Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Zee Hospital Center


__ADS_3

Keesokan harinya...


Tanpa patah semangat, Celin terus mencoba untuk menggoda Kevin dan membuat Kevin jatuh cinta padanya. Pagi ini ia kembali datang untuk mengantar sarapan pagi Kevin, walaupun kemarin mereka sempat berdebat dan Kevin marah kepadanya, hal itu tidak membuat Celin putus asa.


" Tidak di kunci " ucap Celin saat membuka pintu kerja Kevin.


" Hai...Vin... "


Celin membuka pintu dan di dalam ruangan Kevin tidak ada.


" Aneh, Kevin gak ada tapi ruang kerjanya gak di kunci "


Celin membulatkan kedua matanya saat melihat meja kerja Kevin yang terlihat bersih tanpa ada satu pun barang di sana.


" Kenapa meja nya bersih banget "


Celin membuka laci meja dan di sana juga bersih tidak ada satu pun barang-barang seperti buku yang biasa Kevin simpan.


" Ini gak mungkin !! " ucap Celin lalu bergegas keluar dari ruangan kerja Kevin.


*****


" Sayang "


" Iya bang ? "


" Besok kamu masih kerja ? "


" Iya bang , kenapa ? "


" Ijin aja ya besok, Abang pengen ajak kamu jalan-jalan "


Zee tersenyum tipis, " tumben Abang minta aku bolos "


Zhio menatap istrinya lalu mengelus lembut pucuk kepala Zee, mungkin kedepannya akan terasa berat, namun inilah yang terbaik yang bisa Zhio lakukan.


" Iya sayang, soalnya besok-besok kerjaan Abang bakalan numpuk , jadi mumpung besok Abang free, kita jalan-jalan ya "


" Hmm...oke, nanti aku coba minta ijin dulu ya bang "


" Iya sayang "


Zhio mengantar Zee ke rumah sakit seperti biasanya. Setelahnya Zhio pergi ke kantor untuk bekerja.


Sesampai di kantor, Zhio berpapasan dengan Kevin yang datang ke kantor untuk menemui nya.


" Kevin "


" Zhio "


" Kamu gak kerja ? " tanya Kevin.


" Itu..nanti aku ceritain deh ya Zhi "

__ADS_1


" Oke, ya udah kalau gitu kita ke atas "


Kevin membantu Zhio mendorong kursi roda nya, mereka sama-sama pergi ke ruang kerja Zhio.


" Gak apa kan aku ke sini Zhio, kamu lagi sibuk gak ? "


" Gak Vin, sambil dengerin cerita galau kamu, aku bisa sambil kerja kok "


Kevin tertawa kecil mendengar ucapan Zhio.


" Kamu kok tau kalau aku lagi galau "


" Bau kentut kamu aja aku tau Vin, apalagi sekedar tau perasaan kamu "


" Ihh..Zhio, kok bawa-bawa kentut sih, jadi pinter ngelawak ya kamu sekarang "


Zhio dan Kevin akhirnya tertawa bersama.


" Jadi ayo katakan kamu ngapain ke sini ? "


" Aku berhenti kerja Zhi "


" Berhenti ?? "


" Iya , aku gak bisa lama-lama di sana kalau masih ada Celin "


" Aku kan cuma suruh kamu jaga iman kamu , bukan suruh kamu berhenti " ucap Zhio di selingi tawa kecil.


" Kamu benar Vin "


" Yaitu Zhi "


Kevin tampak melamun, mungkin saat ini Kevin akan memulai membuka praktek sendiri atau kembali melamar pekerjaan di rumah sakit lain. Kevin harus bekerja karena sekarang ada seseorang yang ia cintai yang harus ia nafkahi.


" Jadi apa rencana mu selanjutnya Vin ? "


" Mungkin aku bakalan buka praktek sendiri atau mencari pekerjaan di rumah sakit lain "


" Bagaimana kalau menjadi wakil direktur rumah sakit ? " tanya Zhio.


Kevin tertawa mendengar pertanyaan Zhio.


" Wakil direktur ? jangan ngaco Zhi, emang ada ngelamar kerja langsung jadi wakil direktur "


" Ada dong , ayo ikut aku sekarang "


" Ehh..kita mau kemana Zhi "


" Ikut aja "


Zhio membawa Kevin keluar dari perusahaan, dan dengan mengendarai mobil mereka berdua pergi ke suatu tempat.


Tidak menunggu waktu yang lama, Zhio dan Kevin sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


" Rumah sakit ini...? untuk apa kita ke sini Zhi ? "


" Ayo masuk " ajak Zhio.


" Masuk ?? emang boleh Zhi ? rumah sakit nya masih baru Zhio "


Zhio hanya tersenyum kecil mendengar ocehan dan pertanyaan Kevin.


Rumah sakit tersebut tampak sepi , namun hampir seluruh bangunan nya sudah rampung. Rumah sakit tersebut tampak besar , ya walaupun tidak sebesar rumah sakit tempat mereka bekerja dahulu.


" Bagaimana ? " tanya Zhio.


" Aku..kamu minta pendapat aku Zhi ? " tanya Kevin dan di jawab anggukan oleh Zhio.


" Menurutku rumah sakitnya sangat bagus, tempatnya juga strategis, aku sering banget lewat sini , entah siapa pemiliknya tapi aku yakin pemilik nya orang yang cerdas , dia sangat pandai mencari tempat strategis dan bangunan rumah sakitnya juga cukup unik. Tinggal mencari pekerja yang memadai, menambah sedikit nuansa hangat di bagian sana, dan bisa di tambah untuk tempat bermain anak juga Zhio , bagi pasien anak yang sedang menunggu di periksa "


Kevin menjelaskan secara mendetail kepada Zhio pendapatnya.


Zhio tersenyum lalu mengulurkan tangan kepada Kevin.


Kevin tertawa kecil melihat Zhio dan menerima aluran tangan Zhio.


" Selamat Pak Kevin, anda di terima bekerja di rumah sakit ini sebagai wakil utama di rektur rumah sakit "


Kevin membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Zhio, dan setelahnya tertawa.


" Jangan mulai ngelawak lagi Zhi " ucap Kevin.


" Aku serius Vin , kamu liat gak nama rumah sakit yang terpampang di depan tadi ? "


" Gak Zhi, aku gak ngeliat, bentar ya. Kamu tunggu sini "


Kevin berlari keluar untuk melihat , dan Kevin terkejut karena di depan rumah sakit tersebut tertulis ZEE HOSPITAL CENTER.


Kevin bergegas kembali untuk menemui Zhio.


" Maa syaa Allah Zhio, ini rumah sakit milik kamu "


" Iya Vin, lebih tepatnya ini milik istri aku , Zee. Zee belum tahu semua ini, aku pengen hadiahkan rumah sakit ini di hari kelahiran anakku nanti, dan aku pengen rumah sakit ini jadi tempat tumpuan untuk Zee setelah ia selesai dengan study nya nanti. Rencana nya aku juga pengen jadikan rumah sakit ini seperti University, sebagai tempat untuk anak-anak yang bersekolah di bidang kedokteran agar mereka juga bisa mendapatkan ilmu di sini , dan memberikan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu "


" Itu sebabnya kamu buat rumah sakit ini dengan besar dan megah Zhio , kamu hebat Zhio "


" Iya Vin, jadi bagaimana Vin ? kamu mau jadi wakil direktur rumah sakit ini ? "


" Tapi Zhi..apa kamu yakin ? menurutku ini terlalu berat Zhi, aku rasa aku gak pantas dapat semua ini "


" Karena aku tau kamu pantas mendapatkan, jadi aku kasih tanggung jawab ini sama kamu "


Zhio kembali mengulurkan tangannya kepada Kevin. Cukup lama berpikir, akhirnya Kevin menerima uluran tangan Zhio.


" Baiklah, saya siap bekerja di sini Pak Zhio "


Zhio dan Kevin sama-sama tertawa setelahnya. Kevin begitu bangga mempunyai sahabat sebaik Zhio.

__ADS_1


__ADS_2