Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
cemburu tanda cinta


__ADS_3

Selesai membeli martabak manis, Zhio memilih untuk langsung pulang kerumah.


" Bun.. " ucap Bulan berusaha membangunkan Zee.


" Bulan duluan aja masuk ke dalam , nanti biar Abi yang bangunin Bunda " ucap Zhio dan di balas anggukan oleh Bulan.


Perlahan Zhio membuka pintu mobil, dan mencoba menggendong Zee. Zhio tidak ingin membangunkan istrinya. Namun saat baru saja berusaha menggendong Zee, Zee justru terbangun.


" Abang.. " ucap Zee saat melihat Zhio yang berdiri di sampingnya. Zee pun segera duduk.


" Loh yang, kenapa bangun , baru aja Abang mau bawa kamu masuk kedalam " ucap Zhio.


" Sudah nyampe ya, ya Allah aku sampe ketiduran " ucap Zee lalu berusaha turun dari mobil.


" Ehh..pelan-pelan..Abang bantu turun ya " ucap Zhio, meraih kedua tangan Zee dan membatu Zee turun dari mobil.


" Bulan mana bang ? ", tanya Zee.


" Sudah masuk duluan ke dalam , kamu kan baru bangun tidur yang, gak pusing , Abang gendong aja ya kedalam "


Awalnya Zee mulai lupa, dan rasa kesalnya terhadap Zhio hilang. Namun entah mengapa melihat wajah Zhio, Zee kembali mengingat Dokter Rena dan kembali kesal kepada Zhio.


" Gak usah bang, aku bisa kok " ucap Zee lalu jalan terlebih dahulu dari pada Zhio.


Zhio yang memang tidak mengerti pun bersikap biasa aja, tidak tahu bahwa istrinya saat ini kesal kepadanya.


****


" Onty , Kak Tasya...Martabak manis udah ada nih " teriak Bulan dari luar kamar Tasya , di dalam kamar tasya juga ada Zhea, mereka berdua sedang belajar bersama.


Mendengar teriakan Bulan, Zhea dan Tasya saling pandang lalu melempar senyum. Mereka berdua segera beranjak dari tempat tidur untuk menemui Bulan.


Ceklek...


" Loh, mana martabaknya ? " tanya Tasya saat melihat Bulan seorang diri tanpa membawa apapun di tangannya.


" Hehehe...martabaknya masih sama penjualnya kak " celetuk Bulan.


" Ihh..Bulan, jangan bercanda " ucap Tasya.

__ADS_1


" Hahahaha..ada kok kak, martabaknya ada di meja makan , di bawah, Bulan udah makan banyak. Jadi sisanya buat onty sama kak Tasya " ucap Bulan lalu berlari menuju kamarnya sembari cekikikan karena senang sudah mengerjai Tasya dan Zhea.


" Bulan......!! " teriak Zhea dan Tasya bersamaan.


*****


" Yang, Abang tadi ada beliin kamu martabak manis , kamu gak mau ? " tanya Zhio.


" Gak bang, Abang aja yang makan " ucap Zee dan langsung berbaring di tempat tidur.


Zee berbaring, menutupi tubuhnya dengan selimut lalu menutup kedua matanya. Sebenarnya Zee belum ingin tidur, walaupun tadi sempat tertidur di mobil, hal itu membuat Zee tidak mengantuk lagi.


Zhio hanya tersenyum melihat Zee, lalu Zhio keluar dari kamar dan turun untuk memakan martabak manis yang tadi ia beli.


Zee membuka kedua matanya saat Zhio sudah tidak ada, Zee memanyunkan bibirnya dan semakin lama kedua mata Zee berkaca-kaca.


" Aku kenapa sih , kok aku jadi kesal gini sama bang Zhio ", batin Zee, Zee pun akhirnya menangis.


Tak lama Zhio datang , mendengar suara pintu di buka. Zee dengan cepat menyeka air matanya, lalu berpura-pura tidur. Zhio datang dan menghampiri Zee, ia menarik selimut dan ikut berbaring bersama Zee, Zhio menarik Zee kedalam pelukannya , saat ini posisi Zee membelakangi Zhio.


Pelukan hangat dari sang suami, membuat kedua mata Zee kembali berkaca-kaca. Zhio mengelus-ngelus perut Zee yang semakin membuncit, Zhio begitu senang mendengar ia akan memilki seorang anak laki-laki, kini semua sudah lengkap. Ia sudah memiliki anak perempuan yaitu Bulan, dan sekarang Allah kembali memberi kepercayaan kepada mereka dengan memberi seorang anak laki-laki. Zhio begitu bersyukur, sesekali Zhio menciumi kepala Zee. Dan hal itu membuat Zee tidak bisa menahan bendungan air matanya.


" Selamat tidur sayang, maaf kalau Abang masih belum sempurna, maaf kalau Abang masih banyak kekurangan dan mungkin sering membuatmu kesal , Abang mencintaimu " ucap Zhio , lalu memejamkan kedua matanya.


Hiks..Hiks..hikss...


Zhio kembali membuka kedua matanya saat mendengar suara tangusan Zee.


" Sayang.. " ucap Zhio.


Hiks..hiks..hiks..


" Maafin aku ya bang " ucap Zee sembari menangis, kini posisi Zee tepat berada di depan Zhio.


" maaf kenapa yang, kamu gak salah apa-apa " ucap Zhio lalu kembali membawa Zee kedalam pelukannya.


" Aku kesel bang, aku kesel liat Dokter Rena yang tadi waktu di rumah sakit, dia ngeliatin Abang dengan tatapan yang beda bang " ucap Zee.


Zhio terdiam sejenak mendengar ucapan Zee, dan tak lama Zhio tertawa.

__ADS_1


" masa sih yang, emangnya tadi dokter Rena ngeliatin Abang gimana ? kayaknya biasa aja yang " ucap Zhio.


" ya kayak gitu bang, pokoknya aku gak suka. Hiks..hiks..hiks..." ucap Zee sembari terus menangis.


Zhio terkekeh melihat sikap Zee, Zee yang dulu kuat dan tidak pernah memperlihatkan kemanjaan dan kecemburuan nya pada Zhio pun kini semua itu terlihat saat ia sedang hamil. Tapi Zhio justru menyukainya , ia senang melihat Zee yang ternyata cemburu kepadanya, sekarang Zhio mengerti mengapa sejak tadi Zee hanya diam dan tak banyak bicara. Bahkan martabak manis kesukaannya tidak ingin ia makan.


"Sudah..jangan nangis lagi, nanti anak kita sedih juga loh yang liat bunda nya nangis " ucap Zhio.


" Hiks..hiks..hiks..iya bang " ucap Zee lalu menyeka air matanya.


" nanti kita ganti dokter aja ya, kita cek kandungan di tempat lain " ucap Zhio.


" Loh , kenapa bang ? " tanya Zee.


" Kan kamu gak suka sama Dokter Rena, kamu cemburu kan ? Abang senang kamu cemburuin , itu tandanya kamu cinta sama Abang " ucap Zhio lalu mengecup pipi Zee.


" Gak , aku gak cemburu kok bang " ucap Zee, mencoba mengelak.


" Gak cemburu, lalu apa ? " tanya Zhio.


" Hmm..hmm.." Zee bingung ingin menjawab pertanyaan Zhio.


" Ayo...hmm..hmm..hmm..apa ? " tanya Zhio sembari menciumi tengkuk leher Zee, membuat Zee menggeliat kegelian.


" ihh..Abang..geli..Abang..hahaha.." ucap Zee tidak tahan menahan geli dan akhirnya tertawa.


" Kamu cemburu kan ? hmm..ayo bilang , ayo bilang sama Abang " ucap Zhio dan terus - terusan menggangu Zee.


" Abang..ih..Abang.." ucap Zee.


Zhio juga ikut tertawa melihat Zee, dan akhirnya setelah cukup lama bercanda, Zhio menarik Zee ke dalam pelukannya.


" Aku capek bang " ucap Zee sembari terkekeh.


Tangisan kini berubah menjadi tawa , rasa kesal di hati Zee juga sudah menghilang karena Zhio.


" Makasih ya yang udah cemburuin Abang , Abang sayang,sayang, dan sangat sayang sama kamu " ucap Zhio lalu mengecup lembut kening Zee.


Mereka berdua pun saling berpelukan, dan tak lama keduanya saling memejamkan mata dan tertidur.

__ADS_1


**Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 😘**


__ADS_2