Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Brengsek !!!


__ADS_3

Ayah Xander baru saja datang dari luar kota, kedatangan nya tentu saja di sambut gembira oleh Bunda Hesty. Sudah tiga hari Ayah Xander berada di luar kota, tentu saja Bunda Hesty sangat merindukan suami nya. Sama dengan yang di rasakan oleh Ayah Xander.


" Bunda kenapa senyum - senyum terus dari tadi? " tanya Ayah Xander, saat ini Bunda Hesty dan Ayah Xander sedang berada di ruang makan. Bunda Hesty sedang menyiapkan makan untuk Ayah Xander, sedangkan Tasya sedang berdiam diri di kamar.


" Bunda seneng banget yah, sudah ketemu sama calon menantu kita "


" Ayah kirain senyum - senyum terus karena ketemu Ayah, kan udah tiga hari gak ketemu bun " Ayah Xander mengira jika di balik senyum bahagia dari istrinya itu karena bertemu dengan nya, ya sebenarnya benar. Tapi yang paling membuat Bunda Hesty senang karena ia akhirnya bertemu dengan Zee.


" Bunda sudah pasti senang yah ketemu sama Ayah, Ayah kok ngomong nya gitu "


" Ayah cemburu bun "


" Ihh apaan sih ayah, sama Zee aja cemburu "


" Hahaha... Maaf bun, ayah cuma bercanda. Ayah juga senang karena bunda akhirnya ketemu sama Zee, justru ayah ni yang belum ketemu sama Zee. Seharusnya tadi Bunda tahan dulu Zee dan jangan biarin dia pulang sebelum ayah datang, jadi kan Ayah bisa ketemu sama Zee.


Semalam Bunda Hesty menghubungi Ayah Xander dan bercerita mengenai kecelakaan yang Zee alami dan juga Zee yang menginap di rumah mereka. Sama halnya dengan Bunda Hesty, sebenarnya Ayah Xander juga penasaran dengan sosok seorang Zee. Wanita yang berhasil meluluhkan hati putra nya, namun rasa penasaran Ayah Xander itu tidak terlalu berlebihan seperti Bunda Hesty.


" Ayah lama sih datangnya, tapi gak apa yah. Nanti kan bisa ketemu lagi, Bunda seneng deh yah ketemu sama Zee. Orang nya cantik, terus bicara nya ramah, sopan, dia juga cepat banget akrab dan nyambung kalau cerita sama Bunda " dengan antusias Bunda Hesty menceritakan tentang pertemuan nya dengan Zee.


*****


" Abang tunggu sampai Zhea dan Bulan datang ya Zee, kalau mereka udah datang baru Abang pulang " ucap Zhio saat mereka sudah sampai di kediaman Zee.


" Zhea dan Bulan masih dua jam lagi baru sampai bang, kasian abang kelamaan nunggu nya. Aku gak apa kok bang sendirian di sini, udah siang juga bang"


" Tapi Zee, kamu yakin? gak kenapa - kenapa kalau sendirian di rumah " seperti biasa, Zhio masih saja mengkhawatirkan Zee. Dan entah mengapa perasaan Zhio tidak enak sekarang, dan berat sekali meninggalkan Zee sendirian di rumah nya.


" Yakin bang, nanti kalau ada apa - apa aku pasti hubungin abang " ucap Zee sembari tersenyum dan berusaha meyakinkan Zhio bahwa keadaan nya sudah sangat baik.


" Ya udah kalau gitu, abang pulang ya Zee. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Dengan berat hati Zhio terpaksa pulang dan meninggalkan Zee sendirian. Zee masih berdiri di depan pintu sampai mobil Zhio sudah tidak terlihat lagi barulah Zee masuk kedalam rumah nya.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


Baru saja Zee ingin masuk ke kamar dan istirahat, tiba - tiba saja pintu rumah nya di ketuk oleh seseorang. " Siapa ya? gak mungkin bang Zhio kembali lagi, kan baru aja pergi. Lagian aku gak dengar suara mobilnya " batin Zee, dengan jalan yang masih agak pincang, Zee berjalan ke arah pintu dan membuka nya.


GLEKK....


Zee terkejut sekali, bagaimana ia tidak terkejut saat melihat seseorang yang selama ia hindari kini ada di depan mata nya.


" Mas Satria !!! "


Dengan cepat Satria masuk kedalam rumah Zee, ia mendorong Zee dan dengan secepat kilat menutup pintu dan mengunci nya.


" Apa yang kamu lakukan Mas Satria, buka pintu nya " Zee berusaha menahan Satria yang mencoba mengunci pintu, namu Zee kalah dan kini kunci rumah sudah berada di tangan Satria.


" Kali ini kamu gak akan lolos Zee " ucap Satria dengan senyum licik nya dan satu tangan nya mencoba mengelus pipi Zee namun Zee segera menepisnya.


" Jangan kurang ajar kamu Mas ,cepat pergi dari sini "


" Kamu terlihat makin cantik kalau marah begini Zee " ucap Satria, dan kini Satria semakin memajukan langkahnya dan kedua tangan nya ingin membelai kedua pipi Zee.


Plakk....


Sebuah tamparan melayang di pipi Satria, wajah Satria terlihat memerah. Kali ini begitu marah kepada Zee, dan dengan kasarnya ia menarik lengan Zee dan kini ia mencoba mencium Zee.


Brakkk...


Dengan sekali tendangan, pintu kamar Zee terbuka. Belum sempat Zee kabur lewat jendela, Satria justru dengan cepat dan mudahnya membuka pintu kamar nya dan menarik Zee yang saat ini sedang berusaha naik ke jendela dan kabur.


" Lepaskan aku Mas Satria, dasar psikopat "


Mendengar Zee yang menyebutnya psikopat, membuat Satria kembali meradang. Ia menarik paksa tubuh Zee, menampar wajah Zee dan melempar Zee dia atas tempat tidur. Zee terus berusaha melawan,namun apalah daya karena Satria lebih kuat dari nya. Zee pun berusaha untuk berteriak meminta tolong, namun Satria terlebih dahulu membungkam mulut Zee dan menutup mulut Zee dengan lakban yang di bawa sendiri oleh Satria. Satria juga mengikat kedua tangan Zee dan mengangkat kedua tangan Zee ke atas.


" Jangan berisik,shuttt.... Mau kamu berteriak pun percuma, karena saat ini tetangga kamu semua sudah tidak ada di rumah mereka, mau tau kenapa? karena aku sudah hafal sekali jadwal mereka ada atau tidak nya dirumah. Hahahah... hebat kan aku "


" Kamu tau Zee, ini adalah waktu yang tepat. Kita akan kembali mengenang masa indah dan masa percintaan kita dahulu? bagaiman kita saling haus akan cinta dan indah nya masa - masa saat kita bercinta dulu " ucap Satria, tangan kiri Satria saat ini sedang memegangi kedua tangan Zee yang di ikat. Sedangkan tangan satu nya lagi sedang mengelus - elus rambut dan pipi Zee.


" Apa kau tidak rindu dengan ku Zee, apa kau tidak rindu dengan sentuhanku? ini adalah momen yang aku tunggu - tunggu Zee, kau ingat kan? Aku ini suami mu, dan sampai kapanpun aku akan menganggap mu sebagai istriku, dan kita masih punya banyak waktu untuk bersenang - senang. Masih ada waktu..ya masih dua jam lagi sebelum Zhea dan Bulan datang " Zee membulatkan kedua mata nya saat mendengar ucapan Satria, entah bagaimana Satria bisa tau kalau Bulan dan Zhea akan sampai kerumah sekitar dua jam lagi.


" Kali ini aku akan memuaskan mu Zee, lebih hebat dari pada lelaki dokter mu itu. Hahaha...dasar wanita pe lacur, sudah berapa kali kalian melakukan nya hah?? semalam kalian pasti sedang bersenang - senang kan Zee? dan perban di kening mu ini? apa yang dia lakukan, dia pasti bermain kasar kepada mu? bukan nya saat bercinta aku juga begitu padamu Zee? jadi kamu menyukai nya? Hahaha...baiklah..kali ini aku akan main lembut, selembut - lembut nya karena kita punya waktu yang masih panjang "

__ADS_1


Satria terus mengoceh sembari tertawa, dan kadang sesekali saat berbicara tiba - tiba Satria terlihat emosi. Seperti yang dikatakan oleh Zee , Satria sudah seperti seorang psikopat dan gila.


" Aku begitu rindu dengan tubuh mu Zee " tangan Satria mulai turun kebawah dan masuk kedalam pakaian Zee, dan tiba - tiba saja Satria merobek pakaian Zee dan memperlihatkan buah dada Zee yang terlihat begitu menggairahkan di mata Satria.


Zee berusaha memberontak, namun apa daya karena kedua tangan dan kaki nya di ikat dan di tahan oleh Satria. Zee hanya bisa menangis dan berdoa semoga ada seseorang yang menyelamatkan nya. Dan saat ini yang ada di pikiran Zee adalah Zhio, Zee berharap Zhio datang dan menyelamatkan nya dari Satria yang menurutnya sudah gi la.


" Sekarang kau begitu menggairahkan Zee " ucap Satria dengan wajah lapar nya dan ingin segera menerkam Zee, namun aksi Satria terhenti saat terdengar suara mobil terparkir di depan rumah. Zee memejamkan kedua mata nya, ia berharap semoga orang itu adalah Zhio.


Satria pun melihat sedikit ke luar dari balik jendela, betapa kesal nya Satria saat ia melihat Zhio turun dari mobil.


Tok..tok..tok


" Assalamu'alaikum, Zee... "


" Aku harus segera menyelesaikan nya Zee, setelah ini aku yakin dokter itu tidak akan lagi ingin bertemu atau berhubungan dengan mu lagi " ucap Satria dan kembali mendekat ke arah Zee, Zee pun kembali memberontak.


Plakk..


Satria kembali menampar Zee, bahkan tamparan kedua nya ini begitu kuat sehingga Zee tidak sadarkan diri. Satria melakukan itu agar Zee diam dan berhenti memberontak.


Di luar, Zhio terus memanggil Zee. Namun Zee tidak menjawab salam dari Zhio.


" Apa dia sedang tidur ya? " batin Zhio, Zhio pun terdiam sejenak, perasaan nya benar - benar tidak enak saat ini dan ia begitu mengkhawatirkan Zee.


Brukk...


Tanpa pikir panjang, Zhio menobrak pintu rumah Zee. Satria yang mendengar pintu di dobrak pun geram, ia bangkit dari tempat tidur dan kali ini ia tidak memilih kabur. Bahkan ia berniat untuk melawan Zhio.


Saat Zhio masuk kedalam Zee, betapa terkejutnya Zhio saat melihat Satira berada di atas ranjang dan duduk santai dengan Zee yang tertidur di atas tempat tidur dengan pakaian yang tidak utuh bahkan dada Zee terlihat sekali.


" Apa yang lakukan, dasar brengsek " Zhio langsung menyerang Satria.


" Seperti yang kau lihat, kami sedang melepas rindu..tapi sayang..aksi kami gagal karena kamu "


Mereka pun berkelahi, dan tentu saja Satria kalah dari Zhio. Dan saat merasa tersudut dan ada kesempatan Satria pun kabur dan keluar dari rumah. Zhio pun ikut keluar rumah dan mengejar Satria. Namun saat di depan rumah, Zhio menghentikan langkahnya karena teringat akan Zee.


Zhio pun bergegas masuk kembali ke dalam kamar dan menemui Zee, Zhio dengan sigap menutupi tubuh Zee dengan selimut. Membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Zee, dan melepas lakban yang menutup mulut Zee.

__ADS_1


Sungguh hati Zhio begitu sakit dan teriris melihat keadaan Zee, Zhio pun memperbaiki posisi Zee dan perlahan mencoba membangunkan Zee.


Bersambung...


__ADS_2