
Setelah hampir satu bulan lamanya di rawat di rumah sakit, Zhio di perbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya.
Zhio terlihat bersemangat sekali untuk pulang karena ia sudah begitu lelah dan merasa bosan karena berada lama di rumah sakit.
Gips yang menutupi lengan Zhio sebelah kanan kini sudah berganti dengan perban biasa, dan kedua kakinya juga masih di perban, dan kondisi kedua kaki Zhio masih dengan perban yang menutupi seluruh kakinya, Zhio saat ini harus bergerak kemana-kemana dengan kursi roda. Dan harus di angkat dan di papah bila ingin menaiki kursi roda tersebut.
Butuh berbulan-bulan , setahun atau dua tahun lagi penyembuhan agar kedua kaki Zhio bisa kembali berjalan dengan normal.
Sampai di rumah, Zhio langsung di bawa Zee kedalam kamar mereka. Zhio menghirup nafas panjang, merasakan harumnya ruangan kamar mereka yang sudah hampir sebulan ia tinggal.
" Abang kangen sama kamar kita " Zhio tersenyum kepada Zee, dengan perlahan Zee membantu Zhio untuk duduk di atas tempat tidur mereka.
Setelah membantu Zhio, Zee juga duduk di sisi Zhio. Zee juga merasa senang dan rindu akan suasana kamar mereka karena sudah hampir sebulan lamanya mereka tinggal. Walaupun dalam kondisi hamil Zee tidak sama sekali meninggalkan Zhio. Ya walaupun pagi hingga sore Zee harus terpaksa meninggalkan Zhio karena ia harus tetap melaksanakan dan menyelesaikan magangnya. Dan selama Zhio di tinggal, Bunda Hesty lah yang menemani Zhio.
" Aku juga rindu bang sama rumah dan suasana kamar ini "
" Rindu kamar ini, pasti rindu dengan suasana malam.."
", Shutt...Abang... "
Zee menempelkan jari manisnya di bibir Zhio.
" Abang mulai mesum kan "
Zee tertawa begitu pula dengan Zhio, Zhio mulai menggoda Zee dan sangat senang melihat istrinya tertawa.
" Kan Abang belum selesai bicara yang , kamu udah motong aja omongan Abang "
" Soalnya aku udah tau omongan Abang itu jurusnya kemana "
Zee kembali senyum-senyum sendiri.
" Sayang " Zhio menatap Zee dan memegang erat jemari tangan Zee.
" Terima kasih udah selalu ada di samping Abang, dan maaf mungkin Abang..dengan waktu yang sangat lama gak bisa.. "
__ADS_1
Zee kembali menempelkan jemari manisnya di bibir Zhio.
" Abang..udah di bilangin jangan ngomong mesum " ucap Zee kembali terkekeh.
" Kamu udah ngerti maksud ucapan Abang apa ? " tanya Zhio.
" Iya bang, aku ngerti. Kan kita sehati " ucap Zee sembari terkekeh.
" Gak usah mikirin itu ya bang, yang penting kesehatan dan pemulihan Abang. Yang minta maaf itu justru aku,karena aku gak bisa jagain Abang 24 jam karena aku...aku gak bisa ninggalin magang aku bang "
Bercerita mengenai magang yang masih Zee jalani, raut wajah Zee terlihat sedih karena sebenarnya ia bingung memikirkan antara kuliah , magang , dan dengan keadaan suaminya sekarang.
Zee merasa tidak tega harus meninggalkan Zhio, Zee merasa menjadi istri yang tidak baik karena tidak selalu menemani suaminya Zhio. Bahkan harus meminta ibu mertuanya yang menjaga Zhio.
" Kenapa sayang ? "
Zhio mengelus dagu Zee dan mereka berdua saling tatap.
" Bang, gimana kalau aku..aku berhenti aja dari kuliah "
Zee menundukkan kepalanya.
" Aku..aku gak tega kalau harus ninggalin Abang setiap jadwal magang aku bang, belum lagi kalau ada jadwal yang wajib aku harus ke kampus. Aku pengen punya waktu banyak buat Abang , kasian juga bunda kalau harus gantiin tugas yang memang seharusnya itu kewajiban yang aku lakuin sebagai seorang istri "
Zhio merasa tersentuh sekali dengan apa yang ada di ucapkan oleh Zee, Zee terharu karena Zee justru punya pemikiran untuk melepaskan kuliah kedokterannya yang sudah di dapatkan susah payah hanya untuk merawat dirinya yang sedang sakit.
" Sayang, bukannya kita udah bicarakan hal ini. Abang juga seorang dokter, Abang tau bagaimana susahnya mendapat gelar itu, kamu mau melepaskannya begitu saja, begitu banyak materi, pikiran dan tenaga yang sudah kamu habiskan sayang. Abang sudah jelaskan sama kamu kan, jangan jadikan sakit Abang menjadi hambatan untuk kamu meraih cita-cita kamu "
Sebuah keputusan berat yang memang harus Zee pilih sebenarnya, tapi Zee merasa tetap ingin berbakti dan merawat suaminya dengan baik. Ya walaupun harus melepaskan apa yang sudah ia dapat dengan susah payah.
" Tapi bang, kan aku..aku bisa melanjutkannya nanti, mungkin setelah Abang sembuh. Yang penting aku bisa merawat Abang dengan baik "
" Yang bilang kamu gak merawat Abang dengan baik siapa ? "
" Hmm..bukan begitu bang , aku cuma.. "
__ADS_1
Kini gantian Zhio yang meletakkan jemari maninya di bibir manis sang istri, menahan Zee untuk tidak berbicara dan menghentikan perdebatan mereka.
" Abang gak mau dengar alasan kamu lagi , pokoknya kamu harus terus lanjutin kuliah kamu, fokus sama kuliah kamu, dan yang paling penting jangan banyak pikiran, ingat sayang kamu lagi hamil sekarang, Abang gak mau kamu mikirin yang macam-macam "
Kini tangan Zhio beralih ke perut buncit sang istri, mengelus - elusnya dengan lembut.
" Kamu itu istri yang terbaik, terbaik, sangat terbaik. Kamu itu adalah istri terbaik dan terhebatnya Abang, kamu udah lakukan yang terbaik buat Abang , Abang cuma perlu kamu berdoa dan selalu beri semangat Abang biar cepat pulih, itu cukup buat Abang "
Kedua mata Zee berkaca-kaca , terharu dengan ucapan suaminya.
" Abang juga suami terhebat aku " ucap Zee lalu memeluk Zhio.
" Aww...sayang..sayang sakit "
lengan Zhio merasa nyeri karena Zee memeluk dan tak sadar akan lengan kanannya.
" Hah..sakit.. astagfirullahaladzim maaf bang "
Zee tampak panik karena ia benar-benar lupa kalau lengan suaminya masih di perban.
" Masih sakit gak bang, aduh maaf bang, di sini ya sakitnya " tunjuk Zee di bagian lengan Zhio , lalu Zee mengelus-elus lengan Zhio.
" Udah yang, gak sakit lagi di situ, sekarang sakitnya pindah di sini " tunjuk Zhio pada bibirnya sembari tersenyum.
" Ihhh...Abang... "
Pipi Zee tampak merah merona karena Zhio kembali menggodanya.
" Ya yang beneran di sini sakitnya " goda Zhio kembali.
Zee tersenyum kepada Zhio, dan tanpa aba-aba Zee memberanikan diri mencium bibir sang suami. Bibir yang kata Zhio terasa sakit.
**Bersambung...
Kelanjutannya di bayangin sendiri ya , si Abang Zhio tukang modus ðŸ¤
__ADS_1
Terima kasih udah selalu setia menunggu cerita aku, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 🥰**