Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Menikah..


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di rumah Pak Bayu, Kedua orang tua Satria pun ikut hadir. Dan Ibu Yuni, Ibu yuni juga hadir. Mereka semua menundukkan kepala, mereka malu sekali. Mereka malu atas kelakuan anak mereka. Apalagi harus di ketahui oleh banyak orang seperti ini.


Bukan hanya kedua orang tua Satria dan Yuni yang malu. Pak Bayu, selaku mertua dari Satria pun ikut menanggung malu akibat perbuatan menantu nya itu. Bahkan saat ini Pak Bayu sangat emosi, rasa benci nya kepada Satria semakin memuncak. Namun, saat ini Pak Bayu berusaha tetap tenang dan menyelesaikan nya dengan kepala dingin. Apalagi ia adalah pemimpin desa, sudah pasti harus bisa menunjukkan sikap yang adil dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


Menyelesaikan permasalahan Satria dan Yuni tidak lah berlangsung lama, karena tidak ada nya perdebatan dia antara kedua keluarga. Dan semua hanya mengangguk pasrah, mereka mengiyakan saja apa yang di katakan oleh Pak Bayu.


Dan keputusan terbaik nya adalah menikah kan Satria dan Yuni, bahkan pernikahan nya di langsungkan malam itu juga. Setelah mendapat keputusan dan masalah selesai. Semua warga bubar, namun ada saja masih di antara mereka yang memaki dan meneriaki Satria dan Yuni. Dan setelah puas barulah mereka pergi. Sebagian warga ada yang setuju, ada juga yang tidak Setuju dengan keputusan Pak Bayu. Karena mau mereka setelah Satria di nikahkan dengan Yuni, mereka mau nya Satria dan Yuni di laporkan dan di penjara.


Pak Bayu sebenarnya ingin nya seperti itu juga, tapi ia mengingat akan cucu nya Bulan. Ia tidak ingin kelak Bulan memiliki seorang ayah Narapidana. Dan keputusan itu pun di buang jauh - jauh oleh Pak Bayu.


Setelah meminta maaf kepada Pak Bayu, kedua orang tua Satria memilih pulang dan segera mengurus pernikahan Satria dan Yuni. Yuni dan Ibu nya pun ikut menyusul, mereka akan kerumah Satria. Sedangkan Satria, ia memilih tinggal sebentar. Karena ada yang ingin ia bicarakan kepada Pak Bayu. Ya setelah sekian lama, akhirnya Satria berani untuk berbicara langsung dengan mertua nya itu. Dan momen ini juga sebenarnya sudah di tunggu - tunggu oleh Pak Bayu, semenjak Zee mengatakan ingin berpisah dengan Satria, saat itulah Pak Bayu berharap Satria akan menemui nya. Meminta maaf, atau mungkin menjelaskan sesuatu kepada Pak Bayu, dan mencoba mempertahankan pernikahan nya dengan Zee.


" Pak "


" Ada apa lagi Satria? apa yang ingin kau bicarakan? "


" Ma.. aaf kan.. saya Pak.. saya benar - benar minta maaf!! " Satria meminta maaf kepada Pak Bayu sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Bukan kepada ku seharusnya kamu meminta maaf, tapi kepada anak ku "


" Pak, saya... saya tidak ingin berpisah dari Zee!! "


" Jangan egois Satria, sudah cukup selama ini kamu menyakiti putriku, sudah cukup! " terdengar suara Pak Bayu sedikit serak, ia mencoba menahan air matanya.


" Saya berjanji Pak, saya tidak akan menyakiti Zee lagi. Saya akan membahagia kan nya! "


" Kamu benar - benar tidak malu Satria, bagaimana cara mu membahagiakan anak ku. Bahkan sejak lama kau sudah merenggut kebahagian anak ku, kamu tidak sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan? apa masih pantas kamu meminta Zee untuk kembali kepadamu Hah? Lebih baik kamu pergi sekarang!! " usir Pak Bayu.


Merasa di usir, Satria naik pitam. Ia malah marah balik kepada Pak Bayu, ia kesal karena ia sudah sungguh - sungguh minta maaf. Tapi Pak Bayu malah mengusir nya. Satria merasa apa yang ia lakukan adalah sama dengan apa yang pernah di lakukan oleh Pak Bayu dulu. Yaitu berselingkuh di belakang Ibu nya Zee. Baginya mertua nya itu juga seorang munafik.


" Benar kan Pak,Bapak juga pernah sepertiku. Pernah berselingkuh di belakang Ibu Zee. Dan kenapa kau tidak bisa memaafkan ku? bukan nya ini hal biasa? "


Pak Bayu terdiam sejenak, dalam hatinya membenarkan ucapan Satria. Dulu ia memang pernah berselingkuh di belakang Ibu Zee, dan bahkan diam - diam menikah siri. Namun itu tidak di ketahui banyak orang.


Satria menyunggingkan bibirnya, ia puas karena saat ini mertua nya itu pasti merenungi kesalahan nya yang dulu. Dan setelah itu Satria pergi, meninggalkan Pak Bayu seorang diri yang masih mematung memikirkan ucapan Satria.

__ADS_1


" Ya Tuhan, apa kah ini karma yang ku dapat? tapi kenapa menimpa anak ku! Maafkan bapak Zee, maafkan bapak " Pak Bayu terduduk lemas di atas sofa. Ia mengingat akan kesalahan nya yang terdahulu. Dan sekarang Zee juga harus mengalami nya, di selingkuhi oleh Satria.


Sesampai di rumah, Satria kembali mendapat amukan marah dari kedua orang tua nya. Tapi ya begitulah, nama nya orang tua, sejelek apapun kelakuan anak nya. Pasti ia akan tetap menerima keadaan anaknya dan dengan terpaksa kedua orang tua Satria menyetujui pernikahan Satria dan Yuni.


Pernikahan di langsungkan malam itu juga di kediaman Satria,hanya ada beberapa orang saja yang hadir. Karena juga pernikahan semua dadakan, tidak ada perencanaan apapun. Dan setelah acara pernikahan selesai, kedua orang tua Satria memilih untuk kembali ke kamar. Sedangkan Ibu Yuni juga pamit pulang.


Tinggal lah Satria dan Yuni berdua, dan mereka memilih untuk masuk juga ke dalam kamar mereka. Dan apa yang mereka lakukan? mereka kembali melakukan aktivitas panas mereka, yang tadi sempat tertunda. Satria dan Yuni benar - benar tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah mereka lakukan tadi, terlebih Satria, ia malah kembali menerjang kenikmatan bersama Yuni. Mereka sudah seperti pasangan pengantin baru yang baru menikah dan menikmati malam pertama mereka.


*****


Zhio tampak gelisah, ia tidak bisa memejamkan kedua matanya sekarang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Di pikiran Zhio saat ini adalah Zee, ia ingin sekali tau keadaan Zee sekarang. Zhio yakin jika Zee sangat terpukul dan sangat lemah, sama seperti yang waktu itu Zhio lihat di sawah. Saat Zee menangis sesegukan, dan Zhio sudah tau jika yang membuat Zee menangis waktu itu pasti ulah suaminya juga.


Sama hal nya dengan Zhio, Zee juga tidak bisa tidur. Bukan nya memikirkan Satria, Zee malah memikirkan Bulan. Zee terus saja memandangi wajah cantik anak nya itu, yang saat ini sedang tertidur pulas. Zee bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Bulan besok. Zee bisa saja berbohong, tapi kalau di luar sana. Zee tidak akan bisa menyembunyikan nya. Semua orang pasti sudah tau kelakuan buruk Satria, Zee tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hati Bulan nanti jika tau Ayahnya kepergok warga, dan pasti psikis Bulan juga akan terganggu.


" Bunda yakin kamu kuat nak, Bunda yakin kamu pasti bisa menerima semua ini, Bunda sangat sayang Bulan " batin Zee lalu mengecup lembut kening Bulan.


**Bersambung...

__ADS_1


Tetap stay tune ya readers... 😊


jangan lupa like, vote, kritik dan saran nya juga. Biar aku jadi tambah semangat 😘**


__ADS_2