Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Surat Dari Zee


__ADS_3

Zhio


Aku, celin, Bidan Isti dan semua petugas puskesmas sudah berkumpul. Tidak lupa juga aparat desa termasuk Pak Bayu juga ada dan ikut berkumpul bersama kami. Pak Bayu adalah ayah nya Zee, aku baru tau hari ini, karena Bidan Isti yang memberitahukan ku.


Hari ini di adakan acara syukuran kecil - kecilan, yang hanya di hadiri oleh aparat desa dan petugas puskesmas. Bersyukur karena bakti sosial sudah berjalan lancar, dan juga termasuk acara perpisahan kami. Karena aku dan Celin akan kembali ke kota hari ini, tepatnya setelah acara syukuran ini selesai.


Acara syukuran berjalan khidmat, semua orang tampak bergembira sembari mencicipi berbagai makanan yang sudah di siapakan. Aku tidak berselera makan, karena saat ini aku menunggu kedatangan Zee. Dia tidak menampakkan dirinya, acara syukuran juga udah hampir selesai. Zee juga belum datang. Sangat mengganggu pikiran ku. Aku pun berniat menanyakan keberadaan Zee kepada Mawar, ya lebih baik Mawar. Karena dia sudah tau kalau aku dan Zee sudah berteman sejak lama, jadi tidak masalah jika aku menanyakan keberadaan Zee sekarang.


" Zhio!! " tiba - tiba saja Celin memanggilku, padahal aku baru saja ingin beranjak dari duduk ku dan menemui Mawar.


" Ada apa? " tanya ku.


" Ini, ada titipan " Celin memberiku sebuah surat dan aku tak tau itu dari siapa.


" Dari siapa ini? "

__ADS_1


" Itu dari Zee " Seketika aku semringah mendengar Celin menyebut nama Zee.


" Kenapa surat ini bisa ada sama kamu? kamu bertemu Zee? dimana? " kali ini iku bertanya banyak kepada Celin.


" Itu, tadi pagi aku ketemu Zee. Katanya nitip suruh kasih ke kamu "


" Baiklah, terima kasih " aku pun meninggalkan Celin, aku memilih duduk di pojokan, Celin memang terlebih dahulu datang ke puskesmas, karena tadi aku kembali kesiangan. Maklum saja karena semalam aku tidak nyenyak tidur karena memikirkan Zee.


Aku membuka surat itu perlahan, rasanya jantungku berdetak kencang. Aku sungguh penasaran dengan surat ini, aku tidak sabar menunggu di rumah. Aku segera membuka surat itu. Setelah ku buka, ku baca perlahan surat itu hingga selesai.


Isi suratnya begitu menyakitkan, ya rasanya hati ku sakit sekali ketika membacanya. Zee mengatakan kalau ia tidak ingin lagi bertemu dengan ku, dia bilang dia sangat mencintai suaminya. dan berharap setelah ini kami tidak akan bertemu lagi. Rasanya aku masih tidak yakin kalau benar Zee yang menulisnya, tapi ini benar - benar tulisan nya Zee, aku yakin sekali.


Aku melipat kembali surat itu, dan memasukkan di saku celana. Aku beranjak lalu menghampiri Celin. " Apa benar Zee yang memberikan surat nya sama kamu? kenapa harus kamu? " aku kembali bertanya kepada Celin.


" Kamu pikir aku bohong, memang dia yang ngasih surat itu sama aku kok. Dan kenapa aku, ya aku juga gak tau. Mungkin karena hanya ada aku yang ada di puskesmas, karena belum banyak orang yang datang. Teman dekat nya tuh.. yang namanya Mawar juga belum datang " jelas Zee, dan setelah itu aku langsung pergi meninggalkan Celin dan yang lain yang ada di sana. Aku memilih duduk sendiri di bangku depan puskesmas.

__ADS_1


*****


Zee


Aku duduk sendiri di sebuah kursi tunggu, menunggu giliran nama ku di panggil. Entah harus menunggu berapa lama lagi, karena aku sudah menunggu sejak sejam yang lalu. Aku saat ini berada di pengadilan agama, ya pastinya mengurus gugatan perceraian ku kepada Mas Satria.


Kemarin pagi - pagi sekali ibu menghubungiku, ibu bilang kalau dia mendapat telpon dari teman nya yang bekerja di pengadilan agama. Aku di suruh untuk ke kota pagi itu karena ada beberapa pertanyaan dan tanda tangan yang akan di minta oleh teman ibu. Awalnya aku bilang pada ibu bisa atau tidak untuk di tunda dulu karena hari ini bakti sosial masih berlanjut, dan hari ini adalah hari terakhir. Pasien pasti akan semakin banyak hari ini. Tapi ternyata tidak bisa di tunda, kata ibu kalau aku tunda maka semakin lama lagi surat perceraian ku akan keluar. Aku tidak bisa menolak juga, karena aku ingin urusan ini cepat selesai. Surat cerai segera keluar, dan aku sudah terbebas dari Mas Satria. Semoga saja dengan begitu Mas Satria tidak mengganggu ku lagi, karena kalau surat itu sudah ada maka kami resmi bercerai.


" Zee Anastasia Putri " nama ku di panggil, aku pun bergegas masuk. Didalam sudah ada seorang wanita yang menunggu ku, wanita itu terlihat seumuran dengan Ibu. Dia menyapa ku dengan hangat, dia bertanya banyak hal tentang ku. Dan sesekali ia bercerita mengenai pertemanan nya dengan Ibu. Dan sekitar satu jam lamanya, sesi tanya jawab dan cerita pun usai. Tadi aku bercerita mengenai alasan ku bercerai, dan aku mengatakan kalau Mas Satria tidak menginginkan perceraian ini, dan pastinya dia tidak akan menghadiri sidang. Tapi alasan yang kuat dari ku membuat teman ibu itu prihatin, dan ia berjanji akan segera membantu mempercepat proses nya. Ya walaupun nanti Mas Satria tidak akan hadir dalam sidang atau apapun itu. Aku senang sekali mendengarnya, semoga saja urusan nya lancar.


Selama di kota aku menginap di rumah Om Yuda, Om Yuda adalah adik ibu. Dia tinggal di kota bersama istri dan anak nya. Setelah dari pengadilan Agama aku segera pulang, Baru dua hari saja tidak bertemu, aku sudah rindu sekali dengan anak ku itu, dan sebelumnya aku mampir dulu membeli berbagai cemilan di supermarket terdekat. Bulan sangat suka jajan dan ngemil begitu pula dengan adik ku Zhea.


Sepanjang perjalanan aku memikirkan Bang Zhio. Kira - kira Bang Zhio sudah pulang belum ya? kemarin kan hari terakhir bakti sosial. Hari juga sudah sore, pasti Bang Zhio dan Dokter Celin sudah balik ke kota. Semoga saja suatu saat kami bisa bertemu lagi. Bertemu dengan keadaan yang berbeda, tidak dengan keadaan ku yang menyedihkan begini. Aku masih ingat kejadian malam itu, malu sekali rasanya. Apalagi Mas Satria yang berani - berani nya mengancam Bang Zhio. Kasian Bang Zhio, ada baiknya juga dia cepat pergi dari sini. Kalau masih disini, aku takut kalau Mas Satria benar - benar serius dengan ancaman nya.


**Bersambung...

__ADS_1


Tetap stay tune, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😘**


__ADS_2