Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
akhirnya


__ADS_3

Bukan hanya pemandangan yang indah, suasana makan malam kali ini terasa sangat romantis saat alunan musik mulai di mainkan. Zhio tidak henti nya menatap Zee, menatap Zee yang saat ini sedang menikmati pemandangan luar dimana Zee bisa melihat dari atas banyak nya kendaraan berlalu lalang dan juga lampu yang berkelapan yang membuat pemandangan kota itu terlihat semakin indah indah pada malam hari.


" Abang.. kenapa ngeliatin aku terus " Zee sadar jika Zhio sejak tadi tidak lepas memandangi nya.


" Emang gak boleh ya kalau abang ngeliatin kamu terus "


" Hmm.. ya boleh bang, tapi kan aku.. aku kan malu kalau di liatin terus sama abang "


" kamu cantik Zee, maka nya abang mau nya ngeliatin kamu terus "


Entah mengapa sekarang Zhio suka sekali menggombal dan tidak ada lagi rasa malu nya di depan Zee. Ya walaupun sebenarnya menurut Zhio kata - kata yang keluar dari mulut nya itu bukan ngegombal, melainkan kata - kata yang murni keluar dari isi hati nya.


*****


Di tempat lain, Tasya dan juga Zhea sedang asyik berbincang di dalam kamar. Sedangkan Bulan berada di luar sedang menonton siaran televisi favorit nya.


Saat asyik berbincang, ponsel Zhea berbunyi dan ternyata iqbal menghubungi nya.


" Siapa Zhea? "


" iqbal "


" Iqbal, ya udah cepat angkat "


" Gak ah sya, malas "

__ADS_1


" lo kok malas, kamu lagi marahan sama Iqbal "


" Gak sya, aku cuma gak enak mau bilang apa sama iqbal "


" Gak enak gimana? aku gak ngerti maksud kamu Zhea "


" besok kan malam minggu, iqbal mau ajakin aku ke rumah nya buat makan malam. Ibu nya pengen ketemu sama aku Sya. Tapi aku gak tau harus bilang iya atau gak, mau bilang gak bisa tapi aku gak enak sama iqbal dan juga ibu nya "


" Cie ehhh.. cieeh.. udah ada yang mau ketemu sama calon mertua nihh.. jangan - jangan habis lulus iqbal langsung melamar kamu lagi Zhea "


" Apaan sih Tasya, bukan nya bantu malah ngeledek "


" Hahaha... becanda, emangnya kalau bilang iya aja kenapa sih Zhea. Gak ada masalah juga kan, toh selama pacaran kamu gak pernah jalan sama Iqbal. Paling jalan sama Iqbal juga kalau dia antarin kamu pulang, itu juga nganterin nya sampai depan jalan gak sampai rumah. Aku jadi heran deh Zhea, kenapa bisa ya Iqbal tahan pacaran sama kamu. Secara jaman sekarang gak ada kali yang tahan kayak gitu Sya "


Sekilas mengenai iqbal, iqbal adalah kakak kelas Zhea dan Tasya. Zhea dan iqbal berpacaran saat Zhea duduk di kelas dua dan iqbal di kelas tiga. Sekarang iqbal sudah lulus dan melanjutkan kuliah nya di sebuah universitas ternama.


" Iya aku tau Sya, tapi kalau kak Zee tau kamu pacaran kayaknya kak Zee gak bakalan marah deh. Kalau gak kamu jalan aja, nanti pake alasan apa gitu sama kak Zee. Atau aku bantuin, besok malam aku jemput kamu terus aku antar kamu ke rumah iqbal "


" Kamu kok ngajarin aku bohong sih Sya "


" Hahaa.. habis kamu nya gitu sih, pokoknya kamu chat iqbal sekarang bilang iya dan nanti kamu harus cerita sama kak Zee. Cerita aja semua nya Zhea, selama ini kalau ada apa - apa kamu cerita terus kan sama kak Zee. Aku yakin kak Zee gak mungkin marah, dia pasti ngerti Zhea. Kalau perlu nanti aku bantuin ngomong sama kak Zee "


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Zhea mengirim pesan kepada iqbal dan mengiyakan ajakan iqbal untuk pergi makan malam bersama kedua orang tua iqbal.


****

__ADS_1


Selesai makan malam romantis, Zhio tidak langsung mengantar Zee pulang. Zhio mengajak Zee ke sebuah tempat dimana dulu Zhio dan Zee sering berkumpul bersama - bersama teman - teman teater mereka jika mereka sedang melakuan latihan.


" Kamu ingat tempat ini Zee? " tanya Zhio setelah mereka sampai di tempat itu. Zhio membawa Zee ke sebuah danau, dulu danau itu sangat sepi dan juga rimbun. Namun sekarang danau itu sudah banyak sekali perubahan nya, dan kini menjadi tempat wisata. Danau itu juga letaknya tidak jauh dari jalan raya, dari kejauhan saja kita masih bisa melihat kendaraan yang lalu lalang. Di sekeliling danau juga di penuhi lampu kelap kelip dan tempat duduk untuk bersantai.


" Danau ini.. ini tempat kita dulu sering latihan teater kan bang? wah.. sudah banyak yang berubah bang, wajar aja ya bang udah berpuluh tahun lama nya. Sudah lama sekali aku gak ke sini, selama tinggal di kota aku gak pernah ke sini bang. Baru kali ini, kalau abang baru ini juga ya? "


" Aku sering ke sini Zee, kalau aku ingat kamu dan gak tau harus cari kamu kemana. Aku pasti ke sini, dan selalu berdoa semoga suatu saat kita akan di pertemukan lagi "


" Maksud abang? " Zee melihat Zhio dimana pandangan Zhio masih fokus kedepan melihat indah nya pemandangan danau di malam hari.


" Dingin.. pakai ini " Zhio melepas jas yang ia pakai lalu memakai kan nya ke tubuh Zee. Zhio meraih kedua tangan Zee dan menatap Zee begitu dalam. Apa kalian tau betapa gugup nya Zhio saat ini? sangat gugup, menurut Zhio inilah saat nya. Ia harus segera mengutarakan semua isi hati nya selama ini.


" Aku mencintaimu Zee " setelah mengatakan itu, Zhio dan Zee terus saling bertatapan. Detak jantung Zhio terasa semakin berdetak kencang, dan Zee juga merasakan akan hal itu.


" Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, selama itu aku hanya mencintamu dalam diam. Karena terlalu bodoh dan takut aku terus mencintaimu dalam diam hingga akhirnya kita berpisah dan tidak bertemu lagi ketika aku lulus dan terpaksa melanjutkan sekolah dan kuliah di luar negeri. Seperti yang aku katakan, aku selalu datang setiap hari ke danau ini dan selalu berdoa agar bisa bertemu dengan mu. Dan hingga pada akhirnya Allah menjawab semua doa ku, aku kembali bertemu dengan mu di desa itu Zee "


" Dari semua yang terjadi, aku yakin kamu memang wanita yang Allah pilih untuk mendampingi ku Zee "


" Aku tau mungkin kamu terkejut dengan semua ini, aku.. aku hanya ingin kamu tau betapa aku sangat mencintamu kamu Zee. Aku ingin menikah dengan mu Zee, aku ingin kamu menjadi istriku. Tapi aku tidak akan memaksa mu Zee, aku hanya ingin kamu tau bagaimana perasaan ku selama ini kepadamu "


Zhio merasa lega begitu semua perasaan cinta yang selama ini ia simpan akhirnya ia utarakan kepada Zee. Zhio tinggal menunggu jawaban dari Zee, Zhio siap menerima apapu jawaban yang keluar dari mulut Zee dan berharap Zee juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.


**Bersambung..


maaf menunggu lagi ya readers.. 🙏

__ADS_1


Terima kasih masih setia menunggu, jangan lupa tinggalkan jejak kalian yahh**...


__ADS_2