
Zee sudah siap berangkat ke Rumah sakit dengan memakai sepeda motornya, sebelumnya Zee akan mengantar Bulan kesekolah terlebih dahulu. Sedangkan Zhea, Zhea sedang menunggu Tasya menjemput nya.
" Kakak sama Bulan duluan ya dek "
" Iya kak "
Baru saja menyalakan sepeda motornya, dari kejauhan Zee melihat mobil datang dan Zee tau sekali itu mobil siapa. Mobil itu milik Zhio, Zee segera menghentikan langkahnya dan mematikan sepeda motornya.
" Assalamu'alaikum " Zhio dan Tasya mengucapkan salam secara bersamaan.
" Wa'alaikumsalam " jawab Zee, Zhea dan juga Bulan.
" Kamu udah mau berangkat Zee? untung aja abang buruan datang, abang kesini mau jemput kamu. Nanti sekalian kita antar Tasya, Zhea dan juga Bulan ke sekolah "
" Ia kak, tadi abang katanya mau jemput kak Zee. Jadi sekalian deh aku ikut. Nanti pulang nya biar Pak ujang yang jemput kami kak "
" Hmm.. ia deh, kalau gitu kita berangkat sekarang aja " ucap Zee.
Mereka semua masuk kedalam mobil, Tasya meminta Zhea untuk di depan sedangkan ia duduk di belakang bersama Zhea dan Bulan. Di dalam mobil suasana nya sangat ramai sekali, Zhea, Tasya dan Bulan tidak hentinya mengoceh. Ya walaupun sebenarnya yang paling ribut itu adalah Zhea dan Tasya, mereka berdua asyik membicarakan drakor terbaru dan menentukan rencana untuk ke bioskop dalam waktu dekat.
Setelah mengantar Bulan kesekolah nya, kemudian Zhio melajukan mobil nya menuju ke sekolah Zhea dan juga Tasya.
" Kami sekolah dulu ya kak, bang Zhio " ucap Zhea dan Tasya lalu bergantian mencium punggung tangan Zhio dan juga Zee. Dan setelah itu Zhio kembali melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.
" Sya, semalam bang Zhio ada cerita apa aja sama kamu? "
" gak ada Zhea, padahal aku tu penasaran banget tau sama bang Zhio juga kak Zee "
" sama dong Sya, kak Zee juga gak cerita apa - apa. Kak Zee cuma bilang dia sama bang Zhio pergi makan malam aja. Gak kemana - mana setelah itu, hmm.. menurut kamu bang Zhio udah nyatakan cinta nya belum ya sama kak Zee.. kalau yang aku lihat semalam sih raut wajah kak Zee dan bang Zhio biasa - biasa aja, mereka gak kayak orang yang bahagia gitu atau sedih juga gak, atau memang belum ada pembicaraan yang serius gitu ya dari bang Zhio? "
" Aku juga gak tau Zhe, bang Zhio gak cerita apa - apa. Aku tanyain terus sama bang Zhio, eh aku malah di bilangin bocil sama abang, katanya rahasia aku gak boleh tau "
" ahahahaha.. Bocil.. ada - ada aja bang Zhio, semoga aja mereka berdua bisa bersama ya Sya. Semoga aja Kak Zee juga suka sama bang Zhio, mencintai bang Zhio juga "
" aamiin.. semoga aja Zhe, oh ya gimana kamu udah cerita belum sama kak Zee masalah kak Iqbal? "
__ADS_1
" Aku sudah bilang Sya " Zhea sengaja memasang wajah sedih dan berniat mengerjai Tasya.
" kamu kok sedih gitu, terus kak Zee bilang apa? kamu di marahin ya? kenapa gak bilang dari semalam sih sama aku Zhe? kalau gitu kan tadi pas ada kak Zee aku bisa bantu kamu buat ngertiin kak Zee. Udah kamu jangan sedih lagi ya, nanti kalau dah pulang sekolah pas di rumah aku bantuin ngomong sama kak Zee " Tasya mengelus - elus pundak Zhea, lalu memeluk Zhea agar Zhea tenang dan tidak sedih.
" Hmm.. kak Zee.. Kak Zee gak marah kok Sya, dan kak Zee ngijinin aku ke rumah Iqbal malam ini " Seketika Zhea tersenyum dan raut wajah sedih yang di buat - buat tadi hilang.
" Yang benar Zhea, iihh terus tadi kamu sedih kenapa? kamu ngerjain aku ya? "
" Hehehehe.. maaf Sya mau ngetes kamu aja, sejauh mana kamu peduli sama aku " ucap Zhea.
" Kita itu udah sahabatan selama tiga tahun, dan akan selamanya bersahabat. Aku bakalan selalu peduli sama kamu Zhea, kamu kan juga selalu gitu sama aku "
" Iya.. iya.. Tasya sayang, sahabat tersayang ku.. muach hh.. muachhh.. " Zhea memeluk Tasya lalu ingin mencium Tasya, Tasya mencoba menghindar dari ciuman Zhea, ia malu karena di sana tidak ada hanya ada mereka tapi juga banyak teman - teman lain yang melihat tingkah aneh Zhea. Padahal sebenarnya Zhea tidak sungguh - sungguh melakukan itu, ia hanya ingin menjahili Tasya saja.
" Ihh Zhea, apaan sih.. gak usah cium - cium, nanti teman - teman lain pada bilang kita kelainan lagi.. "
" Biarin aja Sya, kan gak bener juga.. Aku cuma mau cium sahabat tersayang ku... sini Sya.. " Zhea mengejar Tasya yang sudah berlari dan terlebih dahulu pergi masuk ke kelas dan meninggalkan Zhea. Zhea tertawa terbahak - bahak melihat Tasya.
*****
" Iih.. abang kok jadi maksa sih,kalau aku gak mau gimana?" ucap Zee sembari tersenyum kepada Zhio.
" Ya.. abang akan paksa kamu terus sampai kamu mau di antar jemput sama abang, lagian kan tempat tujuan kita juga sama "
" Terus kalau aku di antar jemput sama abang terus, sepeda motor aku gimana bang? kan kasian nganggur di Rumah "
" Kalau gitu mulai besok kita pakai sepeda motor kamu aja ke Rumah sakit " jawab Zhio santai.
Jawaban Zhio membuat Zee tidak bisa berkata - apa lagi selain kata iya, Zhio tersenyum senang mendapat jawaban dari Zee. " Mulai sekarang kamu akan terus bersama ku Zee, dan aku akan terus memaksa mu "
Mobil yang di kendarai Zhio dan juga Zee datang bersamaan dengan mobil yang di kendarai oleh Celin. Celin terlebih dahulu memarkirkan mobilnya, lalu setelah itu ia turun dan berjalan menuju mobil Zhio.
" Hei Zhio " sapa Celin kepada Zhio yang baru saja turun dari mobil nya, dan bersamaan Zee juga ikut turun dari mobil.
" Selamat pagi Dokter Celin " sapa Zee, bukannya menjawab salam dari Zee, Celin malah menatap Zee dengan tatapan penuh amarah.
__ADS_1
" Wanita ini.. bagaimana bisa dia semobil dengan Zhio? apa mereka berangkat bersama? "
" Kalau orang memberi salam itu di jawab " ucap Zhio dingin.
" Pagi juga " jawab Celin.
" Kalau gitu aku duluan ya bang, permisi Dokter Celin saya duluan " ucap Zee.
" Ehh Zee tunggu " Zhio menghentikan langkah Zee.
" Kenapa bang? "
" ingat ya, nanti kita pulang sama - sama " ucap Zhio.
" I.. i.. ya bang "
" Oke, kalau gitu semangat " ucap Zhio.
" Terima kasih bang, abang juga " ucap Zee lalu pergi masuk kedalam Rumah sakit. Celin kembali meradang melihat kedekatan Zhio dan juga Zee.
" Zhio.. tunggu.. kamu mau kemana? " Celin berlari ke arah Zhio begitu melihat Zhio juga ingin masuk kedalam Rumah sakit.
" Zhio, kamu kenapa bisa bareng ke Rumah sakit dengan wanita itu? " tanya Celin.
" Dia punya nama " ucap Zhio dingin sembari terus berjalan dan Celin terus mengikuti nya.
" Ya.. aku tau.. kenapa kamu bisa barang dia Zhio? "
" Memang nya kenapa kalau aku datang bersama Zee? aku yang mengajak nya berangkat bersama ku "
" Tapi.. aku gak suka Zhio, dia itu punya maksud yang gak baik sama kamu " mendengar hal itu Zhio menghentikan langkah nya dan menatap Celin.
" Jangan suka menilai buruk tentang seseorang, bahkan menurutku dia lebih baik dari pada kamu " ucapan Zhio begitu menyakiti hati Celin, dan Celin menarik lengan Zhio mencoba menahan Zhio yang ingin masuk ke ruang kerja nya.
" Kenapa kamu berbicara seperti itu Zhio, jangan bandingkan aku dengan dia. Aku jelas lebih baik dari pada dia, masa lalu saja bahkan lebih buruk " cibir Celin.
__ADS_1
" Terserah kamu mau bilang apa Celin, yang jelas dia bukan wanita pembohong seperti kamu " ucap Zhio lalu bergegas masuk kedalam ruang kerja nya dan menutup nya dengan keras. Celin mendengus kesal dengan sikap Zhio, dan lagi - lagi dalam benak nya Zee lah yang salah akan semua yang terjadi dengan perubahan sikap Zhio yang sekarang begitu dingin dan cuek kepada nya. Celin masih tidak menyadari dengan kesalahan apa yang sudah ia perbuat sebelumnya.