
Hari berlalu.
Hari ini adalah hari dimana Zee, Amira dan keempat teman nya yang lain memulai magang mereka di Rumah sakit Medistra. Mereka sedang melakukan rapat bersama bersama Dokter yang menjadi penanggung jawab magang mereka di sana, nama nya Dokter Adam. Dokter Adam menjelaskan beberapa peraturan yang ada di Rumah sakit itu, dan juga membagi mereka menjadi tiga kelompok. Masing - masing kelompok ada dua orang, dan mereka akan di tempatkan di tiga tempat yang berbeda. Ada yang berjaga di UGD, ada yang di kamar operasi, dan ada juga di bagian Poli. Dan setiap bulan pe rollingan akan terjadi. Semua sudah di atur oleh Dokter Adam.
Selesai rapat, mereka semua di antar oleh Dokter Adam ke bagian masing - masing secara bergantian. Zee dan Amira kembali beruntung kali ini karena mereka sekelompok. Mereka berdua akan di tempatkan di UGD rumah sakit, Dokter Adam memperkenalkan Zee dan Amira kepada semua dokter jaga di sana dan juga beberapa perawat. Mereka semua menyambut hangat kedatangan Zee dan juga Amira. Terutama para lelaki yang sangat senang, karena sudah lama sekali mereka tidak kedatangan anak magang. Apalagi anak magang nya adalah wanita cantik seperti Zee dan juga Amira.
" Cukup di sini saja ya Dokter Zee dan juga Dokter Amira, yang akan bertanggung jawab di sini adalah Dokter Syam. Dia yang akan mengatur shift kerja kalian di sini "
" Terima kasih Dokter Adam " ucap Zee dan Amira bersamaan, Dokter Adam pun pamit dan meninggalkan mereka.
" Baiklah, sekarang kalian adalah tanggung jawab saya. Saya sudah menyiapkan shift kerja kalian, akan di adakan dua shift yaitu shift pagi di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore, dan shift siang dari jam 3 sampai jam 9 malam.Tidak ada shift malam untuk kalian, dan jadwal yang saya bagikan ini di mulai besok, pSudah mengerti? " tanya Dokter Syam sembari menatap Zee dan Amira.
" Mengerti Dok " jawab Zee dan Amira bersama, dan hal itu membuat Dokter Syam terkekeh.
" Kalian lucu sekali, sejak tadi selalu barengan jawabnya " ucap Dokter Syam, Zee dan Amira juga ikut terkekeh melihat Dokter Syam.
" Baiklah, mulai bekerja. Jangan sia - sia kan kesempatan kalian di sini, belajarlah sebanyak mungkin. Dan jangan sungkan untuk bertanya " jelas Dokter Syam, dan di balas anggukan oleh Zee dan Amira.
Amira dan Zee memulai aktivitas mereka, saat pasien datang mereka akan mengekor di belakang Dokter Syam atau Dokter jaga lain di sana dan ikut memeriksa pasien, mencatat hal penting dan sesekali bertanya mengenai hal yang tidak mereka mengerti.
Hari pertama magang menjadi kesan menyenangkan bagi Zee dan Amira, apalagi dokter lain dan perawat - perawat di sana sangat ramah kepada mereka. Bahkan para Dokter dan perawat lelaki sering menggoda mereka, tapi itu tidak menjadi hal yang mengganggu Zee dan Amira. Saat waktu senggang pun mereka di sana saling bersendau gurau, hingga tak terasa hari sudah menjelang sore. Sudah waktu nya mereka pulang, dan besok akan kembali lagi ke Rumah sakit.
" Zee, kamu tau gak kalau Rumah sakit ini terkenal dengan Dokter - dokter tampan nya, ternyata benar Zee,lihat Dokter Syam dia tampan banget Zee, Dokter - dokter lain juga " Ucap Amira.
" Emang benar kayak gitu Ra, yang ada Rumah sakit itu terkenal dengan pelayanan nya atau fasilitas terbaik mereka, bukan karena Dokternya yang tampan. "
" Kamu di kasih tau gak percaya, tapi aku sedih Zee karena besok kita gak bisa sama - sama lagi. Besok aku bakalan masuk pagi, sedangkan kamu masuk sore " Amira merasa sedih karena besok ia akan sendiri, tidak bisa berdua lagi bersama Zee.
" Yang penting kan kita masih sekelompok, kita bisa saling bertukar cerita tentang pengalaman kita di sana "
" Bener juga sih Zee, eh tunggu bentar aku mau ke toilet dulu. Kamu tunggu di sini ya Zee " Belum sempat Zee menjawab, Amira sudah berlari dan menghilang dari hadapan nya. Zee tersenyum melihat Amira dan setia menunggu nya.
__ADS_1
Sudah 15 menit menunggu, Amira tidak kunjung kembali dan membuat Zee khawatir. " Apa dia sedang sakit perut jadinya lama? atau Amira tersesat? " Zee berpikir kalau Amira tersesat, apalagi Rumah sakit ini cukup besar dan mereka baru satu kali ini menginjakkan kaki di sana. Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk menemui Dokter Adam karena ada beberapa hal yang ingin mereka tanyakan, kembali ke ruangan Dokter Adam saja membuat mereka bingung. Mereka lupa arah mana yang harus mereka tuju bila ke ruangan Dokter Adam karena banyaknya ruangan dan lorong yang harus mereka lewati. Dan Hal itulah yang membuat Zee mengira Amira tersesat.
Semakin khawatir, Zee menyusul Amira. " Dimana toiletnya? bukannya tadi Amira belok sini. Tapi di sini cuma ada ruangan para Dokter " batin Zee.
" Wanita itu!! bukannya dia Zee, apa yang dia lakukan di sini? Kenapa aku bisa bertemu lagi dengan nya, sial!! " kebetulan Celin keluar dari ruangan nya, dan melihat Zee.
" Itu kan Dokter Celin, apa dia bekerja di sini? " batin Zee, dia juga melihat Celin dari kejauhan dan sekarang Celin terlihat berjalan menghampiri nya.
" Apa yang kamu lakukan di sini? mau mencari mangsa? " ucap Celin dengan tatapan sinis.
" Maksud anda apa ya? saya tidak mengerti "
" Kalau mau mencari lelaki untuk di goda bukan di sini tempatnya, kamu salah tempat. Lebih baik kamu pergi sekarang " ucap Celin lalu berlalu dari hadapan Zee.
Zee mengelus - elus dada nya, ia mencoba menguatkan diri. " Sabar.. sabar Zee, jangan terpancing emosi. Anggap saja angin lalu, yang terpenting sekarang Amira " batin Zee.
" Zhio, astaga.. dia tidak boleh melihat wanita itu " batin Celin, Celin segera berbalik dan menarik lengan Zee. Ia membawa Zee kedalam ruangan nya. Kebetulan Zhio sedang keluar dari ruangan nya bersama Kevin.
" Jangan keluar dulu " ucap Celin, kini Celin tengah berdiri di depan pintu.
" Kenapa saya tidak boleh keluar, anda mau apa? "
" Shuttt.. diam.. " Celin menyuruh Zee diam.
" Dasar wanita aneh " Batin Zee.
Zhio dan Kevin berhenti di depan ruangan Celin, merka berhenti karena mendengar keributan dari dalam ruangan Celin.
" Zhio? kau mendengar nya? terdengar suara wanita berteriak seperti bertengkar, dan suara nya dari ruangan Celin.
"Ya aku mendengarnya " Kevin berniat membuka pintu ruangan Celin, namun belum sempat membuka pintu tiba - tiba Amira datang.
__ADS_1
" Maaf dokter, bolehkan saya bertanya? " tanya Amira.
Zhio dan Kevin menoleh ke arah Amira.
" Tanya apa? " tanya Zhio.
" Hmm.. saya sedang mencari teman saya, wanita bertubuh tinggi, kulitnya putih, memakai kemeja biru, celana jeans panjang dengan rambut yang di gelung kebelakang " jelas Amira.
" Itu suara Amira " batin Zee, Zee berjalan ke arah Celin dan memaksa Celin untuk membuka pintu.
" Aku bilang diam " Celin terus saja mencegah Zee, ia mencoba menahan Zee dengan sekuat tenaga nya.
" Kami tidak melihatnya " ucap Zhio, Amira mengurucutkan bibirnya begitu mendengar jawaban dari Zhio. Setelah berterima kasih, ia pun pergi.
" Kita pergi saja kevin, sepertinya tidak ada apa - apa di ruangan Celin. Bukan nya jam segini Celin sudah pulang? Dokter Martin juga sudah memanggil kita dari tadi " ucap Zhio sembari melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya.
" Baiklah " ucap Kevin, dan mereka pergi dari sana. Tidak jadi mengecek ruangan apa yang terjadi di ruangan Celin.
" Sepertinya sudah pergi? Celin membuka pintu perlahan, lalu ia melihat ke kiri dan kanan. Setelah memastikan tidak ada lagi Zhio dan Kevin, ia membuka pintu itu lebar - lebar.
" Pergi sekarang!! " ucap Celin kepada Zee yang sedang berdiri tidak jauh dari nya, Zee lelah melawan Celin dan tadi ia memutuskan untuk diam saja.
" Dasar wanita aneh " ucap Zee lalu keluar dari ruangan itu.
" Apa kamu bilang? berani sekali ya kamu mengataiku seperti itu " Celin kembali emosi.
Zee menghentikan langkahnya sejenak, lalu ia berbalik badan dan menjulurkan lidah nya kepada Celin. Mengejek Celin, dan hal itu kembali memancing emosi Celin. Celin langsung menutup pintu ruangan nya dengan keras.
" Berani sekali dia!! ku pikir dia tidak berani melawan ku " Celin merebahkan diri nya di sofa. Ia merasa lelah karena tadi sempat bergulat dengan Zee, mencoba menahan Zee untuk tidak keluar dari ruangan nya.
" Rasanya tubuh ku sakit sekali, wanita itu cukup kuat. Tapi yang terpenting Zhio tidak bertemu dengan nya, semoga saja dia cepat pergi. Aku tidak ingin dia bertemu dengan Zhio, tidak boleh!! "
__ADS_1
Celin belum menyerah mengejar cinta Zhio, apalagi Zhio sudah tidak terlalu bersikap dingin dengan nya. Dan menurutnya sebentar lagi ia akan berhasil mendapatkan cinta Zhio . Beberapa minggu lalu ia memang sempat bertemu Zee, ia pikir ia tidak akan bertemu lagi, tapi ternyata hari ini malah bertemu di sini. Dan hal itu membuat Celin sangat khawatir. Karena itu Celin sangat tidak ingin Zhio bertemu dengan Zee.