Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Di terima


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Kevin bersama kedua orangtuanya pergi ke kediaman Zhea untuk menyampaikan niat mereka.


" Masih jauh Vin ? " tanya ibunya Kevin.


" Sedikit lagi Ma, tuh Ma lihat ada gapura. Kata Zhio setelah melihat gapura ini, kita jalannya terus saja Ma , dan gak jauh lagi sampai di rumahnya Zhea "


Ibunya Kevin hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelahnya Ibu dan Ayah Kevin menikmati pemandangan desa dari dalam mobil.


Di kediaman Zhea, semua keluarga sudah berkumpul dan bersiap menyambut kedatangan Kevin beserta orangtuanya.


" Bang Kevin sudah dimana Bang ? " tanya Zee.


" Sudah lewat gapura yang, sebentar lagi sampai "


" Sebentar lagi, ya udah kalau gitu semuanya kita siap - siap. Biar aku aja yang tunggu di depan bang "


Zee bergegas keluar rumah dan berdiri di pinggir jalan menunggu Kevin. Agar Kevin bisa melihat Zee dan tidak susah lagi mencari kediaman mereka.


Di dalam rumah, mendengar Kevin semakin dekat membuat Zhea merasa gugup.


" Itu Zee , berarti itu rumah mereka Ma " ucap Kevin. Kevin memperlambat kecepatan kendaraannya.


" Bang Kevin, parkir di sebelah sini aja bang " pinta Zee sembari menunjukkan tempat untuk Kevin memarkirkan mobilnya.


" Oke Zee "


" Vin, itu istrinya Zhio ? " tanya Ibu Kevin.


" Iya Ma "

__ADS_1


" Cantik ya Vin, berarti adiknya juga dong " goda ibu Kevin.


Kevin hanya tersenyum tipis mendengar ocehan mama nya.


" Sudah Ma, jangan menggoda Kevin terus " ucap Ayah Kevin.


Setelah memarkirkan mobilnya, Kevin beserta kedua orangtuanya turun dari mobil. Tak lupa ibunya Kevin juga membawa beberapa buah tangan untuk keluarga Zhea.


" Bismillahirrahmanirrahim " doa Kevin sebelum memasuki rumah Zhea.


Kevin dan kedua orangtuanya di persilahkan masuk ke kediaman Zhea dan juga Zee.


" Vin, yang mana calon menantu Mama ? " bisik ibunya Kevin.


" Itu Ma, yang pakai baju warna coklat "


" Yang di samping Zee , maa syaa Allah cantik banget calon menantu Mama " ucap Ibu Kevin.


Sebelumnya dari kedua pihak keluarga saling memperkenalkan diri mereka.


Zhea duduk tepat di samping Pak Bayu, sesekali Kevin dan Zhea saling pandang dan saling melempar senyum. Namun setelahnya dengan secepat kilat Zhea mengalihkan pandangannya karena menahan malu di perhatikan dan di lihat oleh Kevin.


Awalnya ayah Kevin lah yang terlebih dahulu mengambil alih pembicaraan , dan di susul Kevin yang dengan berani menyampaikan niatnya untuk melamar Zhea.


Saat Kevin berbicara, Zhea begitu serius mendengarkan dan memperhatikan Kevin. Zhea merasa kagum dengan Kevin karena keberanian Kevin untuk melamarnya, berani berbicara sendiri tanpa melimpahkan semua kepada kedua orangtuanya.


Setelah Kevin menyampaikan niatnya, saatnya Pak Bayu selaku orangtua dan wali Zhea untuk menyampaikan pendapat dan kesetujuannya menerima lamaran Kevin.


Semua orang menatap ke arah Pak Bayu, termasuk Zhea, ibunya Zee, dan juga Zhio. Mereka sangat berharap Pak Bayu menerima lamaran Kevin.

__ADS_1


Pak Bayu tampak bingung dan cukup lama terdiam untuk mengutarakan pendapatnya.


" Ini memalukan Zee " bisik ibunya Zee.


Ibunya Zee merasa hal buruk akan terjadi, ia yakin kalau mantan suaminya itu tidak menyetujui anaknya menikah. Padahal pagi-pagi sekali ibunya Zee sudah pergi ke kediaman Pak Bayu dan kembali menceramahi mantan suaminya itu.


" Bismillahirrahmanirrahim, saya sebelumnya sangat berterima kasih kepada Ananda Kevin dan keluarga atas niat baiknya datang jauh - jauh ke rumah kami untuk melamar anak saya yang bernama Zhea. Dan saya sebagai orangtua dan wali dari anak saya Zhea.. "


ucapan terakhir Pak Bayu membuat semua orang terlihat tegang. Ibunya Zee saja sudah tertunduk dan menutup kedua matanya. Ia tidak sanggup mendengar Pak Bayu yang akhirnya menolak lamaran Kevin.


" Karena Zhea anak kami memberikan semua keputusan kepada saya dan ibunya. Jadi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya dengan ikhlas menerima lamaran Ananda Kevin untuk menikahi Zhea anak kami "


" Alhamdulillah "


" Alhamdulillah "


" Alhamdulillah "


Semua orang mengucap syukur, dan begitu bahagia mendengar Pak Bayu menerima lamaran Kevin untuk menikahi Zhea.


Ibunya Zhea dan Zee begitu senang bahkan sampai meneteskan air mata. Lalu ia memeluk Zhea.


Kevin dan Zhea pun kembali saling pandang, Kevin tersenyum senang karena lamarannya di terima, dan itu artinya sebentar lagi ia akan menjadi suaminya Zhea.


Karena dari pihak keluarga Zhea sudah menyetujui lamaran Kevin. Saatnya kedua keluarga menetapkan hari akad untuk Kevin dan Zhea. Di sela pembicaraan, Pak Bayu melontarkan pendapat dan keinginannya kepada Kevin untuk tidak melarang Zhea melanjutkan study nya di luar negeri.


" Saya berjanji Pak , saya tidak akan melarang Zhea untuk melanjutkan study nya. Karena saya juga ingin Zhea terus menggapai cita-citanya. Dan karena itu, saya mohon ijin dan meminta kepada bapak, ibu, untuk segera menikahi Zhea sebelum Zhea pergi ke Korea untuk melanjutkan study nya "


" Iya benar Pak, Bu, karena sepertinya anak saya sangat takut kehilangan anaknya bapak. Dan juga kebelet menikah "

__ADS_1


timpal Ibunya Kevin sembari terkekeh.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Ibunya Kevin, suasana tegang pun menghilang dan berganti dengan tawa. Kevin hanya bisa menunduk malu karena ulah Mama nya.


__ADS_2