Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
acara 4 bulanan


__ADS_3

Tasya beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Zhea yang baru saja tiba di rumah.


" Zhea....kamu kemana aja sih ? " tanya Tasya.


" Aku lagi jogging , kamu sih di bangunin susah, jadi aku berangkat duluan " Zhea berusaha menyembunyikan perasaannya yang sedang bersedih saat ini.


" Emangnya kamu bangunin aku , gak tuh. Aku gak dengar apa - apa "


" Ya iyalah kamu gak dengar Sya, orang kamunya tidur kayak kebo !! " tawa Zhea.


" Ihh Zhea, jahat banget aku disamain sama kebo "


" Makanya kalau habis sholat itu jangan tidur lagi " jelas Zhea.


" Soalnya aku ngantuk berat Zhe, semalam begadang nonton Drakor. Kan ujian kita udah selesai, jadi saatnya aku nonton Drakor yang udah lama aku lewatin "


Tasya memperhatikan wajah Zhea, ia memperhatikan kedua mata Zhea yang terlihat sembab.


" Aku mau sarapan ah, lapar... " ucap Zhea lalu pergi meninggalkan Tasya, Zhea sadar jika Tasya memperhatikan kedua matanya, dan ia tidak mau nantinya Tasya tahu jika ia habis menangis, dan pastinya Tasya akan kembali membomnya dengan beribu pertanyaan.


" Zhea main pergi aja, tunggu Zhe "


Tasya ikut berlari mengejar Zhea dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


*****


" Hari ini ujian terkahir kamu kan yang ? " tanya Zhio.


" Iya bang , doain aku ya bang "


Zee sedang sibuk memasang dasi di leher Zhio, menjadi rutinitas Zee setiap pagi selain menyiapkan pakaian suaminya, ia juga akan membantu suaminya memasang dasi.


" Pasti dong yang, Abang itu akan selalu berdoa yang terbaik buat kamu "


" Makasih bang "


Zhio dan Zee turun ke bawah untuk sarapan bersama.


" Boleh Bun, bisa banget. Abang dan Zee sebenarnya ada rencana gitu juga. Mau undang anak-anak yatim juga sekalian Bun "


" Syukurlah, nanti biar Bunda aja yang urus semua ya. Kalian terima beres aja, jadi kalian gak perlu repot-repot "


Bunda Hesty mengerti jika kedua anaknya ini sangatlah sibuk , jadi Bunda tidak ingin mengganggu pekerjaan mereka.


" Tapi Bun, emangnya gak apa. Gak ngerepotin Bunda, Zhio bisa minta tolong Pak Niko aja buat urus semuanya Bun "


" in syaa Allah bang, Bunda gak ngerasa di repotkan sama sekali. Bunda mengerti kesibukan kalian, lagipula Bunda banyak temen di bagian cathering , pokoknya serahkan sama Bunda ya "

__ADS_1


" Makasih ya Bun " jawab Zhio dan Zee bersamaan.


" Ciehh...kak Zee sama Abang, bilang makasihnya barengan " tawa Tasya.


Zee dan Zhio saling tatap kemudian saling tersenyum.


" Keluarga di kampung di undang juga kan Oma ? " tanya Bulan kepada Bunda Hesty.


" Oh tentu lah Bulan, masa gak di undang sih sayang. Mereka justru wajib datang " jelas Oma dengan tersenyum dan berbicara lemah lembut kepada Bulan.


" Yes , berarti nenek buyut juga bakal datang dong. Bulan udah kangen banget sama keluarga di kampung " ucap Bulan semringah.


" Tasya sama Zhea boleh undang teman-teman di sekolah gak Bun, Abang ? " tanya Tasya.


" Ya boleh lah dek, asal jangan satu sekolah aja kamu undang. Nanti rumah kita gak muat " ucap Zhio sembari terkekeh.


" Ihh Abang, lagi serius juga " ucap Tasya cemberut.


" Bulan juga kalau mau ajak teman-teman sekolah Bulan , boleh sayang " ajak Bunda Hesty.


" Baik Oma, nanti Bulan ajakin sahabat-sahabat Bulan "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2