
Tok..tok..tok..
Zhea langsung menyeka air matanya begitu mendengar pintu kamarnya di ketuk.
Ceklek...
" Mama "
" Zhe, dimana Kevin ? "
" Bang Kevin,, tadi bang Kevin keluar Ma , emang di ruang makan gak ada Ma ? "
" Gak ada sayang, oh ya Mama boleh masuk gak ? "
" Boleh Ma, masuk aja Ma "
Zhea membawa Mama Mertuanya masuk kedalam kamar mereka dan duduk di sofa kecil yang ada di sana.
Ibunya Kevin melirik koper Zhea yang sudah siap di samping tempat tidur. Ibunya Kevin merasa sedih sekali karena kembali harus berpisah dengan menantu kesayangan itu dengan waktu yang cukup lama.
" Barang - barang kamu sudah kamu siapkan semua Zhe ? "
" Sudah Ma "
Sejenak terjadi keheningan, Zhea larut dengan pikirannya sendiri.
" Zhe, Mama bawa sesuatu buat kamu "
Ibunya Kevin mengeluarkan kotak perhiasan kecil yang ia taruh di dalam saku celana nya. Lalu memberikan kotak perhiasan itu kepada Zhea.
" Ini apa Ma ? "
" Bukalah "
Perlahan Zhea membuka kotak perhiasan itu dan di dalamnya terdapat sebuah kalung, dimana kalung itu adalah kalung yang ibunya Kevin beli di toko perhiasan beberapa hari lalu, dimana Zhea ikut menemani.
" Ini bukannya kalungnya Mama "
__ADS_1
Ibunya Kevin tersenyum, lalu mengambil kalung itu dan mengalungkannya di leher Zhea.
" Kalung ini sebenarnya Mama beli buat kamu sayang , lihat sangat cantik bukan ? "
Zhea tak bisa menahan air matanya, ia pun menangis lalu memeluk ibunya Kevin.
Hiks..hiks..hiks..
" Zhe, kenapa jadi menangis begini, Mama salah ya ngasih kamu kalung, atau kamu gak suka kalungnya sayang "
Setelah cukup tenang, Zhea melepas pelukannya dari Ibunya Kevin.
" Makasih ya Ma, maaf Zhea belum bisa jadi menantu yang baik buat Mama " Zhea menciumi tangan ibunya Kevin sembari kembali menangis.
" Kamu itu menantu terbaik Mama, kamu itu bukan hanya menantu, tapi kamu juga anak Mama, Mama belum membelikan hadiah apapun di hari pernikahan kalian, jadi mama beliiin kamu kalung sebagai hadiah pernikahan kamu dan Kevin , Mama sengaja gak langsung bilang waktu itu karena Mama mau ngasih kejutan buat kamu "
Zhea kembali memeluk ibunya Kevin setelahnya, dan Zhea kembali menangis dalam pelukan ibunya Kevin.
" Oh ya Zhe, mengenai pertemuan kita waktu itu sama temannya Mama, kamu gak usah ambil hati atau mikiran itu ya sayang, setiap orang tua pasti menginginkan cucu dari anaknya, tapi Mama tidak memaksakan hal itu sama sekali kepada Zhea, yang Mama butuhkan hanya kebahagiaan selalu untuk kamu dan juga Kevin, Zhea harus tetap semangat menuntut ilmu di sana nantinya ya sayang, Kevin sangat mencintai Zhea, dan Kevin bilang sama Mama akan melakukan apapun untuk Zhea asal Zhea bahagia "
" Mama mengerti pasti berat untuk Kevin dan juga Zhea harus berpisah jarak seperti ini, dan semua itu hanya bisa bertahan ketika kalian saling mengerti dan memahami satu sama lain. Jangan menyembunyikan sesuatu, jika terjadi masalah atau yang tidak di sukai, maka ceritakan lah, begitu pula jika mencintai, jika saling mencintai maka saling ungkapkan lah, tetaplah berpikir positif dan jangan terlalu overthingking ya nak , Mama juga selalu menasehati Kevin seperti ini "
" Makasih banyak ya Ma, makasih banyak. Makasih udah sayang, dan ngertiin Zhea. Zhea janji bakalan belajar yang baik dan segera pulang lagi ke sini Ma "
" Iya sayang, Mama hanya ingin kalian selalu bahagia dan tidak ada pertengkaran di antara kalian sayang "
" Iya Ma, makasih Ma "
" Sama - sama sayang, Mama tunggu di bawah ya, udah lewat jam makan siang nih, kamu juga harus istirahat dulu karena malam udah mau berangkat kan "
" Iya Ma "
Tak lama Ibunya Kevin keluar, Zhea pun ikut keluar kamar dan menuju ruang makan. Di sana ternyata Kevin sudah menunggu. Kevin dan Zhea hanya saling tatap sejenak kemudian kembali mengalihkan padangan ke tempat lain. Suasana makan siang juga terasa hening.
Seusai makan siang, Kevin memilih langsung kembali ke kamar mereka untuk istirahat. Sedangkan Zhea membantu ibunya Kevin membersihkan sisa makan siang mereka.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar di buka oleh Zhea, Zhea melihat Kevin yang sedang berbaring di tempat tidur dengan posisi membelakangi dirinya.
Zhea pun perlahan naik ke atas tempat tidur dan ikut berbaring, Zhea melihat ke arah Kevin yang masih membelakangi nya. Zhea mengira bahwa Kevin sudah tertidur karena tidak ada pergerakan sama sekali dari Kevin.
Zhea akhirnya ikut berbaring membelakangi Kevin, dan Zhea diam-diam kembali menangis. Zhea menyesali dirinya yang terlalu overthingking dan tentunya hal itu membuat suaminya kesal dan marah kepadanya.
Perlahan Kevin berbalik badan lalu melihat Zhea yang membelakangi dirinya . Sebenarnya Kevin belum tidur, ia sengaja diam saat merasakan Zhea naik ke atas tempat tidur.
Kevin juga merasa menyesal karena tak bisa sabar menghadapi Zhea, dan justru marah kemudian meninggalkan istri nya sendirian saat sedang bersedih.
Kevin perlahan mendekat ke arah Zhea, Kevin bisa melihat kalau Zhea juga belum tidur dan justru sedang menyeka air mata yang mengalir di pipinya.
Kevin pun langsung memeluk Zhea dari belakang, merasakan pelukan dari suaminya. Zhea pun berbalik badan menghadap Kevin.
Sejenak Kevin dan Zhea saling pandang, kedua mata Kevin juga tampak memerah dan berkaca-kaca. Kevin benar-benar menyesal telah membuat istri nya menangis.
" Abang minta maaf ya Zhe "
Kevin menggenggam tangan Zhea lalu menciumi tangan Zhea.
" Aku juga minta maaf bang "
Zhea kembali menangis lalu memeluk Kevin, Zhea kembali menangis sesenggukan di dalam pelukan Kevin.
" Maafkan Abang, sayang. Maafkan Abang karena Abang tadi kesal dan marah sama kamu, maaf seharusnya Abang gak ninggalin kamu "
" Aku juga minta maaf ya bang, aku sudah bikin Abang kesal, aku terlalu overthingking dan gak mikirin perasaan Abang. Maafin aku bang "
Kevin lalu menjatuhi ciuman di wajah Zhea.
" Iya sayang, mulai sekarang kita harus lebih saling mengerti dan harus saling sabar ya. Jangan lagi ada yang di tutupi dari Abang ya Zhe, katakan aja apa yang mungkin kamu gak suka dari Abang, atau mungkin ada hal yang mengganggu di pikiran kamu "
Zhea hanya bisa menganggukkan kepalanya , kemudian Zhea menciumi tangan Kevin.
" Abang mencintai kamu Zhe, sangat mencintai kamu, Abang cuma mau yang terbaik buat kamu. Abang cuma mau kamu bahagia "
" Aku juga mencintai Abang "
__ADS_1
Keduanya pun saling tatap, kevin pun langsung menarik tengkuk leher Zhea dan memberikan kecupan manis di bibir sang istri.