Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Aku ingat Bang..


__ADS_3

" Apa dia sudah ingat dengan ku? " batin Zhio.


Itulah pertanyaan yang timbul di benak Zhio saat Zee berkata seperti itu padanya.


" Aku ingat Bang " ucap Zee, seolah ia tau pertanyaan apa yang sekarang ada di otak Zhio.


" Kamu.. kamu ingat sama aku? " Zhio kembali bertanya, padahal sudah jelas Zee mengatakan jika ia sudah ingat dengan Zhio.


" Iya Bang, maafin Zee ya. Kemarin - kemarin Zee gak terlalu memperhatikan abang, dan sekarang baru sadar ternyata Pak Dokter yang ada di depan Zee itu Abang Zhio. Abang apa kabar? gak nyangka udah lama banget ya bang, kita bisa ketemu lagi.Di sini lagi, di tempat tinggal Zee " Jelas Zee sembari tersenyum kepada Zhio, dan Zee bertanya kabar Zhio, yang seharusnya ia tanyakan sejak pertama bertemu. Tapi baru ia tanyakan sekarang.


Zhio membalas senyum Zee, Zhio senang sekali karena Zee sudah ingat dengan nya. Dan ia pun tak perlu memikirkan lagi bagaimana cara nya memberi tahu Zee mengenai dirinya.


" Aku baik Zee, aku juga gak nyangka kita bisa ketemu lagi "


" Abang sekarang udah sukses ya, alhamdulillah cita - cita abang udah tercapai " Zee ingat kalau menjadi seorang dokter adalah cita - cita Zhio sejak dulu.


" Kamu masih ingat Zee, ia alhamdulillah. Dan Abang doain kamu juga semoga cepat nyusul "


" Aamiin.Oh ya Bang, kabar Bang Kevin sekarang gimana Bang? Zee jadi kangen sama Abang Kevin, terus sama teman - teman teater kita Bang "


" Mereka kabarnya baik Zee, Abang masih sering komunikasi sama mereka. Dan kabar Kevin, Kevin sama kayak Abang "

__ADS_1


" Sama? Dokter juga Bang? Wah hebat ya Bang, terus pecicilan nya masih gak Bang? atau udah berubah semenjak jadi dokter "


" Gak Zee, gak ada yang berubah, dia masih tetap sama kayak dulu. Pecicilan nya gak berubah Zee, malah makin bertambah Hahaha "


" Hahaha.. jadi ingat kelakuan lucu nya Bang Kevin "


Suasana yang semula dingin kini menjadi hangat, Zee dan Zhio terlihat asyik berbincang dengan di iringi canda dan tawa.


" Zhio!! " panggil Celin, membuat Zee dan Zhio menghentikan percakapan mereka.


" Cepat keluar, pasien yang mau di periksa sama kamu udah nunggu dari tadi "


" Iya " jawab Zhio dingin lalu beranjak dari duduknya.


Flashback on


Zee


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 malam, aku masih belum bisa tidur. Karena memikirkan bagaimana caranya besok aku harus menjelaskan kepada Bulan mengenai Mas Satria. Aku bangun lalu beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, aku akan melaksanakan sholat tahajjud. Meminta petunjuk kepada Nya agar memberikan ku jalan terbaik dalam menghadapi masalah ku dengan Mas Satria.


Selesai melaksanakan tahajjud, aku melipat mukena yang kupakai lalu menaruhnya di dalam laci. Namun, begitu membuka laci, aku melihat sebuah sapu tangan. Ya sapu tangan Dokter Zhio, waktu itu ia pernah memberikan nya kepada ku. Sapu tangan itu sudah aku cuci, dan aku mengambil nya lalu menaruhnya di dalam tas ku. " Aku akan mengembalikkan sapu tangan ini besok ". Sebelum memasukan kedalam Tas, tidak sengaja aku melihat tulisan kecil di yang ada di sapu tangan itu yang bertuliskan Zhio Alexander.

__ADS_1


Dan membaca nama itu membuat memori lama ku terkuak. " Nama ini.. Abang Zhio? " aku baru mengingat nya, pantas saja sewaktu bertemu dengan nya aku seperti kenal dan pernah bertemu sebelumnya. Tapi dimana, dan benar ternyata dia abang Zhio. Kakak kelas ku waktu kami sama - sama duduk di bangku SMP.


" Bodoh sekali, bisa - bisa nya aku tidak ingat dengan Bang Zhio " aku merutuki diriku sendiri, dan mungkin saja Bang Zhio menganggap ku sombong karena tidak menyapa nya dengan baik, bahkan pertemuan kami di puskesmas waktu itu aku malah menyebut nya pencuri.


Awal mula pertemanan ku dan Bang Zhio sewaktu aku dan Bang Zhio berada dalam satu ekskul yang sama. Adik - adik kelas termasuk aku memanggil Zhio dengan sebutan abang, maka dari itu aku juga ikut memanggil nya dengan gelaran itu. Abang Zhio itu sangat terkenal di sekolah, bukan hanya karena parasnya yang tampan, tapi juga kecerdasan nya. Banyak teman - teman sekelas ku yang mengagumi Bang Zhio, termasuk aku juga sih hihihi...


Cuma aku masih sebatas nya saja, berbeda dengan teman - teman sekelas ku yang terlalu berlebihan. Mereka bahkan sering memberi kado kepada Bang Zhio, dan mereka tidak akan pulang sekolah sebelum Bang Zhio juga pulang. Mereka rela menunggu di parkiran hanya untuk melihat Bang Zhio.


Bang Zhio itu orangnya sangat ramah dan juga baik kepada semua orang. Tapi kalau dia sudah gak suka sama seseorang, hmm.. jangan di tanya seperti apa sikapnya. Sikap nya akan langsung berbuah menjadi cuek dan juga dingin, itulah Bang Zhio.


Pertemanan kami tidak berlangsung lama, karena Bang Zhio sudah duduk di kelas tiga. Hanya setahun saja, setelah itu Bang Zhio lulus, dan saat itu juga aku tidak tau lagi kabar tentang nya. Yang aku tau dia pindah keluar kota dan bersekolah di sekolah ternama di sana.


Flashback off


Keesokan harinya aku pergi ke puskesmas, aku menunggu kedatangan Bang Zhio. Karena Bang Zhio belum datang - datang, aku menyempatkan diri untuk ke toilet sebentar. Begitu keluar dari toilet, aku ingin langsung ke gudang obat. Dan betapa terkejutnya aku saat aku menabrak seseorang, dan ternyata orang itu Bang Zhio.


Ingin rasanya aku bertanya apakah benar dia Bang Zhio yang aku kenal, tapi lidah ku rasa nya kelu. " Maaf Dokter, saya tidak sengaja! Hmm.. apa Dokter membutuhkan sesuatu? " itulah pertanyaan yang malah terucap oleh ku. Dan dia mengatakan jika ia membutuhkan obat hipertensi, padahal dengan jelas obat hipertensi sudah aku sediakan di depan bersama Mawar. Tapi tanpa berpikir panjang aku langsung saja masuk kedalam gudang dan memberikan obat itu untuk Bang Zhio. Setelah itu kami bersama - sama keluar dari gudang dan kembali keluar menemui pasien yang sudah banyak menunggu.


Siang hari saat aku ingin beristirahat dan makan siang, aku melihat Bang Zhio juga sedang makan. Aku mengambil jatah makan ku dan duduk di depan nya. Dia tersenyum kepadaku, dan aku juga tersenyum kepadanya. Awalnya suasana terasa hening di antara kami. Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai pembicaraan. Dan benar saja, dia benar Bang Zhio yang aku kenal. Suasana yang awalnya hening kini terasa hangat saat kami saling becakap dan saling bertanya kabar mengenai kawan - kawan SMP kami dulu. Hingga akhirnya obrolan kami terhenti saat Dokter Celin datang dan kembali memanggil Bang Zhio.


**Bersambung..

__ADS_1


maaf ya teman - teman baru bisa up.. 🙏


jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar yahh😊**


__ADS_2