Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Hari Kesialan


__ADS_3

Zee memarkirkan sepeda motornya dengan rapi di bagian khusus parkiran untuk petugas resto. Amira melambaikan tangannya ke arah Zee, ia juga baru datang dan menunggu Zee di pintu masuk resto. Zee sudah bekerja di sana selama tiga tahun lama nya, bersama dengan Amira. Amira lebih lama bekerja di sana, dia lah yang menawarkan Zee untuk melamar pekerjaan di resto tempat nya bekerja. Kebetulan saat itu resto mereka sedang mencari karyawan baru, dan Zee juga butuh pekerjaan.


Mereka berdua bekerja paruh waktu, dari pagi sampai sore kuliah dan sorenya lanjut bekerja di sana. Walaupun gajinya tidak terlalu besar, tapi Zee sudah sangat bersyukur karena itu semua cukup untuk memenuhi kebutuhan nya dan juga Bulan. Hasilnya bekerja juga cukup untuk membayar sewa rumah setiap bulan, dan sisa nya biasa Zee simpan untuk tabungan yang akan berguna kelak saat pembayaran uang semester kuliah nya. Ya setidaknya bisa membantu meringankan sedikit beban kedua orang tua nya.


Zee dan Amira masuk bersama ke dalam resto, resto tempat mereka bekerja tempat nya sederhana sekali. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, tapi kesan modern nya juga tidak ketinggalan. Walaupun sederhana, resto tempat Zee bekerja bukan hanya menyajikan masakan khas Indonesia tapi juga makanan khas luar negeri pun juga ada. Makanan di sana juga sangat enak, karena itulah resto mereka sudah sangat terkenal sejak dulu. Bukan hanya dari kalangan tua, tapi kalangan muda juga senang berkunjung di sana. Dan resto tempat Zee bekerja selalu ramai pengunjung.


" Semangat Zee "


" Semangat Amira "


Mereka berdua saling memberi semangat, dan mulai bekerja di posisi masing - masing. Amira di bagian kasir sedangkan Zee sebagai pelayan resto. Setiap bulan posisi mereka akan di rolling. Agar semua karyawan bisa menguasai segala hal, sebagai kasir, pelayan, atau pun memasak di dapur.


Zee melihat sekelompok wanita masuk kedalam resto mereka dan duduk di meja nomor 12, ya kira - kira ada lima sampai enam orang wanita. Melihat itu Zee segera menghampiri dan memberikan buku menu.


" Permisi Nyonya - nyonya, ini buku menu nya. Silahkan di pesan, saya akan menunggu " ucap Zee sembari tersenyum manis ke arah mereka. Zee memperhatikan para wanita - wanita itu, dan ada salah satu wanita yang menarik perhatian Zee dan Zee seperti mengenal wanita itu.


" Dokter Celin " sapa Zee, dan yang di panggil menoleh ke arah Zee.


Terjadi hening sejenak, Zee menatap Celin dengan senyum manisnya. Sedangkan yang di tatap memperlihatkan wajah penuh amarah.


" Dokter Celin kan, apa kabar Dok? sudah lama sekali kita tidak bertemu " Zee mengulurkan tangan nya, tapi Celin bersikap acuh dan tidak membalas aluran tangan Zee yang sudah baik ingin bersalaman dengan nya. Zee merasa canggung, ia menatap kearah teman - teman Celin lalu menarik kembali aluran tangan nya.


" Celin, kamu kenal sama dia? ihh ternyata kamu punya temen seorang pelayan resto. hahahaha.. " ucap salah satu teman Celin dengan nada mengejek.


" Dia bukan teman ku, dia itu wanita penggoda, hati - hati kalian sama dia " ucap Celin dan membuat Zee terkejut mendengar nya.


" Wanita penggoda? maksud mu? " salah satu teman Celin yang lain bertanya dengan raut wajah penasaran.


" Nanti aku ceritain sama kalian " ucap Celin dan hanya di balas anggukan oleh teman - teman nya. Tapi mereka semua menatap Zee dengan sinis, dan memperhatikan penampilan Zee dari atas hingga bawah. Zee merasa risih dan rasanya ia ingin segera pergi dari sana.


Zee mencatat satu persatu pesanan mereka, dan setelah itu bergegas pergi dari sana.


" Celin, jelasin dong maksud kamu tadi? " tanya teman- teman Celin yang sudah penasaran dengan penjelasan Celin. Celin pun menjelaskan kepada teman - teman nya, mulai awal kedatangan mereka ke desa tempat tinggal Zee, Zee yang ternyata sudah menikah tapi suka menggoda Zhio. Bahkan Celin sedikit menambah - nambah kan cerita yang tidak baik mengenai Zee, padahal itu semua cuma akalan Celin agar teman - teman nya percaya dan tidak menyukai Zee.


Setelah 15 menit pesanan mereka datang, namun bukan Zee yang mengantar melainkan pelayan yang lain. Zee memang sengaja mengalihkan kepada teman nya yang lain untuk melayani Celin dan teman - teman nya karena ia tidak bisa. Lebih baik menghindar dari pada nantinya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, lagipula mereka juga sepertinya tidak menyukai Zee.


" Dimana pelayan yang tadi? " tanya Celin.


" Oh, maksud anda pelayan yang mengantar buku menu tadi nyonya? dia sedang sibuk di dapur " ucap teman Zee.


" Panggil dia, kami ingin dia yang melayani kami " ucap Celin, muncul niat jahat di otak nya.


" Baik Nyonya "


Setelah mengantar makanan, pelayan tadi kembali ke dalam untuk menemui Zee, dan mengatakan kalau mereka hanya ingin di layani oleh Zee. Mendengar hal itu Zee menarik nafas panjang. " Kuat Zee, harus sabar. Sepertinya aku akan menghadapi berbagai cacian dan hinaan lagi setelah ini " batin Zee, karena sejak awal pertemuan tadi Dokter Celin telah menghina nya. Dan ada kemungkinan Dokter Celin akan melakukan hal itu lagi.

__ADS_1


Zee kembali melayani Celin dan teman - teman nya sembari membawa berapa minuman dan makanan yang masih tertinggal. Celin menyunggingkan bibir nya melihat kedatangan Zee.


" Eh Mba, saya tambah lemon tea satu ya " ucap salah satu teman Celin, Zee menggangguk dan segera kembali kedapur untuk membuatkan pesanan nya. Tak selang lama Zee kembali membawa lemon tea itu.


" Mba, saya nambah juga deh. tambah kentang goreng juga ya " Zee kembali menggangguk dan bergegas ke dapur, dan tak lama membawa kentang goreng pesanan meraka. Tapi salah satu teman Celin kembali memesan tambahan menu. " Sepertinya mereka sengaja mengerjai ku " batin Zee. Ia benar - benar tidak tahan di permainkan seperti ini.


" Apakah yang lain juga ada tambahan nyonya - nyonya, agar saya bisa mencatat nya sekaligus " ucap Zee dengan nada yang selembut mungkin, mencoba menahan amarahnya.


" Kenapa? kamu capek ya bolak - balik, gak perlu protes. Kamu kan pelayan di sini, dan kami pelanggan. Kami tamu di sini, ingat!! tamu adalah raja, eh ratu maksudnya. Jadi kamu harus layani kami dengan baik dong, terserah kami mau apa " ucap salah satu teman Celin, Celin hanya menatap Zee lalu tersenyum tipis. Dia sangat senang karena teman - teman nya turun tangan, tidak perlu ia yang bersusah payah untuk mengerjai Zee.


Zee menarik nafas panjang " sabar - sabar Zee " kata - kata itu selalu terucap dalam batin Zee, ia mencoba menguatkan dirinya sendiri.


" Zee, ada apa? sepertinya pelanggan di meja 12 itu bersikap tidak baik padamu? aku bisa menghitung kalau kamu sudah 8 kali bolak balik , aku bisa melihat nya Zee " ucap Amira, ia menemui Zee yang sedang membuatkan coffe latte untuk teman - teman Celin.


" Tidak pa - pa Amira, kamu kembali saja sana ke meja kasir. Nanti ada yang mau bayar "


" Beneran gak pa - pa? " tanya Amira lagi.


" Iya "


" Baiklah " Amira terpaksa kembali ke meja.


Zee kembali membawa coffe latte itu, Zee tidak melihat kalau salah satu teman Celin menghalangi langkan Zee dengan kakinya. Membuat Zee tersandung dan menumpahkan coffe latte itu tepat di kemeja Celin.


" Awww... panas...!! " ucap Celin, ia langsung berdiri dan mengibas - ngibaskan tangan nya ke kemeja nya. Zee melihat itu pun segera membantu.


" Maaf Dok, saya tidak sengaja. Saya juga tidak ada niatan sedikit pun " ucap Zee panik.


" Ada apa Zee? " tanya Amira, Amira segera mendatangai Zee begitu melihat keributan.


" Aku tidak sengaja Amira, sekali lagi saya minta maaf dokter Celin "


" Maaf - maaf, panggil atasan kamu sekarang. Aku ingin bicara "


" Maaf Nyonya, teman saya kan sudah meminta maaf. Lagi pula dia tidak sengaja, kami akan mengganti rugi nyonya. Kami akan mengganti kemeja anda yang kotor " ucap Amira mencoba menengahi.


" Ganti rugi? ganti kemeja aku? memang nya kalian sanggup? kemeja aku ini bahkan lebih mahal dari gajih kalian " Celin menyombongkan dirinya, membuat Amira geram. Zee pun juga sama hal nya dengan Amira, tapi mereka mencoba tetap tenang.


" Ada apa ini? " Bos Zee dan Amira datang, pemilik resto tempat mereka bekerja.


Amira mencoba menjelaskan kejadian nya, dan atasan mereka mendengarkan penjelasan Amira dengan serius.


" Saya tidak mau tau ya Pak, saya mau wanita ini di pecat " tegas Celin.


" Maafkan saya Pak, saya benar - benar tidak sengaja. Kaki nyonya ini tadi menghalangi langkah saya, saya tidak melihat dan tidak sengaja tersandung " Zee kembali menjelaskan.

__ADS_1


" Apa maksud mu Hah? kamu menyalahkan ku? " salah satu teman Celin yang memang tadi sengaja menghalangi langkah Zee ikut berdiri, ia merasa tidak terima di salahkan oleh Zee. Padahal sudah jelas ia memang dalang dari semua ini.


" Bukan begitu nyonya, tapi... "


" Sudah cukup Zee, sekarang meminta maaf lah kepada mereka. Lalu setelah itu kembali ke dalam, dan kamu Amira kembali ke kasir " ucap atasan Zee dan Amira.


Dengan terpaksa Zee kembali meminta maaf kepada Celin dan teman - teman nya lalu kembali ke dapur, entah apa yang di katakan oleh atasan nya. Terlihat atasan nya itu sedang berusaha menenangkan Celin dan tak lama Celin dan teman - teman nya pergi. Zee bernafas lega, pembawa masalah akhirnya pergi.


" Zee!! keruangan ku sekarang " baru saja bebas dari Celin and the geng, sekarang ia harus menghadap atasan. " Hari ini adalah hari kesialan ku " batin Zee. Dengan langkah gontai Zee masuk kedalam ruang kerja atasan nya, Zee hanya bisa pasrah. Kalaupun di pecat juga tidak jadi masalah karena sebentar lagi dia juga akan berhenti bekerja.


Beruntung nya atasan Zee adalah orang yang baik dan juga tegas, Zee kira dia akan di pecat. Tapi nyata nya tidak, ia hanya di nasehati oleh atasan nya.


" Kamu sudah bekerja cukup lama di sini, Bapak yakin kamu tidak sengaja melakukan itu. Tapi bapak ingin kamu lebih hati - hati lain kali, sekarang kembali bekerja "


" Baik Pak, Terima kasih sudah percaya dengan saya " Zee bernafas lega, ia tidak di pecat. Ia segera keluar dari ruangan dan di depan pintu ternyata Amira sudah menunggu nya.


" Bagaimana Zee? "


" Kamu udah lama di sini? "


" Gak, baru aja. Bagaimana? kamu gak di pecat kan? "


" Gak, aku selamat "


" Syukur deh, semua ini gara - gara mereka. Kamu kenal ya sama mereka Zee? "


" Aku cuma kenal salah satu dari mereka, wanita yang tadi kemeja nya ketumpahan coffe "


" Kalau kenal, kenapa dia begitu sama kamu Zee. Kayaknya dia gak suka banget sama kamu Zee "


" Aku juga ngeliatnya gitu Amira, tadi aja aku di bilang wanita penggoda? dia mengatakan itu di depan teman- teman nya "


" Astaga... keterlaluan wanita itu, apa maksudnya coba? emangnya kamu kenal dia di mana Zee? "


Zee membwa Amira duduk, dan ia mulai menceritakan semua nya. Cerita tiga tahun yang lalu, Amira mengamati cerita Zee dengan serius dan sesekali menganggukan kepalanya.


" Jadi dia dokter? ihh dokter kok gak punya etika ya Zee. Seenaknya aja menghina orang, sombong lagi. Paling dia itu cemburu sama kamu Zee, dia itu suka sama siapa tadi Zhi.. Zhi.. "


" Abang Zhio "


" Ya itu maksud ku "


" Mungkin aja Ra, padahal aku sama Bang Zhio gak ada hubungan apa - apa "


" Terus sampai sekarang kamu masih sering berhubungan sama lelaki itu? "

__ADS_1


" Gak Ra, semenjak itu juga aku sudah gak ketemu dia lagi. Gak tau juga kabarnya gimana? padahal waktu bertemu Dokter Celin tadi aku sempat ada keinginan mau tanya kabar Bang Zhio, Tapi gak jadi Ra. Kalau aku tanya bisa - bisa berubah jadi nek lampir dia kalau aku tanya kabar Zhio. Hahahaha " Zee tertawa, dan Amira juga ikut tertawa mendengar celotehan Zee.


Di sela canda tawa mereka, terlintas di benak Zee akan Zhio. " gimana kabar Bang Zhio sekarang? "


__ADS_2