
Karena Zhea pulang ke Indonesia bukan saat ia libur kuliah, Zhea hanya di beri ijin selama tiga hari saja. Tentu waktu selama tiga hari itu Zhea manfaatkan sebaik mungkin. Dan tentunya selama tiga hari itu pun menjadi waktu yang tidak di sia-siakan oleh Kevin.
Sudah dua hari ini Zhea dan Kevin menghabiskan waktu mereka bersama - sama untuk jalan-jalan dan berkeliling sekitaran kota tempat tinggal mereka.
Mulai dari bermain wahana, mengunjungi pantai, dan juga berwisata kuliner yang tak ingin di lewatkan oleh Zhea dan Kevin. Beberapa bulan di Korea tentu membuat Zhea rindu akan jajanan dan makanan lainnya.
" Ma.." panggil Kevin , Kevin masuk ke dalam kamarnya saat ibunya sedang sibuk membereskan tempat tidur.
" Iya Vin, kenapa ? dari suara kamu, kayaknya ada sesuatu deh "
" Mama tau aja "
" Kenapa ? "
" Ma, Kevin sama Zhea mau ijin gak nginep di rumah ya malam ini "
" Kenapa ? Kalian mau kemana ? "
" Besok kan hari terakhir Zhea di sini, Kevin mau ajak Zhea ke suatu tempat yang istimewa Ma, dan kami bakalan nginap di hotel Ma "
Ibunya Kevin tertawa lalu melemparkan bantal ke arah anaknya itu.
" Aduh..Mama..apaan sih "
" Bilang aja kamu tu pengen bawa menantu Mama tidur di hotel, biar kamu bisa bebas kan, kalau di rumah gak bisa berisik soalnya, takut kedengaran Mama sama Papa , gitu kan ? Pikiran mu nak..nak..mesum Mulu "
Kevin terkekeh, ia merasa malu karena ucapan ibunya.
" Nah itu Mama ngerti "
" Ya pergi aja sana, kalian kan sudah suami istri, udah halal, ngapain ijin ke Mama, mau kalian ke ujung kulon juga Mama pasti bolehin "
" Makasih Ma "
Kevin beranjak lalu memeluk ibunya, Kevin begitu beruntung memilki ibu yang lebih seperti sahabatnya sendiri.
" Ingat..jangan terlalu di porsir ya Zhea nya Vin, besoknya kan Zhea harus berangkat lagi , nanti dia capek , kalau sampai sakit gimana "
" Iya Mama ku sayang.."
" Ya sudah pergi sana gih, bantuin mama gak, yang ada cuma berantakin "
" Siap Ma "
Kevin beranjak kembali ke kamarnya, Kevin melihat istri nya yang tengah sibuk menyiapkan sebagian pakaian nya untuk kembali ke Korea. Zhea melakukan itu agar ia tidak terlalu buru-buru di saat hari H keberangkatan mereka.
" Belum selesai beres - beres nya "
" Eh..Abang..ini yang terakhir "
" Sini Abang bantuin, oh ya sekalian siapin sebagian pakaian kita untuk hari ini Zhe "
__ADS_1
" Hari ini ? Emang kita mau kemana bang ? "
" Abang mau ajakin kamu tidur di hotel "
" Hotel ? Kenapa gak di sini aja bang ? "
" Abang juga mau sekalian ajak kamu jalan-jalan malam ini, ntar kalau kita pulangnya larut malam, kasian Mama sama Papa kan ntar ganggu mereka lagi, kalau di hotel kita bisa pulang kapan aja sayang "
Kevin pintar sekali mencari alasan yang pas untuk membujuk Zhea agar mau ikut menginap di hotel bersama nya.
" Hmm..baiklah lah bang, oh ya tapi Mama sama Papa gimana bang ? Kan gak enak juga kalau kita nginap di hotel, gak enak sama Papa dan juga Mama "
" Tenang Zhe, Abang udah bilang kok sama Mama "
" Oh..ya deh bang, kalau gitu aku siapin baju kita dulu "
*****
Sebelum berangkat menuju hotel, Kevin dan Zhea menyempatkan untuk makan siang terlebih dahulu dengan kedua orangtuanya.
" Habis makan siang ini kalian langsung berangkat ke hotel ? "
" Iya Ma "
" Cepat banget sih Vin, udah gak sabaran aja "
" Mama "
Zhea tersenyum mendengar ucapan mertuanya, yang alhasil membuat Kevin dan Zhea merasa malu.
" Yakin kamu ngajak Zhea jalan-jalan, hati-hati ya Zhe, nanti yang ada kamu malah di sekap di kamar, gak di bolehin keluar sama Kevin "
Zhea kembali tertawa kecil mendengar celotehan mertuanya.
" Mama apaan sih.. "
" Ihh betulan Vin..tuh contohnya Papa.kamu "
" Hah...beneran Pa ? "
Ayah Kevin tertawa melihat Kevin yang tampak serius menatapnya.
" Ya gak lah Vin, Kamu tahu sendiri kan Mama kamu, Mama kamu suka becanda " ucap Ayahnya Kevin, padahal apa yang di katakan oleh istrinya itu benar, namun Ayah Kevin juga merasa malu jika harus di ungkapkan apalagi di depan menantunya.
Ayah Kevin dan juga ibunya Kevin memang memiliki kepribadian yang bertolak belakang, Ayah Kevin orangnya begitu cool dan pendiam, sedangkan ibunya Kevin orangnya begitu periang dan suka sekali bercanda.
" Papa kamu malu aja tu Vin..oh ya kalau gak buru-buru, Zhea Mama pinjem bentar ya Vin, mama mau minta temenin ke mall "
" Ke mall, pasti lama tu ma "
" Gak, bentar aja kok "
__ADS_1
" Ya udah bang, gak apa kok, biar aku temenin Mama dulu, lagian kita gak buru - buru juga kan ? "
" Iya deh sayang, ya udah Ma tapi jangan lama- lama "
" Iya Vin "
Zhea pun pergi menemani mertuanya ke pusat perbelanjaan. Sampai di sana, Ibunya Kevin membawa Zhea pergi sebuah toko perhiasan.
" Mama mau beli perhiasan? " tanya Zhea.
" Iya sayang, ayo masuk "
Sampai di dalam, Zhea begitu senang melihat banyaknya perhiasan mulai dari kalung, cincin, anting dan juga gelang, terlihat sangat berkilau di balik lemari kaca yang terpajang di sana.
" Hai jeng... "
Di dalam toko itu Ibunya Kevin bertemu dengan salah satu temannya dan menyapa terlebih dahulu.
" Eh ..Jeng Nana...apa kabar ? "
" Baik, jeng sendiri gimana ? "
" Alhamdulillah baik juga "
" Ini menantunya ya jeng, maaf ya waktu itu gak sempat datang ke acara pernikahan Kevin "
" Iya ini menantu saya, namanya Zhea , gak apa kok, aku bisa ngerti "
" Makasih banyak ya jeng "
Zhea dan ibu Nana pun saling berkenalan.
" Jeng Nana sendiri ke sini ? "
" Oh gak, saya lagi sama anak , menantu dan juga cucu saya, mereka lagi nunggu di resto "
" Jeng Nana udah punya cucu ? udah berapa cucunya ? "
" Udah tiga jeng, Alhamdulillah, saya senang banget , bahkan sayang banget sama cucu, benar ya kata orang jeng, kalau udah punya cucu tu, pasti bisa lebih sayang dari pada anak sendiri , hahaha "
Zhea merasa tidak nyaman mendengar obrolan mertuanya dengan teman lamanya itu, apalagi membahas mengenai cucu.
" Jeng sendiri gimana ? ini Zhea maaf udah ngisi atau belum ? "
" Maaf Tante, belum " jawab Zhea dengan sedikit merasa sedih.
" Oh gak apa, lagian kalian baru aja menikah kan, Tante doakan semoga cepat dapat momongan ya "
" Aamiin " jawab ibunya Kevin .
Zhea langsung memandang mertuanya itu, Zhea benar-benar merasa sedih.
__ADS_1
" Ya udah kalau gitu aku pamit ya jeng, kasian anak sama cucu aku udah nungguin, sampai jumpa, semoga nanti bisa ketemu lagi ya "
" Iya jeng Nana "