
Sudah jam 11 malam Zhio juga belum pulang dari rumah sakit, sebelumnya Zhio sudah mengirim pesan kepada Zee jika ia sedang ada operasi darurat dan akan pulang terlambat. Dan meminta Zee untuk tidak menunggunya.
Walaupun suami nya sudah meminta Zee untuk tidak menunggu, tapi tetap saja Zee merasa khawatir dan tidak bisa tidur sebelum Zhio datang. Zee menunggu Zhio datang sembari mengerjakan laporan magang nya.
Mendengar suara mobil di depan rumah, Zee pun menghentikan aktivitasnya. Ia menaruh laptopnya di atas meja lalu turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang, ya walaupun sebenarnya Zee yakin jika suara mobil di depan adalah mobil suaminya Zhio.
" Assalamu'alaikum, sini biar aku bawa bang " Zee berdiri di belakang Zhio saat Zhio ingin mengambil tasnya di kursi belakang mobil.
" Waalaikumsalam, kamu belum tidur yank ? "
" Belum bang, sini biar aku bawa tas nya "
" Gak usah sayang, biar Abang aja. Ayo kita masuk " Zhio mengajak Zee masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar. Rumah tampak sepi karena anggota keluarga yang lain sudah masuk ke dalam kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.
" aku udah siapin air hangat untuk Abang mandi, ini handuk nya bang " Zee mengambil handuk dari dalam lemari dan memberikan nya kepada Zhio.
" Terima kasih ya sayang " ucap Zhio lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian, Zhio keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk di pinggangnya dan bersamaan juga dengan Zee yang baru datang dengan membawa secangkir teh panas untuk Zhio.
" Pakaian Abang udah aku siapin, Abang udah makan belum ? kalau belum , habis ini kita turun ke bawah , tapi sebelumnya Abang habisin dulu tehnya ya bang " ucap Zee lalu menaruh teh yang ia bawa di atas meja.
Bukannya memakai pakaian, Zhio justru menghampiri Zee dan memeluk Zee dari belakang. Zhio juga menyandarkan dagunya di pundak Zee.
" Biarkan seperti ini " Zhio semakin mempererat pelukannya.
" Terima kasih ya sayang "
" Terima kasih untuk apa bang, aku tidak melakukan apa-apa "
" Terima kasih sudah perhatian sama Abang , seharusnya kamu tidak perlu repot-repot sayang,Abang bisa melakukan nya sendiri "
Zee melepaskan tangan Zhio yang melingkar di pinggangnya lalu berbalik badan menghadap Zhio.
" Aku kan istri Abang, sudah kewajiban ku untuk memperhatikan dan menyiapkan semua keperluan Abang "
__ADS_1
" Iya sayang, Abang cuma gak mau kamu kelelahan "
" Aku gak lelah sama sekali, cepat minum tehnya , habis itu kita turun ke bawah, Abang belum makan kan ? "
Zee ingin berbalik dan mengambil kembali teh yang tadi ia taruh di atas meja dan memberikan kepada Zhio, namun Zhio kembali menarik lengan nya dan memeluknya.
" Abang sudah makan sayang, Abang mau langsung tidur aja "
" Ya udah kalau gitu, tapi di minum dulu ya tehnya " Zee memberikan teh yang ia buat kepada Zhio, Zhio meneguk teh itu hingga habis. Setelah itu mereka beranjak ke tempat tidur.
" Abang "
" Iya , ada apa sayang ? " ucap Zhio dengan kedua mata yang masih menutup.
Saat ini Zhio dan Zee sedang tidur dengan saling berpelukan, lebih tepatnya Zhio lah yang memeluk erat tubuh mungil sang istri. Kepala Zee berada di lengan kiri Zhio, sedangkan tangan kanan Zhio mengelus lembut punggung sang istri.
" Aku..gimana caranya ngomong sama Bulan ya bang, sampai saat ini kita belum menceritakan hal yang sebenarnya ke Bulan mengenai Ayahnya " Zhio membuka kedua matanya saat mendengar ucapan sang istri.
" aku..rasanya aku gak sanggup cerita hal ini ke Bulan " ucap Zee dengan kedua mata yang berkaca - kaca.
" Iya bang, terima kasih "
" Sudahlah, sekarang tidur ya "
Zee hanya menganggukkan kepalanya lalu menenggelamkan kepalanya ke dada Zhio, Zhio pun semakin mempererat pelukannya. Hingga akhirnya mereka berdua sama - sama terlelap.
****
Saat sedang sibuk bekerja, Pak Niko yang sedang berada di luar ruangan bergegas masuk untuk menemui Zhio.
" Ada apa Pak Niko ? "
" Satria sudah tertangkap Tuan "
Mendengar akan hal itu, Zhio menghentikan aktivitasnya. Ia dan Pak Niko langsung berangkat menuju kantor polisi untuk melihat Satria. Zhio sengaja belum memberi tahu Zee ataupun Ayah dan Bunda nya.
__ADS_1
Sesampai di sana, Zhio langsung di sambut oleh kepala polisi yang menangani kasus mereka. Setelah hampir satu bulan lebih akhirnya Satria tertangkap. Satria di tangkap di rumahnya sendiri, selama ini ternyata Satria tidak kemana - mana. Sebenarnya Satria berada di rumah nya saja di bawah lindungan istrinya Yuni, hanya saja karena tidak memiliki bukti yang cukup, polisi tidak bisa menahan Yuni. Yuni hanya datang untuk di mintai keterangan.
Kepala polisi membawa Zhio untuk menemui Satria yang sedang di mintai keterangan oleh salah satu petugas.
Satria menatap tajam ke arah Zhio saat melihat Zhio datang dan berdiri di depannya. Zhio pun juga begitu, masih teringat jelas di ingatan Zhio bagaimana ia melecehkan Zee dan perkelahian mereka waktu.
Zhio berusaha menahan amarahnya saat melihat Satria, ingin sekali rasanya Zhio memberi pelajaran lagi untuk Satria mengingat akan semua yang ia lakukan kepada istrinya, apalagi melihat wajah Satria yang tidak nampak rasa penyesalan sama sekali.
" Aku harap kau menyesal dan menyadari kesalahanmu " ucap Zhio saat Satria ingin di bawa masuk kedalam jeruji oleh petugas kepolisian.
Mendengar hal itu Satria hanya tersenyum tipis lalu berjalan mendekat membisikkan sesuatu di telinga Zhio.
" Kau bilang menyesal ? ya aku menyesal karena tidak berhasil mencumbu Zee " ucapan Satria membuat Zhio membulatkan kedua matanya, Zhio juga mengepalkan kedua tangan nya mencoba menahan amarah.
Setelah berkata seperti itu, Satria di bawa pergi oleh petugas. Namun baru beberapa langkah suara teriakan dari seorang gadis terdengar dari kejauhan.
" Ayah... " teriak Bulan saat melihat Satria yang ingin di bawa masuk ke dalam jeruji besi.
Satria menghentikan langkahnya lalu melihat ke sumber suara, Satria terkejut karena suara gadis yang memanggilnya itu adalah anaknya Bulan.
" Bulan "
" Ayah gak kenapa - kenapa kan ? ayah saya kenapa di tangkap Pak, salah ayah saya apa ? " ucap Bulan dengan air mata yang sejak tadi mengalir deras membasahi pipinya.
Semua orang di sana terdiam, tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Bulan. Semua merasa sedih melihat Bulan.
" Ayah, katakan !! kenapa Ayah bisa di tangkap polisi ? Pak..polisi, kenapa ayah saya di tangkap ? " Bulan kembali bertanya, Satria hanya diam saja dan menundukkan kepala nya. Jika ia merasa tidak menyesal sama sekali di hadapan Zhio, tapi berbeda ketika berhadapan dengan Bulan.
" Maaf dek, ayah kamu harus kami bawa ke dalam " ucap salah satu petugas lalu membawa Satria.
Bulan terus memegangi tangan sang Ayah sembari menangis, Zhio menghampiri Bulan lalu mencoba menahan Bulan. Bulan langsung memeluk Zhio dan menangis dalam pelukan Zhio saat tangan nya sudah terlepas dari Satria yang sudah di bawa oleh petugas.
**Bersambung..
Maaf ya readers sudah lama gak update 🙏
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya.. 😘**