Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Foto gandeng


__ADS_3

Kevin berdiri di depan cermin, memperhatikan penampilannya sendiri dan memastikan apakah penampilan nya rapi atau tidak. Rencananya hari ini Kevin akan mengajak Zhea untuk foto bersama, yang akan pasang di buku nikah mereka nantinya.


Sebelumnya Zhea dan Kevin sepakat untuk memakai baju berwarna hitam. Sesuai dengan keinginan Zhea, dan Kevin sebagai calon suami akan mengikuti perintah calon istri nya.


" Kevin..!! " teriak Tami ibunya Kevin.


" Iya Ma "


Kevin berjalan untuk membuka kan ibu nya pintu.


" Maa syaa Allah, ini anak Mama ? "


Dengan terkagum-kagum ibunya Kevin melihat anaknya yang begitu tampan dengan memakai kemeja hitam , kulit putih Kevin terlihat bersinar saat Kevin memakai kemeja hitam. Ibunya Kevin memperhatikan Kevin dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Iya Ma, ini anak Mama. Anak siapa lagi ? "


" Jadi mau foto gandengnya hari ini ? "


" In syaa Allah Ma, ini Kevin mau berangkat sebentar lagi "


" Calon menantu Mama bakalan klepek - klepek kalau liat kamu ganteng gini Vin " puji ibunya Kevin.


Kevin tampak tersenyum bangga mendengar pujian dari ibunya.


" Ya udah Kevin berangkat ya Ma "


" Iya sayang, salam sama calon mantu Mama ya "


" Iya Ma "


Kevin bergegas keluar dan pergi untuk menjemput Zhea.


Di kediaman Xander, Zhea juga tampak cantik dengan balutan dress MIDI berwarna hitam dipadukan dengan phasmina hitam sesuai dengan dress yang ia pakai. Ini kali pertama nya Zhea keluar dengan memakai penutup kepala, dan Zhea lebih terlihat cantik dan merasa nyaman dengan hijab yang ia pakai.


" Maa syaa allah, kamu cantik banget Zhea " puji Tasya.


Si comel Tasya sudah menunggu dan menemani Zhea sejak lama di kamar. Membantu Zhea mencari pakaian yang cocok dan pastinya sebagai pengkritik penampilan Zhea. Karena cerewet nya Tasya, Zhea harus bergonta ganti pakaian sampai menurut Tasya cocok barulah adegan gonta ganti pakaian selesai.


" Kalau begini mah, bang Kevin bakalan klepek - klepek liat kamu Zhe " puji Tasya sama seperti apa yang di katakan oleh ibunya Kevin.


" Gak usah lebay , Sya "


" Aku gak lebay Zhe, beneran ini sumpah "


Zhea hanya tersenyum mendengar celotehan Tasya , sembari Zhea memperhatikan penampilan nya di depan cermin.


" Zhea...." panggil Bunda Hesty.


Zhea dan Tasya bergegas menuju pintu.


" Iya Bun "


" Maa syaa allah Zhea, kamu cantik banget nak " puji Bunda Hesty.


" Makasih Bun "


" Tu kan Zhea, bunda aja bilang cantik kok " tambah Tasya.


" Iya Tasya bawel "


Bunda Hesty terkekeh mendengar Zhea menyebut Tasya bawel.

__ADS_1


" Zhea, ada Kevin di bawah "


" Bang Kevin, oh ya udah kalau gitu Zhea pamit mau ijin keluar ya Bun "


" Iya sayang, tadi Kevin juga udah ijin sama Bunda mau bawa kamu keluar "


" Iya Bun "


Zhea dan Tasya pergi menemui Kevin, dan benar Kevin terpana dengan melihat Zhea. Kevin berdiri dan mematung sejenak melihat Zhea yang berdiri di depannya.


" Bang Kevin " panggil Tasya.


" BANG KEVIN " panggil Tasya sembari berteriak di telinga Kevin.


" Aduh..Tasya " Kevin baru sadar akan lamunannya, ia terlihat kikuk dan wajah Kevin terlihat sedikit memerah karena menahan malu.


" Ciehhh..Ciehh...Bang Kevin, di teriakin baru sadar. Terpesona ya sama kecantikan Zhea ? " goda Tasya.


Kevin dan Zhea pun terlihat malu-malu mendengar godaan Tasya.


" Tasya, sudah ah " ucap Zhea.


" Hehehe...ya udah kalian berdua berangkat sana gih..jangan lupa bawa makanan ya buat Tasya, bang. Kalau balik nanti "


" Iya Tasya, ya udah Abang bawa Zhea dulu ya "


" Iya bang, bawa aja. Gak usah di kembalikan juga gak apa bang. Hahaha "


" Tasya " bisik Zhea.


Lagi-lagi Tasya menggoda Zhea dan Kevin, membuat Zhea tersipu malu, sedangkan Kevin hanya tersenyum mendengar celotehan Tasya.


Di dalam mobil, Kevin dan Zhea terlihat canggung dan kikuk. Sesekali mereka saling berpandangan dan melempar senyum. Setelahnya fokus dengan pikiran mereka masing-masing.


" Abang sudah sarapan ? " tanya Zhea memecah keheningan di antara mereka.


" Sudah Zhe, kamu sendiri? kalau belum kita bisa berhenti untuk sarapan dulu. Lagian masih ada waktu "


" Sudah juga kok bang, kalau di rumah urusan makan selalu nomor satu. Pagi-pagi sekali Bunda Hesty pasti udah nyiapin sarapan buat kami "


" Maa syaa allah, senyum kamu Zhea. Manis sekali " batin Kevin.


Bukannya fokus mendengar cerita Zhea, Kevin justru terpukau dengan senyuman Zhea.


" Oh ya bang, maaf ya atas celotehan Tasya tadi "


" Iya Zhea, Abang tu udah anggap Tasya seperti adik abang sendiri. Abang udah tau dan kenal banget Tasya gimana, jadi udah terbiasa sama tingkah lakunya "


Kevin dan Zhea sama-sama tertawa mengingat kelakuan dan sifat Tasya.


Sekitar dua puluh menit, Kevin dan Zhea tiba di studio foto tempat dimana Kevin dan Zhea akan mengambil foto gandeng mereka.


Kevin dan Zhea tampak malu-malu saat fhotografer meminta mereka duduk berdampingan.


" Rapat sedikit, ya sedikit "


" Oke, siap "


" 1,2,3 action "


Kevin dan Zhea sama-sama tersenyum saat fhotografer mengambil foto mereka. Sebuah awal yang akan menjadi kebahagiaan selamanya untuk Kevin dan Zhea.

__ADS_1


" Lihat Zhe "


Kevin memberikan hasil foto mereka kepada Zhea, Zhea tersenyum melihat foto gandeng mereka. Melihat Kevin yang juga tersenyum kepadanya, lalu setelahnya mereka kembali memperhatikan foto mereka berdua.


" Ini buat kamu, dan ini buat Abang. Foto yang satunya lagi buat kita bawa ke KUA besok, Abang akan jemput kamu lagi besok Zhe karena kita harus menghadiri skrining pernikahan, mungkin seminggu ini jadwal kita akan padat Zhe "


" Iya bang, aku ngerti kok "


Kevin mengambil dompetnya lalu menyimpan foto mereka berdua. Zhea memperhatikan apa yang Kevin lakukan. Zhea hanya tersenyum melihat apa yang Kevin lakukan.


" Abang langsung antar kamu pulang ya Zhe gak apa kan ? habis ini Abang ada jadwal operasi pasien "


" Abang masih kerja ? " tanya Zhea.


" Iya, tapi ini yang terkahir kok Zhe. Abang udah ajukan cuti jadi setelahnya Abang bisa fokus ngurus pernikahan kita "


" Iya bang "


Kevin mengantar Zhea pulang, padahal Kevin masih ingin berlama-lama bersama Zhea dan mengajak Zhea jalan-jalan. Namun tuntutan kerjaan sudah menunggunya. Sebelum pulang, Kevin dan Zhea menyempatkan singgah ke toko kue untuk Tasya.


Setelah mengantar Zhea, Kevin bergegas kerumah sakit.


Di dalam kamar, Zhea mengambil kembali fotonya bersama Kevin dan kembali tersenyum melihatnya.


" Ya Allah, gak nyangka sebentar lagi aku bakalan nikah " ucap Zhea.


" Zheaa....." teriak Tasya.


Seperti biasa, tanpa mengetuk pintu Tasya langsung masuk ke dalam kamar Zhea.


" Udah lama nyampenya Zhe ? oleh-oleh buat aku mana ? "


" Nih Sya, dari bang Kevin "


" Wahhh...foto kalian ya Zhe, coba aku lihat "


Tasya justru fokus dengan foto yang Zhea pegang, dan bahkan mengabaikan kotak kue yang Zhea berikan kepadanya. Zhea pun memberikan fotonya kepada Tasya.


" Maa syaa Allah, ini mah perfect couple Zhe, kamu sama bang Kevin keliatan serasi banget gandengan gini "


Zhea hanya tersenyum mendengar ucapan Tasya.


" Wait..ini harus di abadikan, aku foto lagi ya Zhe "


" Selesai, so sweet banget sih Zhe. Nanti aku kirim foto ini ke ponsel kamu ya "


" Iya, terserah kamu Sya "


" Aku kirim ke grub juga ya Zhe, biar temen sekolah kita pada tau. Kamu juga pasti ngundang mereka kan ? "


" Hmm..iya terserah kamu Sya "


Tasya terlihat antusias sekali, kini ia sibuk memainkan ponselnya. Memposting foto Zhea dan Kevin ke sosial media nya.


" Liat Zhe, baru aja aku post. Udah banyak chat masuk tuh , hari patah hati sedunia nih buat penggemar kamu Zhe "


" Kamu sih Sya, kamu yang tanggung jawab ya jawab semua pertanyaan temen-temen "


" Iya siap Zhe, tenang aja "


Di tempat lain, Kevin sudah sampai di rumah sakit dan berada di parkiran. Sebelum turun dari mobil, Kevin mengambil dompetnya dan kembali melihat foto nya bersama Zhea.

__ADS_1


" Akhirnya , tempat foto di dompet ini terisi juga. Kamu sangat cantik Zhea "


Bersambung...


__ADS_2