
" Makasih Lo Ra udah ke sini temani aku " ucap Zee lalu memeluk Amira.
" sama-sama Zee , oh ya jangan lupa hari Sabtu ke kampus , nanti aku jemput kamu Zee "
" ke kampus ?? ngapain Ra ?? "
" Kamu lupa Zee ?? laporan Zee. laporan..!!! "
" Astaga..aku lupa Ra, deadline nya Sabtu ini ya ??" ucap Zee terkejut, pasalnya ia benar-benar lupa laporan kuliahnya harus sudah selesai hari Sabtu dan di berikan kepada dosen mereka.
" emangnya laporan harian kamu belum selesai Zee ?? " tanya Amira.
" Belum Ra " ucap Zee sembari memanyunkan bibirnya.
" ihh..tumben banget belum selesai, biasanya juga kamu yang paling cepat Zee "
" Iya Ra, aku bener - bener lupa. Aku gak bisa ngerjain setiap hari Ra, soalnya sekarang badan aku tu cepat banget capek, jadi pulang-pulang dari rumah sakit biasanya langsung tidur "
Amira tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, " ya Zee, aku ngerti. Ya udah kalau gitu ntar pulang dari sini cepat tu di kerjain, kalau kamu capek , kamu minta bantuin aja sama suami kamu Zee. Hahaha " ucap Amira sembari tertawa.
" Amira...ada-ada aja, ya gak mungkin lah Ra. kan yang kuliah aku, masa yang ngerjain bang Zhio "
" Sesekali kan boleh Zee, lagian suami kamu pasti cepat deh ngerjain nya, dia kan senior kita Zee. Pengalamannya pasti lebih banyak dari pada kita. Beruntung banget Zee kamu punya suami kayak Dokter Zhio, kamu bisa belajar banyak dari dia "
__ADS_1
" Nah..kalau itu aku setuju Ra, tapi kalau melimpahkan kerjaan aku sama Abang Zhio itu gak akan ku lakuin, karena aku harus tanggung jawab sama kerjaan aku sendiri Ra "
" Iya..iya Zee..terserah kamu aja deh. Oh ya Zee aku pamit pulang ya, udah sore banget nih, kamu gak apa kan ya aku tinggal ?? "
" Oh..ya gak apa Ra, paling bentar lagi bang Zhio juga dah balik "
" Iya Ra, gak terasa udah 4 jam lebih aku di sini " ucap Amira sembari melirik jam.yang ada di pergelangan tangannya.
Zee mengantar Amira sampai di depan pintu , di depan pintu beberapa perawat terlihat berlarian. Zee dan Amira pun tampak bingung dan saling pandang.
" Ada apa Zee ?? ada yang urgent ya ?? " tanya Amira.
" Gak tau Ra "
salah seorang perawat melintas di depan Zee dan Amira. Amira menghentikan langkah perawat itu dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
" Ada pasien meninggal, Dokter Amira. Dan salah satu keluarga pasien ada yang mengamuk dan marah-marah "
" innalilahi, meninggal ?? " tanya Zee
" Iya Dokter Zee, pasien nya meninggal saat operasi, saya permisi dulu ya Dokter "
Mendengar ucapan perawat tersebut, membuat Zee dan Amira saling pandang. Mereka berdua seperti sudah mengerti dan tahu isi hati masing-masing.
__ADS_1
Tanpa berbasa-basi , Zee dan Amira segera menyusul perawat tersebut dan berjalan menuju ruang operasi.
Saat sampai di ruang operasi, ternyata di sana sudah mulai sepi. sebagian orang sudah kembali, perasaan Zee tidak enak, yang ia tau suami nya sedang melakukan tindakan operasi. Mungkin saja pasien yang meninggal adalah pasien yang sedang di operasi oleh suaminya. Zee hanya ingin memastikan hal tersebut, karena jika benar. Zhio pasti sangat sedih sekarang.
" Sabar Zhio, semua ini pasti akan terjadi. Aku akan mencoba untuk menenangkan kembali keluarga pasien " ucap Dokter Adi, teman sesama Dokter yang juga ikut andil bersama Zhio melaksanakan operasi yang mereka lakukan.
Zhio tidak berkata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya. Dan setelah Dokter Adi pergi, Zhio lalu duduk kemudian menundukkan kepala , Zhio merasa bersalah sekali karena tidak bisa menyelamatkan pasiennya.
Selama menjadi Dokter, baru kali ini Zhio gagal dalam operasinya. Dan pasien harus meninggal saat melakukan tindakan operasi. Sebenarnya ini bukan kesalahan Zhio, semua sudah kehendak yang Maha Pencipta, terlebih pasien memang mengalami riwayat komplikasi yang berat dan kondisi pasien yang kritis membuat hal ini bisa saja terjadi.
Zhio tau resiko yang akan terjadi, pasiennya yang kali ini bukanlah yang pertama, Zhio sudah terbiasa dengan hal ini. Namun kematian pasien saat tindakan operasi nya kali ini membuat Zhio sangat terpukul. Ia gagal menyelamatkan pasiennya, tidak seperti sebelum - sebelumnya. Ya semua itu kembali kepada Sang Pencipta yang menentukan dan menghendaki.
Zee dan Amira tiba tepat di depan kamar operasi, Amira pun segera pergi saat melihat Zee berjalan mendekati Zhio. Amira mengerti saat ini Zhio dan Zee hanya ingin berdua untuk saling berbicara.
" Abang " panggil Zee, Zee berdiri tepat di depan Zhio.
Zhio mendongakkan kepalanya , kedua mata Zhio terlihat berkaca-kaca. Melihat kedatangan sang istri membuat hati Zhio sedikit tenang.
" Abang, baik-baik aja kan ??" tanya Zee.
Tanpa berkata apa-apa, Zhio menarik kedua tangan Zee, lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Zee. Zhio memeluk Zee, dengan posisi Zee yang masih berdiri, sedangkan Zhio masih dalam posisi duduk.
Zee mengerti akan apa yang di rasakan oleh suaminya. Zee pun mengelus- ngelus lembut pucuk kepala Zhio.
__ADS_1
Dari kejauhan, Celine tampak menahan air matanya. Mendengar kejadian yang menimpa Zhio, membuat Celine buru-buru untuk bertemu Zhio dan mencoba menghibur Zhio.
Namun pemandangan yang saat ini ia lihat begitu sangat menyakitkan. Tidak ingin mengganggu Zhio dan Zee, Celine pun berjalan mundur lalu bersembunyi di balik tembok, air mata yang coba ia tahan pun tak bisa terbendung. Air mata mulai bercucuran dan jatuh membasahi pipi Celine.