
Tok..tok..tok..
Wajah Celin semringah saat mendengar suara pintu yang di ketuk, Celin, Kevin dan Ayah Celin Andreas melihat ke pintu. Dan betapa senang hati Celin saat melihat Zhio masuk, sosok yang sudah ia rindukan beberapa hari ini. Dan saat Zee juga masuk,seketika raut wajah Celin berubah.
" Buat apa wanita itu ke sini? " batin Celin
" Dokter Zhio " Sapa Ayah Celin dan mereka saling bersalaman.
" Ini Dokter muda Zee kan? senang saya bisa bertemu dengan anda secara langsung, saya berterima kasih sekali karena dari yang saya dengar kalau anda sudah menyelamatkan anak saya. Terima kasih sudah membantu Celin dan membawa nya ke Rumah sakit " ucap Ayah Celin, Zee dan Ayah Celin pun saling bersamalam. Celin terlihat kesal saat Ayah nya begitu ramah kepada Zee.
Zee hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum kepada ayah Celin.
" Zhio, aku senang kamu datang " ucap Celin dengan senyum manisnya, sedangkan Zhio hanya memasang wajah datar nya.
" Bagaimana kabar anda Dokter Celin?" tanya Zee.
" Seperti yang kamu lihat, aku baik - baik saja. Dan sekarang jauh lebih baik karena Zhio datang ke sini " ucap Celin yang semula melihat Zee lalu mengalihkan pandangan nya kepada Zhio. Sedangkan Zhio langsung melihat Zee, Zee pasti kesal karena ucapan Celin.
" Celin, kamu tidak mau berterima kasih kepada Dokter Zee. Dia sudah membantu mu dan menyelamatkan nyawa mu dari kecelakaan itu nak?" ucap Ayah Celin dengan lemah lembut.
" Oke, terima kasih " ucap Celin dengan singkat tanpa melihat Zee, ucapan terima kasih nya terdengar sangat terpaksa.
Zhio begitu geram melihat sikap Celin, seharusnya Celin berterima kasih dengan tulus karena Zee sudah menyelamatkan diri nya dari kecelakaan itu. Apalagi mengingat cerita Zee waktu itu bagaimana dirinya kesusahan saat membantu Celin yang begitu susah keluar dari mobil karena kaki Celin yang masih tersangkut.
" Zhio, kamu kenapa berdiri jauh di situ. Sini dekat sama aku " ucap Celin dengan manja nya meminta Zhio untuk berdiri di samping nya. Karena saat ini posisi Zhio berdiri jauh dari Celin dan berada di samping Zee.
" Saya senang anda datang Dokter Zhio, Celin sering bercerita mengenai hubungan kalian. Saya senang melihat hubungan kalian baik - baik saja " sejak Celin di rawat hingga sekarang, Ayah Celin tidak melihat kedatangan Zhio, seharusnya Zhio selalu ada di sisi Celin karena mereka sepasang kekasih. Saat Zhio tak ada, Ayah Celin meragukan Zhio, dan merasa jika hubungan anak nya dan Zhio tidak baik - baik saja. Dan setelah melihat kedatangan Zhio, dan melihat Celin yang terlihat manja kepada Zhio, membuat Ayah Celin senang dan tenang karena ternyata hubungan anak nya dan Zhio baik - baik saja.
Ayah Celin tidak tau saja kalau sebenarnya Celin dan Zhio tidak ada hubungan spesial, hanya berteman saja, tidak lebih. Selama ini ia hanya di bohongi oleh Celin yang begitu bernafsu untuk memiliki Zhio.
Ucapan Ayah Celin membuat Zhio dan Kevin mengerenyitkan kening mereka. " Apa maksud Dokter Andreas? hubungan apa? "
" Maaf Dokter Andreas? maksud anda mengenai hubungan?" tanya Zhio.
" Ya mengenai hubungan spesial kalian, saya sebelumnya tidak menyangka kalau ternyata Dokter Zhio mencintai anak saya Celin, tapi saya senang mendengar nya. Dan saya berharap Dokter Zhio bisa menjaga Celin dan tidak menyakiti Celin "
Degg.....
Semua orang di sana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Ayah Celin. " mencintai ? apa maksud nya?"
Zhio menatap Zee, ia yakin jika Zee pasti kesal saat ini dan bisa saja salah paham akan apa yang di ucapkan Ayah Celin.
" Maaf Dokter Andreas, apa yang anda katakan itu.."
Dritt..dritt..
Ponsel Ayah Celin berdering, ia pun langsung mengangkat telepon nya dan menghentikan obrolan mereka.
" Saya permisi dulu ya, Celin , Ayah pergi sebentar ya nak. Ada seseorang yang ingin bertemu Ayah " Belum selesai mendengar ucapan Zhio, Ayah Celin sudah terlanjur pergi. Dan kini Zhio menatap tajam kepada Celin.
__ADS_1
" Apa maksud Ayah mu berkata seperti itu Cel?"
" daddy aku mengira kita pacaran Zhi, dan daddy senang banget dengar nya " ucap Celin santai.
" Tapi kita tidak punya hubungan apa - apa Cel "
" Udah biarin aja kenapa sih Zhi, santai aja. Toh kalau ada hubungan spesial juga gak kenapa - kenapa. Daddy mendukung sekali hubungan kita "
" Sepertinya otak kamu harus di periksa ya, jangan - jangan ada gangguan di otak kamu jadi kamu gak bisa berpikir waras " ucap Zhio kesal.
" Aku baik - baik saja Zhio, jahat banget sih kamu bilang kayak gitu. Oh ya, terima kasih udah datang jenguk aku. Aku yakin sebenarnya kamu itu sayang kan sama aku Zhio, buktinya kamu ke sini datangin aku karena khawatir aku gak makan kan? " dengan santai nya Celin berbicara seperti tidak menyadari jika ada Zee dan juga Kevin di sana.
" Aku kesini karena Kevin sahabat aku yang minta, bukan karena kamu "
" Bilang aja kali Zhi, gak usah malu. Oh..jangan - jangan kamu malu karena ada wanita itu di sini. Eh..kamu ngapain di sini terus, udah liat kan aku baik - baik aja. Mengganggu saja!! "
" Sudah cukup Cel!! "
" Kamu kenapa sih Zhio? kenapa kamu sering ngebentak aku, kamu gak liat aku lagi sakit sekarang? semenjak mengenal wanita ini kamu berubah "
" Tidak ada yang berubah dari aku Cel, cukup berbicara seperti kamu sangat mengenal aku "
" Aku memang mengenal kamu Zhio, lebih mengenal dan tau kamu dari pada wanita penggoda ini "
" Cukup Celin!!! " kini Zhio semakin geram.
" Kenapa sih Zhio? kenapa kamu selalu membela wanita ini "
Deggg....
Celin terdiam sejenak, " Istriku? apa yang di katakan Zhio? "
" Hahahahaa....jangan bercanda Zhio, istri apa maksud kamu "
" Zee itu istrinya Zhio, sekarang mereka sudah menikah Cel " ucap Kevin.
" Apa maksud mu Vin? jangan ikut - ikutan bohong dong "
" Kamu bohong kan Zhio, aku gak percaya Zhio, kamu sengaja ngomong kayak gini karena ada wanita itu kan disini. Kalau kalian menikah, sejak kapan kalian menikah? "
" Itu tidak penting Cel, sekarang kamu sudah tau kalau Zee itu istriku. Jadi cukup mengatakan yang tidak baik tentang nya "
" No..no..no.. aku gak percaya Zhio.. "
" Terserah kamu percaya atau tidak, ayo kita pergi " ucap Zhio lalu menggenggam tangan Zee dan mengajak Zee pergi.
Zhio mengajak Zee ke ruang kerja nya. Sesampai di dalam ruang kerja nya, Zhio langsung memeluk sang istri. Ucapan Celin dan juga Ayah nya pasti menyakiti hati Zee.
" Jangan marah ya, jangan salah paham. Semua yang di katakan Celin dan juga Ayah nya itu gak benar "
__ADS_1
" Aku gak marah kok bang " ucap Zee menatap wajah Zhio lalu tersenyum.
" Kamu gak marah? kamu gak cemburu? " ucap Zhio dengan terus menatap wajah Zee.
" Gak " ucap Zee lalu menggeleng-gelengkan kepala nya.
" Padahal abang suka kalau kamu cemburu, artinya kamu sayang dan cinta sama abang " ucap Zhio lalu kembali memeluk dan menciumi leher jenjang sang istri.
" Beneran kamu gak cemburu? " ucap Zhio dengan terus menciumi leher Zee.
" Abang..udah ah geli.." ucap Zee, berusaha melepas pelukan Zhio dari nya.
" Abang gak berhenti sebelum kamu bilang cinta sama abang "
Cup
Cup
Zhio terus menciumi leher Zee dan semakin mempererat pelukan nya.
" Abang.."
" Abang sudah..akhh..abang geli.." ucap Zee sembari terkekeh.
Zhio tidak peduli dengan ocehan Zee yang ingin ia berhenti menciumi nya, Zee yang berusaha menghindar dan berjalan mundur tak sengaja menabrak sofa dan akhirnya ia terjatuh bersama Zhio.
" Abang sih..." ucap Zee lalu berusaha bangkit, namun Zhio tidak memberi kesempatan untuk Zee.
" Abang gak bakalan lepasin kamu, abang tau kamu marah kan? kamu cemburu kan sayang? Abang sama Celin gak ada hubungan apa - apa, Abang sama Celin cuma teman, dari dulu sampai sekarang kami hanya sebatas teman, gak lebih. Dan dari dulu sampai sekarang abang cinta nya sama kamu, cuma kamu " ucap Zhio lalu mengelus lembut wajah sang istri.
" Aku tau Abang cinta sama aku, gak perlu abang menjelaskan seperti itu juga aku tau bang. Aku juga paham kenapa Celin seperti itu, itu semua karena dia menyukai abang. Hal itulah yang membuat Celin tidak menyukaiku bang, hal itu juga lah yang buat dia bohong akan surat itu,membuat abang salah paham dan membenci ku "
" Abang tidak peduli, mau dia menyukai abang atau mencintai abang. Yang jelas abang tidak menyukai nya, dan abang juga tidak mencintai nya. Dan abang akan terus mengatakan kata cinta untuk kamu, Abang cuma cinta sama kamu, cuma kamu. Dan kamu juga mencintai abang kan? " Zhio kembali bertanya apakah Zee mencintai nya, Zhio ingin mendengar langsung kata cinta itu dari mulut Zee.
Cup
Zee mengecup lembut bibir sang suami sejenak lalu melepaskan nya. Zee tidak ingin mengucapkan apa - apa, cukuplah sebuah kecupan mesra itu jawaban akan hati Zee kepada Zhio.
Mendapat kecupan mesra yang tiba - tiba dari sang istri membuat Zhio terkejut dan juga senang. Karena biasanya Zhio lah yang terlebih dahulu mencium Zee.
" Lagi sayang " ucap Zhio sembari tersenyum kepada Zee.
Cup
Zee kembali memberi kecupan mesra di bibir sang suami.Dan ketika ingin melepasnya, Zhio justru menahan tengkuk leher Zee dan memperdalam ciuman mereka.
" Bang, nanti aku terlambat. Kita juga belum makan siang " ucap Zee setelah Zhio melepas ciuman nya dan memberi Zee jalan untuk bernafas sejenak.
Zhio pun melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya. Dan masih ada waktu sekitar setengah jam lagi. Zhio tersenyum lalu kembali mencium bibir sang istri.
__ADS_1
" Masih ada waktu setengah jam sayang, kita akan bermain cepat " ucap Zhio dan kembali mencium bibir sang istri, Zee pun pasrah dan mengikuti kemauan Zhio. Pergulatan mereka semalam membuat Zhio semakin candu akan tubuh sang istri.
Bersambung