Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Bukan milikku


__ADS_3

Sampai di rumah Zhio tetap saja merasa tidak tenang, ia terus saja menghubungi Zee. Mungkin sudah berpuluh kali Zhio menghubungi Zee, dan Zee tidak sama sekali mengangkat telepon darinya. Ya mungkin terdengar berlebihan. Tapi saat ini Zhio benar-benar merasa khawatir, begitulah tingkat kebucinan Zhio saat ini.


" Tenang Zhio, tenang... "


Zhio berbicara sendiri mencoba menenangkan dirinya.


Di ruangan UGD semua tampak terlihat sibuk , apalagi semakin larut malam justru pasien semakin banyak berdatangan. Ada yang hanya di rawat jalan, ada yang harus di rawat inap , bahkan ada sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi yang membuat keadaan UGD semakin ramai.


Walaupun sedang hamil , Zee tetap terlihat gesit, Zee dengan sigap menghampiri pasien yang memerlukan pemeriksaan. Bisa menolong pasien menjadi kebahagiaan sendiri bagi Zee.


Setelah suasana UGD mulai hening, Zee baru teringat akan ponselnya yang tertinggal. Ia segera ke ruang petugas untuk mengambil ponselnya, dan Zee terkejut melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Zhio. Zee segera menghubungi kembali suaminya.


" Assalamualaikum, sayang "


Zhio merasa senang karena akhirnya istrinya menghubunginya kembali.


" Wa'alaikumussalam, Abang maaf ya , aku lupa bawa ponselnya, ketinggalan di dalam tas "


" Iya sayang gak pa-pa , oh ya Abang boleh video call kamu ? "


" Iya bisa bang "


Zhio segera mengubah panggilan teleponnya menjadi panggilan video, Zhio tersenyum senang melihat wajah cantik sang istri di balik layar ponselnya.


" Lagi istirahat yang ? banyak pasien ya ? "


" Belum istirahat sih bang, iya bang lumayan , tadi ada pasien lakalantas juga "


" Iya sayang, susu jangan lupa di minum "


" Iya bang, ini sekalian mau ambil susu nya juga mau di minum "

__ADS_1


Zee mengambil susu kotak yang di belikan oleh Zhio lalu memperlihatkannya kepada Zhio.


" Oh ya yang, kamu jaga UGD sama siapa aja malam ini ? "


Zhio mencoba mengulik tentang keberadaan Syam tanpa membuat Zee curiga.


" Malam ini aku berdua sama temenku Ziva, terus ada Dokter Rani dan Dokter Syam "


Zhio memejamkan kedua matanya mendengar nama Syam yang di sebutkan terakhir oleh Zee.


" Syam ? maksud kamu Dokter Syam ? dia jaga di sana juga ? "


" Ya bang, sebenarnya di poli bang, tapi kata temen-temen Dokter Syam lagi gantiin Dokter Adi yang berhalangan turun hari ini bang "


" Dia tugas malam juga ? "


" Iya bang, tugas malam sampai pagi , emang kenapa bang ? "


Zee merasa curiga dengan Zhio yang sejak tadi bertanya mengenai Syam. Hingga akhirnya Zee tersenyum dan mengerti kalau saat ini suaminya sedang cemburu.


Zhio terlarut dalam pikirannya sendiri, ia tidak sadar kalau Zee memanggilnya.


" Abang "


" Ehh..iya yang "


" Abang kok malah melamun sih ? "


Belum sempat Zhio menjawab, Ziva salah satu teman magang Zee datang dan menemui Zee.


" Kenapa Ziva ? "

__ADS_1


" Aku perlu kamu di depan "


" Oh..baiklah, sebentar ya "


Ziva mengangguk lalu keluar dari ruangan.


" Abang, aku di panggil ke depan. Gak apa ya bang ? "


" Oh ya sudah sayang, kamu hati-hati ya di sana, jangan terlalu lelah, sempatkan untuk tidur sebentar, susu kamu jangan lupa di minum. Love you sayang "


Zee tersenyum dan tersipu malu mendengar ucapan terakhir Zhio.


" Iya Abang, love you too "


Zhio dan Zee saling melempar senyum sebelum mengakhiri sambungan telepon mereka.


****


Sekitar pukul 3 pagi , Zee menyempatkan untuk tidur walaupun hanya sebentar. Karena sedang hamil, para petugas yang ada di UGD termasuk Syam memaksa Zee untuk beristirahat sejenak. Mereka juga kasihan melihat Zee dengan kondisi Zee saat ini, maka dari itu mereka meminta Zee untuk tidur. Terlebih kondisi UGD sudah mulai hening dan pasien sudah tidak terlalu banyak.


Syam masuk keruang petugas saat Zee tertidur. Karena ruang istirahat petugas menjadi satu, jadi tidak menjadi masalah bagi mereka untuk keluar masuk.


Pintu ruangan sengaja Syam buka agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Syam masuk ke ruang petugas untuk mengambil vitamin yang juga ia bawa di dalam tasnya.


Sekaligus hal ini menjadi kesempatan untuk Syam melihat Zee yang sedang tertidur.


Ruang istirahat di UGD bagi para Dokter dan Perawat cukup besar. Di sana terdapat loker-loker untuk menyimpan tas dan barang-barang yang Dokter dan perawat bawa. Juga terdapat kasur lipat untuk para Dokter maupun perawat tidur, tentu mereka beristirahat dengan bergantian. Kasur lipat hanya di sediakan untuk para petugas yang berjaga malam. Jika lelah biasanya mereka akan bergantian untuk beristirahat.


Syam melihat Zee yang sedang tertidur dengan posisi miring. Perlahan Syam mendekati Zee dan Jongkok di depan Zee. Syam memperhatikan wajah cantik Zee yang sedang tertidur.


" Kamu memang benar-benar cantik Zee , beruntung sekali Zhio bisa memilikimu "

__ADS_1


" Sangat sulit rasanya menghilangkan rasa ini Zee , tapi aku sadar, aku tidak mungkin merebut sesuatu yang sudah menjadi hak milik orang lain. Ijinkan saja aku untuk selalu menjaga dan melindungimu walaupun aku tidak selalu berada di dekatmu Zee "


Bersambung...


__ADS_2