
" Kau tak apa Dokter Celin ? " tanya Zee kembali dengan raut wajah yang sangat khawatir.
Teman-teman Celin yang tadi nya juga ikut menyaksikan kejadian yang hampir mencelakaan Celin pun berlarian menghampiri Celin.
" Celin..kamu gak kenapa-kenapa ? "
" Celin,kamu terluka ? "
Tanya kedua kedua teman Celin yang juga ikut khawatir akan keadaan Celin.
" Tidak, aku..aku tidak apa " ucap Celin, ia masih syok karena ia hampir saja tertabrak mobil, dan ia akan kembali mengalami kecelakaan seperti waktu itu yang pernah menimpa nya sehingga tulang kaki nya mengalami keretakan dan membuatnya sulit untuk berjalan, bahkan butuh berbulan-bulan untuk menyembuhkan nya.
" Syukurlah, terima kasih Zee kamu udah nolongin Celin " ucap kedua teman-teman Celin, dan Zee hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.
" Ya udah kalau gitu minum dulu Cel, ayo ikut kami "
Kedua teman Celin membawa Celin kedalam salah satu mobil mereka, mereka memberi minum kepada Celin dan mencoba menenangkan Celin yang masih syok.
Titt..titt...titt..
Pak Niko menyalakan klakson mobilnya, mendengar itu Zee segera melihat ke sumber suara dan berjalan ke arah mobil.
" Assalamualaikum Pak Niko "
" Waalaikumsalam , Nyonya "
" Maaf Nyonya , menunggu lama ya "
" Gak kok Pak, oh ya Abang masih di kantor ya Pak " tanya Zee.
" Hmm..Tuan sedang di luar kota Nyonya "
" Hah !! luar kota ? kemana Pak ? "
__ADS_1
" Ke Surabaya Nyonya, tadi Pak Xander menghubungi Tuan untuk menghadiri peresmian apartemen pertama di sana Nyonya "
" Oh , iya Pak " jawab Zee lesu.
" Maaf Nyonya, memangnya Tuan tidak kasih kabar ?", tanya Pak Niko.
" Hmm, iya Pak. Mungkin karena Abang lagi sibuk dan buru - buru. Gak apa Pak , kalau gitu kita langsung pulang aja "
" Tapi maaf Nyonya, tadi Bu Hesty menghubungi saya. Bu Hesty minta tolong sebelum pulang kita mampir dulu untuk beli makanan di Swiss Resto & cafe "
" Kenapa Bunda gak hubungi aku ya Pak, biasanya bunda juga langsung telepon "
" Katanya tadi udah hubungin Nyonya,mungkin ponsel Nyonya lagi tidak aktif "
" Aktif kok Pak , tapi ya udah gak apa kalau emang bunda nyuruh gitu "
" Baik Nyonya "
Pak Niko senyum-senyum sendiri, ia pun seger melajukan kendaraan nya menuju Swiss Resto & cafe, resto dan cafe terbaik yang ada di kota mereka dan juga salah satu milik keluarga Xander, yang tentunya tidak di ketahui oleh Zee.
" Di sini tempatnya Pak ? " tanya Zee saat mereka sampai di sebuah resto & cafe yang terlihat cukup mewah.
" Saya tunggu di mobil aja ya Nyonya, ini daftar makanan yang Ibu minta ke saya . Kata ibu minta tolong Nyonya saja yang memesan makanan nya " ucap Pak Niko.
Tanpa menaruh curiga, Zee menerima selembar kertas yang Pak Niko berikan kepada nya dan segera turun dari mobil.
Zee terkesima melihat isi dalam resto, bukan hanya tampilan luarnya saja yang menarik. Di dalam nya pun tak kalah cantik, pengunjungnya pun tampak ramai.
" Permisi bu ? ada yang bisa saya bantu ? " tanya pelayan resto.
" Saya mau pesan makanan ini mba ? " ucap Zee sembari memberikan selembar kertas yang ia bawa kepada pelayan resto.
Pelayan tersebut menerim kertas yang Zee berikan, " Maaf , ibu dengan ibu Zee Anastasia Putri ? "
__ADS_1
Pertanyaan dari pelayan resto membuat Zee bingung. " Iya benar, mbaknya tau dari mana nama saya ? " tanya Zee.
" Tidak Bu saya hanya menebak saja, untuk pemesanan nya silahkan naik ke lantai atas ya Bu " ucap Pelayan resto.
" Ke atas ? yang benar mba ? " tanya Zee.
" Iya Bu, dari sini lurus saja. Belok kiri ada tangga dan ibu naik saja. silahkan berikan kertas ini kepada Pelayan yang ada di sana "
" Oh, ya udah mbak " ucap Zee.
Perlahan Zee menaiki anak tangga yang terbuat dari kaca tersebut, seluruh bangunan resto memang terbuat dari kaca.
" Kok gak ada orang ? " ucap Zee saat melihat di lantai atas tidak seramai di lantai bawah. Padahal kalau di lihat di atas pemandangannya sangat indah, seharusnya di atas lebih ramai dari pada di bawah. Ini justru sebaliknya.
" Ada yang bisa saya bantu Bu ? " tanya pelayan yang menghampiri Zee.
" Eh..iya mbak, ini saya mau pesan " ucap Zee memberikan kertas yang ia bawa.
" Baiklah, kalau begitu silahkan tunggu ya Bu. Kami siapkan dulu pesanan nya "
" Iya " jawab Zee lalu duduk di salah satu kursi yang ada di tempat itu.
Hari yang mulai senja, matahari yang mulai terbenam membuat pemandangan dari atas resto terlihat sangat indah. Melihat itu Zee beranjak dari duduknya dan berjalan keluar untuk lebih melihat pemandangan indah itu.
" Maa syaa Allah, indah sekali " ucap Zee.
Seketika kedua mata Zee berkaca- kaca, ia mengingat suami nya Zhio. Pemandangan ini akan lebih indah kalau ia nikmati bersama sang suami, tapi sekarang Zhio sedang berada di luar kota. Dan mengingat sikap cuek Zhio kepadanya membuatnya kembali sedih.
" Ya Allah, suamiku sekarang sedang mencari nafkah untuk kami. Mungkin ia hanya lelah sehingga ia bersikap begitu kepadaku, seharusnya aku gak boleh sedih. Kita doakan selalu yang terbaik untuk Abi ya nak " ucap Zee sembari mengelus - ngelus perut nya.
" Aamiin " ucap Zhio mengaminkan, mendengar suara yang tak asing , Zee pun berbalik badan. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat sang suami kini berdiri di depan nya dengan membawa sebuket bunga yang indah.
__ADS_1
" Abang " ucap Zee dengan kedua mata yang berkaca-kaca, ia segera menghampiri dan memeluk sang suami.
Bersambung...