
Zee beranjak menghampiri Zhio yang sedang sibuk dengan laptop di depannya.
" Abang lagi ngapain ? " tanya Zee sembari melirik ke arah laptop, melihat apa yang sedang Zhio kerjakan.
Tanpa menjawab , Zhio segera mengakhiri pekerjaannya dan menutup laptop yang ada di depannya.
" Loh bang, kenapa dimatikan, Abang udah selesai ? " tanya Zee bingung.
" Kamu mau apa sayang ? " tanya Zhio, tersenyum hangat sembari mengelus lembut pipi Zee.
" Gak bang, Abang selesaikan aja dulu kerjaan Abang, ihh kenapa malah berhenti " ucap Zee, yang malah tampak kesal melihat Zhio.
" Abang udah selesai sayang, sekarang waktunya sama kamu. Kamu mau apa ? mau ngemil, atau mau beli apa ? " tanya Zhio.
Sebenarnya pekerjaan Zhio belum usai, ada beberapa laporan yang belum selesai ia periksa, namun ia mengalah dan menghentikan sementara pekerjaannya karena ia ingin memprioritaskan istrinya.
" Beneran udah selesai ? " tanya Zee kembali.
" Iya sayang, beneran " ucap Zhio lalu membawa Zee kedalam pelukannya.
" Gimana tadi di kampus ? laporan kamu ada yang salah gak ? " tanya Zhio.
" Gak ada bang, makasih ya bang udah bantu kerjain laporannya . Semalam aku ngantuk berat bang , gak kayak dulu biasanya kuat begadang " ucap Zee.
" Karena itu Abang bantuin kamu, dulu sama sekarang jelas beda sayang, sekarang udah ada baby kita di dalam perut kamu. Anak kita gak kuat kalau di ajak begadang " ucap Zhio sembari tersenyum. Zee terkekeh mendengar ucapan Zhio.
Zee mendongakkan kepalanya melihat Zhio, " bang, ada yang mau aku omongin " ucap Zee. Zhio dan Zee sedang duduk di sofa yang cukup panjang yang sengaja di taruh di kamar mereka, tempat biasa mereka bersantai. Posisi kepala Zee bersandar di dada Zhio, berada dalam pelukan Zhio adalah tempat ternyaman bagi Zee, begitu pula dengan Zhio.
__ADS_1
Setelah seharian sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, biasanya Zee dan Zhio akan menghabiskan waktu mereka sebentar bersantai di sofa atau di tempat tidur untuk saling berbincang sejenak. Saling bercerita mengenai kegiatan mereka seharian dan saling bercanda gurau.
" Iya sayang, mau ngomongin apa ? kayaknya serius banget " tanya Zhio.
" Hmm..gimana ya bang aku ceritanya. Jadi gini bang, aku rencananya mau bantuin Amira. Selama ini aku gak tau bang, kalau ternyata Amira ada tunggakan uang selama dua semester. Dan rencana nya aku mau bantuin bayar uang semester Amira pakai uang tabungan aku bang, uang tabungan aku waktu dulu aku kerja di resto bang. Gak banyak sih, ya cukuplah bang untuk sementara bayar satu semester dulu , soalnya bentar lagi kami ada ujian , jadi paling gak Amira harus bayar setengahnya dulu " jelas Zee panjang lebar, sembari menjelaskan, kedua mata Zee tampak berkaca-kaca , mencoba menahan kesedihannya.
" Jadi dari tadi keliatan bingung pengen ngomong hal ini sama Abang ? " tanya Zhio.
" Abang tau dari mana kalau aku bingung ? "
" Sepanjang jalan kita pulang, kamu tu gak banyak bicara yang, dan ternyata hal ini yang kamu pikirin dari tadi" ucap Zhio.
" Hiks..hiks..hiks.." air mata Zee pun tak bisa tahan , ia akhirnya menangis di depan Zhio.
" Ehh sayang kok kamu nangis, Abang salah ngomong ya ? " ucap Zhio, menangkup wajah Zee dan menyeka air mata Zee.
" Ayahnya Amira kerjanya cuma serabutan Bang , gitu juga ibunya Amira, ikut bantu - bantu keluarga buat cari uang. Amira juga punya adik yang masih duduk di bangku SMA, Amira juga sampe kerja sambil kuliah biar bisa biayai kuliahnya, dari Amira aku juga ikut belajar dan kerja bareng Amira bang " jelas Zee sembari menangis. Zhio hanya diam mendengarkan cerita Zee.
" Sudah nangisnya ? " tanya Zhio dan Zee hanya menganggukkan kepalanya.
" Jangan sedih lagi ya sayang, kasian nanti baby kita juga ikut sedih " ucap Zhio lalu mengecup lembut pucuk kepala Zee.
" Iya bang " ucap Zee.
" Abang juga bakalan bantuin Amira, gak usah pakai uang tabungan kamu. Uang itu kamu simpan ya " ucap Zhio.
Zhio beranjak lalu mengambil dompetnya, ia mengeluarkan sebuah kartu ATM dan memberikannya kepada Zee.
__ADS_1
" Pakai ini untuk bayar uang semester Amira " ucap Zhio.
" Gak perlu bang, uang tabungan aku udah cukup kok bang. Uang bulanan tiap bulan yang Abang transfer ke aku juga masih banyak lebihnya setiap bulan bang. Boleh aja kan bang kalau aku tambahin pakai uang itu " ucap Zee.
Setiap bulan , Zhio selalu memberi uang bulanan kepada Zee. Dan apa kalian tau berapa uang bulanan yang Zhio berikan, Zhio memberi Zee sebanyak sepuluh juta,, dan dari sepuluh juta itu , Zee hanya menggunakannya sebanyak tiga juta, bahkan kadang kurang dari itu. Uang bulanan itu hanya khusus untuk keperluan Zee dan Bulan, sedangkan untuk uang sekolah bulan dan kuliah Zee, semua di urus oleh Zhio sendiri. Zee tidak terlalu banyak memakai uang bulanan karena Zee tidak ikut andil dalam membeli bahan makanan di rumah.
Semua di atur oleh Bunda Hesty, semua juga atas permintaan Bunda Hesty dan Ayah Xander. Lihatkan betapa keluarga Xander cukup berada dan kaya.
Zee juga tidak berlebihan dalam berbelanja, ia akan menggunakan uang bulanan yang di berikan Zhio sesuai dengan keperluan dirinya dan Bulan.
Zhio tersenyum, lalu menarik tangan Zee, dan meletakkan kartu ATM itu di telapak tangan Zee.
" Uang itu khusus untuk kamu dan Bulan , sayang. Uang itu khusus untuk keperluan kamu dan Bulan setiap bulannya, mau kamu habiskan juga gak apa "
" Ta..ta..pi..bang.. " Zee merasa tidak enak dengan suaminya sendiri.
" Shutt..sudah cukup sayang, pakai ini untuk bantu Amira ya. Jangan pakai uang tabungan kamu, ataupun uang bulanan yang Abang kasih , Abang gak merasa keberatan sama sekali. Uang Abang, ya uang kamu, Abang kerja buat kamu dan anak-anak, tugas kamu hanya taat, dan selalu berdoa yang terbaik buat Abang, doakan Abang agar selalu sehat dan Allah permudah segala urusan Abang untuk mencari rejeki buat kalian "
Zee merasa tersentuh dengan apa yang di ucapkan oleh Zhio, Zee tersenyum lalu memeluk erat Zhio.
" Terima kasih bang "
" Sama-sama sayang " ucap Zhio sembari mengecup lembut pucuk kepala Zee.
**Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian..Dan jangan lupa baca juga novel ke tiga aku yang berjudul " Love story Rain dan Annisa ( Sakinah Bersamamu ) " 😘**
__ADS_1