
" Dokter Zhio, selamat sore " Syam menyapa ramah Zhio yang kini sudah berdiri di samping Zee.
" Sore " balas Zhio.
" Ayo Zee kita pergi "
" Saya duluan ya kak Syam, assalamu'alaikum "
" Apa? kakak!! kenapa Zee memanggilnya dengan sebutan kakak? " rasa cemburu Zhio kembali memuncak mendengar Zee memanggil Syam dengan sebutan kakak, sebenarnya tidak ada yang aneh, hanya Zhio saja yang begitu berlebihan menanggapi nya. Kenapa tidak memanggil dengan sebutan Dokter saja, seperti biasa, kenapa harus kakak, kesal Zhio.
" Waalaikumsalam " jawab Syam.
Syam hanya tersenyum sembari terus melihat Zee yang pergi bersama Zhio, dan tiba - tiba saja Syam berlari dan mengejar Zee.
" Zee tunggu... " Zhio dan Zee berbalik badan dan melihat Syam yang dari jauh sedang berlari ke arah mereka.
" Mau apa lagi dia? " Zhio kembali kesal melihat Syam.
" Nanti malam kamu ada acara gak Zee? "
" Acara? kayak nya gak ada Kak, emangnya kenapa? "
" Aku mau ajak kamu jalan, kamu ingat kan waktu itu aku pernah bilang ikut kamu sama Amira kalau kalian jalan - jalan, dan ternyata kalian tidak mengajak ku. Dan sekarang aku mau menagih, aku akan mengajak mu jalan - jalan malam ini "
Syam tersenyum manis kepada Zee, ia seperti tidak sadar kalau Zhio juga ada di antara mereka. Dan Syam juga Zee tidak tau saja bagaimana dongkol nya hati Zhio saat ini, kesal dan cemburu kepada Syam. " Benar yang dikatakan Kevin, Syam menyukai Zee. Dan sepertinya mereka berdua cukup dekat "
" please Zee jawab tidak "
" Jangan mau "
" Kamu hanya boleh jalan denganku saja "
" jangan bilang iya "
" jangan "
" jangan "
Zhio berharap sekali Zee tidak mengiyakan ajakan Syam, Zhio tidak rela dan tidak ingin Zee sampai benar - benar jalan berdua dengan Syam.
" Nanti aku hubungi lagi ya kak " jawab Zee.
" Kenapa gak langsung di tolak saja sih Zee, kenapa harus nanti - nanti " batin Zhio.
__ADS_1
" Baiklah " Syam masih punya sedikit harapan, dan berharap nantinya Zee mau di ajak jalan oleh nya.
*****
Sepanjang perjalanan Zhio hanya diam saja, begitu pula dengan Zee. Zee hanyut dengan pikiran nya sendiri, bukan memikirkan mengenai Syam, melainkan memikirkan ucapan Celin.
" Terima kasih ya bang Zhio, udah nganterin aku pulang "
" iya sama - sama " ucap Zhio sembari tersenyum, dan Zee juga membalas senyuman Zhio.
" Eh.. tunggu Zee " Zhio menghentikan langkah Zee yang ingin keluar dari mobil.
" Kenapa bang Zhio? "
" Hmm...gak jadi Zee "
" Ya udah bang, aku turun dulu ya. Sekali lagi Terima kasih " ucap Zee.
Zhio pun melajukan mobilnya pulang ke rumah, di rumah orang yang pertama Zhio temui adalah Bunda Hesty.
" Assalamu'alaikum, Bun "
" Waalaikumsalam, abang Zhio udah pulang. Tumben abang Zhio jam segini udah pulang "
Zhio mencium punggung tangan Bunda Hesty, dan kemudian duduk di samping Bunda. Bunda Hesty saat ini sedang menonton televisi di ruang keluarga.
" Jadi sekarang abang udah antar jemput Zee nih, gimana hubungan abang sama Zee? kapan nih mau bawa Zee ketemu sama Bunda dan juga Ayah? "
" Nanti ya Bun, Zhio cari waktu yang tepat. Soalnya minggu - minggu ini Zhio masih sibuk Bun "
" Iya bang, tapi jangan kelamaan ya bang. Bunda kan pengen banget ketemu sama calon mantu "
" Iya Bun, ya udah abang mau mandi dulu ya bun "
" iya bang "
Zhio berlalu pergi ke kamar nya, Bunda Hesty terus memperhatikan anaknya itu hingga hilang dari balik tembok. " Seperti ada yang di pikirkan oleh abang? " mungkin Zhio bisa menyembunyikan kegalauan nya dari orang lain, tapi tidak dengan Bunda Hesty.
Selesai membersihkan diri, Zhio merebahkan tubuh nya di atas ranjang. Zhio meraih ponsel lalu mencoba menghubungi Zee, namun setelah di hubungi ternyata ponsel Zee tidak bisa di hubungi, Zhio pun semakin resah, " apa Zee mengiyakan ajakan Syam ? kenapa Zee tidak bisa di hubungi ? apa Zee juga menyukai Syam? "
Tok.. tok.. tok..
" Bang, ini Bunda. Bunda masuk ya "
__ADS_1
" Oh Bunda, iya masuk aja Bun "
Melihat Bunda Hesty masuk, Zhio mengubah posisi nya. Yang semula berbaring, kini Zhio sudah duduk di atas ranjang.
" Ada apa Bun? " tanya Zhio.
" Ayah sudah datang bang, bentar lagi kan maghrib. Kita sholat sama - sama ya. Bunda cuma mau bilang itu aja sama abang " Bunda Hesty juga ikut duduk di atas ranjang tepat di depan Zhio.
" Iya Bun, bentar lagi abang turun " ucap Zhio.
" Bang, abang sekarang lagi banyak pikiran ya? abang lagi mikirin apa? "
" Kelihatan ya Bun kalau abang sedang galau sekarang? " tanya Zhio sembari tersenyum kepada Bunda Hesty.
" Kelihatan bang, abang gak bisa sembunyiin dari Bunda. Emangnya abang galau kenapa? "
" Ini tentang Zee, Bun "
" Zee? tadi kata abang hubungan abang sama Zee baik - baik aja "
" abang ngajakin Zee nikah Bun "
" Wah.. beneran bang? jadi Zee bilang apa? "
" Zee minta waktu bun, dan abang akan dengan sabar menunggu jawaban dari Zee. Tapi yang buat abang galau karena ada seseorang yang juga menyukai Zee, abang takut Bun. Abang takut kalau lelaki itu mendapatkan hati Zee, dan ternyata Zee juga menyukai nya Bun "
Bunda Hesty tersenyum mendengar penjelasan dari anak nya itu, Bunda Hesty bisa melihat betapa Zhio sangat mencintai Zee. Hal itu membuat Bunda Hesty semakin penasaran dengan Zee. Wanita yang sudah berhasil meluluhkan hati anak nya.
" Kalau sudah jodoh, insyaallah gak akan kemana bang. Tugas kita hanya terus berusaha dan berdoa "
" Iya Bun "
" Sebelumnya Zee pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan kan bang? pasti Zee saat ini juga galau seperti abang, Zee pasti perlu waktu karena Zee juga tidak ingin nantinya pernikahan nya gagal lagi. Apalagi Bunda dengar cerita dari adik kamu kalau rumah tangga Zee gagal itu karena suami nya yang berselingkuh, hal itu bisa saja menyisakan sedikit trauma di hati nya. Jadi abang harus sabar ya, dan terus berusaha untuk meyakinkan Zee "
Mendengar penjelasan dari Bunda Hesty membuat hati Zhio sedikit tenang.
" Astagfirullahalazim ya Allah, maafkan aku Zee. Aku seharusnya lebih bersabar dan juga tidak terlalu cemburu buta seperti ini. Maafkan aku tidak bisa mengerti perasaan kamu " batin Zhio.
" Iya Bun, Zhio akan selalu sabar menunggu Zee. Terima kasih nasihat nya Bun " ucap Zhio lalu memeluk Bunda Hesty, Zhio merasa nyaman sekali berada dalam perlukan Bunda Hesty.
" Sama - sama abang nya Bunda, jangan lupa juga untuk selalu berdoa ya nak "
" Iya Bunda "
__ADS_1
**Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya.. 😘**