Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Pusing


__ADS_3

Semua anggota keluarga berkumpul untuk menyambut kedatangan Zee , mereka semua bergantian saling memberi pelukan dan ucapan selamat atas kehamilan Zee. Dan apa kalian tau siapa yang paling heboh? yang paling heboh adalah Tasya dan Zhea. Dua sahabat sejoli itu kembali berdebat mengenai jenis kelamin anak Zee nantinya.


Dan ide mengenai dekorasi penyambutan plus ucapan selamat ini juga adalah ide dari Tasya dan juga Zhea.


Sebenarnya setelah mendapat kabar kehamilan dan kabar mengenai Zee , Pak Bayu dan ibu Zee ingin segera menjenguk anak mereka , hanya saja Zee meminta mereka untuk tidak perlu repot - repot ke kota dan mengatakan jika ia baik-baik saja. Mereka pun tidak jadi menjenguk Zee.


Namun karena ide dari Zhea dan Tasya, Pak Bayu dan lain nya pun akhirnya pergi ke kota dan mengikuti instruksi Zhea untuk menunggu kedatangan Zee di rumah mereka saja.


Ini juga kali pertama kedua orang tua Zee berserta bapak dan ibu tiri Zee mengunjungi kediaman keluarga Xander.


Acara kecil-kecilan yang berlangsung berakhir saat jamuan makan siang. Kedua orang tua kandung dan tiri Zee memilih untuk langsung pulang setelahnya. Padahal ayah Xander dan Bunda Hesty sangat berharap untuk anggota keluarga Zee bermalam semalam di kediaman mereka. Tapi tidak bisa karena Pak Bayu harus bekerja esok hari, begitupun dengan yang lainnya.


Setelah kedua orang tua dan anggota keluarga Zee yang lainnya pulang. Zee langsung naik ke lantai dua kamarnya untuk beristirahat. Tentunya bersama sang suami yang selalu siap siaga.


*****


Suara adzan subuh yang terdengar di ponsel Zhio membangunkan Zee dari tidurnya, sedangkan Zhio masih terlelap. Zee memandangi wajah tampan sang suami, yang saat ini dimana posisi Zhio sedang memeluknya dengan erat, mereka tidur dengan saling berhadapan.


" Abang begitu tampan, wajar saja jika banyak yang menyukai abang termasuk Dokter Celin. Aku bersyukur karena abang lebih memilih aku, dari semua kekurangan yang aku punya, bahkan setelah semua yang terjadi kepadaku. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk abang, dan juga menjadi ibu yang baik untuk anak kita " batin Zee.


" Aku mencintaimu Bang Zhio "


Ungkapan cinta dari dalam hati Zee yang tak ia ungkapkan secara langsung, Zee mengelus lembut pucuk kepala Zhio, dan tiba-tiba saja Zhio memegang tangan nya lalu membuka mata.


" Abang " ucap Zee sembari tersenyum manis kepada Zhio.


" Abang juga mencintaimu " ucap Zhio, seolah tau apa yang ada di hati Zee saat ini.


CUP...


Zhio mencium kening Zee, lalu menurunkan badan nya, menyingkap baju Zee dan mengecup lembut perut Zee yang masih rata.


CUP...


" Selamat pagi anak abi, sehat-sehat di dalam ya nak " ucap Zhio mengajak calon buah hati mereka berbicara.

__ADS_1


Zee tersenyum melihat tingkah suaminya, setelah puas mengajak bicara sang buah hati, Zhio kembali ke posisinya semula. Kini ia saling berhadapan dengan Zee.


CUP....


CUP..


CUP..


Zhio kembali mengecup lembut kening Zee, kedua mata Zee, kedua pipi Zee dan terakhir berakhir di bibir manis sang istri.


" Aku masih bau iler bang " ucap Zee setelah Zhio melepas kecupan manis di bibirnya.


" Gak bau ah, ni buktinya harum " ucap Zhio kembali mengecup manis bibir sang istri, dan kali ini ciuman mereka berlangsung cukup lama.


" Sekarang kita sholat subuh bareng ya, kamu bisa berdiri kan sayang. Gak pusing, atau mau muntah? " tanya Zhio.


" Gak bang, aku baik aja. Ayo kita sholat "


Zhio dan Zee beranjak dari tidur mereka, dan saat Zhio berdiri justru Zhio yang merasa sedikit pusing. Dan ia kembali duduk di atas tempat tidur.


" Gak tau ni yang, kepala abang tiba-tiba pusing. Tunggu sebentar ya "


Zee ikut duduk bersama Zhio, dan tak beberapa menit setelah itu Zhio kembali berdiri. Masih terasa pusing namun tidak terlalu berat seperti yang pertama.


" Sudah gak pusing lagi yang, ayo kita berwudhu dulu baru habis itu sholat "


Dengan menggenggam erat tangan sang istri, Zhio menggandeng Zee masuk kedalam kamar mandi dan mengambil wudhu. Lihat berapa siaga nya Zhio kepada istrinya, bahkan sampai ke kamar mandi pun Zhio tidak ingin melepaskan genggamannya. Ia ingin Zee benar-benar ama, ia tak ingin Zee sampai kepeleset atau hal yang tidak di inginkan terjadi pada Zee di kamar mandi.


Tok.. tok.. tok..


" Bunda... Abi.. " teriak Bulan, Bulan sedang memanggil Bunda dan Abi nya untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, seperti hal biasa yang di lakukan oleh keluarga Xander di rumah mereka.


" Iya, ada apa nak? " tanya Zee saat membuka pintu kamar.


" Sholat berjamaah bun, bilangin abi. Kami semua udah nunggu di bawah "

__ADS_1


" Iya Bulan, sebentar lagi Bunda sama abi turun kebawah ya "


" Siap Bunda "


Zee kembali lagi ke kamar, Zee melihat Zhio yang kembali duduk di atas tempat tidur.


" Kenapa bang?kepala abang pusing lagi? " tanya Zee.


" Iya sayang "


" Ya udah kalau gitu abang sholat sambil duduk aja ya, sebentar aku ambilin sarungnya sama peci nya dulu "


Zhio pun menurut perintah istrinya, kepala Zhio benar-benar pusing dan ia tidak bisa berdiri sama sekali. ia duduk sembari bersandar di sandaran tempat tidur. Zee mengambil sarung dan peci lalu memakaikannya untuk Zhio.


Karena terlalu lama menunggu, kini giliran Tasya mendatangi Zee dan Zhio dan meminta untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Dan seperti biasa kebiasaan Tasya, tanpa mengetuk pintu Tasya langsung saja membuka kamar membuat Zee dan Zhio terkejut.


" Tasya, kenapa gak ketika pintu dulu dek " ucap Zee.


" Hehehe.. maaf kk Zee, eh itu abang kenapa? " Tasya menghampiri Zhio dan Zee.


" Abang lagi pusing dek, kalian sholat duluan aja ya. Bilangin ayah sama Bunda. Abang sholat di kamar aja sama Kk Zee " ucap Zhio.


" Ya udah bang, Tasya turun dulu ya " ucap Tasya dan di balas anggukan oleh Zhio .


" Loh dek, abang sama kk Zee nya mana? " tanya Bunda Hesty.


" Abang lagi pusing bun, gak bisa sholat bareng kita. Katanya duluan aja "


" Pusing? abang kenapa ya? " tanya Bunda mulai merasa khawatir.


" Kita sholat dulu ya bun, setelah itu baru kita liat keadaan abang " pintar Ayah Xander.


" Iya yah "

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2