Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Kedatangan Oma


__ADS_3

Sesuai dengan keinginan Bulan, sepulang sekolah ini Bulan akan menjenguk Ayahnya. Bulan berangkat ke lapas bersama Zhio, dan Zhio sudah menunggunya di depan pagar sekolah.


" Sudah siap ? " tanya Zhio.


" Sudah bi "


Sesampai di lapas, Zhio sengaja menunggu di luar ruang kunjungan karena tidak ingin mengganggu Bulan dan Satria.


Sembari menunggu Bulan, Zhio menyempatkan diri menelepon Zee. Zee saat ini berada di rumah, dia baru saja pulang karena merasa tidak enak badan.


" Assalamu'alaikum, Abang sudah sampai ? "


" Waalaikumsalam, sudah yank. Kamu udah di rumah kan ? gimana , masih pusing ? maaf ya Abang gak bisa jemput kamu "


" Aku udah baikan kok bang, Bulan nya sekarang dimana bang ? "


" Bulan lagi di dalam, Abang sengaja nunggu di luar biar Bulan dan ayahnya bisa leluasa untuk ngobrol. Kamu udah makan belum ? habis ini Abang sama Bulan langsung pulang, kamu kalau perlu apa - apa bilang sama Bibi aja ya, nanti kamu pusing lagi kalau banyak gerak. Atau Abang telepon Bunda aja suruh Bunda cepat pulang "


" Aku udah makan bang, Abang tenang aja "


" Yang bener yank ? Abang khawatir, soalnya di rumah gak ada siapa - siapa. Atau Abang telepon Tasya sama Zhea aja suruh mereka cepat pulang "


" Gak usah bang, gak usah telpon Bunda, Zhea atau Tasya. Kasian mereka semua lagi sibuk sama urusan mereka. Abang gak usah khawatir "


" Bener ya yank, ya udah kalau gitu. Obat..obat udah di makan belum ? "


" Sudah abang sayang "


" Apa yank, kamu bilang apa tadi ? " Zhio semringah mendengar Zee menyebutnya dengan kata sayang.


" Gak bisa di ulang bang "


" Abang jadi pengen cepat pulang dengar kamu manggil abang gitu "


" Iihh Abang apaan sih "


Saat sedang asyik ngobrol dengan Zee, dari kejauhan Zhio melihat Bulan datang dan menghampirinya dengan wajah yang sedih.


" Sayang, udah dulu ya teleponnya. Bulan sudah ada tu, habis ini kami langsung pulang "


" Iya bang, oh ya bang..Nanti kalau Abang pulang, Abang beliin aku es cream ya bang "

__ADS_1


" Es cream , tumben yank ? mau rasa apa ? "


" Mau rasa strawberry bang, tapi yang ada campuran Oreo dan juga kacang Mede, terus ada campuran saos blueberry nya juga bang "


Zhio senang sekali mendengar permintaan Zee, pasalnya selama ini Zee tidak pernah meminta apapun kepada Zhio. Hal sekecil ini saja sudah membuat Zhio senang.


" Baik sayang, nanti Abang belikan ya "


" Iya Abang, jangan lupa ya. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


" Bunda ya Bi ? " tanya Bulan, Bulan datang dan duduk di samping Zhio. Bulan berusaha menyembunyikan kesedihannya.


" Iya , kamu kenapa cepat banget keluar nya. Sudah bicara sama ayah nya Bulan ? " tanya Zhio, namun Bulan hanya diam saja.


" Bulan, kenapa diam saja ? "


" Ayah..ayah gak mau ketemu sama Bulan . Ayah gak sayang sama Bulan.. Hiks..hiks..hiks.. " Bulan akhirnya menangis, ia tidak bisa lagi menahan bendungan air matanya.


" Mungkin Ayah Bulan masih perlu waktu untuk bertemu dengan Bulan, Bulan jangan sedih lagi ya. Doakan saja Ayah Bulan semoga mendapat hidayah dan menyadari semua kesalahan nya. Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, Ayah Bulan pasti sayang sekali dengan Bulan "


" Abi, Bunda, dan lainnya juga sayang sama Bulan. Nanti kapan - kapan Abi temani Bulan ke sini lagi, kita beri waktu untuk Ayah Bulan dulu "


" Senyum dulu dong " pinta Zhio, Bulan pun menampakkan senyum manisnya.


" Gitu baru anak Abi , kalau gitu kita pulang sekarang ya. Bunda udah tungguin kita di rumah "


" Iya Abi "


*****


Zee sedang berbaring di dalam kamar, Zee merasa tidak enak badan hari ini. Mungkin pengaruh kelelahan , lelah fisik dan juga pikiran. Pasien di UGD beberapa Minggu ini terus meningkat, membuat Zee dan lainnya harus bekerja ekstra, belum lagi sesampai di rumah Zee harus kembali mengerjakan laporan harian nya yang ia kerjakan setiap malam.


Suara mobil terdengar dari bawah, Zee semringah karena ia kira Zhio dan Bulan yang datang. Zee sudah tidak sabar untuk mencicipi es cream permintaan nya tadi.


Zee segera turun ke bawah dan membuka pintu , Zee memperhatikan mobil yang terparkir di depan rumah. Bukan mobil suaminya, bukan mobil ayah atau bunda, bukan juga mobil yang biasa membawa Tasya dan juga Zhea. Melainkan mobil lain yang Zee tak tau.


Zee segera menghampiri mobil itu dan bersamaan dari dalam mobil turun seorang wanita yang kira - kira umurnya sekitar 60 tahun ke atas, tapi masih terlihat muda dan elegan.


Zee mencoba mengingat wanita itu, dan Zee tersenyum saat ingat jika wanita di depannya ini wanita yang sama yang ada di dalam foto keluarga suaminya. Dia adalah Oma Diana, Zhio pernah bercerita bahwa Oma nya itu masih terlihat cantik di usia nya yang tidak muda. Dan benar saja yang di lihat oleh Zee saat ini.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum Oma " Zee segera menghampiri Oma Diana dan Salim kepadanya. Oma Diana hanya diam saja dan menerima uluran tangan nya Zee.


Oma memperhatikan Zee dari ujung kepala hingga ujung kaki, Zee merasa risih di perhatikan Oma seperti itu.


" Cantik , sangat sopan , dia pasti Zee. Istri Zhio " batin Oma.


" Oma, silahkan masuk "


Kembali lagi Oma hanya diam saja dan langsung berlalu masuk ke dalam rumah. Zee jadi salah tingkah melihat reaksi Oma kepadanya. " Kata Abang , Oma Diana sangat baik dan juga ramah. Tapi kenapa sikapnya terlihat tidak suka kepadaku "


" Dimana semua orang ? " tanya Oma Diana yang sudah duduk di sofa tamu.


" Bunda sedang ada arisan Oma, Tasya dan Zhea sedang belajar kelompok di tempat teman nya. Sedangkan Abang sedang di perjalanan pulang "


Oma seperti tidak memperhatikan ucapan Zee, ia sibuk memperhatikan sekeliling rumah. Oma begitu rindu, sudah lama sekali ia tidak berkunjung ke rumah anak dan cucunya.


" Zee buatin Oma minum dulu ya, Oma sudah makan apa belum ? kalau belum nanti sekalian Zee siapin buat Oma "


" Tidak perlu, perutku sudah kembung, perjalanan ke sini sangat jauh. Aku sudah banyak minum di sepanjang jalan " Oma kembali berbicara ketus kepada Zee.


" Baik Oma, kalau begitu Oma istirahat saja dulu. Oma bisa tidur di kamar tamu. Oma mau Zee antar ? "


" Apa ? kamar tamu ? jadi kamu Oma ini tamu saja di sini, bisa - bisa nya kamu menyuruh Oma tidur di ruang tamu "


" Maaf Oma, bukan begitu maksud Zee. Masalahnya semua kamar sudah terisi, dan cuma ada kamar tamu yang kosong. Zee minta maaf ya Oma, Zee tidak ada maksud untuk menyinggung perasaan Oma. Kalau Oma mau, Oma bisa tidur di kamar Zee dan juga Abang Zhio "


" Lain kali aku harus minta di buatkan kamar sendiri kepada Xander, ya baiklah. Bawa aku ke kamar kalian sekarang " Zee dengan sabar mengantar Oma Diana kekamar mereka. Zee meraih tangan Oma dan menuntun Oma naik ke atas tangga. Lagi - lagi Oma tersanjung melihat sikap baik dan perhatian Zee kepadanya. Padahal sejak tadi berbicara ketus kepada Zee.


" Kamar ini tidak ada yang berubah " ucap Oma saat berada di kamar Zhio.


" Oma istirahat aja ya, Zee buatkan Oma teh hangat dulu "


" Kan Oma sudah bilang tidak mau minum, kenapa masih ingin membuat Teh. Bawakan saya cemilan saja " pinta Oma dan di balas anggukan oleh Zee.


Setelah itu Zee segera turun kebawah mengambil pesanan Oma, sedangkan Oma terlihat cekikian dan senyum - senyum sendiri setelah Zee pergi.


" Maafkan Oma ya Zee, Oma hanya ingin menguji kesabaran mu saja. Dan ternyata benar , Zhio tidak salah memilih istri "


Bersambung..


__ADS_1


novel author yang ketiga, luangkan waktu kalian untuk membacanya juga ya.. ☺️


__ADS_2