Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Modus


__ADS_3

Walaupun masih merasa tidak enak badan hari ini, Zee tetap ingin ke Rumah sakit. Hari ini adalah hari terakhirnya tugas di UGD, karena besok ia sudah harus di tugaskan di ruang operasi. Hari terakhir ini tidak akan di lewatkan oleh Zee begitu saja.


" Yakin yang, hari ini mau turun kerja ? " tanya Zhio lalu memeluk tubuh mungil Zee dari belakang yang tengah sibuk menyiapkan pakaian pakaian Zhio.


" Insha Allah Abang, aku udah baikan. Tu liat, udah gak pucat lagi kan ? " Zee membalikkan tubuhnya menghadap Zhio, dan tersenyum manis menunjukkan deretan giginya yang putih. Mencoba meyakinkan suami nya jika ia baik - baik saja, karena kalau Zhio tau jika Zee masih tidak enak badan, Zhio tentunya tidak akan mengijinkan Zee turun bekerja hari ini.


Melihat senyuman manis sang istri membuat Zhio tak tahan, Zhio menangkup wajah Zee dan ******* lembut bibir manis Zee. Zee pun ikut terbuai, dan membalas ciuman hangat dari sang suami.


" Lipstik kamu kok gak pudar , padahal udah Abang coba nih buat hilangin nya " Zhio melepas ciuman nya dan mengelus lembut bibir Zee yang basah karena ulahnya sendiri.


" emangnya kenapa kalau lipstik aku gak pudar ? "


" Abang mau liat, kamu beneran udah baikan atau belum. Wajah kamu emang gak pucat sayang, kan ketutup sama lipstik kamu ini. Kalau gitu sini Abang cium lagi biar lipstiknya pudar " Zhio kembali menarik tengkuk leher Zee dan menciumi bibir manis sang istri.


" Ihhh Abang modus " ucap Zee setelah cukup lama mereka berciuman.


Zhio hanya terkekeh mendengar ucapan Zee. " modus sama istri sendiri kan gak apa yang "


" Iya..iya..ya udah, Abang pakai pakaian nya nih. Aku mau turun ke bawah bantuin Bunda siapin sarapan "


" Iya sayang "


Zee turun ke lantai bawah untuk membantu Bunda Hesty menyiapkan sarapan. Sebelumnya Zee juga sudah membantu Bunda memasak, dan setelah selesai memasak Zee kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian kerja Zhio.


Zee tak sengaja berpapasan dengan Oma Diana yang kebetulan baru saja keluar dari kamar Bulan. Oma Diana memilih untuk tidur bersama Bulan. Melihat Oma, Zee segera menghampiri nya dan berniat membantu Oma turun dari tangga.


" Oma, mau ke bawah ? ayo sama - sama " Zee memegangi lengan Oma Diana dan mereka mulai menuruni tangga satu persatu.


" Oma mau kemana ? mau duduk di sofa atau mau ikut Zee ke dapur ? " tanya Zee.


" Oma mau duduk di sofa saja sambil menonton televisi "


" Oh, ya udah kalau gitu Zee ke dapur ya Oma "

__ADS_1


" Zee, tunggu "


" Iya, ada apa Oma ? "


" Kamu sudah sehat ? sudah enakan tubuh kamu ? " tanya Oma, terlihat kekhawatiran di wajah Oma.


Zee tersenyum mendengar pertanyaan dari Oma, ia senang karena Oma perhatian dan tidak lagi bersikap ketus kepadanya.


" Alhamdulillah, udah baikan. Terima kasih udah perhatian sama Zee, Oma "


" Zee, Oma minta maaf ya. Kemarin sikap Oma begitu judes sama kamu. Sebenarnya Oma mau menguji kesabaran kamu saja, maaf kalau Oma udah negerepotin kamu, suruh kamu itu ini. Dan Oma minta maaf karena Oma gak tau kalau ternyata kamu lagi gak enak badan . Jangan marah sama Oma ya Zee " ucap Oma merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan kemarin kepada Zee.


" Iya Oma, Zee ngerti kok. Zee gak marah sama Oma, Zee justru sayang banget sama Oma. Kata Abang, Oma itu orangnya sangat baik dan penyayang " ucap Zee lalu mengelus lembut tangan Oma.


" Makasih ya sayang, kata Abang kamu juga orangnya penyayang, sabar, perhatian, dan Oma sudah membuktikan semua itu "


" Oma bisa aja, ya udah kalau gitu Zee mau ke dapur bantuin Bunda dulu ya Oma "


Oma dan Zee pergi ke dapur dan membantu Bunda yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Walaupun sudah memilki pembantu, Bunda Hesty tidak sepenuhnya menyerahkan nya begitu saja. Apalagi urusan masak memasak, Bunda Hesty tetap turun tangan untuk hal itu.


*****


" kabarin Abang kalau ya yang kalau kamu mulai gak enak badan lagi, nanti Abang jemput "


" iya Abang, aku masuk dulu ya. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Zee menyalimi tangan Zhio sebelum ia turun dari mobil, dan sebelum itu juga Zhio menyempatkan mencium kening Zee sebelum akhirnya Zee keluar dari mobil dan masuk kedalam Rumah sakit.


Sesampai di UGD, semua petugas sedang berkumpul untuk melakukan briefing sebelum bekerja. Dan apa kalian tau siapa yang memimpin briefing kali ini ? yang memimpin adalah Celin. Celin kembali menatap Zee dengan sinis, sedangkan Zee tidak peduli dan ikut berkumpul bersama petugas yang lain.


Sudah beberapa bulan cuti, kini Celin sudah pulih dan kembali bekerja. Saat briefing, Celin mengatakan ia tidak akan lagi menjadi penanggung jawab di UGD, bersamaan dengan berakhirnya magang Zee di tempat itu. Tentu semuanya sangat senang saat mengetahui Celin tidak lagi menjadi penanggung jawab di sana, karena mereka tidak menyukai sikap Celin yang pemarah dan begitu cerewet. Briefing berlangsung selama 15 menit, tidak terlalu lama karena pasien mulai berdatangan.

__ADS_1


Pasien yang semakin banyak membuat Zee dan lainnya bekerja lebih keras. Hal itu membuat Zee kelelahan dan merasa kepalanya kembali sakit. Zee segera masuk kedalam ruang petugas setelah selesai memeriksa pasien nya. Melihat hal itu Amira ikut menyusul Zee.


" Zee, kamu kenapa ? "


" Kepala ku sakit lagi Amira, rasanya pusing " ucap Zee sembari memegangi kepala nya.


" Ya udah sini aku pijitin kepala nya "


" Gak usah Ra, kamu keluar aja masih banyak pasien di luar "


" Sebentar aja Zee " Amira tetap memaksa Zee, ia meminta Zee untuk berbaring di pangkuan nya. Dan Amira mulai memijit kepala Zee.


" Seharusnya kalau kamu masih gak enak badan, gak usah turun kerja dulu "


" Iya, tadi pagi aku udah ngerasa enakan Ra. Tapi gak tau kenapa nih sakit lagi. Gak tau udah beberapa Minggu ini aku tu cepat banget capek Ra, mungkin gara - gara sering begadang ngerjain laporan "


Amira terus saja memijiti kepala Zee, Amira diam dan mencoba berpikir kenapa Zee cepat sekali lelah. Hingga akhirnya sebuah senyuman terukir di wajah Amira.


" Terakhir datang bulan kapan Zee ? " tanya Amira.


" Kok nanya itu Ra, terakhir itu aku datang bulan... " Zee beranjak dari pangkuan Amira , ketika sadar dengan apa yang di maksud oleh Amira.


" Maksud kamu aku hamil Ra ? " tanya Zee.


" Bisa jadi ? kamu pasti udah telat kan datang Bulan nya ? " ucap Amira semringah.


" Iya benar Ra, tapi apa secepat itu ya Ra ? " tanya Zee bingung, karena pernikahan nya dengan Zhio baru terhitung beberapa Bulan saja.


" Bisa saja Zee, tidak ada yang tidak mungkin. Apa sebaiknya kita periksakan saja sekarang ? "


" Hmm.. nanti aja kalau jam kerja kita usai, kamu temani aku ya Ra " ucap Zee dan di balas anggukan oleh Amira.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2