gak usah nanya balik "


" Dia adik kelas abang waktu kita masih duduk di bangku SMP " mendengar itu senyum mengembang si wajah Tasya,ternyata tebakan nya benar. " sejak SMP, lama sekali, kemungkinan bang Zhio menyukai kak Zee juga bisa benar " batin Tasya.


Melihat adiknya melamun,Zhio mencubit hidung Tasya dan membuat Tasya meringis.


" abang ih.. sakit tau!! "


" Maka nya jangan bengong,udah keluar sana abang mau tidur " Zhio menyuruh Tasya pergi,dan ia bersiap tidur.


" jangan tidur dulu bang, Tasya belum selesai ngomong "


" Apalagi dek? "


" Hmm..menurut abang,kak Zee cantik gak sih. Pasti cantik kan bang? Tasya yang wanita aja kagum sama kecantikan kak Zee,pasti abang sebagai lelaki juga kan? "


" Apaan sih kamu nih,omongan kamu itu udah mulai ngawur. Cepat keluar abang mau istirahat " Zhio yang awalnya duduk,kini sudah berbaring telungkup,wajahnya ia tenggelamkan dalam bantal. Zhio kembali mengusir adiknya. Tanpa Tasya tau bahwa batin Zhio sekarang mengatakan kalau Zee itu memang cantik. Dan Tasya masih setia duduk di samping abangnya.


" Abang tau gak kalau kak Zee itu juga dokter lo kak,ya calon dokter " Zhio langsung menoleh ke arah adiknya ketika mendengar hal itu. Menatap Tasya dengan tatapan penuh tanya.


" Tu kan..penasaran juga sama kak Zee,abang suka kan sama kak Zee ? " Tasya berusaha menggoda abangnya.


" Berisik,cepat keluar dari kamar abang.Atau kamu mau abang suntik " Zhio beranjak lalu mengambil sebuah box yang berisi beberapa alat medis dan obat - obatan di dalam nya.Melihat itu Tasya bergidik, Tasya sangat takut jarum suntik.Hal itu lah yang menjadi senjata Zhio untuk melawan adiknya jika adiknya ini susah untuk di beritahu.

__ADS_1


" jangan bang..Tasya keluar sekarang " Zhio tersenyum lebar penuh kemenangan,sungguh ia hanya ingin mengerjai adiknya.


" Kak Zee sekarang magang di rumah sakit Medistra kak. Di tempat bang Zhio kerja.." Teriak Tasya dari kejauhan,sebelum akhirnya Zhio menutup sempurna pintu kamar nya.


" anak itu jahil sekali " ucap Zhio lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Zhio memandangi langit - langit kamar nya,Zhio tidak mengerti dengan perasaan nya sekarang. Saat Zhio mulai mencoba melupakan Zee,Zee kembali datang.


ya Allah, belasan tahun lama nya akhirnya engkau pertemukan ku dengan Zee.Walaupun hanya sesaat dan berakhir dengan luka, aku berusaha ikhlas . Sejak tau Zee sudah menikah,aku tau kalau aku tidak punya harapan. Aku berusaha melupakan nya Ya Allah,tapi kenapa sekarang kau pertemukan ku lagi. Bertemu dengan nya hari ini,menatap wajah cantik nya,menatap kedua mata nya yang indah,membuat rasa cinta yang sudah ku kunci rapat kini terbuka lagi.


Zhea,dia ternyata adiknya Zee. Selama tiga tahun ini aku mengenal nya,dan kini ia menjadi sahabat adik ku. Aku yang merasa sudah jauh dari bayang - bayang Zee ternyata salah, Tasya juga mengatakan kalau Zee sekarang magang di rumah sakit tempat ku bekerja. Kalau memang benar ,aku pasti akan terus bertemu dengan nya. Apa aku sanggup untuk menahan nya ya Allah ? menahan dan terus mencoba melupakan rasa ini ?


Zhio terus hanyut dengan pikiran nya,memikirkan Zee.Hingga akhirnya ia pun tertidur.


******


Malam menjelang,setelah belajar Bulan memutuskan untuk tidur. Sedangkan Zhea belum, saat ini ia sedang mengobrol dengan Tasya lewat sambungan telpon. Tasya menceritakan tentang rencana nya yang berhasil menggoda Zhio dan mencoba mengulik tentang kedekatan abang nya dengan kakak nya Zhea.


" Sekarang giliran kamu Zhea, aku tutup telpon nya ya "


sambungan telpon Tasya dan Zhea terputus. Zhea pun bergegas ke kamar Zee.


Tok..tok..tok..


" Kak Zee..kak Zee..Bulan masuk ya "


" Iya dek " Zee belum tidur, Zee masih sibuk membuat laporan. Zhea pun masuk dan melihat kakak nya sedang duduk di tempat tidur sembari memangku laptop.Zhea duduk di samping Zee.


" Kak "


" Hmm..apa ? "


" Kakak udah lama ya kenal sama Bang Zhio? " pertanyaan yang sama yang ditanyakan Tasya kepada abangnya. Zhea sudah tau kalau kakak nya sudah kenal dengan abang Tasya sejak SMP, Zhea hanya ingin memastikan lagi apakah jawaban kakak nya dan abang Tasya sama atau tidak.


" Sudah,sejak SMP dek "


" Dunia ini sempit ya kak, selama tiga tahun ini Zhea bersahabat baik dengan Tasya. Selama tiga tahun ini juga Zhea sering ke rumah Tasya, Zhea sangat kenal dengan bang Zhio. Eh ternyata kak Zee juga udah kenal bang Zhio,bahkan lebih dulu dari pada Zhea "

__ADS_1


" Menurut kakak,abang Zhio ganteng gak?" Zee menghentikan aktivitas nya , ia menoleh ke arah Zhea yang tersenyum lebar kepada nya.


" Kakak bisa lihat aura mencurigakan dari wajah kamu,kenapa tiba - tiba bilang gitu. Kamu naksir ya sama bang Zhio?" Zee malah menggoda Zhea.


" Kakak apaan sih,siapa juga yang suka. Abang Zhio itu udah aku anggap seperti kakak ku sendiri kak. Zhea mau minta pendapat kakak aja "


" Hmm..gimana ya,ganteng lah. Kan dia cowok, gak mungkin kan kakak bilang cantik "


" Itu juga aku atau kak, kakak ni gak asyik. Oh ya kak, cukup dekat gak sih kakak sama bang Zhio dulu,cerita dong kak "


" Emang nya perlu ya kakak cerita? kamu ni aneh "


" perlu kak,Zhea kan mau tau aja kak. Cerita ya kak,Zhea juga belum ngantuk nih "


" Nanti aja ya ,kakak lagi sibuk "


" sekarang aja ya kak,nanti aja ngerjain laporan nya " Zhea beprgelayut manja di lengan Zee, memohon agar Zee mau bercerita. Karena Zhea terus memaksa, Zee mengalah. Ia menutup laptop nya lalu mulai menceritakan awal perkenalan nya dengan Zhio,entah mengapa Zee jadi antusias juga untuk bercerita. Zhea pun fokus mendengarkan cerita kakak nya.


Berbeda dengan Tasya,kali ini Zhea mendapat banyak informasi dari kakak nya.


" Romantis banget ya kak kisah kakak sama bang Zhio " ucap Zhea setelah Zee selesai bercerita.


" Romantis dari mana nya Zhea? aneh - aneh aja kamu "


" Zhea yakin kalau bang Zhio itu jodoh kakak " ucap Zhea.


" Mulai ngawur ngomongnya, sudah pergi sana.Kakak mau tidur " Zee mendorong - dorong tubuh Zhea,ia ingin Zhea segera keluar dari ruangannya, sebelum pembicaraan Zhea semakin jauh dan ngawur.


" Zhea masih mau di sini sama kakak "


" Kakak gak mau,cepat keluar " Zhea kalah,ia pun keluar dari kamar.Zee segera menutup pintu kamar dan mengunci nya.


" Berjodoh, Zhea..Zhea.." ucap Zee lalu ia merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dan tak lama ia terlelap.


Di dalam kamarnya, Zhea masih terjaga. Zhea masih asyik bercerita dengan Tasya di sambungan telpon. Sehabis dari kamar kakak nya,Zhea langsung menghubungi Tasya.Menceritakan semua informasi yang dia dapat dari kakak nya,Zhea dan Tasya senang sekali. Rencana mereka kali ini kembali berhasil.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini..😘

__ADS_1


__ADS_2