Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Berdebat


__ADS_3

Sesuai dengan laporan dan keterangan dari Zee dan juga Zhio, polisi segera meluncur ke kediaman Satria. Yuni tampak terkejut sekali saat melihat dua orang berseragam polisi datang ke rumah nya, dan semakin di buat shock saat membaca surat penangkapan Satria dan juga mendengar penjelasan polisi tentang apa yang sudah Satria perbuat.


Yuni masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, ia yakin bahwa suami nya tidak berbuat seperti yang di katakan oleh polisi tersebut. Dan justru Yuni mengatakan kepada polisi bahwa Zee lah yang sudah menggoda suami nya.


Polisi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Yuni, mereka pun menggeledah rumah Yuni dan tidak mendapati Satria di rumah itu.


Karena Satria tidak ada, Polisi pun beralih ke kediaman kedua orang tua Satria. Di sana polisi juga tidak mendapati Satria karena memang sudah beberapa hari ini Satria tidak pernah ke orang tua mereka, jadi Bapak dan Ibu Satria benar - benar tidak tau menahu dimana Satria sekarang. Polisi pun pamit pergi setelah menjelaskan alasan kedatangan mereka.


Sama hal nya dengan Yuni, kedua orangtua Satria juga shock setelah mendengar penjelasan dari polisi tersebut. Perasaan marah, kecewa, malu , dan sedih begitu berkecamuk di hati kedua orangtua Satria. Ibu sejak tadi tidak henti nya menangis. Menangisi perbuatan memalukan yang sudah anak nya perbuat, perbuatan yang memalukan untuk kedua kali nya.


" Hiks..hiks..hiks.. bagaimana ini pak? kenapa Satria tega melakukan hal itu kepada Zee? bagaimana perasaan Zee sekarang pak? ya Allah gusti...Satria...hiks..hiks..hiks.. " ibu Satria tidak henti - henti nya menangis.


" Bapak juga gak ngerti buk, Satria itu..benar - benar bikin malu. Dulu dia juga udah bikin malu kita karena kelakuan nya sama Yuni, sekarang berulah lagi. Bapak sudah tidak peduli lagi dengan Satria buk, biarkan saja dia. Mau dia di bawa polisi, di tangkap, di penjara. Bapak gak peduli buk! ! ! " kedua mata Bapak Satria terlihat memerah mencoba menahan amarah yang berkecamuk di hatinya karena ulah Satria.


Tak selang lama kepergian polisi, Yuni datang bersama putra nya. Kedatangan Yuni pastilah membahas mengenai Satria, selama ini Yuni jarang sekali berkunjung ke rumah mertua nya. Kecuali ada hal penting seperti ini barulah dirinya datang dan berkunjung.

__ADS_1


" Yuni " ucap ibu Satria dengan air mata yang terus menangis.


" Ibu..Mas Satria bu.." Yuni pun ikut menangis lalu memeluk Ibu Satria.


" Ibu.. aku yakin ini bukan ulah Mas Satria, pasti wanita itu yang sudah menggoda Mas Satria lalu menjebak Mas Satria " ucapan Yuni membuat Bapak dan Ibu Satria terkejut lalu ibu pun melepas pelukan Yuni.


" Apa maksudmu berkata seperti itu Yun, tidak mungkin Zee seperti itu " ucap Ibu Satria.


" Kenapa ibu malah membela wanita itu, aku yakin wanita itu yang sudah menggoda Mas Satria Bu. Mas Satria tidak bersalah, kita harus laporkan kembali wanita itu. Wanita yang tidak tau malu, sudah janda suka nya mengganggu suami orang "


" Kenapa Bapak dan Ibu malah marah, seharusnya Bapak dan Ibu percaya dengan ku dan membela Mas Satria. Bukannya membela pelakor itu " Yuni berkata tanpa merasa bahwa sebenarnya ialah pelakor dan merebut Satria dari Zee.


" Lalu maksud mu , Bapak dan Ibu harus ikut menyalahkan Zee. Sedangkan suami sendiri yang sebenarnya salah dan membuat Bapak dan Ibu malu. Seharusnya kamu sadar Yuni, bukan nya dulu kamu yang mengganggu dan menjadi orang ketiga dalam hubungan Zee dan Satria. Jadi apakah Zee yang pantas di sebut Janda yang suka menggoda suami orang? seharusnya gelar itu untuk kamu kan? " Ibu juga tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Zee, Zee adalah menantu kesayangan nya. Zee adalah menantu terbaik dan akan selalu begitu.


Ucapan Ibu Satria begitu menohok dan mengenai hati Yuni, tapi meskipun begitu tidak membuat Yuni sadar. Bahkan ia semakin tidak menyukai Zee.

__ADS_1


" Ooohhh...jadi seperti itu ya Bu, selama ini ibu sama Bapak memang selalu membela wanita itu. Aku ini menantu kalian, kenapa kalian selalu membela wanita itu "


" Menantu kamu bilang? menantu yang hanya datang mengunjungi kami saat ada mau nya saja? sikap mu saja tidak mencerminkan menantu yang baik "


" Menantu baik? Bapak dan Ibu lah yang seharusnya perlu di pertanyakan apakah bapak dan ibu itu sudah menjadi mertua yang baik. Sudahlah Pak, Bu, yang penting sekarang kita harus mencari Mas Satria dan membantu Mas Satria agar ia tidak di penjara " Yuni mulai lelah berdebat dan ia mulai kalah, ia pun mengalihkan pembicaraan.


" Biarkan saja, Bapak sudah tidak peduli dengan anak itu , biarkan saja dia di penjara. Agar dia menyadari semua perbuatan nya dan dosa nya selama ini " ucapan Bapak Satria membuat Yuni dan Ibu Satria terkejut, bagaimana pun Ibu Satria juga tidak tega melihat putra nya harus menerkam di penjara. Tapi Ibu Satria paham jika saat ini suami nya itu pasti kecewa sekali dengan putra mereka sehingga Suami nya berkata seperti itu.


" Bapak dan Ibu sudah keterlaluan, seharusnya anak sendiri di bela. Bukan nya membela wanita itu dan justru ingin putra nya di penjara. Kalian tidak kasihan dengan anak kami Pak? Bu? bahkan sekarang ada calon cucu kalian yang sebentar lagi hadir. Kalian bukan orang tua yang baik " Yuni beranjak dari duduknya lalu pergi membawa putra untuk kembali pulang. Yuni kesal karena mertua nya justru membela Zee bukan membela anak nya sendiri.


Bapak Satria bersikap seperti itu sebenarnya bukan karena tidak kasihan dengan cucu nya, justru mereka sangat menyayangi cucu mereka itu. Sama seperti mereka menyayangi Bulan, tapi saat ini Bapak dan Ibu Satria begitu kecewa. Dan dengan adanya musibah ini mereka berharap Satria akan sadar dengan apa yang ia perbuat dan bisa berubah menjadi yang lebih baik.


Entah salah apa yang pernah Bapak dan Ibu Satria lakukan , sehingga Satria menjadi seperti itu. Padahal selama ini mereka tidak pernah memanjakan Satria, mereka selalu mendidik Satria dengan baik. Kedua orangtua Satria begitu kecewa, kini mereka justru mengkhawatirkan keadaan Zee. Mereka yakin Zee pasti terpukul sekali dengan kejadian yang menimpa nya, apalagi mereka tau jika Satria dengan tega juga menyakiti Zee dan memukul Zee hinggga Zee tidak sadarkan diri. Kedua orang tua Satria hanya bisa berdoa semoga Zee baik - baik saja dan putra mereka segera di sadarkan dengan apa yang sudah ia perbuat.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2