Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Mantan is back


__ADS_3

Berita pernikahan Zhea dan juga Kevin sampai di telinga Iqbal yang tak lain mantan kekasih Zhea. Darah Iqbal terasa mendidih begitu melihat foto gandeng Zhea dan Kevin yang ia lihat di media sosial nya.


Walaupun Zhea sudah memblokir dan menghapus segala sesuatu yang berhubungan dengan nya di media sosial, tapi tetap saja Iqbal masih bisa melihat dan mendengar kabar ini karena kalian ingat kalau Iqbal dan Zhea masih dalam satu angkatan yang sama dan sekolah di SMA yang sama. Karena beberapa teman Zhea juga berteman dengan Iqbal.


" Mas , kenapa ? " tanya Sella , istri Iqbal.


Setelah menikah, Iqbal memilih untuk tinggal di apartemen bersama Sella. Memilih berpisah dari kedua orang tua mereka, hal ini karena Iqbal tidak ingin kedua orang tuanya tau kalau Iqbal tidak memperlakukan Sella seperti layaknya seorang istri. Bahkan sejak menikah hingga sekarang Iqbal dan istrinya tidur terpisah dan bahkan Iqbal belum pernah menyentuh Sella sama sekali.


Sella terlihat khawatir melihat Iqbal, karena wajah Iqbal terlihat merah seperti memendam amarah. Walaupun Iqbal selama ini tidak pernah memperlakukan nya layaknya seorang istri, tapi Sella tidak pernah mengeluh dan tetap melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri seperti melayani makan dan minum Iqbal.


Pernikahan Iqbal sebenarnya sebuah keterpaksaan, iqbal terpaksa menikahi Sella karena perjanjian kedua orang tua mereka. Perusahaan yang di miliki orang tua Iqbal mengalami kebangkrutan, dan datangnya ayah Sella sebagai penyelamat karena ayah Sella sudah lama bersahabat dengan ayah Iqbal.


Umur Sella lebih tua dari Iqbal, terpaut sekitar 5 tahun, Sella sudah berulang kali ingin menikah namun selalu gagal karena berbagai masalah. Kebanyakan lelaki yang ingin menikah dengan Sella tiba-tiba meninggalkan nya begitu saja.


Sella dan Iqbal saling kenal namun tak terlalu dekat, tapi setelah ayahnya memberi tahu bahwa ia akan menjodoh kan nya dengan Iqbal, Sella begitu antusias. Padahal Sella sudah putus asa dan berniat tidak akan menikah lagi.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Sella, Iqbal beranjak dan mengambil jaketnya. Ia lalu keluar dari rumah tanpa berkata apa-apa. Seperti yang. biasa Iqbal lakukan. Sudah beberapa bulan menikah, Sella dan Iqbal tak saling banyak bicara.


Iqbal memukul-mukul stir mobilnya, hati nya begitu sakit saat kembali mengingat foto gandeng Zhea dan Kevin.


" Aku tau harus apa " ucap Iqbal.


*****


Semakin dekat dengan pernikahan, semakin ramai pula kediaman keluarga Xander. Walaupun yang menikah adalah Zhea, bunda Hesty juga sibuk mempersiapkan semua keperluan rumah untuk menyambut kedatangan keluarga Zhea yang tak lain juga keluarga Zee menantunya. Karena jika hari pernikahan tiba, anggota keluarga Zhea akan tinggal dan bermalam di kediaman mereka.


Bunda Hesty juga sempat memberikan saran dan masukan mengenai undangan dan WO yang terbaik untuk acara pernikahan Zhea dan Kevin. Bunda Hesty tak kalah antusias nya melihat Zhea menikah, karena bagi Bunda Hesty Zhea juga sudah ia anggap seperti anaknya sendiri. Apalagi mendengar Zhea menikah dengan Kevin, Kevin yang juga sudah Bunda Hesty anggap seperti keluarga sendiri. Membuat Bunda Hesty begitu senang mendengarnya.


" ini dia rumahnya " ucap Iqbal saat tiba di depan kediaman rumah Xander.

__ADS_1


" Permisi Pak, cari siapa ? " tanya penjaga kediaman Xander yang terlihat begitu menyeramkan dengan setelan berwarna hitam.


" Saya ingin bertemu Zhea , Pak " ucap Iqbal.


" Tunggu sebentar, dengan siapa ? nama anda ? "


" Teman sekolahnya Pak " ucap Iqbal, Iqbal tidak ingin menyebut nama nya karena ia yakin Zhea pasti tidak ingin menemuinya.


Sembari menunggu , Iqbal memperhatikan sekeliling kediaman Xander. Pagar besi yang cukup tinggi , dengan rumah bertingkat yang terlihat mewah. Ini baru kali pertama nya Iqbal ke kediaman Xander, setelah mendapatkan alamat rumah Tasya dari temannya.


" Maaf , yang anda cari tidak ada di rumah "


" Kemana Pak ? " tanya Iqbal.


" Yang anda cari sedang tidak ada di rumah , saya juga tidak tahu kemana "


" Kapan Zhea kembali Pak ? " tanya Iqbal.


Iqbal mendengus kesal mendengar jawaban dari penjaga rumah , ia kecewa karena tak bisa bertemu Zhea. Iqbal pun memilih kembali ke dalam mobilnya. Dan di dalam mobil Iqbal kembali memukuli stir mobilnya karena kesal.


Iqbal tidak sadar kalau dari kejauhan, Zhea sedang memperhatikan nya. Zhea sebenarnya ada di rumah , Zhea tahu kalau Iqbal yang ingin menemuinya karena Zhea bisa melihat dari balik jendela kamarnya. Zhea sengaja meminta penjaga rumah untuk memberi tahu Iqbal kalau ia tidak berada di rumah agar Iqbal segera pergi.


Melihat Iqbal, membuat Zhea kembali mengingat masa-masa indah mereka dulu. Yang selalu Zhea coba untuk kubur dalam-dalam.


Zhea tahu kalau kedatangan Iqbal tentu karena berita pernikahan nya.


" Aku akan menikah kak , seperti kak Iqbal. Kita akan memiliki kehidupan masing-masing. Aku harap kak Iqbal bisa berbahagia, begitu pula denganku " ucap Zhea dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


" Zheaa.....!! " teriak Tasya begitu masuk kedalam kamar Zhea.

__ADS_1


Mendengar suara Tasya, Zhea segera menyeka air matanya dan menutup tirai jendela.


" Kamu kenapa Zhe ? " tanya Tasya.


" Gak apa Sya, kenapa ? "


" Aku tau kalau kak Iqbal ada di depan, kenapa gak di temuin Zhe ? makanya aku kesini "


" Kamu tau ? dari mana Sya ? "


" Tadi aku lagi duduk di teras, aku bisa liat dari jauh kalau itu kak Iqbal. Kenapa gak di temuin ? " tanya Tasya kembali.


" Buat apa Sya ? gak ada juga yang perlu di bahas "


" Iya juga sih, mantan is back . Hahaha " tawa Tasya.


Zhea hanya tersenyum melihat Tasya tertawa.


" Makanya aku tuh gak mau pacar-pacaran Zhe, susah kalau udah urusan mantan. Kayak kamu " ledek Tasya.


" Sukanya ngeledek, emangnya kalau menikah , gak bakalan jadi mantan juga kalau udah cerai "


" Ihh Zhea, kok bahas perceraian sih. Itu kan lain lagi Zhe, emangnya kamu mau nikah habis itu cerai ? gak kan ? jangan ah Zhea, masak mau cerai dari bang Kevin. Menikah untuk yang pertama dan terakhir bersama bang Kevin "


" Aamiin... " jawab Zhea.


Tasya tersenyum mendengar ucapan Zhea. Tasya menarik tangan Zhea lalu memeluk Zhea.


" Aku tau kamu tadi habis nangis karena kak Iqbal datang ke sini kan ? jangan sedih lagi ya Zhea, aku yakin kebahagiaan yang banyak akan kamu dapatkan setelah bersama bang Kevin nantinya. Percaya dan yakin kalau takdir Allah itu yang terbaik " ucap Tasya lalu mengelus lembut punggung Zhea.

__ADS_1


Zhea memeluk erat tubuh Tasya, walaupun sahabatnya yang satu ini terlihat begitu kekanak-kanakan , bar-bar , dan suka asal bicara. Tapi di balik itu semua Tasya bahkan bisa sedewasa Zhea, dan sering memberikan nasihat-nasihat dan semangat untuk Zhea.


__ADS_2