
Seminggu lamanya di rumah sakit akhirnya Zee berserta Arshaka di perbolehkan kembali kerumah.
Sampai di rumah, Zee tidak tahu bahwa ada sebuah kejutan yang menantinya. Begitu membuka pintu, Zee di kejutkan dengan banyaknya balon berwarna biru dan putih yang menghiasi rumah, dan terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan WELCOME TO HOME ARSHAKA.
Balon berwarna biru dan putih tidak hanya berserakan di lantai, namun di pasang di tangga dan juga dinding rumah.
" Selamat datang kak Zee "
" Zhea, Tasya "
Zee senang sekali melihat Zhea dan juga Tasya, bukan hanya itu, Oma Diana pun hadir untuk memberikan selamat atas kelahiran dan kembalinya Zee kerumah bersama Arshaka.
" bang Zhio "
" Adek, makin gendut aja kamu " ucap Zhio.
" Ihh Abang, gak lucu !! "
" Sini peluk Abang "
Tasya tersenyum lalu memeluk Zhio, walaupun suka mengejek dan mengganggu Tasya, Tasya sangat menyayangi dan merindukan abangnya.
" Aduhh..gemoy nya ponakan aku.. " ucap Tasya saat melepas pelukannya dari Zhio dan melihat Arshaka.
" Zee, selamat atas kelahiran kamu nak "
Oma datang dan memberi selamat kepada Zee.
" Oma, makasih banyak Oma "
" cucu uyut Oma ganteng banget, maa syaa Allah "
" Ya dong Oma, siapa dulu ayahnya " timpal Zhio.
" Iya..iya..ayahnya juga ganteng, makanya cucu Oma seganteng ini , duhh pengen Oma gigit nih pipinya " ucap Oma sembari mencubit pipi gembul Arshaka.
Walaupun suasana terdengar ramai dan pipinya yang di elus - elus terus bahkan di cubit, tak membuat Arshaka bangun dari tidurnya, ia masih tidur dengan pulas.
" Sini Zee, Oma gendong "
" Ihh..Oma, biar Tasya aja yang gendong , Tasya kan juga mau "
" Aku juga mau Tasya, Oma "
Zhea pun tak mau kalah, mereka bertiga justru memperebutkan Arshaka.
" Karena Oma yang lebih tua, kalian yang muda ngalah ya " ucap Zee lalu memberikan Arshaka ke gendongan Oma Diana.
Zhea dan Tasya memanyunkan bibir mereka karena tidak mendapat kesempatan menggendong Arshaka.
" Maa syaa Allah, gemes banget Oma liatnya Zee, Zhio , selamat ya Zhio atas kelahiran anak kalian " ucap Oma.
" Terima kasih Oma " ucap Zhio.
" Maaf ya Zhio, Zee, selama di rumah sakit Oma gak jengukin, karena ada beberapa urusan penting yang masih belum Oma selesaikan, padahal rencananya kemarin Oma mau jenguk , tapi Hesty bilang kalau Zee udah bisa pulang hari ini, ya Oma menunggu di rumah saja , menunggu kalian datang "
" Iya gak apa kok Oma "
" Oma bawa Arshaka duduk ya Zee "
__ADS_1
" Iya Oma, silahkan "
" Tasya ikut Oma "
Oma Diana membawa Arshaka untuk duduk bersama , di susul dengan Tasya tentunya.
" Kak Zee, selamat ya kak "
" Makasih banyak dek, ya ampun kakak kangen banget sama kamu, kapan kamu datangnya ? Kok gak ngabarin "
" Kami baru aja datang kak, tadi di jemput bang Kevin , sengaja gak bilang
" Baru aja ? Ya ampun, jadi kapan balik lagi ? "
" Lusa kak "
" Lusa, cepat banget dek "
" Iya kak, ini aja di sempetin buat ke sini, soalnya aku sama Tasya belum ada libur kak, cuma ijin aja "
" Makasih ya dek "
" Sama-sama kak, gak apa yang penting udah bisa liat Arshaka walaupun gak lama "
" Ya udah yuk kita duduk bareng dek "
" Iya kak "
Zee mengajak Zhea untuk duduk dan berkumpul bersama dengan semua anggota keluarga Alexander.
Semua tampak bahagia atas kehadiran Arshaka. Acara penyambutan tersebut tidak di hadiri oleh orang lain, hanya anggota keluarga saja.
*****
Zee menghirup nafas dalam, merasakan kenyamanan dalam kamar mereka sendiri, setelah seminggu lamanya di rumah sakit.
" Iya yang, lihat anak kita, kerjaannya dari tadi pagi cuma tidur " ucap Zhio sembari memandangi Arshaka yang berada di ranjang kecilnya yang berada tepat di samping Zee.
" Ya bang, Alhamdulillah dia gak rewel ya bang, padahal Abang liat sendiri kan, pipi Arshaka aja sampe merah di cubitin sama Tasya "
" Iya yang, Abang aja juga suka gemes, tuh liat pipinya Arshaka mau jatuh "
" Iya ya bang, gemes "
Zee terkekeh lalu menatap Zhio, mereka berdua pun saling tatap.
" Abang tau kenapa Arshaka ngegemesin "
" Kenapa bang ? "
" Karena ibunya juga selalu bikin ayahnya gemes "
" Abang ihh gombal " Zee pun tertawa kecil mendengar ucapan Zhio.
Zhio menangkup wajah Zee dan menatap dalam wajah cantik istrinya.
" Abang merindukan mu sayang "
" Aku juga bang "
__ADS_1
Cup
Zee mengecup singkat bibir Zhio, Zhio tersenyum karena terlihat istrinya sekarang sudah mulai berani , sama halnya yang Zee lakukan waktu itu kepada Zhio di rumah sakit.
Tak mau kehilangan kesempatan, Zhio pun kembali menarik tengkuk leher Zee dan mengecup lembut bibir manis sang istri.
Owek...Owek..Owek...
Ciuman yang baru saja berlangsung pun terhenti saat terdengar suara tangisan Arkana.
" Arshaka nangis bang "
" Biar aja yang, nanggung " ucap Zhio lalu kembali mengecup bibir Zee.
" Abang..."
Owek...owek..owek...
Zhio pun berhenti mencium istrinya karena suara tangis Arshaka semakin keras. Zhio dan Zee pun saling tertawa kecil setelahnya.
" Nanti di lanjut lagi ya bang "
" Iya sayang, tunggu yang, biar Abang gendong Arshaka "
Zhio tak membiarkan Zee bangkit untuk menggendong Arshaka.
" Kenapa anak Abi, cup..cup..cup.. Arshaka haus , laper ? basah yang, Arshaka kayaknya ngompol " ucap Zhio.
" Eh..kamu mau kemana yang ? "
" Mau gantiin popok Arshaka bang "
" Gak usah yang, kamu di situ aja, biar Abang yang ganti popoknya "
" Abang bisa ? "
" Bisa dong yang , ternyata Arshaka pup yang "
" Pup, ya udah biar aku aja bang "
" Jangan yang, kamu diam aja , istirahat di situ, serahkan sama Abang "
Zhio pun memulai aksinya, dengan cekatan Zhio mengganti popok Arshaka, Zee tersenyum melihat aksi suaminya yang sudah terlihat sangat mahir mengganti popok Arshaka.
" Sudah selesai, sekarang saatnya minum susu "
Zhio memberikan Arshaka kepada Zee, setelah buang air besar tentulah Arshaka akan merasa lapar, dan benar saja Arshaka sangat kuat sekali menyedot ASI yang di berikan Zee.
" Pelan - pelan sayang " ucap Zee saat Arshaka tersedak karena terlalu kuat menyusu.
" Kuat banget anak kita nyusu yang, kayak Abang " goda Zhio sembari memperhatikan Arshaka.
" Abang apaan sih " ucap Zee lalu menepuk pelan lengan suaminya.
" Nanti kalau Arshaka udah besar, gantian ya yang, Abang yang gantiin Arshaka nyusu " goda Zhio kembali.
" Ihh Abang genit ahh... " kali ini Zee melempar bantal ke arah Zhio, Zhio tertawa melihat Zee yang tampak malu karena di goda olehnya.
" Bercanda sayang.."
__ADS_1
Zhio pun memperhatikan dan memandangi Arshaka, sesekali juga memandangi wajah istrinya yang tengah melihat Arshaka sembari tersenyum.
Zhio bersyukur semua rencana nya berjalan dengan baik, Zhio begitu bersyukur operasi pada kakinya juga berjalan dengan lancar, sehingga sekarang ia bisa dengan mudah membantu Zee mengasuh Arshaka, memudahkan Zhio untuk bergerak dengan menggunakan kedua kakinya.