
Dengan berlari kecil sembari memegangi perutnya, Zee berlari menuju ruang operasi dimana Zhio sedang melangsungkan operasi kedua kakinya yang mengalami parah tulang.
Di sana sudah ada Bunda Hesty dan Ayah Xander, kebetulan Ayah Xander berada di rumah. Mendapat kabar mengenai kecelakaan Zhio, mereka pun segera menuju ke rumah sakit dan meminta Pak Ujang untuk menjemput Zee.
" Bunda "
Zee memeluk erat Bunda Hesty , Zee menangis di pelukan Bunda Hesty, begipula dengan Bunda Hesty yang juga tak berhenti menangis sejak tadi.
" Bang Zhio gimana Bun ? kenapa bang Zhio harus dioperasi ? "
" Zhio mengalami kecelakaan Zee, Zhio mengalami parah tulang di kedua kakinya, dan juga benturan yang cukup kuat di kepalanya "
Zee kembali menangis, ia memejamkan kedua matanya, Zee tidak sanggup mendengar penjelasan Bunda Hesty.
" Tenang ya Zee, lebih baik kamu duduk. Kita berdoa semoga operasi Zhio berjalan lancar dan Zhio baik-baik saja "
Ayah Xander meminta Zee dan Bunda Hesty untuk duduk sembari menunggu operasi berlangsung. Ayah Xander tampak tegar bahkan tak menitihkan air matanya sama sekali, bukan karena ia tak sedih mendengar hal ini. Jauh dari dalam lubuk hati Ayah Xander, Ayah Xander juga sama halnya dengan yang lain yang merasa sangat bersedih mengenai yang di alami anaknya Zhio.
Namun sebagai seorang lelaki dan kepala rumah tangga, Ayah Xander berusaha tetap dalam kondisi seperti ini agar istri dan menantunya juga bisa kuat menerima semuanya.
Tak selang lama Zhea, Bulan dan Tasya juga datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Zhio. Ruangan di luar operasi pun penuh dengan Isak tangis keluarga Xander.
Kevin dan Celin pun juga datang tak selang lama dari kedatangan Zhea, Bulan dan Tasya. Celin mendekat ke arah Zee dan mencoba memberi dukungan untuk Zee.
Sudah empat jam lamanya operasi berlangsung, namun tidak ada tanda-tanda operasi berakhir.
" Zhea, Bulan dan juga Tasya, kalian pulang aja ya. Nanti Bunda kabari kalau operasi Abang sudah selesai dan Abang sudah di pindahkan di ruang rawat "
" Gak Bun, Tasya mau tetap di sini nungguin bang Zhio " kedua mata Tasya tampak sembab karena sedari tadi tidak berhentinya menangis.
" Sudah malam nak , kita belum tau kapan operasi Abang selesai. Kalian pulang aja ya, nanti bunda pasti akan kasih kabar kalau operasi Abang selesai "
" Tapi Bun.. " elak Tasya.
" Bukannya besok kalian masih ada ujian ? benar kan Zhea ?
Bunda melihat ke arah Zhea dan Zhea hanya menganggukkan kepalanya.
" Tu kan masih ada ujian, besok sepulang sekolah, kembali lah ke sini "
Dengan berat hati Tasya, Zhea dan Bulan menuruti perintah Bunda Hesty.
__ADS_1
" Biar bang Kevin yang antar kalian "
Kevin menawarkan diri untuk mengantar ketiga wanita cantik dari keluarga Xander itu, mereka bertiga sebelumnya hanya memakai taksi online untuk sampai ke rumah sakit.
" Terima kasih ya Vin "
" Sama-sama Om "
Yang lain pun pulang, diikuti juga dengan Celin. Kini hanya ada Zee, Bunda Hesty dan Ayah Xander yang masih setia menunggu di depan ruang operasi.
*****
" Kamu duduk depan aja Zhe " pinta Tasya.
Padahal Zhea ingin duduk di belakang, namun Tasya justru sudah terlebih dahulu duduk di belakang bersama Bulan.
Kevin melirik ke arah Zeha sejenak lalu tersenyum tipis , sangat tipis hingga tidak ada yang bisa melihatnya.
" Semoga aja bang Zhio gak kenapa-kenapa yang bang Kevin "
" Aamiin, berdoa saja Sya. In syaa Allah Zhio pasti baik - baik saja "
Zhea menoleh ke arah Kevin dan tak sengaja Kevin pun menoleh ke Zhea juga dan mereka sempat saling tatap sebentar namun setelahnya kembali fokus melihat ke depan.
" Abang gak tau persisnya seperti apa , cuma tadi di depan rumah sakit ada beberapa polisi dan Abang tanya ke mereka. Kata mereka ada sebuah mobil truk yang melawan arah, mobil truk itu melaju dengan kecepatan tinggi, mobil Zhio paling depan yang tertabrak, bahkan termundur beberapa meter bahkan mobil Zhio terbalik dan begitulah Sya "
", Hiks..hiks..hiks...Bang Zhio,pasti sakit banget rasanya bang...ya Allah selamatkan bang Zhio "
Tasya kembali menangis Zhio, ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan abangnya saat itu.
Dritt..Dritt..Dritt...
Dering ponsel Zhea berbunyi, Kevin melirik ke arah Zhea. Zhea melihat ponselnya dan menghembuskan nafas panjang setelah melihat nama Iqbal yang tertera di layar kaca ponselnya.
Zhea tidak menjawab telepon dari Iqbal, ia justru mematikan ponselnya agar Iqbal berhenti menghubunginya.
" Makasih ya bang Kevin udah ngantarin kita "
" Sama- sama Sya, Abang langsung balik ya "
", Iya bang, hati-hati di jalan "
__ADS_1
" Iya Sya "
Zhea, Bulan dan Tasya masuk kedalam rumah dan mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Mereka merasa sangat lelah karena sepulang sekolah tadi langsung ke rumah sakit tidak langsung pulang kerumah.
" Ponselku " Zhea mengobrak abrik tasnya , namun ponselnya tak ada di sana.
Zhea keluar kamar mencari Tasya, " Sya, liat ponsel aku gak ? "
" Kok tanya aku, gak tau Zhea , apa mungkin ketinggalan di mobil bang Kevin "
" Ketinggalan ? aduh gimana dong Sya "
" Ntar aku telpon bang Kevin dulu "
Tasya lantas menghubungi bang Kevin , dan Kevin memberitahu Tasya bahwa ia dalam perjalanan kembali ke rumah mereka untuk mengantar ponsel Zhea yang tertinggal.
"Bang Kevin udah di jalan mau kembali ke sini Zhea, kamu tunggu aja di luar "
" Oh ya deh, makasih Sya "
Zhea beranjak turun ke lantai bawah untuk menunggu Kevin, dan kebetulan Kevin sudah sampai. Zhea membuka pintu dan Kevin tepat berada di depan pintu, Zhea yang terkejut pun menutup kedua matanya sembari memegangi dadanya.
Kevin tersenyum karena baru ini ia dapat melihat Zhea dengan jarak yang sangat dekat. Ternyata Zhea memilki paras yang cantik sama halnya dengan Zee. Wajah yang putih , alis sedikit tebal, bulu mata yang lentik dan juga bibir yang tipis kemerahan.
Zhea membuka kedua matanya dan kedua pipi Zhea memerah, ia malu karena jaraknya dengan Kevin begitu dekat.
" Ma..af om , eh..bang Kevin " Zhea berbicara dengan terbata-bata.
" Aku lebih suka kamu panggil dengan sebutan Abang , ini ponsel kamu " Kevin tersenyum lalu memberikan ponsel Zhea.
" Makasih bang, maaf sudah merepotkan "
Zhea meraih ponselnya , kedua mata mereka saling bertemu.
" Aku senang kalau direpotin sama kamu "
Begitulah Kevin, ia selalu berbicara blak-blakan dan kini ia berusaha merayu Zhea.
Zhea hanya tersenyum tipis, " Sekali lagi terima kasih bang Kevin "
Zhea meraih ponselnya dan meninggalkan Kevin. Kevin hanya tersenyum melihat Zhea yang akhirnya menghilang dari balik dinding.
__ADS_1
" Apa aku salah kalau aku menyukaimu Zhea "