Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Menjenguk Oma


__ADS_3

Sesuai dengan janji nya, Zhio akan mengantar Zee pulang kerumah dan setelah itu barulah Zhio pergi menjenguk Oma nya.


" Maaf bang udah nunggu lama " sekitar lima belas menit Zhio menunggu Zee, UGD cukup ramai dan itulah yang membuat Zee sedikit terlambat.


" Tidak masalah Zee, ayo kita berangkat " Zhio pun melajukan kendaraan nya.


" jadi jenguk oma nya abang? " tanya Zee.


" InsyaAllah Zee, emangnya kenapa? kamu mau ikut? " tanya Zhio sembari menatap Zee lalu kembali fokus mengendarai mobil nya.


" bu.. bu.. kan begitu bang, aku cuma tanya aja "


" Oh.. kirain kamu mau ikut, kalau mau ikut abang malah senang. Kalau perlu ajak Bulan sama Zhea juga, Tasya pasti senang kalau mereka juga ikut "


" Lain kali aja deh bang, lagian besok aku juga belum libur. Bulan dan Zhea juga masih sekolah, nanti titip salam aja sama keluarga abang di sana ya "


" Iya Zee, nanti abang sampaikan "


Mengajak Zhea dan Bulan sebenarnya hanya taktik Zhio untuk membujuk Zee agar mau pergi bersama nya. Tapi Zhio lupa kalau besok bukan hari libur, jadi Zhio tidak bisa memaksa lagi. Akan ada saat nya Zhio akan memperkenalkan Zee kepada kedua orang tua nya dan juga Oma.


*****


Setelah mengantar Zee, Zhio langsung melajukan kendaraan nya menuju ke kediaman Oma. Zhio tidak perlu singgah kerumah nya dulu untuk mengambil beberapa pakaian karena sejak tadi pagi Zhio sudah menyiapkan nya dan menaruh nya di dalam mobil.


Perjalanan menuju ke kediaman Oma memakan waktu sekitar tiga jam, dan sekarang Zhio sudah sampai. Bunda Hesty, Ayah Xander, Tasya dan juga Oma sudah menunggu kedatangan Zhio.

__ADS_1


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Di ruang tamu semua sudah menunggu termasuk Oma, Zhio menyalami dan memeluk mereka secara bergantian.


" Oma, bagaimana kabar nya? kenapa Oma di sini, Oma tidak istirahat " Zhio duduk di samping Oma dengan menggenggam dan mengelus lembut kedua tangan Oma Diana.


" Oma baik - baik saja sayang, Oma lelah berbaring terus di kamar. Abang sendiri bagaimana kabar nya? "


" Abang baik Oma, seperti yang Oma lihat sekarang "


" Syukurlah kalau begitu, Oma senang kalian semua baik - baik saja "


" Abang mandi aja dulu, setelah itu kita sholat sama - sama dan makan malam " ucap Bunda Hesty.


" Iihh.. sorry ya dek, abang tu wangi . Coba ni cium ketek abang " Zhio berdiri dan menghampiri Tasya dan memaksa Tasya untuk menciumi ketek nya.


" Wangi dari mana nya.. cepat sana abang pergi.. " Tasya memukul Zhio dengan bantal sofa. Zhio hanya tertawa lalu pergi ke kamar untuk segera mandi.


Oma, ayah Xander dan juga Bunda Hesty tertawa melihat tingkah kedua nya. Sebenarnya Zhio tidak bau badan seperti yang di katakan Tasya, Tasya hanya suka mengejek abang nya itu.


Seusai sholat dan juga makan malam bersama, keluarga Xander kembali berkumpul di ruang keluarga. Semua sedang asyik menonton televisi, kecuali Tasya yang saat ini malah asyik dengan ponsel nya.


" Bang, abang belum ada niatan untuk menikah? " tiba - tiba saja Oma bertanya hal itu kepada Zhio. Mendengar hal itu semua menatap Oma Diana.

__ADS_1


" Abang sudah punya calon tu Oma, cuma gak tau kapan diajak ke pelaminan. Abang terlalu lama Oma, nanti yang ada keburu di ambil orang " belum sempat Zhio berucap, Tasya sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaan dari Oma Diana.


" Yang benar bang? Oma senang sekali mendengar nya, dan yang di katakan Tasya benar. Jangan terlalu lama menunggu, kalau perlu Oma siap menemani kamu untuk melamar kekasih abang itu " Oma Diana sangat antusias, karena ingin segera memiliki cicit.


" Tu bang.. Oma aja sudah siap, cepat bawa kak Zee dan kenalkan kak Zee dengan Ayah, Bunda dan juga Oma " lagi - lagi Tasya mendahului Zhio, Zhio tidak di beri kesempatan oleh Tasya untuk menjawab pertanyaan dari Oma.


" apa kalian belum pernah bertemu dengan calon mantu? yang benar Xander, Hesty? " tanya Oma, Ayah Xander dan Bunda Hesty hanya tersenyum sembari menganggukkan kepala mereka.


" Kenapa belum di kenalin sama Ayah dan Bunda, bang? kalau gitu besok kita persiapkan untuk acara lamaran kekasih nya abang itu ya, langsung aja bang gak usah menunggu terlalu lama. Oma juga sudah yakin kalau wanita pilihan abang itu pasti yang terbaik "


Penuturan Oma Diana membuat Zhio terkejut, sedangkan Tasya, Bunda dan Ayah senang - senang saja mendengar ucapan dari Oma. Tidak mungkin secepat itu, Zhio saja belum mengungkapkan perasaan nya kepada Zee. Kalau langsung acara lamaran yang ada Zee bingung dan terkejut akan hal ini.


" Hmmm.. jangan buru - buru Oma, nanti abang akan perkenalkan Zee kepada Oma, ayah dan Bunda "


" Segera ya bang, Oma tunggu. Oma ini sudah tua, dan Oma ingin sekali menimang cicit. Kalau bukan kamu siapa lagi? kalau menunggu dari Tasya kan masih lama "


" Oma benar bang, Ayah dan Bunda juga sudah ingin sekali menimang cucu. Iya kan yah? " ucap Bunda Hesty dan di balas anggukan oleh Ayah Xander.


" Iya bun, abang akan segera membawa Zee kepada Ayah dan Bunda "


Obrolan pun terus berlanjut, hingga akhirnya pada pukul 9 malam semua bubar dan kembali ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.


**Bersambung..


Maaf udah lama sekali gak up, InsyaAllah setelah ini bakalan rutin up ya.. maaf sudah membuat kalian lama menunggu.. 🙏🙏

__ADS_1


Oh ya, aku lagi buat novel ketiga. Judulnya " Love Story Alvian dan Arsyila " jangan lupa di baca dan klik tombol favorit 🤗**


__ADS_2