Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Kekhawatiran


__ADS_3

Zhio mengendarai kendaraan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan saat lampu merah pun Zhio beberapa kali membunyikan klakson nya agar mobil di depan nya segera berjalan. Jalanan juga cukup macet karena hujan yang turun cukup deras, membuat beberapa kendaraan memperlambat laju kendaraan mereka.


Sesampai di Rumah sakit, Zhio segera menuju ke UGD dan melihat Kevin yang sudah menunggu nya.


" Dimana Zee ? " tanya Zhio dengan nafas yang tersengal - sengal.


" Masih di perjalanan Zhi, sebentar lagi mereka sampai "


" Apa benar Zee ikut terlibat dalam kecelakaan itu vin? kamu tau dari mana? "


" Tadi aku di beritahu jika Zee yang menelpon Rumah sakit dan memerintahkan untuk ambulan segera ke tempat kejadian dan membantu korban. Ya sepertinya Zee juga ada di sana, kamu tenang saja Zhi, semoga saja Zee baik - baik saja "


Terdengar suara mobil ambulan datang, Zhio , Kevin dan beberapa petugas medis lain nya bergegas keluar untuk membantu para korban kecelakaan yang mulai berdatangan.


Korban pertama yang turun dari mobil ambulan korban nya seorang wanita, dan saat di turunkan dari mobil semua orang yang berada di sana terkejut.


" Dokter Celin " ucap salah satu petugas medis yang menurunkan Celin dari mobil.


" Celin " ucap Zhio dan Kevin secara bersamaan.


Celin saat ini sedang tidak sadarkan diri, keningnya terlihat robek dan terus mengalir darah dari luka itu. Selain itu kaki dan tangan Celin terlihat banyak memar kebiruan, Celin segera di bawa ke dalam dan di periksa oleh Kevin.


Kevin terlihat begitu cemas melihat keadaan Celin, padahal baru saja tadi ia menghubungi Celin dan sekarang Celin terlihat tidak berdaya. Kevin berusaha tenang dan mulai memeriksa keaadan Celin.


Keadaan UGD begitu ramai, beberapa korban kecelakaan satu persatu kembali berdatangan. Sejak tadi Zhio menunggu kedatangan Zee tapi Zee tidak terlihat di antara para korban yang berdatangan. " Dimana dia? " batin Zhio.


Ya walaupun sedang menunggu Zee, Zhio tidak hanya berdiam saja. Ia juga ikut andil dalam menangani korban kecelakaan yang berdatangan.


" Apa para korban kecelakaan masih ada? " tanya Zhio kepada salah satu petugas yang ada di sana.


" Masih ada Dok, ada salah satu pasien yang cukup parah dan saat ini sedang dalam perjalanan " ucap petugas itu.


" Pasien nya sudah datang....!!! " teriak salah satu petugas dari luar, Zhio pun segera melihat ke sumber suara dan betapa terkejut nya Zhio saat melihat Zee sedang duduk di atas brankar dengan salah satu pasien yang sedang terbaring tidak berdaya dan tubuhnya penuh dengan darah.

__ADS_1


" Pasien ini harus segera di operasi " ucap Zee.


Zee dan pasien tersebut langsung di bawa ke ruang operasi, Zee tetap ikut bersama pasien tersebut karena ia tidak bisa melepaskan tangan nya yang sejak tadi menahan luka yang cukup dalam yang melukai leher pasien itu, pasien itu adalah korban kecelakaan yang terkena paling pertama. Ia di tabrak oleh mobil besar yang mengalami rem blong.


Leher korban tertusuk oleh kaca mobil yang pecah, korban juga terjepit di kursi mobil karena memang kondisi mobil rusak parah. Proses mengeluarkan korban pun cukup lama , karena itulah pasien ini datang paling terakhir dan Zee lah yang sejak tadi memberinya pertolongan pertama dan juga menahan darah yang terus keluar dari leher korban.


" Pasien sempat mengalami syok dan hilang nafas, tapi saya tadi sudah memberinya pertolongan pertama " jelas Zee kepada dokter bedah yang bernama Satriyo yang sudah menunggu di ruang operasi.


Salah satu petugas menggantikan posisi Zee yang sejak tadi menahan luka itu dan pasien di masukkan ke dalam kamar operasi.


" Terima kasih atas bantuan nya dokter Zee, lebih baik sekarang anda memeriksa kan keadaan anda. Karena sepertinya anda juga perlu di periksa "


" Saya tidak kenapa - kenapa Dok, hanya luka ringan saja "


" Iya dokter Zee, sebaiknya tetap di periksakan. Saya permisi "


" Iya dokter "


Zee menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, Zee bersyukur sekali karena pasien yang tadi ia bawa datang tepat waktu dan bisa di selamatkan.


" Abang Zhio "


Zhio langsung memeluk Zee, Zee hanya bisa mematung merasakan pelukan Zhio.


" kamu terluka Zee " ucap Zhio saat melihat kening Zee yang terluka dan mengeluarkan sedikit darah. Zhio juga bisa melihat celana Zee yang robek di bagian lutut, dan di lutut Zee juga terlihat luka. Belum lagi baju Zee yang kotor dan juga terdapat bercak - bercak darah.


" Aku baik - baik aja bang, maaf aku gak datang..." ucapan Zee terhenti saat Zhio menggendong nya dan membawa nya kembali ke UGD.


" Abang..abang turunin..aku bisa jalan sendiri " ucap Zee berusaha memberontak dan meminta Zhio untuk menurunkan nya.


" Kamu gak baik - baik aja Zee, diam dan ikuti saja " ucap Zhio.


Zee melihat kekhawatiran dari wajah Zhio, Zee pun tidak lagi memberontak dan diam saja. Zee melingkarkan kedua tangan nya di leher Zhio dan memilih untuk menenggelamkan wajahnya di dada Zhio. Zee malu, ia tidak ingin melihat orang - orang yang mungkin saja saat ini sedang melihat Zhio yang menggendong nya.

__ADS_1


" Tunggu disini " ucap Zhio saat menurunkan Zee dan menundukkan Zee di atas brankar rawat.


Zhio mulai memeriksa keadaan Zee, mulai dari tekanan darah Zee, memeriksa kaki dan tangan Zee apakah ada yang patah atau tidak, ya seharusnya itu tidak perlu karena sebenarnya Zhio sendiri tadi melihat jika Zee masih bisa berjalan dan berdiri. Hanya saja Zhio begitu khawatir dan tidak ingin sesuatu terjadi pada Zee.


" Abang, aku minta maaf ya. Abang pasti udah nungguin aku dari tadi " Zee kembali meminta maaf, ia merasa bersalah karena sudah membuat Zhio menunggu nya.


" tidak perlu meminta maaf Zee, kamu tidak salah " ucap Zhio lalu dengan telaten membersihkan luka di lutut dan lengan Zee.


" Tapi.. "


" Sudah gak usah di bahas lagi, kamu gak datang juga bukan karena kamu sengaja kan. Luka di kening mu cukup dalam, ini perlu di jahit Zee " ucap Zhio sembari memperhartikan luka yang ada di kening Zee, entah kenapa jarak mereka yang begitu dekat membuat Zee merasa gugup.


" Aku akan menyuruh yang lain menjahit nya, kamu berbaring saja " ucap Zhio lalu berlalu, dan tak lama datang seorang perawat wanita dan ia menjahit luka yang ada di kening Zee. Setelah selesai barulah Zhio datang dan duduk di samping Zee.


" Bagaimana Zee? apa ada yang masih sakit? aku membawakan mu makanan dan minuman, kamu mau makan sekarang? "


" aku gak lapar Bang, aku mau minum aja "


Zhio mengambil botol air mineral yang tadi ia beli, membuka tutupnya dan menaruh selang di dalam botol itu agar Zee mudah meminum nya.


" Minumlah " Zhio menyodorkan botol minuman tadi ke arah Zee sebelum sempat Zee mengambil botol itu. Zee terdiam sejenak dan terpaku melihat perhatian yang Zhio berikan, lalu kemudian menyedot dan meminum nya hingga setengah botol.


" Pakaian mu harus di ganti Zee, aku juga sudah membawakan pakaian ganti. Lebih baik kita ke ruangan ku sekarang dan kamu bisa mengganti baju mu di sana "


" Abang belikan aku pakaian ? " tanya Zee, tidak menyangka jika Zhio sampai seperhatian itu kepada nya.


" Iya, ayo cepat " Zhio berdiri lalu tanpa persetujuan atau aba - aba, Zhio kembali membawa Zee dalam gendongan nya dan membawa Zee menuju ruang kerja nya.


" Aku akan menunggu di luar, kalau perlu apa - apa panggil saja ya " ucap Zhio dan Zee masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Sembari menunggu Zee, Zhio menyiapkan makanan yang tadi ia beli dan menaruhnya di atas meja. Sebenarnya tadi Zhio bisa saja menjahit luka yang ada di kening Zee, tapi kekhawatiran Zhio membuatnya takut. Zhio merasa tidak sanggup jika harus melihat Zee jika nanti nya kesakitan saat ia mulai mejahit luka itu. Jadi lebih baik di lakukan oleh orang lain saja dan Zhio pastikan yang melakukan itu seorang wanita.


Saat menunggu luka Zee di jahit, saat itulah Zhio berkesempatan untuk membelikan Zee makanan, minuman, dan juga pakaian untuk Zee.

__ADS_1


" 𝓜𝓪𝓪𝓯𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓴𝓾 , 𝓫𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓴𝓾 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓲𝓷𝓰𝓲𝓷. 𝓐𝓴𝓾 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓯𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓼𝓪𝓷𝓰𝓰𝓾𝓹 𝓶𝓮𝓵𝓲𝓱𝓪𝓽 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓶𝓮𝓻𝓲𝓷𝓰𝓲𝓼 𝓴𝓮𝓼𝓪𝓴𝓲𝓽𝓪𝓷 𝓼𝓪𝓪𝓽 𝓪𝓴𝓾 𝓶𝓾𝓵𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝓶𝓾 𝓲𝓽𝓾. 𝓜𝓮𝓷𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓻 𝓶𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓴𝓸𝓻𝓫𝓪𝓷 𝓴𝓮𝓬𝓮𝓵𝓪𝓴𝓪𝓪𝓷 𝓼𝓪𝓳𝓪 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓪𝓽 𝓴𝓾 𝓱𝓪𝓶𝓹𝓲𝓻 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓮𝓻𝓷𝓪𝓯𝓪𝓼 𝓩𝓮𝓮, 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓽𝓪𝓾 𝓴𝓪𝓱 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓫𝓮𝓽𝓪𝓹𝓪 𝓴𝓱𝓪𝔀𝓪𝓽𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓪𝓴𝓾 "


__ADS_2