Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Kamu Cantik


__ADS_3

Setelah acara di sekolah usai, Tasya dan Zhea pulang dan menunggu Pak Ujang di depan gerbang sekolah.


Melihat Zhea, Iqbal keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Zhea.


" Zhea "


Zhea melihat ke sumber suara, dan terkejut saat melihat Iqbal yang sudah berdiri di depannya.


" Kak Iqbal "


" Hai Sya " sapa Iqbal kepada Tasya.


" Hai juga kak " Tasya juga terkejut dengan kedatangan Iqbal.


" Kak Iqbal ngapain ke sini ? " tanya Tasya.


" Bisa kita bicara sebentar Zhe ? " ajak Iqbal.


" Ingin bicara apa kak ? kak Iqbal bisa bicara sekarang "


Iqbal terdiam , ia merasa canggung ingin mengajak Zhea berbicara karena Tasya ada di antara mereka.


" Ehh Zhe, kayaknya ponsel aku ketinggalan di kelas deh , aku cari dulu ya "


" Sya, kamu mau kemana ? "


" Bentar ya Zhe, kak Iqbal aku masuk ke dalam dulu "


Seolah tahu dan ingin memberi privasi kepada Zhea dan Iqbal, Tasya berpura-pura ketinggalan ponsel dan segera kembali ke dalam lingkungan sekolah.


Iqbal tersenyum saat melihat Tasya pergi.


" Tasya sudah gak ada kak, kakak mau ngomong apa ? " tanya Zhea.


" Aku ke sini cuma mau ketemu kamu. Hari ini hari kelulusan kamu kan ? aku yakin kamu lulus, aku bisa lihat raut kegembiraan kamu hari ini "


" Iya kak, Alhamdulillah aku lulus " ucap Zhea, Zhea berusaha menghindari pandangannya terhadap Iqbal, Zhea sudah mulai bisa melupakan Iqbal, jadi Zhea tidak ingin perasaan itu muncul kembali hanya karena menatap Iqbal.


" Selamat ya Zhe, aku juga turut senang. Tunggu sebentar di sini " Iqbal berlari kembali ke mobilnya, mengambil sebuah buket dan sekotak kado yang Zhea tak tahu isinya apa.


" Ini hadiah untuk kelulusan kamu, aku pernah berjanji kan , kalau kamu lulus aku akan memberimu hadiah "


Iqbal memberikan sebuah kado dan satu buket bunga mawar untuk Zhea. Dengan terpaksa pun Zhea menerimanya.


" Terima kasih kak "


" Sama-sama Zhe "


Iqbal terus menatap Zhea setelahnya tanpa berbicara apapun, Zhea jadi salah tingkah karena Iqbal. Bukan karena senang di tatap dan di perhatikan oleh Iqbal, lebih tepatnya resah.


" Kak, aku mau masuk kedalam ya nyusul Tasya. Terima kasih sebelumnya kak, tapi aku harap ini yang terakhir "


Hati Iqbal terasa sakit saat mendengar penuturan Zhea.


" Tunggu sebentar Zhe " Iqbal menarik lengan Zhea saat Zhea ingin kembali ke sekolah mereka. Zhea melihat tangannya yang di pegang oleh Iqbal, lalu kemudian menatap Iqbal.


" Kalau seperti ini , bagaimana aku bisa melupakan kak Iqbal. Ya Allah kuatkan aku , tidak seperti ini. Ini tidak benar " batin Zhea.


" Maaf Zhe " Iqbal melepas pegangan tangannya dari Zhea.

__ADS_1


" Kak, aku mohon. Aku juga saat ini sedang berusaha kak, jadi aku mohon kak Iqbal juga berusaha untuk melupakan aku. Ingat kak, kak Iqbal sudah menikah, tidak baik kalau kita terus bertemu seperti ini apalagi janda berdua saja, mengertilah kak "


" Tapi Zhe..."


Zhea kembali masuk kedalam sekolahnya, setetes air mata membasahi pipi Zhea namun dengan segera pun Zhea menyeka air matanya. Walaupun terlihat tegar , tetap saja rasanya masih sulit bagi Zhea apalagi hari ini kembali bertemu dengan Iqbal.


Iqbal mengacak-acak rambutnya, ia tampak kesal karena Zhea kembali mengabaikannya. Iqbal pun memilih kembali ke dalam mobilnya dan pergi.


" Wah...ini apa Zhe, buat aku " ucap Tasya saat Zhea memberikan buket dan kado pemberian Iqbal kepadanya.


" Itu dari kak Iqbal "


" Apa ? kak Iqbal ? serius Zhe "


Tasya menatap dalam Zhea, sedangkan Zhea hanya diam dan menganggukkan kepalanya.


" Kak Iqbal bukannya udah nikah ya Zhe , wah nekat banget ni kak Iqbal. Kayaknya dia gak bisa ngelupain kamu deh Zhe "


" Entahlah Sya, aku udah gak mau mikirin kak Iqbal lagi "


" Sabar ya Zhe, aku tau ini sulit, tapi percaya deh Allah pasti kasih pengganti yang lebih baik dari kak Iqbal "


" Aamiin.. " batin Zhea.


*****


Acara syukuran kelulusan Tasya dan Zhea di adakan malam harinya di kediaman keluarga Xander. Acara syukuran kecil-kecilan ini hanya di hadiri oleh keluarga dan juga beberapa teman sekelas Tasya dan juga Zhea.


Dan apa kalian tahu ? Kevin juga ikut di undang di acara syukuran tersebut. Kevin di undang langsung oleh Bunda Hesty karena bagi Bunda Hesty, Kevin juga adalah anggota keluarga mereka.


Kevin tiba di kediaman Xander pukul 8 malam, meskipun hanya keluarga dan kerabat dekat, tetap saja terlihat banyak sekali yang berdatangan di kediaman Xander.


" Kenapa jantungku jadi berdebar begini " ucap Kevin sembari mengelus - elus dadanya. Entah mengapa ia merasa gugup masuk ke dalam rumah Zhio karena ia gugup bertemu dengan Zhea.


" Tenang Kevin, penampilan kamu sudah perfect dan wajah kamu. Tampan " ucap Kevin berusaha menenangkan debar jantungnya dan memuji dirinya sendiri.


Cukup lama berdiam di dalam mobil , akhirnya Kevin turun dan masuk ke dalam rumah Zhio yang terlihat sangat ramai.


Masuk kedalam rumah Zhio, tentulah yang pertama menjadi perhatian Kevin adalah Zhea. Kevin celingak celinguk mencari keberadaan Zhea.


" Bang Kevin " teriak Tasya dari kejauhan. Kevin tersenyum melihat Tasya yang sedang berjalan ke arahnya.


" Bang Kevin datang sendiri ? " tanya Tanya.


" Iyalah Sya, emangnya mau sama siapa lagi "


" Sama pacar mungkin bang "


" Kamu tuh bisa aja, Abang tu sekarang gak lagi cari pacar tapi cari istri "


" Hmmm..bang Kevin, iya tau, memang bang Kevin udah cocoknya menikah "


" Iya, ya udah malah bahas Abang. Oh ya selamat ya atas kelulusan adeknya Abang yang Abang sayangi " Kevin memberikan sebuah buket yang berisi banyak coklat dan kado kepada Tasya.


" Wahh...ini buat Tasya, makasih bang Kevin " Tasya tanpa sungkan langsung memeluk Kevin, baginya Kevin adalah kakaknya juga sama seperti Zhio.


" Iya sama-sama " Kevin mengelus lembut pucuk kepala Tasya.


" Oh ya, Zhea mana. Kan Zhea lulus juga, ada hadiah ni buat Zhea "

__ADS_1


Kevin menunjukkan sebuah buket bunga yang berisi banyak sekali coklat sama dengan yang Kevin berikan kepada Tasya.


" Zhea pasti senang ni bang, Zhea ada bang tadi katanya mau ke dapur. Abang kasih sendiri aja ya, aku mau datangin temen-temen aku dulu "


" Baik Sya "


Kevin pun berjalan menuju dapur, Kevin berjalan dengan perlahan. Semakin melangkah, semakin kencang pula detakan jantung Kevin. Dan saat berada di dapur, Kevin melihat Zhea. Di dapur tidak ada siapapun , hanya ada Zhea dan Kevin. Posisi Zhea saat ini membelakangi Kevin.


Kevin menarik nafas panjang lalu berjalan ke arah Zhea.


" Zhea "


Zhea segera membalikkan tubuhnya saat mendengar suara nya di panggil oleh seseorang.


" Bang Kevin "


Zhea tampak kikuk, melihat Kevin membuat dirinya malu karena ia ingat bahwa sudah dua kalinya Zhea selalu merepotkan Kevin.


" Ka..mu..sedang apa ? " tanya Kevin dengan terbata-bata.


" Oh..ini bang mau bawa kue kue ini ke depan " Zhea membawa sebuah nampan di tangannya dan berniat keluar dari dapur.


" Zhea tunggu !! "


Zhea mengentikan langkahnya.


" Iya kenapa bang ? "


" Ini buat kamu "


Kevin memberikan buket yang ia bawa kepada Zhea. Zhea sedikit terkejut dengan buket yang Kevin berikan. Zhea menaruh kembali nampannya di atas meja lalu menerima buket pemberian Kevin.


" Makasih bang "


" Selamat ya atas kelulusan kamu, tadi aku juga memberikan buket yang sama untuk Tasya. Dan ini.. ini ada satu hadiah lagi untuk kamu "


Kevin memberikan sebuah kado kecil kepada Zhea.


" Ini apa bang ? " tanya Zhea.


" sedikit hadiah kecil , semoga kamu suka " ucap Kevin sembari tersenyum.


" Ya Allah, makasih banyak ya bang " Zhea menerima pemberian Kevin, lalu tersenyum manis kepada Kevin. Kevin begitu bahagia karena Zhea menerima pemberiannya dengan senang hati, bahkan melihat senyum Zhea membuat Kevin terhipnotis, Zhea terlihat begitu cantik dengan senyum manisnya itu.


" Bang Kevin..." panggil Zhea , membangunkan Kevin dari lamunannya.


" Ehh..ia cantik "


Zhea tersenyum kecil , " Kenapa bang Kevin ? " tanya Zhea.


" Aduh...salah ngomong kan " batin Kevin.


" Maksud Abang , kamu cantik " ucap Kevin memberanikan diri.


Zhea tersenyum dan tampak malu karena di sebut cantik oleh Kevin.


" Ini..biar nampan ini Abang yang bawa "


Kevin segera mengalihkan pembicaraan dan membawa nampan yang tadi Zhea bawa.

__ADS_1


" Makasih bang Kevin , ayo kita keluar bang "


Kevin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kevin keluar dari dapur bersama Zhea. Sesekali mereka berdua saling pandang dan saling melempar senyum.


__ADS_2