Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Calon suami Zhea


__ADS_3

" Kevin...Kevin..."


Kevin yang sedang mondar mandir sendiri di kamarnya terkejut mendengar teriakan dari sang ibu.


" Iya Ma " teriak Kevin.


" Kenapa Ma ? "


" Kamu ngapain di kamar ? "


" Gak ngapa-pain , kenapa Ma ? "


" Mama mau pergi Arisan Vin, kamu antar Mama ya "


" Sekarang Ma ? "


" Iya sayang sekarang, mama udah terlambat nih "


" Aduh..ya udah deh Ma "


Kevin terpaksa harus menunda niatnya untuk menghubungi Zhea karena harus mengantar Ibu Tami untuk melaksanakan kegiatan arisan rutinnya.


" Akhh..salah lagi "


" Kenapa Vin ? " teriak ibu Tami.


Kevin terpaksa masuk kembali ke rumahnya karena ia salah membawa kunci. Seharusnya kunci mobil yang ia bawa, tapi justru membawa kunci motor.


" Ayo Ma "


Kevin mengajak mama nya untuk masuk kedalam mobil. Karena ia memikirkan Zhea, pikiran Kevin jadi tidak fokus.


" Jadi kamu kembali ke dalam rumah karena salah ambil kunci ? " tanya Ibu Tami.


" Iya Ma "


" Tumben, lagi mikirin siapa sih ? mikirin calon mantu buat Mama ya ? " goda Mama Kevin.


" Iya Ma, calon mantu Mama mau pergi ke luar negeri " jawab Kevin jujur.


" Ke luar negeri ? ngapain Vin ? "


" Mau kuliah ma "


" Oh..jadi wanita yang kamu sukai itu masih kuliah "


" Iya Ma "


Kevin terus fokus menyetir , sedangkan Ibu Tami juga fokus melihat anaknya. Yang terlihat galau.


" Jadi udah di lamar belum ? "


" Apa Ma ?? " Kevin terkejut dan memandang sang Mama.


" Kenapa kaget gitu ? katanya mau ngelamar, udah belum ? pasti belum kan , di tinggal ke luar negeri deh jadinya " ucap Mama Kevin sembari terkekeh.


" Mau ketemu aja Kevin udah gugup gini Ma, gimana mau bilang ngelamar ? tapi omongan mama ada benernya juga sih " batin Kevin.


Kevin mengantar Mama nya di sebuah pusat perbelanjaan, Mamanya Kevin dan teman-temannya mengadakan arisan di sebuah resto di pusat perbelanjaan tersebut.


" Kevin tinggal ya Ma "


" Iya Vin, nanti Mama bisa minta jemput Papa atau naik taksi online aja "

__ADS_1


" Kalau papa gak bisa jemput, biar Kevin aja Ma yang jemput mama nanti "


" Iya nak "


Kevin kembali menyalakan mesin mobilnya, namun tiba-tiba Kevin melihat Zhea dari kejauhan.


" Zhea "


" Aku..aku gak salah lihat kan ? "


Kevin berulang kali membuka dan menutup kedua matanya, Kevin tidak menyangka bisa bertemu Zhea.


" Iya itu Zhea "


Tanpa berpikir panjang, Kevin turun dari mobil dan mengejar Zhea yang sudah masuk kedalam mall.


" Dimana Zhea ? "


Kevin tampak celingak celinguk mencari Zhea yang sudah tak terlihat. Kevin tak putus asa, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam mall dan mencari Zhea.


" Zhea, kamu dimana ? " Kevin sudah berkeliling mencari Zhea dan masih tidak bertemu.


" Aku kan punya nomor teleponnya, kenapa gak aku telpon aja ya. Kevin..Kevin..bodoh banget sih kamu "


Kevin merogoh ponselnya dan segera menghubungi Zhea.


Zhea yang baru saja keluar dari toilet , menghentikan langkahnya saat mendengar ponselnya berbunyi.


" Nomor baru, angkat gak ya "


Sempat bingung, namun akhirnya Zhea mengangkat panggilan telepon dari Kevin.


" Assalamualaikum "


Kevin merasa lega mendengar suara Zhea.


" Hah ?? bang Kevin ? "


" Iya , kamu dimana ? "


" Dimana ? aku..aku lagi di mall bang "


" Iya, di dekat mana, lantai berapa ? "


Zhea langsung celingak celingung kekiri kanan saat mendengar Kevin yang bertanya ia di lantai berapa. Karena itu artinya Kevin juga berada di mall.


" Lantai tiga bang, di dekat toilet "


" Oke, tunggu di sana . Aku ke sana sekarang "


" Iya bang "


Kevin mengakhiri teleponnya dan berlari naik ke lantai tiga untuk menemui Zhea. Semakin dekat dengan Zhea, semakin membuat jantung Kevin berdebar.


" Zhea "


Zhea berbalik badan saat namanya di panggil.


Kevin tersenyum senang karena ia melihat Zhea, sudah lama sekali ia tidak melihat Zhea dengan jarak dekat seperti ini.


" Bang Kevin "


" Aku..."

__ADS_1


" Zhea !! "


Belum selesai berbicara, terdengar sesorang memanggil Zhea. Kevin dan Zhea mengalihkan pandangan mereka ke arah suara.


" Zhea "


Lelaki itu kembali memanggil Zhea.


" Kak iqbal "


Zhea sangat terkejut, sedangkan Kevin tampak biasa saja. Hanya saja Kevin sempat teringat bahwa ia pernah melihat lelaki didepannya namun tidak tahu dimana.


" Apa kabar Zhea ? "


" Ba..baik kak "


Zhea terpaksa tersenyum di depan Iqbal.


" Kamu sendiri ? " tanya Iqbal sembari melihat ke arah Kevin.


" Oh..aku..aku ke sini sama bang Kevin , bang Kevin kenalin ini kak Iqbal "


Kevin dan Iqbal pun saling melempar senyum dan bersalaman.


" Zhea, bisa kita ngobrol"


" Iya bisa kak, mau ngobrol apa ? " tanya Zhea.


Iqbal terdiam sembari melihat ke arah Kevin. Maksud Iqbal ia ingin ngobrol bersama Zhea berdua saja, tidak dengan adanya Kevin sekarang.


" Bisa ngobrol berdua saja ? "


Zhea sudah tau jalan pikiran Iqbal, pasti akan kembali berbicara mengenai hubungan mereka yang sudah lama berakhir.


" Maaf kak Iqbal, aku gak bisa "


" Tolong Zhe, aku mohon "


Iqbal langsung memegang tangan Zhea, membuat Kevin membulatkan kedua matanya. Zhea langsung melepas tangan Iqbal dari tangannya.


" Maaf kak Iqbal, aku rasa kita gak perlu bicara lagi. Gak ada yang perlu di bicarakan kak "


" Ayo bang Kevin "


Zhea mengajak Kevin pergi, namun Iqbal kembali menghalangi dengan menahan Zhea dan memegang lengan Zhea. Kevin semakin kesal melihat Iqbal yang dengan enaknya memegang tangan Zhea dan memaksa Zhea.


" Kamu gak dengar dia ngomong apa ? "


Kevin melepas tangan Iqbal dari lengan Zhea. Lalu Kevin memegang tangan Zhea dan menyatukan jemari tangan mereka. Zhea hanya terpaku sembari melihat ke arah Kevin.


" Kamu..dia siapa Zhe ? " tanya Iqbal, melihat Kevin dan Zhea bergandengan tangan membuat Iqbal sakit hati.


" Aku calon suaminya !! "


Deg...


Bagaikan di serang petir, Iqbal terkejut sekali dengan apa yang di katakan oleh Kevin.


" Dia sudah bilang kan gak ada lagi yang perlu di bicarakan, jadi jangan memaksanya. Dan jangan mengganggunya lagi "


" Zhea , apa benar dia.. "


" Ayo sayang "

__ADS_1


Kevin menarik Zhea dan membawa Zhea pergi sebelum Iqbal menyelesaikan pertanyaannya.


Iqbal mengusap kasar rambutnya, ia tidak percaya dengan apa yang di dengar.


__ADS_2