Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Cemburu


__ADS_3

Kedua air mata Zee berkaca - kaca, apa yang di katakan oleh Celin benar adanya. Dan hal itu lah yang sebenarnya membuat Zee juga berpikir jika ia tidak pantas untuk Zhio, Zhio orang nya terlalu sempurna dan sangat tidak pantas bersanding dengan Zee yang penuh dengan dosa dan masa lalu yang buruk. Banyak wanita di luar sana yang lebih pantas dan sempurna untuk Zhio miliki.


" Zee, apa yang di katakan oleh nek lampir itu benar? " Amira meraih kedua tangan Zee dan mengenggam nya, Amira mencoba menenangkan sahabat itu.


Zee tidak bisa berkata apa - apa, air mata yang tadi ia coba tahan akhirnya tumpah. Zee menangis lalu memeluk erat Amira.


" Maafkan aku Ra, maaf aku gak pernah cerita tentang ini sama kamu. Itu semua terjadi karena kebodohan ku Ra, kebohodan yang pernah aku lakukan dulu dengan mas Satria. Tapi aku sudah menyadari dan mengambil semua hikmah dari segala yang terjadi Ra.Dan aku terus berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, maka dari itu aku gak pernah cerita hal ini sama kamu Ra. Kamu gak perlu tau hal yang memalukan ini " Zee kembali menangis setelah penjelasan nya yang cukup panjang. Amira menepuk - nepuk pundak Zee dan berusaha menenangkan Zee.


" Sudah jangan nangis lagi ya Zee, seperti yang aku bilang tadi. Semua orang pasti punya masa lalu, gak ada orang yang sempurna Zee. Kamu gak perlu minta maaf, kamu memang gak perlu menceritakan hal ini kepada ku. Karena masa lalu yang buruk sudah seharusnya untuk gak di ceritakan atau di ungkit lagi kan, dan sebaiknya di jadikan pelajaran "


" Terima kasih Ra, Terima kasih udah ngertiin aku "


" Iya Zee, selama ini kan kamu juga selalu ngertiin aku " Zee melepas pelukan nya kepada Amira dan kini mereka berdua saling tersenyum.


Ting...


Ponsel Zee tiba - tiba berbunyi, dan sebuah pesan masuk dari Zhio.

__ADS_1


*Zhio


Zee, abang sudah nunggu di parkiran. Kalau pekerjaan kamu belum selesai, selesaikan aja dulu. Abang akan menunggu. ❤*


Zee tersenyum melihat pesan yang di kirim oleh Zhio, apalagi melihat emoticon berbentuk love di ujung kalimat nya.


" Dari siapa Zee? "


" Dari abang Zhio, bang Zhio udah nunggu aku di parkiran Ra "


" Nunggu di parkiran, jadi sekarang udah di antar jemput terus nihh... " ledek Amira.


" Cieh... kalau gitu udah gak udah banyak mikir, Terima aja bang Zhio nya Zee. Gak usah mikiran omongan nek lampir tadi ya, pikirkan masa depan. Aku yakin Dokter Zhio itu terbaik untuk kamu "


" Iya Ra, ya udah aku duluan ya. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam, bersenang - senang ya Zee " ucap Amira dari kejauhan, Amira bersiap untuk memulai kerja nya.

__ADS_1


" Zee.....!!! " teriak Syam dari kejauhan.


" Dokter Syam? ada apa Dok? "


" Kamu mau pulang?


" Iya Dok, Dokter Syam juga mau pulang ya? "


" Iya Zee, hmm.. gak apa kan kalau aku panggil nama kamu saja "


" Ya gak pa - pa Dokter, santai aja. Lagian kita kan lagi di luar, gak sedang di Rumah Sakit "


" Kalau gitu kamu juga panggil Syam aja ya, gak perlu terlalu formal "


" Iya Kak Syam, kalau gitu aku duluan ya kak " Syam senang sekali mendengar Zee memanggil nya dengan sebutan kakak.


" Ehh... Zee tunggu, kamu pulang sama siapa? "

__ADS_1


" Dengan SAYA!! "


Tiba - tiba saja Zhio datang dan terlebih dahulu menjawab pertanyaan Syam, dari dalam mobilnya Zhio melihat Zee dan juga Syam. Melihat Zee dan Syam berdua, membuat Zhio cemburu. Zhio pun keluar dari mobil dan menemui Zee juga Syam.


__ADS_2