
" Kevin...Kevin..."
Kevin yang sedang mondar mandir sendiri di kamarnya terkejut mendengar teriakan dari sang ibu.
" Iya Ma " teriak Kevin.
" Kenapa Ma ? "
" Kamu ngapain di kamar ? "
" Gak ngapa-pain , kenapa Ma ? "
" Mama mau pergi Arisan Vin, kamu antar Mama ya "
" Sekarang Ma ? "
" Iya sayang sekarang, mama udah terlambat nih "
" Aduh..ya udah deh Ma "
Kevin terpaksa harus menunda niatnya untuk menghubungi Zhea karena harus mengantar Ibu Tami untuk melaksanakan kegiatan arisan rutinnya.
" Akhh..salah lagi "
" Kenapa Vin ? " teriak ibu Tami.
Kevin terpaksa masuk kembali ke rumahnya karena ia salah membawa kunci. Seharusnya kunci mobil yang ia bawa, tapi justru membawa kunci motor.
" Ayo Ma "
Kevin mengajak mama nya untuk masuk kedalam mobil. Karena ia memikirkan Zhea, pikiran Kevin jadi tidak fokus.
" Jadi kamu kembali ke dalam rumah karena salah ambil kunci ? " tanya Ibu Tami.
" Iya Ma "
" Tumben, lagi mikirin siapa sih ? mikirin calon mantu buat Mama ya ? " goda Mama Kevin.
" Iya Ma, calon mantu Mama mau pergi ke luar negeri " jawab Kevin jujur.
" Ke luar negeri ? ngapain Vin ? "
" Mau kuliah ma "
" Oh..jadi wanita yang kamu sukai itu masih kuliah "
" Iya Ma "
Kevin terus fokus menyetir , sedangkan Ibu Tami juga fokus melihat anaknya. Yang terlihat galau.
" Jadi udah di lamar belum ? "
" Apa Ma ?? " Kevin terkejut dan memandang sang Mama.
" Kenapa kaget gitu ? katanya mau ngelamar, udah belum ? pasti belum kan , di tinggal ke luar negeri deh jadinya " ucap Mama Kevin sembari terkekeh.
" Mau ketemu aja Kevin udah gugup gini Ma, gimana mau bilang ngelamar ? tapi omongan mama ada benernya juga sih " batin Kevin.
Kevin mengantar Mama nya di sebuah pusat perbelanjaan, Mamanya Kevin dan teman-temannya mengadakan arisan di sebuah resto di pusat perbelanjaan tersebut.
" Kevin tinggal ya Ma "
" Iya Vin, nanti Mama bisa minta jemput Papa atau naik taksi online aja "
__ADS_1
" Kalau papa gak bisa jemput, biar Kevin aja Ma yang jemput mama nanti "
" Iya nak "
Kevin kembali menyalakan mesin mobilnya, namun tiba-tiba Kevin melihat Zhea dari kejauhan.
" Zhea "
" Aku..aku gak salah lihat kan ? "
Kevin berulang kali membuka dan menutup kedua matanya, Kevin tidak menyangka bisa bertemu Zhea.
" Iya itu Zhea "
Tanpa berpikir panjang, Kevin turun dari mobil dan mengejar Zhea yang sudah masuk kedalam mall.
" Dimana Zhea ? "
Kevin tampak celingak celinguk mencari Zhea yang sudah tak terlihat. Kevin tak putus asa, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam mall dan mencari Zhea.
" Zhea, kamu dimana ? " Kevin sudah berkeliling mencari Zhea dan masih tidak bertemu.
" Aku kan punya nomor teleponnya, kenapa gak aku telpon aja ya. Kevin..Kevin..bodoh banget sih kamu "
Kevin merogoh ponselnya dan segera menghubungi Zhea.
Zhea yang baru saja keluar dari toilet , menghentikan langkahnya saat mendengar ponselnya berbunyi.
" Nomor baru, angkat gak ya "
Sempat bingung, namun akhirnya Zhea mengangkat panggilan telepon dari Kevin.
" Assalamualaikum "
Kevin merasa lega mendengar suara Zhea.
" Hah ?? bang Kevin ? "
" Iya , kamu dimana ? "
" Dimana ? aku..aku lagi di mall bang "
" Iya, di dekat mana, lantai berapa ? "
Zhea langsung celingak celingung kekiri kanan saat mendengar Kevin yang bertanya ia di lantai berapa. Karena itu artinya Kevin juga berada di mall.
" Lantai tiga bang, di dekat toilet "
" Oke, tunggu di sana . Aku ke sana sekarang "
" Iya bang "
Kevin mengakhiri teleponnya dan berlari naik ke lantai tiga untuk menemui Zhea. Semakin dekat dengan Zhea, semakin membuat jantung Kevin berdebar.
" Zhea "
Zhea berbalik badan saat namanya di panggil.
Kevin tersenyum senang karena ia melihat Zhea, sudah lama sekali ia tidak melihat Zhea dengan jarak dekat seperti ini.
" Bang Kevin "
" Aku..."
__ADS_1
" Zhea !! "
Belum selesai berbicara, terdengar sesorang memanggil Zhea. Kevin dan Zhea mengalihkan pandangan mereka ke arah suara.
" Zhea "
Lelaki itu kembali memanggil Zhea.
" Kak iqbal "
Zhea sangat terkejut, sedangkan Kevin tampak biasa saja. Hanya saja Kevin sempat teringat bahwa ia pernah melihat lelaki didepannya namun tidak tahu dimana.
" Apa kabar Zhea ? "
" Ba..baik kak "
Zhea terpaksa tersenyum di depan Iqbal.
" Kamu sendiri ? " tanya Iqbal sembari melihat ke arah Kevin.
" Oh..aku..aku ke sini sama bang Kevin , bang Kevin kenalin ini kak Iqbal "
Kevin dan Iqbal pun saling melempar senyum dan bersalaman.
" Zhea, bisa kita ngobrol"
" Iya bisa kak, mau ngobrol apa ? " tanya Zhea.
Iqbal terdiam sembari melihat ke arah Kevin. Maksud Iqbal ia ingin ngobrol bersama Zhea berdua saja, tidak dengan adanya Kevin sekarang.
" Bisa ngobrol berdua saja ? "
Zhea sudah tau jalan pikiran Iqbal, pasti akan kembali berbicara mengenai hubungan mereka yang sudah lama berakhir.
" Maaf kak Iqbal, aku gak bisa "
" Tolong Zhe, aku mohon "
Iqbal langsung memegang tangan Zhea, membuat Kevin membulatkan kedua matanya. Zhea langsung melepas tangan Iqbal dari tangannya.
" Maaf kak Iqbal, aku rasa kita gak perlu bicara lagi. Gak ada yang perlu di bicarakan kak "
" Ayo bang Kevin "
Zhea mengajak Kevin pergi, namun Iqbal kembali menghalangi dengan menahan Zhea dan memegang lengan Zhea. Kevin semakin kesal melihat Iqbal yang dengan enaknya memegang tangan Zhea dan memaksa Zhea.
" Kamu gak dengar dia ngomong apa ? "
Kevin melepas tangan Iqbal dari lengan Zhea. Lalu Kevin memegang tangan Zhea dan menyatukan jemari tangan mereka. Zhea hanya terpaku sembari melihat ke arah Kevin.
" Kamu..dia siapa Zhe ? " tanya Iqbal, melihat Kevin dan Zhea bergandengan tangan membuat Iqbal sakit hati.
" Aku calon suaminya !! "
Deg...
Bagaikan di serang petir, Iqbal terkejut sekali dengan apa yang di katakan oleh Kevin.
" Dia sudah bilang kan gak ada lagi yang perlu di bicarakan, jadi jangan memaksanya. Dan jangan mengganggunya lagi "
" Zhea , apa benar dia.. "
" Ayo sayang "
__ADS_1
Kevin menarik Zhea dan membawa Zhea pergi sebelum Iqbal menyelesaikan pertanyaannya.
Iqbal mengusap kasar rambutnya, ia tidak percaya dengan apa yang di dengar.